Shift waktu kerja Kirana telah usai dia pun berniat untuk segera pulang. Di perjalanan Kirana terus memikirkan tentang tantangan dari Goldfingers yang menemuinya pagi tadi.
“Civilization yang benar-benar berbeda huh.”
Gadis itu menatap langit yang sudah menjadi begitu gelap dipenuhi awan hitam menandakan jika malam ini pun akan terjadi hujan. Sesaat dua mengingat kembali dimasa- masa awal Civilization of Warlord.
“Yah aku rasa mencoba sebentar bukanlah masalah.”
Hujan pun mulai turun membuat gadis itu segera berlari menuju rumah.
***
Satu minggu telah berlalu Kirana dapat merasakan perubahan besar yang terjadi akibat game CoW terbaru. Mulai dari periklanan di televisi maupun Utub sampai media sosial pun terus membicarakan tentang game itu.
Anie dan teman-temannya yang merupakan streamer pun selalu membicarakan game CoW saat mereka berada di kedai. Khusus untuk Anie yang selalu meminta Kirana untuk menemaninya bermain.
“Seperti yang diharapkan dari MYTHlord mereka mampu mencapai 1 juta power guild kurang dari satu Minggu. Tidak ada yang dapat menggoyahkan posisi mereka di peringkat guild nomor satu.” ucap Jesica yang terus melihat smartphone sambil menyesap teh dingin yang dia pesan.
Tapi mendengar itu justru membuat Kirana merasa heran.
“Guild terbaik hanya dapat mencapai 1 juta power sejak server perilisan game?, Apa begitu sulit untuk menaikkan kekuatan?.”
Mendengar pertanyaan itu membuat ketiga gadis itu terdiam dengan tatapan aneh yang ditujukan pada Kirana. Entah kenapa Kirana merasa agak kesal ditatap seperti itu oleh mereka.
“Heeeeeh, aku pikir kakak nggak tertarik sama game ini lagi.” balas Anie.
“Nggak kok, cuman heran saja karena di versi PC dan mobile aku dapat menaikkan persolan power sampai 1,5 juta dalam 5 hari.”
Mendengar jawaban Kirana membuat wajah ketiganya semakin menunjukkan Kasih seolah telah mendengar cerita yang begitu menyedihkan. Melihat tatapan itu membuat Kirana ingin memaksa ketiganya meminum secangkir kopi hitam tanpa gula.
Pada akhirnya karena tidak ingin dipaksa meminum minuman pahit itu ketiganya menjelaskan sistem baru pada Civilization of Warlord yang sudah begitu berbeda dari versi PC dan mobile.
“Civilization of Warlord pada versi virtual reality berbeda jauh dari yang dimainkan oleh kakak, itu terasa seperti VRmmorpg pada umumnya. Kau tidak bisa menaikkan kekuatan dengan melatih pasukan tanpa Npc yang akan dilatih.”
“Hah!, Apa yang kau bicarakan?. Civilization of Warlord adalah game simulator pertempuran yang semuanya tergantung pada jumlah dan kekuatan pasukan. Jika tidak ada pasukan maka bagaikan pemain akan bertempur.”
Kirana benar-benar terkejut mendengar perubahan pada sistem utama pertempuran game RTS itu.
“Maksudku kakak bisa memiliki pasukan untuk bertempur, namun kakak tidak bisa mendapatkan mereka hanya dengan mengirim sejumlah sumberdaya ke arena pelatihan lalu menunggu hingga pelatihan selesai. Cara seperti itu telah dirubah sepenuhnya.”
Perkataan Anie dibalas dengan anggukan kepala kedua temannya, sementara Kirana justru semakin kebingungan.
“Lalu bagian cara pemain mendapatkan pasukan mereka, apa mereka diharuskan merekrut Npc yang ditemui di pinggir jalan?.” Kirana mencoba menebak secara acak.
“Yap, sebagian besar pemain melakukan itu.” namun ternyata tebakan Kirana tidaklah salah sama sekali.
“Oke, aku sedikit memahami kenapa begitu sulit untuk menaikkan kekuatan.”
Dalam Civilization of Warlord ada beberapa faktor yang menuntut perolehan total power, seperti level komandan, kekuatan bangunan di dalam kota, tingginya tingkat teknologi dan dari semua itu kekuatan pasukan memiliki jumlah kontribusi hampir 45% dari kekuatan yang dimiliki seorang pemain.
Sistem CoW yang sebelumnya mengijinkan para pemain melatih pasukan hingga jumlah yang tidak terbatas membuat kekuatan pemain dapat naik tanpa batas. Namun banyaknya pasukan yang bisa digerakkan untuk berperang tergantung dari kekuatan yang dimiliki oleh komandan mereka. Karena itu pasukan yang tidak terpakai akan bertugas melindungi kota.
