______________________________________________
[ATHENA]
Gelar : Duchess of Giant Ant Coloni
Ras : Mandragora LV 1 (1%)
Kubu : Nature
Power individu : 120
Total Power : 5376
Hp : 150
MP : 100
Atk : 10
Agi : 25
Int : 20
Poin stat : 10
Skill point' : 1
Nektar : 10.900/10.900
Skill :
Fotosintesis (LV 3)
Absorber (LV 2)
Death Scream (LV 1)
Leadership (LV 1)
______________________________________________
Aku menatap layar status milikku yang telah di perbarui karena mendapatkan pasukan yang telah dijanjikan oleh Magetan.
Ratu semut itu telah memberikan aku 100 pasukan semut yang baru karena memang hanya segitu saja yang saat ini bisa aku bawa.
Power dari satu semut hanya sebesar 50 poin, itu setengah dari power yang aku miliki yaitu 100. Sangat buruk jika dibandingkan dengan Npc manusia biasa yang memiliki 150 power, itu pun manusia normal non combat. Jika mereka adalah Npc seperti tentara maka power yang dimiliki pun akan menjadi lebih besar.
“Haaaahh….”
Aku hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat total power yang aku miliki.
“Antah butuh berapa lama hingga aku mencapai satu juta total power.”
Menyingkirkan jendela status, aku pun menatap 100 semut hitam dengan ukuran sebesar anjing yang akan menjadi bawahan ku.
“Walaupun kekuatan mereka sepertiga dari manusia biasa, tapi jumlah mereka 5 kali lebih banyak.”
Aku mencoba melihat sisi positif dari makhluk berkaki enam ini.
“Benar, semut adalah hewan yang melambangkan kerjasama atau gotong royong. Sesulit apapun masalah yang akan kita hadapi jika dilalui bersama-sama pasti akan mudah. Bersatu kita teguh berce.….. ah terserahlah ayo kita ke luar dari sarang!.”
Seratus semut itu terlihat kebingungan saat aku menghentikan perkataan ku dan membiarkannya menggantung begitu saja. Aku tidak menyelesaikan perkataan ku karena merasa percuma berbicara pada semut yang belum tentu mengerti apa yang aku katakan.
Mengikuti langkah sebuah gingseng yang berada di depan. Seratus semut yang baru saja menetas akhirnya melihat dunia luar. Mereka terlihat begitu takjub saat melihat cahaya yang bersinar terik dari matahari yang sangat berbeda dengan cahaya redup pada jamur beracun di dalam sarang.
Melihat wajah-wajah polos itu membuatku agak bersalah jika harus membuat mereka berkerja keras dan mempertaruhkan nyawa. Aku hanya terdiam melihat pasukan ku yang masih tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka, hingga tiba-tiba.
Zraaaaakkkkk
Seekor burung dengan tubuh kuda dan kepala elang menukik tajam dari langit ke bawah masuk diantara pepohonan, lalu tidak lama kemudian Burung yang terlihat seperti hasil persilangan dari beberapa jenis hewan kembali ke atas langit dengan membawa seekor semut di rahangnya.
“Oh…. Jika tidak salah itu yang dinamakan dengan Hippogriff, bukan?.” ucapku saat melihat burung setengah kuda itu terbang menjauh.
Sementara itu di belakangku para semut seketika menjadi ketakutan dengan kaki yang bergetar membuat mereka terlihat begitu menyedihkan, bahkan setengah diantaranya sudah pingsan.
Melihat pasukan yang aku pimpin tidak mencerminkan sedikitpun sosok prajurit. Mereka justru terlihat seperti sekumpulan anak sekolah dasar yang taku mendapatkan vaksinasi.
Melihat mereka benar-benar membuatku kesal.
“BERDIRI KALIAN PARA SAMPAH!.”
Dengan menggunakan skill [Death Scream] aku meneriaki pasukan semut. Mendengar suara yang begitu menggelegar membuat semua semut terkejut, dengan cepat mereka segera berdiri penuh ketakutan menatapku.
“Berbaris!.”
Perintah ku lagi yang langsung di sikapi oleh para semut dengan taat. Ini adalah kemampuan dari seorang komandan pasukan yang bisa dimiliki oleh para pemain. Namun skill ini hanya bisa digunakan jika pasukan mereka sedang panik.
