[ATHENA POV]
Di depanku saat ini terdapat gunung mayat berbagai hewan dan tumpukan kayu yang terlihat mengerikan.
“Ugh, apa-apaan. Apa kau tidak memerintahkan anak-anakmu untuk merapikan gudang makanan.” ucapku sambil menahan mual karena pemandangan mengerikan dari gudang persediaan koloni semut.
“Mau bagaimana lagi, sebelumnya cara kami menyimpan makanan bukanlah menimbunnya seperti ini.”
Magenta menjelaskan jika cara Semut untuk menyimpan cadangan makanan adalah dengan memberikan makanan terus menerus pada semut penampung. Itu adalah jenis semut yang memiliki tubuh menggelembung bagaikan balon. Nantinya jika ada semut yang kelaparan maka semut penampung akan memberikan makanan yang ditampung didalam tubuhnya.
“Jadi semut dengan perut besar itu adalah Bank makanan koloni?.” tanyaku sambil menunjuk deretan semut di pojok ruangan penyimpanan.
“Benar.” jawab Magenta singkat.
Magenta memutuskan untuk menyimpan makanan dengan cara seperti ini tidak lain karena keinginannya untuk mengupgrade sarang koloni. Jika semua makanan diberikan pada semut penjaga maka itu tidak dapat dijadikan bahan upgrade.
“Yah terserahlah, kita mulai saja membuka fitur kolam pemulihan nya.”
“Oke!.”
Yang berhak mengupgrade sarang tentu hanya Magenta karena dialah pemimpin koloni ini. Tapi sebagai perdana menteri aku diizinkan melakukan upgrade oleh sistem tentunya dengan izin dari ratu juga.
Ding.
[Duchess Athena telah menggunakan sumberdaya berupa 50.000 food, 50.000 Wood dan 5.000 koin emas untuk membuka fitur kolam pemulihan.]
Setelah suara notifikasi berakhir, tumpukan kayu dan daging di depanku memancar cahaya begitu juga kotak kayu berisi lima ribu emas yang aku dapat dari menjual Nektar. Tidak berlangsung lama cahaya mulai padam beserta lenyapnya sumberdaya yang dibutuhkan untuk pengorbanan.
Ratusan semut yang menemani kami terlihat sedih melihat gunung makanan yang mereka telah susah payah kumpulan tiba-tiba menghilang.
Ding.
[Kolam pemulihan sekarang dapat dibuat didalam sarang]
Notifikasi lain terdengar bersamaan dengan fitur baru yang terbuka di menu pengembangan sarang. Melihat fitur yang sudah cukup lama dia inginkan telah terbuka membuat Megenta begitu gembira, dia bahkan memerintahkan pada semu semut untuk berhenti bekerja dan segera mengadakan pesta dengan makanan yang masih tersisa.
“Kau yakin ini akan baik-baik saja?, Apa kau tidak khawatir dengan persediaan makanan?.”
“Hahaha jangan khawatir. Persediaan makanan kami yang sebenarnya masih cukup untuk menghidupi seluruh semut di kolini ini selama satu tahun.”
Magenta membalas sambil menunjuk para semut penampung. Aku tidak akan menanyakan lebih jauh tentang bagaimana mereka saling membagikan makanan antara Semut penampung dengan Semut yang kelaparan karena itu pasti akan terdengar cukup menjijikkan.
Kemudian setelah makanan sisa habis pesta singkat koloni semut pun berakhir. Para semut yang telah bekerja seharian merasa senang dengan pesta kecil itu, mereka mengakhiri hari ini dengan kegembiraan.
Sementara aku pun berniat untuk logout dari game karena mungkin waktu di dunia nyata sekarang sudah lewat tengah malam. Sebuah ruangan khusus untuk Avatar milikku telah dibangun, ruangan yang akan selalu aku penuhi dengan pupuk.
