Kirana keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk menyelimuti tubuhnya. Gadis itu merasa kembali segar setelah membersihkan diri seusai bekerja. Kemudian setelah mengenakan pakaian dia segera menuju ruang makan untuk menyantap makan malam yang sebelumnya dia persiapkan. Sambil ditemani televisi Kirana menikmati makan malamnya dalam kesendirian.
Namun perhatiannya saat menonton televisi terpecah ketika acara yang dia tonton memasukkan jeda iklan komersil, salah satu dari periklanan itu adalah tentang game terbaru yang sebelumnya dibicarakan oleh Anie dan dua temannya.
Setelah jeda iklan berakhir acara yang sebelum di tonton oleh Kirana kembali dimulai, namun perhatian gadis itu tidak lagi tertuju pada layar kaca melati pada sebuah kotak kardus dengan logo tali terlilit.
Terlilit games, sebuah perusahaan game yang telah melahirkan banyak game terkenal, dan Salah satunya adalah Civilization of Warlord. Game yang pernah menjadi nomor satu selama 5 tahun berturut-turut. Namun di tahun keenam game itu mulai ditinggalkan. Banyak faktor yang disebut-sebut sebagai penyebab CoW mulai ditinggalkan. Mulai dari maraknya perbuatan curang para hacker, perilaku pemain high spender (sultan player) yang membully pemain free to play, dan yang paling diyakini menjadi penyebab terbesar dari turunnya tingkat popularitas game CoW adalah beragam rumor buruk yang terjadi pada final keempat game tersebut.
“Aku penasaran apa yang dilakukan guild Nusa sekarang, apa mungkin mereka juga akan memainkan game ini?.”
Setelah memutuskan untuk keluar dari guild yang telah dia bangun dari nol, Kirana tidak pernah sekalipun mendapat kabar apapun dari mereka. Mantan rekan dan manajer yang dulu bekerja bersamanya tidak sekalipun menghubunginya sejak saat itu. Yang dia tahu setelah pertandingan final dan keluarnya Kirana, guild telah berganti nama menjadi NEOnusa.
“Mereka yang mengkhianati ku, jadi sudah sewajarnya aku memilih untuk pergi.” dikarenakan sudah tidak merasa nyaman dikelilingi oleh orang-orang yang siap menikam dirinya dari belakang, Kirana merasa pilihannya untuk meninggalkan guild Nusa memanglah tepat.
Menyelesaikan makan malamnya lalu membersihkan peralatan makan yang dia gunakan, Kirana melihat jika jam masih menunjukkan tujuh malam, gadis itu berpikir untuk bersantai sejenak sebelum tidur. Menyalakan laptop lalu melihat Twiti untuk melihat apa yang sedang menjadi topik panas hari ini.
#2daygotonewCoW
#3daygotonewCoW
#newfituronCoW
#CoWVRversion
#CoWbetateaster
#wathsrikandiplayingCoWagain
………
…..
..
“Apa-apaan 10 hastag teratas semua tentang CoW.” merasa kesal Kirana segera menutup laptopnya.
“Dunia tidak sedamai itu hingga semua orang hanya memikirkan tentang permainan.”
Mencoba menghilangkan kekesalannya Kirana mencoba keluar rumah, namun dia baru menyadari jika hujan yang begitu lebat tengah mengguyur diluar. Perhatiannya kemudian teralihkan pada rumah tetangga yang berada tetap didepan rumahnya, itu adalah rumah dari pamannya sendiri. Kirana melihat penerangan di salah satu ruangan yang merupakan kamar sepupunya masih menyala.
“Anie masih terbangun kah, Apa mungkin dia sedang melakukan Livestream?.” Kiran segera membuka lagi laptopnya dan melihat Channel Utub sepupunya. Dan ternyata benar Anie sedang melakukan Livestream. Kirana memutuskan untuk menonton channel Anie yang sedang bermain game fps. Hingga 3 jam kemudian Anie mengakhiri siarannya.
***
Hari berikutnya.
Kirana bangun begitu pagi bahkan sebelum matahari terbit. Setelah mandi untuk mengusir kantuk, gadis itu segera bergegas menuju kedai untuk membantu paman dan bibinya. Pagi hari adalah waktu tersibuk kedai ini karena roti panggang yang dijual di sini begitu diminati. Anie juga terlihat ikut membantu mempersiapkan pembukaan kedai, namun dia terlihat masih mengantuk mungkin karena begadang semalaman saat Livestream.
Setelah membuat ratusan roti dari jam 4 pagi, akhirnya tepat jam 5:30 kedai dibuka. Di luar beberapa pelanggan telah mengantri, seperti hari biasanya toko begitu sibuk hingga dua jam berikutnya kami bisa beristirahat. Anie sudah berangkat ke sekolah beberapa menit lalu, sementara itu paman dan bibi pulang untuk beristirahat karena telah terjaga semalaman. Hanya tersisa Kirana di dalam kedai, menikmati waktu tenangnya dengan secangkir kopi dan Croissant yang dia buat sendiri.
Namun tidak lama kemudian sepasang kakek-nenek yang sudah menjadi langganan kedai datang bersama seorang pemuda. Melihat pemuda itu Kiran seketika menatapnya dengan waspada.
“Terimakasih anak muda, jika bukan karena mu mungkin kami akan dirampok oleh mereka.” ucap kakek dirman.
Dari percakapan ke-tiga seperti mereka hampir saja dicelakai oleh beberapa preman, namun beruntung pemuda itu menolong keduanya.
***
Kedua pasangan itu kemudian memilih duduk didekat konter agar lebih aman, sementara pemuda yang datang bersama mereka memiliki menikmati teh tepat di depan Kirana.