“Haaahh… aku tidak percaya harus memulai dengan makhluk-makhluk lemah seperti kalian.”
Kembali aku menyayangkan kenapa Magenta memberikan para semut yang baru saja menetas, padahal sebenarnya ada sepuluh ribu semut veteran yang telah melayaninya selama ini.
Tapi pikiranku segera berhenti saat merasakan perubahan suasana pada para semut. Walaupun tipis tapi aku dapat merasakan jika mereka mulai marah padaku, mereka seolah tidak beriman dipanggil dengan sebutan sampah.
‘Sial, bahkan sampai Npc pun memiliki perasaan yang dapat dirasakan oleh pemain. Game ini terlalu nyata.’
Merasa kemarahan para semut membuatku agak bersalah karena telah meneriaki makhluk yang baru beberapa menit menetas. Tapi tidak aku harus bersikap keras di sini.
“Pertama sebelum kita melanjutkan perjalanan kita, aku akan memberitahu peraturan dasar di hutan ini.”
Aku tidak tahu bagaimana wajahku terlihat sekarang, tapi aku berusaha menunjukkan raut wajah yang serius sekarang.
Semoga saja tidak ada dari seratus semut yang meminta ijin ke toilet setelah melihat wajahku ini.
“Peraturan dasar di hutan tidak bahkan mungkin di dunia ini adalah yang kuat memakan yang lemah. Dan serangga adalah makhluk terlemah dari semuanya.”
Ketegangan di antara para semut memuncak, seolah mereka ingin menangis setelah mendengar kenyataan pahit jika kehidupan yang mereka miliki begitu menyedihkan.
Jika dilanjutkan mungkin mereka akan menangis kemudian kembali ke ibu mereka (ratu semut) untuk meminta pensiun menjadi semut tentara dan memilih menjadi semut pekerja.
‘Sudah saatnya memberikan harapan…’ pikir ku.
“Tapi itu tidak berarti selamanya kalian akan menjadi lemah. Mereka yang berusaha bertahan dari beragam cobaan akan menjadi kuat. Menempa diri dengan pengalaman dan naik tangga rantai makanan dengan evolusi.”
Aku mengatakan hal-hal yang aku sendiri tidak mengerti sepenuhnya dengan penuh semangat. Tapi melihat hasilnya dimana para semut mulai tenang dan memikirkan perkataan ku. Tapi sepertinya mereka masih menganggap jika melakukan evolusi adalah sesuatu yang sulit.
“Kalian para serangga tidak memiliki pilihan untuk memilih, hanya ada satu jalan bagi kalian untuk bertahan hidup yaitu dengan menjadi kuat. Untuk koloni dan untuk sang Ratu, itulah tujuan kalian hidup.”
Tidur ada balasan dari 0a5a semut setelah aku berbicara begitu panjang lebar, mereka hanya diam memikirkan sesuatu yang sama sekali aku tidak ingin tahu.
“Baiklah cukup untuk basa-basinya, ikuti aku karena kita akan mulai pelatihan dasar untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini.”
Dengan penuh keraguan seratus semut pun akhirnya mau mengikuti ku. Melihat pasukan yang tidak memiliki semangat juang seperti itu membuatku merasa tidak yakin akan menaikkan level dengan cepat.
“Yah, ini hari pertama sejak kalian lahir jadi aku sadar jika tidak banyak yang bisa diharapkan dari kalian. jadi mari kita mulai pelatihan dengan mengumpulkan Resource(sumber daya).”
Walaupun aku sudah mengatakan jika tugas hari pertama tidak akan melakukan hal yang membahayakan, tapi itu masih belum cukup untuk membuat mereka kembali bersemangat.
“Yah terserah, kita lihat sampai akhir hari. Jika mereka tetap seperti itu maka aku hanya perlu mengatakan keluhan pada Magenta.”
***
[TP POV]
Dua semut besar tengah berjalan bersama dengan membawa mayat seekor ular hasil buruan mereka. Awalnya ada lima puluh ekor semut yang berada di dalam rombongan namun karena perkelahian dengan ular itu membuat hanya 2 yang tersisa.