“Perlu waktu untuk membuat kolam pemulihan, mungkin saat kau kembali terbangun kolam itu akan selesai.” ucap magenta sambil melihat beberapa semut pekerja sedang membongkar salah satu sisi dinding yang akan dijadikan ruangan pemulihan.
“Ya, aku tidak sabar akan menjadi seperti apa kolam yang dibeli dengan 5.000 keping emas itu.”
Setelah berbicara dengan Magenta, aku pun memasuki ruanda ku dan membenamkan diri ditengah kubangan pupuk yang kemudian segera logout.
***
[Hari Berikutnya]
Walaupun tadi malam aku bermain Civilization of Warlord hingga jam 2 pagi, tapi itu tidak membuatku telat bangun seperti biasanya.
“Hoaaammm… ini mengingatkanku pada masa-masa ketika masih menjadi seorang pro player.”
Setelah bangkit dari tempat tidur lalu mematikan alarm pada smartphone, aku yang masih mengantuk segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Brrrrrr….. air dingin di pagi hari menang yang terbaik untuk mengusir kantuk.” ucapku dengan mulut yang menggigil.
Tidak lama kemudian etelah persiapan selesai aku segera meninggalkan rumah menuju kedai.
Hari ini pun tidak ada sesuatu yang besar terjadi saat bekerja. Anie masih kebanyakan tentang perkembangan Avatar ku di dalam game.
“Mungkin aku sudah melakukan sedikit kemajuan karena tadi malam aku berhasil mendapatkan beberapa prajurit dan menaikkan level bersama mereka.”
Aku menjawab pertanyaannya sepupuku dan berharap jika dia puas dengan itu.
“Sungguh!, Itu luar biasa. Berapa banyak pasukan yang dimiliki kakak sekarang?.”
Tapi sebaliknya, pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan oleh gadis yang sebentar lagi akan pergi ke sekolah itu.
“Haaahh… jangan berharap terlalu banyak, aku hanya mendapatkan seratus ekor semut setelah melakukan kesepakatan dengan ratu mereka.”
Mendengar jika para tentara yang aku miliki adalah serangga sontak membuat gadis itu terkejut.
“Semut?. Berapa power yang dimiliki setiap individu?.” Anie semakin penasaran.
“50 power, tidak banyak bukan?. Itu hanya setengah dari power yang dimiliki oleh Npc normal ”
Kami berdua terus mengobrol saat menyiapkan adonan kue, walaupun Anie terus mengajakku berbicara tapi fokusnya pada pekerjaan tidak sedikitpun berkurang. Dia begitu terlatih membuat kue karena setiap pagi selalu membantu kami menyiapkan pembukaan kedai.
“Itu masih tetap sangat hebat. Bukankah kakak mengatakan jika power mereka hanya 50 saat di level satu. Walaupun setengah dari Npc normal tapi jumlah bisa menyaingi. Kau tahun para pemain dengan Avatar biasa sangat sulit untuk mencari pasukan, contohnya aku yang selama satu Minggu bermain hanya mampu memiliki 15 bawahan.”
Sepupuku terus menceritakan perkembangan Avatar di CoW dengan antusias.
“Kakak tahu bukan jika kubu Chaos adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan pasukan dalam jumlah besar.”
“Ya tentu aku banyak melihat postingan tentang keunggulan kubu Chaos di forum.”
Kubu Chaos atau dianggap sebagai sisi gelap dari game Civilization of Warlord. Tempat para iblis dan makhluk jahat berkumpul.
Salah satu dari banyaknya ras yang dapat di pilih dari kubu ini adalah Dark Witch. Avatar para pemain yang menggunakan ras ini tidak berbeda jauh dengan Avatar manusia, namun para pengguna dark witch yang merupakan spesialis sihir hitam dapat menggunakan dan mempelajari beragam sihir yang tidak bisa dipelajari oleh ras dari kubu lainnya.