“Pertanyaan, kenapa sebagian besar cerita tentang transmigrasi ke dunia lain selalu menghadirkan cerita tentang tokoh utama yang diberikan kekuatan begitu besar, atau sering disebut dengan OP (overpower)?.”
Sambil menikmati teh dan kue tart yang dia pesan, pemuda dengan rambut kuning natural yang menunjuk jika dia bikan berasal dari Asia itu bertanya pada Kirana.
“Itu sederhana.” balas gadis yang megikat rambut hitam panjangnya seperti ekor kuda.
“Hemm…” dengan penasaran pemuda itu menanti jawabannya.
“Dikarenakan sebagian besar tokoh utama yang dikirim ke dunia lain adalah warga biasa seperti anak sekolah atau pekerja kantoran. Orang-orang seperti itu lebih banyak hidup dalam kedamaian. Kemudian tiba-tiba mereka dilempar ke dunia yang sangat berbeda dimana yang kuat akan memangsa mereka yang lemah. Mustahil main karakter seperti mereka akan bertahan di dunia baru. Mengetahui fakta ini, Entitas apapun yang telah membawa sang tokoh utama tentu memberikan kekuatan untuk bertahan hidup. ”
Sambil mengelap cangkir kopi yang telah ia cuci, Kirana menjawab panjang lebar tentang cerita bergenre ‘isekai’ yang dia tahu.
“Hemm… itu alasan yang masuk akal. Tapi secara pribadi aku lebih suka dengan cerita dimana main karakter berjuang dari bawah, memulai dari nol hingga menjadi kuat untuk mencapai tujuannya dikirim ke dunia baru, bersama dengan kawan dan persaudara yang dia dapat selama jalannya cerita. Bukanlah itu sangat epik?.”
Pemuda itu mengakhiri perkataan untuk meminum teh yang mulai dingin.
“Ya mungkin karena kau adalah seorang psikopath.”
“Bruuuuuhh!!!.”
Namun balasan dari Kiran seketika membuat pemuda itu menyemburkan teh yang dia minum.
“Wut??. Kenapa kau sampai berpikir seperti itu?.”
Tanpa menjawab Kirana hanya memberikan tisu padanya. Kemudian setelah merapikan meja yang basah, Kiran melanjutkan obrolan.
“Zero to Hero, sebagian besar kisah itu menceritakan tentang penderita sang tokoh utama. Dan kau tahu orang-orang seperti apa yang suka melihat penderita orang lain?.”
“Ugh…. Jelas…. Jelas itu sangat berbeda!.” pemuda itu dengan panik menyangka pandangan Kirana tentang penikmat cerita fantasi klasik. Namun gadis itu seolah tidak peduli.
“Sangat mainstream, entah sejak berapa abad cerita dengan konsep sama dibuat.”
First kill
“Ugh…”
“Sebagian besar tokoh pada cerita seperti itu hanyalah bocah cengeng.”
Dobel kill
“Arrrgghh...”
“Jika karakter utama semakin banyak berbicara maka menambah kerusakan pukulan.”
Triple kill
“Gohook!!.”
“Dan kekuatan terbesar yang mereka miliki hanyalah keluarga, cinta dan pertemanan. Sangat konyol.”
Penta kill
“Co.... cotomate! (tunggu), aku tidak akan bertahan jika dihantam dengan Savage.”
Seolah dihujani tembakan bertubi-tubi membuat pemuda itu tidak dapat membalas perkataan Kirana. Untuk beberapa saat dia terdiam dengan kepalanya yang diletakkan di atas meja, seluruh hit poin yang dia miliki telah terkuras habis.
Senyum kecil merekah di bibir Kirana saat melih rival masa lalunya seperti itu. Namu detik berikutnya senyum itu memudar, tatapan tajam itu kembali hingga atmosfer didalam ruangan itu mulai berubah.
“Jadi angin apa yang membuat ketua guild MYTHlord, sang Goldfingers datang ke kedai kecil ini?.”
Menyadari jika waktu beramah-tamah telah berakhir, pemuda berambut kuning itupun memperbaiki posisi duduknya. Wajah tampan khas Eropa yang dapat membuat wanita manapun berteriak histeris saat berpapasan dengannya, namun bagi Kirana dia hanyalah orang yang membuatnya harus mengakhiri karirnya sebagai pro gamer.
“Aku menginginkan pertandingan ulang.”
Perkataan Goldfingers seketika membuat amarah Kirana dapat terlihat jelas.
“Pertandingan ulang kau bilang?, Apa yang ingin kau rebut lagi dariku. Aku telah memberikan semu yang aku miliki atas kekalahan ku di pertandingan terakhir.”
“Tidak. Aku tidak akan mengakui pertandingan itu, terlebih hal yang paling aku inginkan belum juga aku dapatkan.”
Seolah ingin menunjukkan keseriusannya, Goldfingers menatap tajam Kirana.
“Aku menginginkan mu!”
Melihat tatapan itu Kirana sontak menutupi dadanya.
“Mesum!.” balas gadis itu dengan wajah mulai memerah.
“Eh… bukan, bukan itu yang aku maksud.” Goldfingers dengan panik mencoba agar Kirana tidak salah paham dengan keinginannya untuk membawa gadis itu sebagai anggota tim MYTHlord.
“Haaahh…. anak muda jaman sekarang benar-benar sangat berani.”
“Itu mengingatkanku pada saat seusai mereka.”
Terdengar percakapan kedua pasangan yang dari tadi hanya menonton.
Chp 002 end.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Azure
halo aku pendatang baru
ceritanya menarik aku suka💜
2024-09-03
0
Kamila Chan
author favorit guee iniihh🔥
2021-07-28
0
Xing愿
dan seperti biasa novel buatan kak orpmy selalu bagus semangat terus kak semoga bisa sampe tamat
2021-07-26
6