Di depanku berbaris 100 semut yang akan menjadi pasukan pertama ku. Mereka aku dapatkan setelah membelinya seharga 100 tetes Nektar.
“Satu tetes untuk satu semut, aku tidak tahu apakah ini pertukaran yang adil atau tidak.” ucapku sambil melihat stat dari para semut.
______________________________________________
[Black Giant Ant Soldier]
Ras : insect
Tipe : Soldier
Level : 1
Power : 25
Hp : 30
MP : 0
Atk : 15
Agi : 5
Int : 0
Skill : -
Keterangan : semut besar yang menjadi monster endemik hutan Jaya. Hidup dalam koloni kecil yang hanya memiliki total 10.000 ekor semut setiap sarang.
______________________________________________
“Hoo…. Jadi hutan ini bernama hutan Jaya.”
Aku jadi tahu hutan tempatku berada setelah melihat keterangannya dari para semut yang akan segera menjadi pasukan ku. Ini di karena ratu semut yang memberikan ijin membuat aku bisa melihat status pasukan itu.
“Tapi bukan kah keterangan hanya memiliki total 10.000 ekor semut adalah sebuah kesalahan. Apa para pengembang game tidak akan mengira jika Ratu dapat melanjutkan evolusinya?.”
Ada beberapa hal yang janggal menurutku tentang keterangan tentang koloni semut ini. Tapi aku segera mengabaikannya karena menganggap itu hanya sebuah konten game.
“Apa ada yang salah?.”
“Ah, tidak aku hanya memikirkan sesuatu yang lain.”
Ratu yang melihatku melamun mengira jika pasukan yang dia berikan tidak sesuai dengan keinginan ku. Tidak ingin ada kesalahpahaman aku segera membicarakan tentang kontrak yang telah kami bicarakan sebelumnya.
“Jadi bagaimana kau akan memerintahkan pada mereka agar mau menurut padaku.”
“Ah, itu mudah pertama kau harus menjadi bawahan ku?”
“????.” al
Aku hanya terdiam mendengar perkataan ratu semut.
“Aku rasa aku salah mendengar.”
“Tidak kau mendengarnya dengan jelas.”
Hening.
Aku terdiam sambil menatap semut raksasa itu yang seolah sedang menunjukkan ekspresi kemenangan walaupun wajah serangganya tidak berubah samasekali.
‘Sial dia ingin menjeratku.’ pikir ku.
“Apa kau tadi mengatakan jika aku harus menjadi bawahan mu untuk mendapatkan.”
“Yap, hanya itu cara satu-satunya agar anak-anakku mau mengikuti mu.”
“Kau pasti becanda.”
Aku mencoba meyakinkan diri jika monster prawan dengan 20 ribu anak ini hanya sedang membuat lelucon.
“Tidak aku serius.”
Tapi jawaban masih tetap sama. Dengan terpaksa aku menuruti kemauan ratu ini karena memang tidak ada pilihan lain.
‘Di game Civilization of Warlord maupun RTS lainnya aku yakin tidak ada seorangpun yang memulai permainan menjadi bawahan npc. Tapi ternyata ini terjadi di game rusak ini.’
Aku kembali mempertanyakan seberapa jauh game ini ingin mempermainkan aku.
‘Yah jika dipikir lagi bukankah tidak terlalu buruk bermain menjadi bawahan, terlebih ratu terlihat seperti pemimpin yang bisa diandalkan… mungkin.’
Setelah memikirkan tentang berbagai hal akhirnya aku setuju dengan tawaran ratu semut, tapi dengan syarat dua tidak boleh mengikatku jika kau aku suatu saat nanti ingin keluar dari koloni.
“Mengikat?, Apa maksudmu BDS.…m.” kembali semut itu membicarakan hal yang tidak berkaitan dengan apa yang sedang dibahas.
“…..., Kau perlu membersihkan kepalamu nyonya!.”
“Mungkin kau benar, beberapa cangkir Nektar pasti akan membuatku lebih baik.”
“Tidak akan.”
Kami pun akhirnya melanjutkan proses pengangkatan aku menjadi bagian dari koloni semut.
Itu adalah peristiwa yang terlalu mencolok, terkesan dilebih-lebihkan di mana dua puluh ribu penduduk koloni semut berada di depan sarang mereka, sementara aku dan ratu semut berdiri di depan pintu masuk.
“Dengan kuasa yang diberikan oleh dewa padaku…”
Ratu berperan seolah dia adalah penguasa dari sebuah kerajaan besar yang ingin menganugerahkan gelar bangsawan pada seseorang, dan orang itu adalah aku yang bersujud di depannya dengan penuh rasa malu, hingga seluruh akar yang merupakan tubuhku menjadi merah karena terlalu malu.
Walaupun mereka hanya semut dengan ukuran tidak normal, tapi jika jumlah mereka sebanyak itu maka aku bisa saja mati karena malu.
“Aku menganugerahkan kepercayaan ku untuk mendampingiku sebagai orang yang paling aku percaya.”
