Evolusi

Hidup untuk sang ratu dan mati untuk pun untuk sang ratu, begitulah cara hidup di dalam sebuah koloni. Satu pemimpin dan ribuan anak buah yang memiliki beragam peran. Ada yang bertugas untuk membangun sarang untuk koloni yang lebih besar, sementara ada pula yang bertugas untuk mengumpulkan makanan diluar rumah, kemudian yang terakhir ada mereka yang menjadi pelindung koloni.

Tidak ada yang tahu sejak kapan semua ini dimulai, tapi mereka terus bekerja setiap hari untuk melakukan peran yang diberikan pada mereka. Tapi hari yang berjalan seperti biasa itu agak berbeda hari ini.

Semut itu berlari dengan cepat dengan membawa cairan berwarna emas, seolah tengah membawa sesuatu yang begitu berharga dia begitu hati-hati membawa cairan itu. Tapi tiba-tiba seekor cacing besar muncul dari dalam tanah untuk menyerang si semut, beruntung semut itu berhasil menghindar.

Semut itu pun merasa heran kenapa cacing itu ingin memakannya sementara yang dia tahu cacing tidak pernah sekalipun menyerang bintang lain. Hingga semut itu menyadari sesuatu saat melihat tatapan cacing yang tertuju pada cairan emas yang dia bahwa.

Menyadari jika cacing pun menginginkan cairan itu semut segera berlari menuju sarang tempat koloninya berada, cacing yang masih menginginkan cairan itupun segera mengejar si semut. Keduanya saling kejar-kejaran, cacing yang cepat terus mencoba memakan semut dengan mulutnya yang terbuka lebar tapi serangga kecil itu terus menghindar dengan gesit.

Aksi kejar-kejaran keduanya menarik perhatian serangga-serangga lain, melihat apa yang dibawa semut itu seketika membuat mereka menggila, dalam sekejap belasan serangga mengejar semut itu. Seolah atlet football profesional, semut itu terus berlari membawa cairan emas hingga memasuki kawasan sarang. Melihat kedatangan semut yang dikejar Batak serangga membuat semut penjaga kebingungan tapi setelah melihat cairan emas mereka segera membantu.

Menggunakan gelombang suara untuk memanggil bantuan, dalam sekejap ribuan semut tentara keluar dari sarang untuk menghadapi serangga lain. Perang pun terjadi, banyak semut tentara yang gugur namun kejadian seperti itu terjadi setiap hari dalam koloni ini. Meninggalkan para semut tentara yang masih berperang di luar, semut yang membawa cairan emas akhirnya aman di dalam sarang. Dia segera menuju ruangan terbesar di dalam sarang dimana sang ratu tinggal.

Di dalam ruangan itu terdapat seekor semut dengan tubuh 10x lebih besar dari semut di seluruh sarang, dialah sang ratu yang telah melahirkan seluruh semut yang berada dalam sarang ini. Ratu semut terlihat senang melihat kedatangan semut yang telah berjuang keras membawakannya cairan emas. Setelah mengonsumsi cairan emas itu tubuh ratu semut bersinar terang, dia mulai mengalami perubahan akibat evolusi.

***

Kirana POV

Di kedai tidak ada yang luar biasa hari ini, semua berjalan normal. Mungkin aku akan mencoba membuat kue baru nanti.

Waktu berlalu cukup cepat mungkin karena kesibukanku, kemudian setelah pulang dan menyelesaikan semua tugas di rumah, aku pun kembali login ke dalam permainan.

“Eee….. apa ini?.”

Setelah mendapatkan kesadaran di dalam game, hal pertama yang aku lihat adalah gunungan mayat serangga yang mengelilingi tempatku.

“Apa ada seseorang yang membuang insektisida sembarangan?.” tidak ada alasan lain yang dapat aku pikirkan selain itu.

Sebelumnya tempatku tumbuh begitu tenang, hanya satu semut dan cacing Alaska yang aku jumpai selama permainan, lalu kenapa tiba-tiba ada begitu banyak mayat serangga?.

Srssrrkk.

Perhatianku teralihkan saat mendengar suara yang mulai mendekatiku. Rupanya itu hanyalah seekor semut yang berjalan menuju ke arahku, tapi tiba-tiba.

Sraaaak

Dari dalam tanah cacing Alaska itu muncul tepat dibawah semut lalu memakan serangga itu hidup-hidup. Panik, aku sangat panik melihat adegan horor yang sering terjadi di film sci-fi horor tepat di depan mataku.