Tapi saat perjalanan dua semut itu menuju sarang, tiba-tiba seekor kelabang muncul untuk merebut hasil jarahan para semut. Keduanya tentu tidak akan menyerahkan mayat ular yang telah didapatkan dengan mengorbankan delapan saudara mereka.
Walaupun tubuh mereka tidak utuh karena luka pertempuran dengan ular, keduanya berniat melawan walaupun hasilnya sudah pasti kekalahan.
Zraaaaahh...
Melihat kedua senut yang tidak mau kabur meninggalkan mayat ular membuat kelabang raksasa itu senang karena dia berpikir akan mendapatkan makanan yang lebih banyak.
Kreeak...
Dengan penuh keberanian kedua semut itu mengancam dengan taring besar mereka namun kelabang yang sudah merasa di atas awan mengaggap itu sebagai gertakan.
Kelabang raksasa dan dua semut hitam pun bertarung dengan begitu singkat. Kedua semut yang telah terluka dan begitu kelelahan tidak memberikan serangan yang berarti. Semut-semut itu terkapar tak berdaya setelah mendapat luka gigi9dari kelabang.
Melihat para semut yang tidak dapat melawan lagi kelabang berniat memakan salah satu dari mereka untuk cemilan, tapi tiba-tiba...
“Oh lihat betapa memalukan dirimu
Merampas hasil kerja keras orang lain yang lebih lemah darimu untukku. begitu memalukan.”
Terdengar suara yang berasal dari mayat ular yang sebelumnya dibawah oleh kedua semut. Kelabang Mengira jika ular itu masih hidup sehingga membuat kelabang waspadai, tapi setelah dilihat baik-baik ternyata ada sebuah tanaman aneh yang berdiri diatas mayat ular.
Zrasasa...
Kelabang itu tertawa saat melihat tanaman yang berusaha menceramahinya. Serangga dengan puluhan pasang kaki itu tidak merasakan bagaimana apapun yang berasal dari si kecambah.
“Yah terserahlah, lagipula ini hutan bay the way. Tanpa aturan atau semua cara bisa dilakukan untuk bertahan hidu…..”
Perkataan kecambah itu terhenti saat tiba-tiba dengan cepat kelabang menuju kearahnya dengan mulutnya yang terbuka lebar menunjukkan taring menyeramkan seperti monster dari film horor atau alien.
“Gyaaaaaa….”
Mendapat serangan yang begitu tiba-tiba sontak membuat kecambah itu berteriak dengan kekuatan skill [Death Scream] yang dimiliki oleh ras tanaman tertentu.
Kieeekkkk
Mendengar teriakkan yang begitu menyakitkan ditelinga, kelabang raksasa seketika menjadi kebingungan untuk sesaat. Makhluk dengan puluhan kaki itu terdiam karena efek (Stun) yang dihasilkan oleh serangan (Dear Scream), untuk beberapa saat dia hanya biasa menatap kecambah yang telah membuat telinganya sakit.
“Haaaa….. sial tiba-tiba saja mendekatiku seperti itu, seolah ingin membuatku masuk rumah sakit karena serangan jantung.” kecambah merasa kesal karena telah dikagetkan oleh kelabang.
“Well…. Sampai dimana tadi aku bicara?, Ah entahlah, karena dikagetkan oleh mu, aku menjadi lupa. Kalau begitu langsung saja masuk ke bagian perkelahiannya saja.”
Kecambah itu terus mengatakan monolog pada dirinya sendiri.
“Pasukan ku!, Ajarkan pada serangga 'begal’ ini arti dari kerja keras. Attack!.”
Mengikuti perintah kecambah itu tiba-tiba semut dalam jumlah besar bermunculan di sekitar tempat itu. Menyadari jika dirinya telah dikepung, kelabang seketika menjadi panik.
Zraaaaahh…
Kelabang membuka lebar mulutnya seolah memperingati para semut, tapi seratus semut yang dipimpin oleh kecambah itu tidak menghiraukan ancaman dari kelabang.
“Bukankah ini terlihat sama seperti saat kau ingin merebut mayat ular ini dari kedua semut itu?.” ucap kecambah.
