Level Up

“Aku rasa pengembang game ini memang sangat membenciku.”

Aku kembali mengeluh pada kesialan yang aku alami. Tidak pernah aku merasa begitu putus asa saat bermain game. Bahkan saat aku bermain game keluaran baru yang masih memiliki begitu banyak bugs dan glitc aku tidak pernah begitu putus asa seperti ini. Bagaimana tidak saat ini di sekelilingku terdapat begitu banyak kotoran hewan dan pupuk dengan bau yang begitu menyengat.

Semua kotoran ini berasal item yang aku beli dari menu toko. Aku membelinya karena keterangan pada item mengatakan dapat memperoleh sejumlah XP jika digunakan. Berharap jika akan ada sesuatu yang terjadi jika aku menaikkan level akhirnya aku membeli beberapa dengan menjual beberapa tetes nektar untuk mendapatkan gold.

Awalnya semua berjalan lancar, hingga semu pupuk ini muncul di depanku.

“Sialan, kenapa mereka tidak membuat ini mudah. Kenapa aku harus menyerap semua itu secara alami, mau sampai berapa lama aku haru menunggu hingga semua kotoran ini tercerna dan aku terbebas dari bau busuk ini?.” batinku terus mengeluh menghadapi sistem game absurd ini.

[Mendapatkan 30 XP]

Notifikasi yang muncul 30 detik sekali kembali terdengar menunjukkan jika aku telah mendapatkan XP dari pupuk yang berada di sekitarku. Setelah berjalan sekitar satu jam aku telah mengumpulkan 2.700xp, dan hanya tersisa 300xp agar aku naik ke level 2.

“Aku memerlukan waktu hampir satu jam agar naik ke level 2, sementara pemain normal hanya butuh mengalahkan satu slime untuk naik 3 level sekaligus. Sungguh game ruak.”

Untuk menghilangkan kebosanan aku membuka layar status untuk menonton video dari Utub. Sementara itu aku selalu mengaktifkan skill [fotosintesis] untuk memproduksi nektar lebih cepat, tapi setelah nektar mencapai 10.000 tetas aku tidak dapat memproduksinya lagi.

[Batas penyimpangan telah tercapai tidak dapat memproduksi nektar lebih banyak lagi]

“Sudah mencapai batas penyimpangan kah?, Bagaimana caraku menaikkan batas penyimpanan, apa dengan menaikkan level atau mungkin storage yang aku miliki dapat di upgrade?.”

Aku kembali mencari informasi dari internet, hingga tanpa aku sadari gundukan kotoran di sekelilingku mulai bergerak seakan ada sesuatu di dalamnya. Perlahan makhluk itu semakin aktif seolah senang berada di tempat menjijikkan itu. Hingga tidak lama setelah aku berusaha mencari informasi terbaru tentang CoW, aku tersadar jika selama ini telah diawasi oleh seekor cacing sebesar sapi dewasa.

“Cacing besar Alaska.... tidak itu tidak sebesar itu.” aku berusaha menghibur diri agar tidak muntah karena melihat makhluk menjijikkan itu begitu dekat. Tidak tahu apakah cacing itu memiliki mata karena aku tidak melihat dimana pun, tapi mulutnya terus menghadap ke arahku menandakan jika memang cacing itu sedang memperhatikanku.

“Beberapa saat lalu ada semut sebesar anjing dan sekarang cacing Alaska. Mereka sepertinya ingin menguji ketahanan mental yang aku miliki.”

Cacing itu terus menatapku cukup lama hingga aku merasa bosan dan memilih untuk mengabaikannya.

“Jika kau ingin memakan kecambah kecil ini cepat lakukan aku sudah tidak peduli.” ucapku yang tentu saja tidak akan terdengar oleh cacing itu.

Tidak lama kemudian mungkin karena sudah merasa puas menatap kecambah yang tidak dapat melakukan apapun sehingga binatang menjijikkan itu akhirnya kembali masuk ke dalam kotoran yang aku beli dengan emas.

“Dia pasti tertarik dengan semua pupuk yang aku beli. Ini membuatku agak khawatir jika pupuk-pupuk itu akan habis lebih cepat dari masa berlaku yang seharusnya.”

Pupuk yang aku beli dari menu toko memiliki kegunaan untuk menambahkan poin XP dalam waktu tertentu, seperti misalnya pup kuda akan memberikan 15 XP setiap 30 detik selama 3 jam. Artinya aku dapat menerima total 5.400 XP dari setiap pupuk kuda yang aku beli. Efek pupuk dapat menumpuk dengan pupuk lainnya membuatku cukup terbantu dengan banyaknya XP yang mengalir setiap menitnya.

“Hemmm… sepertinya tidak ada masalah dengan cacing yang membuat rumah di gunung pupuk. Dia tidak menggangu perolehan XP dari pupuk.”

Ding.

[Mendapat 30 XP]

[Level up]

[Poin star +10]

[Fotosintesis level up]

[Batas penyimpanan nektar + 100]

Oh akhirnya level up setelah menunggu sekian lama.

[Selamat telah menaikkan level anda untuk pertama kali. Langkah awal untuk menjadi bagian dari Civilization of Warlord telah diambil. Masa yang damai ini tidak akan bertahan lama, kekacauan yang ditimbulkan oleh berbagai idealisme, keinginan dan nafsu akan segera terjadi. Bersiaplah wahai player yang akan menjadi penggerak roda takdir, di tanganmu masa depan dunia ini dipertaruhkan]

Akhirnya aku dapat mendengar narasi yang hanya muncul satu kali untuk setiap player di sepanjang game CoW. Aku merasa agak nostalgia saat mendengarnya karena narasi ini sama seperti di versi PC dan mobile.