Nada bicaranya benar-benar angkuh dan percaya diri, membuatku penasaran dengan artis pengisi suara karakter ratu semut ini. Bahkan seluruh semut yang menjadi saksi pun merasa kekaguman yang luar biasa pada ratu mereka.
“Dengan ini aku berikan wewenang padamu.…, Um.”
Tapi tiba-tiba dia berhenti membuatku dan semua semut menjadi begitu bingung.
“Um, apakah aku yang lupa atau memang kita tidak pernah berkenalan.” ratu semut seketika menjadi kebingungan.
GUBRAK! (Sfx dua puluh ribu semut jatuh pingsan)
Kembali aku dibuat sakit kepala oleh situasi absur dari ratu ini. Ayolah kita sudah bersama selama tiga chapter, tapi sekalipun dua tidak mengajakku untuk berkenalan?.
“Novel macam apa ini.”
Note : Entah :')
Well... Aku tidak memperkenalkan diri sebelumnya juga karena ada alasannya. Bahkan hingga sekarang aku masih belum memberikan nama pada Avatar ku yang masih menggunakan nama otomatis dari sistem.
[Kirana : heh... alasan]
(Note : [Player 830045962] adalah Nana dari sistem yang menunjukkan Kirana adalah player ke 830045962 yang bermain game Civilization of Warlord.)
Nama itu bisa aku rubah jika aku menginginkannya, tapi aku sengaja menunda merubah nama untuk menghindari pencarian.
Di game ini jika seorang pemain ingin mencari pemain lain yang harus dilakukan hanyalah memasukkan nama pemain yang ingin dicari pada menu pencarian yang ada di menu status. Sangat mudah hingga banyak pemain yang ingin menyembunyikan dirinya sangat membenci fitur ini.
“Itulah sebabnya banyak pemain baru yang lebih memilih untuk menunda mengganti nama Avatar mereka.”
Sebenarnya ada sebuah item untuk merubah nama (id) pemain, tapi pemain perlu mengeluarkan uang banyak untuk membelinya.
“Apa mungkin kau juga tidak memiliki nama sepertiku?.” tiba-tiba ratu yang telah kehilangan rasa malunya bertanya padaku.
“Eh… ratu tidak memiliki nama?.” aku cukup terkejut dengan perkataan ratu barusan. Tapi jika diingat-ingat dia juga tidak pernah mengatakan namanya, aku hanya memanggilnya ratu semut selama ini.
“Sudah aku katakan bukan jika aku baru mendapatkan kecerdasan ini setelah menerobos batas level karena Nektar darimu?,” dia terlihat kembali serius.
“Ya kau memang mengatakan itu.” balas ku sambil mengangguk.
“Sebelum itu aku hanya serangga biasa sama dengan yang lain. Tidak tahu kapan aku lahir dan siapa sebenarnya aku ini, yang aku lakukan hanya bertelur dan memerintahkan anak-anakku untuk mencari makan. Semua berjalan begitu saja tanpa pemikiran untuk mencari tahu kenapa aku bisa berada di sini.”
Itu cukup dalam, ratu terlihat seperti orang yang telah hidup cukup lama dengan koloni yang dapat dia kendalikan, namun tiba-tiba sebuah pencerahan membuatnya mencari tahu tentang dirinya dan semua hal di sekitarnya.
[Note : author sendiri tidak mengerti sedang menulis apa :')]
“Kau tidak mencoba memberikan nama untuk dirimu sendiri?.” tanyaku.
“Tidak, karena aku pikir memberikan sebuah nama adalah tindakan sakral yang hanya dilakukan oleh orang tua pada anaknya. Itu yang aku dapat dari kecerdasan milikku.”
Dia mengetahui itu walaupun tidak tahu siapa dan kapan dia diciptakan. Itu jelas sistem AI yang diprogramkan. Tapi ratu terlalu cerdas untuk dikatakan sebagai sistem AI biasa, seolah dia seperi kesadaran nyata yang sedang belajar tentang segala hal.
“Hey, Bagaimana jika kita saling menamai masing masing?.” ratu tiba-tiba memberikan usulan padaku.
“Hah!, Kau serius?. Bukankah kau sudah tahu jika memberi nama adalah sesuatu yang begitu penting?.”
“Benar, tapi aku tidak memiliki orang lain yang secerdas melebihi dirimu. Aku tidak mungkin meminta anak-anak yang masih belum dewasa untuk memberikan nama pada ibu mereka bukan?.”
Dia terus membicarakan banyak hal tentang alasannya sendiri, tapi yang aku tangkap adalah kerena kecerdasan yang aku miliki sedikit di atas para semut yang membuat aku diberikan kehormatan untuk memberikan nama pada sang ratu.
‘Andai saja aku memiliki kaca pembesar mungkin aku dapat membakar monster menyebalkan ini.’
Pada akhirnya aku hanya bisa memendam kekesalanku.
“Hah… masalahnya aku tidak pandai memberikan nama.” aku mencoba memberikan alasan untuk mengelak.
“Itu tidak masalah.” tapi dua terus memaksa.