Berikutnya perkelahian antara serangga pun terjadi. Kelabang berusaha keras mempertahankan hidupnya dengan menyemburkan cairan korosif yang membunuh beberapa semut, tapi usaha kelabang sia-sia belaka setelah puluhan semua yang tersisa mencabik-cabik tubuhnya dengan rahang besar mereka.
[Ding]
[Selamat telah memenangkan pertempuran pertama anda. Hadiah berupa paket pemula akan diberikan sebagai langkah awal untuk menjadi seorang pengusa]
“Ouh… akhirnya paket pemula. Jika di versi mobile dan PC isinya hanya resource dan item penambah XP. Apakah di versi VR juga akan sama?.”
Athena yang telah berhasil mengalahkan kelabang raksasa bersama pasukannya, merasa senang karena mendapat sebuah hadiah dari sistem.
“Aku bersyukur mereka tidak lupa untuk memberikan hadiah paket awal ini padaku.”
Ucap kecambah sambil melihat kotak kayu yang tiba-tiba muncul didepannya.
“Kehilangan kesempatan untuk mengikuti Quest player pemula sudah cukup membuatku frustasi, jika paket ini pun tidak aku dapatkan mungkin akhirnya aku akan menghujat habis-habisan CoW di channel milikku.”
Perlahan Athena membuka kotak kayu dan mendapati beberapa item didalamnya.
“Isinya tidak berbeda dengan pemain biasa. beberapa ribu resource untuk perkembangan, koin gold yang bisa digunakan membeli pada toko menu, dan yang terakhir….”
Athena mengambil sebuah botol kaca sebesar ibu jari berisikan cairan berwarna emas dan sebuah buku dengan gambar seorang Dewi pada sampul buku.
“XP potion ini terlihat seperti Nektar yang aku hasilkan.”
Kecambah itu terus memperhatikannya botol kecil yang dia dapat dari kotak kayu, sementara itu pasukannya diperintahkan untuk membawa mayat kelabang dan ular yang dibawa oleh dua semut sebelumnya menuju sarang.
“Dibandingkan dengan Nektar milikku, XP potion ini lebih encer seperti sirup yang dituang dengan air.”
Karena penasaran Athena terus menatap potion di tangannya hingga mengaktifkan skill aprisal yang merupakan kemampuan default para pemain.
Ding.
______________________________________________
[Medium XP potion]
Rank : Rare
Tipe : Item konsumsi
Efek : Menambah 500 XP.
Keterangan : Potion yang dapat menambah kekuatan bagi yang meminumnya, dibuat dengan teknik dan bahan yang tidak diketahui membuatnya begitu langka.
(Skill penilaian normal tidak dapat melihat informasi lebih detail tentang item ini. Membutuhkan kemampuan alkimia atau ahli sejarah yang mumpuni untuk mengetahui lebih banyak tentang item khusus)
,______________________________________________
“Aku sudah membacanya di forum jika item ini hanya bisa ditemukan para pemain di resource pack pemula. Selain itu tidak diketahui bagaimana cara mendapatkan item yang membuat player dapat menaikkan level tanpa repot-repot berburu monster.”
Item yang begitu langka karena tidak jatuhkan oleh monster atau dijual di toko manapun.
“Bahkan pihak developer pun tidak menaruh item ini pada toko top up mereka, dengan alasan agar para pemain tidak mengandalkan uang untuk menaikkan level katanya.”
Karena mengetahui betapa langka item XP potion, Athena memilih untuk menyimpannya daripada digunakan yang hasilnya hanya akan menambah beberapa level.
“Aku akan bertahan dengan tidur di kubangan pupuk daripada menggunakan item yang bisa dijual seribu emas pada Npc.”
Saat Athena bersama rombongannya kembali menuju sarang, dia menyadari jika pasukannya telah berkurang.
“Battle status open!.”
Ding.
______________________________________________
[Athena ant troops vs giant centipede]
Status : Kemenangan
Rincian :
- Selamat 74
- cidera ringan 37
- cidera parah 20
- tewas 8
______________________________________________
(Note : Luka ringan berarti pasukan dapat bertarung namun kekuatannya berkurang 30%. Sementara pasukan dengan cidera parah tidak dapat melakukan apapun.)