“Eeee….. aku harap cacing itu bukan vegetarian.” aku pun mulai berdoa di dalam hati.

Tapi sepertinya cacing itu juga terlihat tidak baik, seluruh tubuh binatang merah muda itu dipenuhi luka seolah telah diserang oleh ribuan orang secara bersamaan.

“Mungkin mayat serangga di sekitar adalah hasil dari perbuatannya.” aku tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, jadi daripada pusing memikirkan sesuatu yang tidak diketahui lebih baik aku memeriksa status milikku.

“Open stats menu!.”

Ding.

______________________________________________

[Player 830045962]

Ras : Sprouts Treant LV 4 (79%)

Kubu : Nature

Hp : 150

MP : 50

Atk : 0

Agi : 0

Int : 20

Poin star : 30

Nektar : 10.700

Skill :

Fotosintesis (LV 3)

Absorber (LV 2)

______________________________________________

“Oh… naik 2 level sekaligus, tidak buruk. Namun masih butuh 6 level lagi untuk melakukan evolusi pertamaku. Dan aku juga penasaran skill apa yang akan terbuka setelah mencapai level 5.”

XP yang terkumpul telah mencapai 79%, hanya tersisa sedikit lagi untuk menaikkan level. Aku pun membeli beberapa pupuk lalu menggunakan skill [absorber] untuk mempercepat penyerapan XP, sampai beberapa menit kemudian notifikasi yang ditunggu pun akhirnya terdengar.

Ding.

[Level up]

[Mendapat 10 stat poin]

Ding.

[Mencapai persyaratan yang ditentukan untuk evolusi]

[Evolusi dapat dilakukan]

“Evolusi?, Bukanlah seharusnya hanya bisa dilakukan saat mencapai level 10?.”

Semua video tentang proses evolusi yang aku tonton menunjukkan jika pemain setidaknya harus mencapai level 10 untuk melakukannya, walaupun di situs resmi Civilization of Warlord tidak pernah disebutkan jika ada kemungkinan bahwa pemain dapat melakukan evaluasi dibawah level normal.

“Itu berarti Avatar yang aku gunakan memang tidak bisa.” sekilas aku senang karena merasa seolah menjadi player istimewa. Tapi seketika itu jatuh ke tingkat terendah setelah melihat opsi evolusi.

______________________________________________

[Baby Treant]

Keterangan : Treant muda yang begitu lemah.

Int + 20

Hp + 100

______________________________________________

[Mandragora]

Keterangan : Sebuah tanaman berisikan jiwa, tanaman obat dengan manfaat yang luar biasa. Sangat agresif dapat menyerang pengganggu dengan teriakan mematikan.

Agi + 15

Int + 20

Skill :

Death scream : Serangan bertipe suara yang mengakibatkan 50 kerusakan per detik dan menimbulkan abnormal status [Deaf].

Mana cost : 70

Cooldown : 1 menit.

______________________________________________

Sangat buruk. Baby Treant tidak jauh berbeda dengan kecambah yang selama ini aku gunakan, hanya saja terdapat perbedaan di tinggi dan beberapa daun yang mulai tumbuh. Sementara Mandragora tidak lebih dari tumbuhan dengan akar yang terlihat seperti manusia.

“Itu terlihat seperti gingseng. Tapi terserah lah, aku sudah bosan dengan wujud ku yang seperti ini. Semoga dengan berubah menjadi tanaman fantasi ini aku dapat bergerak.”

Karena melihat wujud dari tanaman Mandragora, aku pun memilih tanaman itu sebagai pilihan evolusi pertamaku.

Ding.

[Apakah anda yakin akan memilih (Mandragora) sebagai pilihan evolusi?.]

“Yes, terserah!.”

Ding

[Pilihan telah dikonfirmasi]

Setelah suara notifikasi berakhir tubuhku mulai bersinar hingga aku tidak dapat melihat apapun. Proses evolusi berjalan cukup lama mungkin 5 menit telah berlalu.

“Bukankah lebih baik aku keluar daripada hanya menatap cahaya yang menyilaukan ini?.” Cahaya yang ditimbulkan dari proses evolusi membuatku cukup kesal karena mataku mulai sakit.

Ding.