“Kau yakin?, Bagaimana jika itu adalah nama yang tidak menarik bahkan terkesan konyol?.”
“Tidak masalah, aku hanya perlu meminta anak-anak untuk mengeringkan sebuah akar Mandragora untuk dijadikan jamu nanti.” walaupun dua masih seekor semut berukuran besar, tapi aku dapat merasakan jika dua sedang tersenyum mengancam sekarang.
“I.... itu terlalu kejam.”
Akhirnya karena tidak memiliki pilihan lain aku pun menerima tawaran dari ratu untuk memberinya sebuah nama.
“Aku sudah mendapatkan satu untukmu.”
“Terlalu cepat!, Bagaimana kau melakukan itu, asal kau tahu aku juga ajan menolak jika diberikan nama yang aneh.”
“Hahaha…. Tentu. Aku sudah memikirkan nama ini sejak pertama melihatmu.”
Apa-apaan, dia mengatakan sesuatu yang begitu memalukan seolah buka masalah besar. Berbeda dengan ratu, aku samasekali kebingungan dengan nama yang akan aku berikan jika aku asal dan malah membuatnya marah mungkin aku ajan berakhir menjadi serbuk jamu.
‘Ah… aku ingat sebuah nama yang mungkin akan dia sukai.’
Setelah menyakini jika nama yang aku temukan cukup baik, kami pun mulai mengatakan nama masing-masing.
“Antena.” ucap ratu semut.
Sudah jelas aku hanya terdiam mendengar nama yang..… yang mudah dijumpai pada setiap semut.
“Antena?. Itu nama yang kau pikirkan saat pertama kali melihatku?.”
“Ya, keren bukan?, Setiap semut memiliki sepasang antena, kau juga seharusnya memiliki dua di kepalamu agar terlihat lebih cantik. Jika kau mau aku akan meminta salah satu anakku untuk memberikan antenanya padamu.”
Mendapat tawaran dari ratu semut membuatku seketika teringat pada maskot salah satu produk teh yang memiliki slogan ‘pucuk pucuk pucuk’, walaupun aku tahu jika itu kostum tapi melihat seseorang dengan kostum seperti itu membuatku geli.
Ding.
[Teman anda ingin memberikan nama Antena pada anda, apakah anda ingin menerima.]
“Tidak terimakasih!.”
Notifikasi segera terdengar setelah ratu semut memberitahu nama yang dia berikan untukku. Dan jelas aku menolak, tentu saja keputusan itu membuat ratu semut menjadi murung.
Aku hanya bisa menghela nafas panjang melihatnya seperti itu.
“Yah, itu tidak terlalu buruk. Tapi mari beri sedikit modifikasi agar lebih menarik.”
Aku sedikit menambahkan pada nama yang diberikan ratu. Itu tidak terlalu berubah tapi memiliki makna yang sangat berbeda.
“Yap, nama dari salah satu pel***r Olimpian.”
Ding.
[Apakah anda akan menggunakan nama Athena sebagai nama Avatar?.]
“YES.”
Ding.
[Permintaan dikonfirmasi]
Melihat nama ku telah berubah menjadi nama yang dia berikan ratu kembali ceria, dua terlihat seperti anak-anak. Kemudian giliran aku yang memberikan sebuah nama untuknya.
“Magenta!, Itu yang akan aku berikan padamu.” ucapku dengan tegas.
“Magenta?. Hemm.... selera mu untuk menamai tidak terlalu buruk.” balasnya dengan tenang walau perut ekornya terus bergoyang seperti ekor anjing yang sedang gembira.
“Oke karena kau adalah temanku maka aku akan menerima nama yang kau berikan.”
Dia terlihat seperti seorang tsun tsun sekarang. Kemudian setelah kami memberikan nama pada masing-masing, acara pengobatan ku menjadi bagian dari koloni pun kembali di lanjutkan.
***
Gundukan tanah yang menjulang setinggi 5 meter dengan ratusan lubang kecil dan satu lubang yang memiliki lebar 10x lebih besar dari lubang lain sebagai jalan utama, gundukan tanah itu tidak lain adalah wajah dari sarang semut raksasa yang dihuni oleh sepuluh ribu semut beserta ratunya. Tapi setelah sang ratu melakukan evolusi membuat jumlah semut menjadi dua kali lipat yang membuat keadaan sarang sudah pasti akan berubah drastis.
Melihat keadaan sarang semut itu membuat keadaan di ruang pengawasan Terlilit games menjadi panik karena sesuatu yang tidak boleh terjadi justru telah terjadi.
Sebuah batas telah dilewati membuat game akan menjadi tidak dapat diprediksi bahkan oleh para pembuatnya sekalipun. Namu apapun yang terjadi pada mereka, saat ini kecambah kecil yang terlihat tidak berdaya itu telah mendapatkan beberapa taring.
***
Chp 12 end.
Note : selesai jam 1 pagi guys.
Tapi tetap :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
FATUR THE GAMER
apakah author main game R. O. K.....?
2021-10-07
0
KAGUYA
up
2021-08-27
0
meta2207
up up up up up up
2021-08-07
0