“Hanya tersisa 74 tentara, lalu dikurangi 20 tentara yang tidak dapat bertarung karena cidera berat itu artinya hanya ada 54 yang saat ini masih bisa bertarung. Kekuatan mereka juga berkurang karena efek cidera ringan.”
Melihat jika kekuatan pasukan yang dia pimpin telah berkurang cukup besar membuat Athena tidak memiliki pilihan selain kembali ke sarang.
“Jika kalian mati maka itu pengalaman yang kita dapat akan sia-sia.”
Sudah lebih dari 8 jam Athena bersama pasukannya berburu di dalam hutan. Banyak sumber daya yang dia peroleh, selain berbagai makhluk buas yang dia kalahkan untuk menaikkan level dirinya dan pasukan. Athena juga mengambil beberapa sumberdaya lain seperti makanan, jamur dengan warna aneh dan beberapa jenis bunga.
Dibelakang pasukan telah berbaris beberapa gerobak kayu sederhana berisikan beragam sumberdaya yang pasukan Athena dapatkan.
“Bawa yang terluka ke gerobak dan ayo kita pulang.”
Perintah Athena seketika disambut dengan meriah oleh para semut. Sudah seharian mereka mengikuti kecambah itu menyusuri hutan. Dan itu adalah pengalaman yang begitu mengerikan.
Tapi di setiap ujian sulit yang berhasil mereka lalui membuat para semut itu semakin kuat. Hanya dalam delapan jam seratus semut yang baru menetas itu menjadi serdadu veteran yang melebihi para saudara mereka yang lebih tua.
Tapi...
“Well… aku tidak akan lupa dengan buku ini oke.”
Sabil duduk di kursi kusir kereta terdepan yang saat ini di tarik oleh dua semut, Athena menatap buku bersimbol Dewi yang dia dapat dari paket pemula.
Sama seperti XP potion, buku itu juga merupakan item langka. Tapi tidak begitu langka karena buku ini bisa didapatkan dengan melakukan undian yang tiketnya dapat diperoleh setelah pemain melakukan top up.
“Item ini seolah menjadi pemancing bagi para developer agar pemain mau mengeluarkan uang mereka.”
Jika kelangkaan XP potion bertujuan agar 0ara pemain F2P dapat bersaing dengan high spender, berbanding terbalik dengan item buku ini yang kelangkaannya sengaja untuk membuat para pemain diharuskan membeli dengan uang real.
Ding.
______________________________________________
[Skill Book]
Rating : Legendary
Tipe : item konsumsi
Keterangan : Ditulis oleh Grand Megister yang tidak disebutkan namanya. Berisikan pengetahuan dan kekuatan yang tidak terbayangkan. Setiap orang akan memiliki kemampuan yang berbeda dari buku ini.
______________________________________________
Skill Book, atau para player menyebutnya sebagai buku penentu nasib.
Disebut demikian karena skill yang didapat setelah menggunakan item ini begitu acak. Ada pemain pengguna sihir yang memiliki kemampuan untuk berpedang yang didapat dari buku ini.
Skill sihir miliknya Seperti pemain pada umumnya walaupun sudah menggunakan berbagai sumberdaya untuk menaikkan kekuatan sihir. Berbanding terbalik dengan talenta berpedang yang dia dapat dari skill Book, walaupun pemain itu tidak sekalipun berlatih berpedang tapi keahliannya bagaikan seorang jenius.
Oleh karena itu skill book sering digunakan penentu oleh banyak pemain untuk menentukan akan menjadi apa mereka dalam permainan.
“Oke… pertama aku seorang yang entah kenapa menjadi kecambah, kedua aku seorang bangsawan dari kerajaan semut yang aku tidak tahu ada dimana sekarang.”
Athena kembali mengingat kejadian beberapa hari terakhir yang membuatnya menjadi seperti sekarang.
“Jadi wahai skill book takdir seperti apa yang akan kau berikan padaku….”
Dengan akting lebay yang terlalu dilebih-lebihkan hingga membuat semua semut kebingungan. Athena perlahan membuka buku takdirnya sendiri.
***
Chp 14 end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Rizky Rahmawan
up dan tanggung banget cepternya
2021-08-16
0
Zul Khaidir
up
2021-08-15
0
Xing愿
semoga skill yang OP
2021-08-15
0