[Selamat anda telah berhasil melakukan evolusi]

Oh akhirnya selesai, hampir saja aku logout, tapi setelah evolusi tidak banyak yang berubah, hanya daun milikku yang menjadi lebih besar. Lalu bagaimana dengan status.

“Buka stat menu!.”

______________________________________________

[Player 830045962]

Ras : Mandragora LV (0%)

Kubu : Nature

Hp : 150

MP : 200

Atk : 0

Agi : 15

Int : 40

Poin star : 40

Nektar : 10.900

Skill :

Fotosintesis (LV 3)

Absorber (LV 2)

Death Scream (LV 1)

______________________________________________

Aku mendapatkan poin agility, seharusnya itu membuatku dapat bergerak bukan. Lalu bagaimana caraku bergerak?. Aku dapat merasakan menggerakkan akar yang berada dibawah, engan susah payahnya aku mencoba keluar dari dalam tanah.

“Ini mengingatkanku saat Anie mengerjai ku sewaktu liburan di pantai.”

Terlalu fokus mencoba mengeluarkan akar dari dalam tanah, aku tidak menyadari jika cacing itu terlihat mendekat ke arahku. Awalnya aku berpikir jika dia tidak akan melakukan apapun seperti terakhir kali, tapi ternyata dugaan itu salah. Dengan mulut yang terbuka lebar cacing yang dipenuhi dengan luka itu bersiap memakan ku.

“Sial apa-apaan!, mungkinkah selama ini dia sengaja menungguku berevolusi agar semakin lezat untuk dimakan.” dengan panik aku terus berusaha keluar dari dalam tanah. Namun cacing Alaska sudah sampai di depanku.

“Gawat, apa yang mungkin terjadi jika aku mati.” tidak ada waktu untuk menghindar akhirnya aku jatuh dalam keputusasaan.

Tapi tiba-tiba hujan asam yang ditembakkan oleh ratusan semut menghujani cacing itu yang membuatnya berteriak keras. Setelah tembakan dari para semut, giliran ribuan para semut dengan kepala besar dengan taring tajam menyerang cacing Alaska.

Perang terjadi tepat di depanku, ratusan semut berusaha mengalahkan cacing Alaska yang memilki tubuh 5x lebih besar sehingga semut yang unggul dalam jumlah pun tidak terlalu unggul dalam pertempuran ini. Namun tidak berarti cacing berada di atas awan, tubuhnya terus menderita luka parah.

Luka parah yang dialami oleh cacing membuatnya terpaksa mundur, cacing itu kembali menuju ke arahku berharap untuk memakan tapi itu sudah terlambat.

“Fiuh.. walaupun terlihat mengerikan tapi ini jauh lebih baik daripada terus berada di dalam tanah.”

Di tempatku semula berdiri tumbuhan aneh yang menggunakan akarnya untuk berjalan. Ya itu aku. Menggunakan kesempatan saat para semut menyerang cacing, aku akhirnya dapat keluar dari dalam tanah. Namun masalah masih belum selesai, cacing itu kembali menuju ke arahku dengan mulutnya yang terbuka lebar.

“Tidak akan semudah itu, (Death Scream)”

Kreeeekkk.…

Teriakan begitu keras keluar dari mulut yang terdapat pada akar membuat cacing yang berada paling dekat denganku langsung berhenti di tempat, lalu seolah telah berada di atas bara api, cacing itu kejang-kejang di atas tanah. 0ara semut mengambil kesempatan itu untuk menyerang cacing hingga akhirnya cacing dapat ditaklukkan.

Ding

[Mendapat 100 XP]

“Oh lumayan.”

Karena telah membantu penakluk cacing aku pun mendapatkan XP. Beberapa semut menarik cacing besar itu bersama-sama, mungkin mereka akan membawa mayat itu ke sarang mereka. Sementara itu aku...

“Well…. sepertinya mereka ingin aku ikut bersama mereka.”

***

Chp 9 end.

Terpopuler

Comments

✨✿[Oliv_¥]✿✨

✨✿[Oliv_¥]✿✨

Wkwkwk Unik Baget

2021-08-27

1

Kamila Chan

Kamila Chan

wkwkw, cerita ini unik banget.. kayaknya nanti MC nya bakal jadi pemimpin serangga ya? gak tau juga sih, tapi ttp semangat ya thor untuk up cerita ini

2021-08-01

4

SONG JI WO

SONG JI WO

gua rasa si Kirana akan menjadi pemimpin para hewan serangga nantinya

2021-08-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!