Ding.

______________________________________________

[Rise of Warlord]

Kekuatanmu semakin meningkat. Silahkan untuk memilih salah satu dari skill yang tersedia.

Opsi :

(1) Upgrade shop : membuka beberapa fitur di toko menu.

(2) Thick necktar : menaikkan kualitas Nektar.

(3) Absorber : kemampuan untuk mempercepat penyerapan nutrisi.

______________________________________________

Selanjutnya ada skill khusus. Setiap pemain yang telah menaikkan level mereka akan diberikan pilihan skill yang akan mereka buka, namun harus berhati-hati untuk memilih skill karena pemain hanya dapat melakukan unlock skill saat mencapai level tertentu, terlebih ada kemungkinan skill yang tidak dipilih tidak ajan muncul lagi pada kesempatan berikutnya.

“Jadi apa yang harus aku pilih?.” aku benar-benar benci jika harus memilih sesuai yang tidak aku ketahui, seolah memilih kucing dalam karung. Bahkan di forum tidak ada satupun pemain yang pernah melihat skill-skill ini di pilihan mereka, ini membuatku semakin kebingungan.

Tapi aku rasa memilih skill [absorber] adalah pilihan terbaik. Skill yang dapat mempercepat penyerapan nutrisi, artinya aku dapat mendapatkan XP lebih cepat dengan begitu level akan cepat naik dan evolusi pun semakin dekat.

“Aku harus segera berevolusi menjadi sosok Treant biasa seperti pemain lain agar bisa ikut event yang akan dimulai 2 bulan lagi bersama Anie.”

Sebelumnya aku sudah berjanji pada sepupuku untuk bertemu dengannya saat event yang dapat diikuti oleh setiap pemain tidak terbatas dari region mana mereka berasal.

Ding.

[Apakah anda yakin ingin membuka skill (Absorber)]

“YES!.”

Ding.

[Selamat telah membuka skill (Absorber)]

______________________________________________

[Absorber LV 1]

Rank : Unique

Tipe : Aktif/Pasif

Keterangan : Kemampuan untuk mempercepat proses penyerapan nutrisi.

Opsi :

(1) Pasif : Menaikkan perolehan XP 2% dan kecepatan pengumpulan sumber daya 5%.

(2) Aktif : Menggunakan 100 MP untuk menaikkan perolehan XP 6% dan kecepatan pengumpulan sumber daya 15% selama 30 menit.

______________________________________________

Looters skill, kecepatan pengumpulan sumber daya tidak terbatas satu tipe itu cukup baik. Terlebih ini adalah skill unik yang efeknya akan sangat kuat jika telah mencapai level maximum.

“Setidaknya Avatar kecambah ini tidak seburuk itu, banyak skill pasif yang masih aktif walaupun aku telah logout itu membuatku mengalami perkembangan ketika aku sibuk dengan dunia nyata.”

Aku sudah menghabiskan waktu beberapa jam bermain game ini, walaupun waktu di dunia nyata akan jauh lebih lambat tapi aku sudah merasa begitu mengantuk.

“Cacing Alaska itu membuatku lelah secara mental, mungkin cukup untuk hari ini aku akan logout sekarang.”

Sebelum logout aku mengaktifkan skill (Absorber) sehingga MP yang aku milik hanya tersisa sedikit.

“Oke semua sudah beres, sekarang saatnya untuk keluar dan ti.….” aku terhenti saat melihat seekor semut tiba-tiba berada di depanku.

“……”

“????”

Seperti cacing sebelumnya, si semut hanya diam sambil menatapku.

“Apa itu semut yang sebelumnya?, Entah aku tidak tidak dapat membedakan semut karena mereka terlihat sama. Lalu apa yang dia inginkan, mereka menatapku seolah ingin memakan ku.”

Karena terlalu mengantuk akhirnya aku mengeluarkan satu tetes Nektar. Semut itu terlihat bereaksi saat melihat cairan berwarna emas itu mengalir dari ujung daun kotiledon, semut itu segera berlari lalu mengambil Nektar itu. Semut itu terlihat semakin menyeramkan saat aku melihatnya dari dekat, dua gigi rahangnya seolah bisa mematahkan Avatar kecambah yang aku gunakan dengan mudah.

Setelah mendapat Nektar semut pun segera pergi, dia berlari dengan cepat seolah tengah membawa sesuatu yang sangat berharga.

“Fiuuhh…. Syukurlah, aku tidak tahu apakah itu baik atau buruk memberikan suatu-satunya SDA yang aku miliki pada semut itu. Aku harap dia tidak kembali lagi.”

Setelah dirasa cukup aman aku pun segera keluar dari permainan, tanpa aku sadari perbuatan kecilku tadi akan membawa hutan ini kedalam kekacauan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

***

Chp 8 end.

Terpopuler

Comments

Hinata Sakaguchi

Hinata Sakaguchi

Gua Curiga Kalo Pasukan Nya Serangga/Hewan Semua

2021-11-04

3

ZEA@_@

ZEA@_@

gw curiga ntar pasukannya hewan semua

2021-10-22

0

Mikâsyah Acekerman

Mikâsyah Acekerman

ehh ngapain up novel ini
up yg parasit lah

2021-07-31

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!