Lalu yang paling menarik bagi para pemain untuk memilih ras ini ialah salah satu skill yang akan langsung didapatkan oleh pemain setelah mencapai level 10, [Necromancy]. Kemampuan yang membuat para dark witch mampu menghidupkan mayat untuk dijadikan sebagai pasukan.
“Bukankah itu luar biasa karena dapat memanggil mayat hidup untuk dijadikan sebagai pasukan?.” aku memikirkan betapa mudahnya bagi para pemain dari kubu Chaos apalagi yang memilih menggunakan ras Dark Witch untuk membentuk pasukan mereka.
Tapi sepertinya Anie memiliki pandangan lain terhadap ras Dark Witch.
“Awalnya memang terlihat begitu baik hingga akhirnya diketahui jika kekuatan para kerangka itu tidaklah terlalu besar. Aku pernah berhadapan dengan seorang dark witch yang memiliki 20 pasukan kerangka.”
“Benarkah, Apa yang terjadi?.”
“Bukan masalah besar, hanya pemain yang ingin mendapatkan killing poin. Pemain itu menyergap dengan pasukannya namun aku biasa mengalahkan semua kerangka yang dia bawa dengan sangat mudah, bahkan cukup dengan melempar sebuah batu sudah cukup untuk menghancurkan tumpukan tulang itu.”
Gadis itu menceritakan petualangannya dalam game dengan penuh semangat. Sementara itu tentang killing poin yang Anie ceritakan merupakan sistem game dimana sudah ada sejak Civilization of Warlord masih di versi PC dan mobile.
Namun sepertinya ada beragam perubahan pada sistem itu, jika pada versi lama killing poin hanya menunjukpara sebabnya apa seorang pemain membunuh pasukan musuh, sementara di versi terbaru killing poin dapat mempengaruhi penilaian Npc pada pemain.
Sebagai contoh jika seorang pemain dari kubu Chaos memperoleh killing poin setelah membunuh dari kubu lainnya maka para Npc dari kubu Chaos pun semakin respect pada pemain itu. Tapi sebaliknya kubu yang lainnya akan semakin waspada bahkan bisa menjadikan pemain itu sebagai musuh besar jika sudah terlalu berlebih-lebihan membunuh dari pihak lain.
Mengetahui resiko dari sistem killing poin, aku merasa heran kenapa ada pemain yang ingin menaikkan poin yang tentu saja bisa sangat merugikan.
“Bukankah itu artinya seorang pemain yang memiliki killing poin cukup banyak akan kesulitan untuk memasuki kerajaan dari kubu lain?.” tanyaku.
“Benar mereka akan sulit memasuki kerajaan dari pihak lain. Tapi demikian killing poin yang tinggi maka pemain dapat memiliki kesempatan untuk menaikkan posisi sebagai bagian dari bangsawan kerajaan.”
Anie menambahkan jika banyak keuntungan pada pemain yang mengumpulkan killing poin, Seperti adanya toko khusus yang terbuka setelah seorang pemain mencapai 10.000 poin pembunuhan.
“Ngomong-ngomong saat ini pemain yang memiliki status bangsawan tertinggi saat ini adalah rival kakak, the one and only Goldfingers, dia sudah mencapai tingkat Marquis setelah membantai banyak pemain dari kubu Chaos dan Netral.”
Gadis itu mengatakan informasi yang tidak aku tanyakan seolah ingin mendengar reaksiku.
“Oh oke.”
Tapi aku hanya menjawabnya dengan datar.
‘Marquis?, Menyedihkan aku yang baru mulai saja sudah sampai tingkat Duchess tanpa harus membunuh satu pun pemain’ pikirku yang mulai menertawakan usaha si pirang menyebalkan.
***
Chp 16 end.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Xing愿
menunggu untuk menggemparkan dunia.hehe😎
2021-08-27
2
KAGUYA
lanjut seru bet sumpah
2021-08-27
0
sunny
ratu gingseng
up lagi dong
2021-08-27
0