Karena itu jumlah pasukan dalam permainan ini menjadi faktor terpenting untuk memperoleh kekuatan.
“Tapi bukan berarti semua pemain mengalami kesulitan yang sama.”
“Hemmm?.”
Jesica menjelaskan jika sistem baru yang membuat Kirana semakin tertarik untuk kembali bermain CoW.
“Mungkin aku memang harus mencobanya.”
Mendengar gumaman Kirana membuat ketiganya bersorak gembira.
“Namun aku tidak beraniat kembali menjadi pemain pro.” lanjutnya.
“Benarksh?, Aku meragukan itu.” balas Anie dengan pesimis.
“Kenapa kau begitu yakin?.” wajah Kirana dipenuhi tanda tanya.
“Itu karena CoW terbaru begitu menantang, kakak tidak mungkin berhenti setelah bermain satu kali.” balas Anie dengan wajah penuh senyuman.
“Oh jadi itu yang membuat nilai kalian di sekolah anjlok?.”
Seketika ketiganya terdiam saat tatapanku mulai menajam, mereka dengan cepat kembali mengalir perhatian pada buku pelajaran yang mereka bawa.
***
[Dear Srikandi yang terhormat. Empat tahun adalah masa-masa yang gemilang bagi kami, tentu semua itu tidak akan tercapai tanpa pemain-pemain veteran Civilization of Warlord seperti anda….]
Aku membaca sebuah surat yang tertera pada paket yang dikirim oleh Terlilit games. Inti dari surat itu mengatakan rasa terimakasih karena selama empat tahun memainkan game mereka sebagai pro gamer, dan sekarang mereka berharap jika aku kembali bermain pada game CoW terbaru.
Setelah membaca surat dari pihak Terlilit games, aku segera membuka paket dan mendapati di dalam paket tersebut terdapat sebuah helm dengan desain futuristik yang sangat mewah.
“Aku sudah mengira mereka akan mengirimkan aku Vgear tapi aku tidak menyangka jika mereka akan mengirimiku yang termahal.” ucapku sambil memeriksa helem yang jika dijual setidaknya dapat mencapai 200 juta itu.
“Ini mengingatkan aku saat pertamakali mereka mensponsori aku untuk bermain game yang mereka buat.”
CoW versi mobile yang pertama kali aku makin, saat itu aku tertarik pada game tersebut karena memperlihatkan karakter-karakter dari Romansa tiga kerajaan yang menjadi logo aplikasi. Namun karena permainannya menabg menyenangkan aku pun merekomendasikan permainan itu lewat Chanel Utub miliku, hingga tidak terasa sebagian besar konten dalam channel yang aku buat ada tentang CoW.
Lewat konten-konten yang aku buat membuat kepopuleran CoW meningkat khususnya di Indonesia. Hingga akhirnya game tersebut mulai merambah PC gaming yang membuatnya semakin dikenal dikalangan para gamer, semua video yang aku buat menjadi acuan para newbie untuk belajar memainkan game ini.
Karena mengaggap jika aku turun andil dalam membesarkan game CoW, pihak Terlilit games pun mengajukan kontak padaku, kontrak yang berjalan selama tiga tahun hingga akhirnya aku menghentikan kontrak tersebut disebabkan masalah yang mulai timbul pada guild yang aku dirikan.
“Sungguh masa-masa yang indah.”
Sambil menatap Vgear yang berada di pangkuanku, aku menatap kosong mengingat masa lalu. Aku kemudian menaruh kembali helem itu pada kotak paket lalu membawanya ke kamarku yang berada di lantai dua.
“Lebih baik aku bermain setelah makan malam.”
Aku pun kembali menuruni tangga dan bersiap untuk memasak. Sempat aku berpikir untuk memberitahu Anie jika aku akan bermain CoW, namun aku segera mengurungkan niat itu karena takut gadis itu akan menyebarkannya ke menia sosial miliknya.
“Hemmm…. Well... aku rasa ini sudah terasa nyaman.”
Tidur terlentang di atas kasur, aku mencari posisi yang untuk rebahan. Vgear telah terpasang fdi kepalaku, kemudian tinggal mengatur pernafasan hingga...
“Link On!”
***
Chp 4 end.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
hm misteri mulai lagi🤔😅
2021-07-29
2
lux.reinzel
mantap
2021-07-29
0
Kamila Chan
nah loh, ni novel kekuatan mcnya dari kekuatan prajuritnya, keren si gw sukaa
2021-07-28
0