"Nih!" kang Hatim menyerahkan daftar belanja.
"Apa ini?"
"Itu catatan barang yang harus di beli!"
"Oh iya!" Hana menyerahkan catatan itu ke kang Hatim lagi.
"Kamu yang ke sana!"
"Kan akang yang di suruh nya juga!"
"Tapi saya gak tahu harus ke toko mana!!"
"Akang masuk,cari blok e nomor 4,akang serahkan saja catatannya,katakan dari pesantren.Akang tidak perlu jalan jalan mencari barang cukup nunggu aja di sana!"
"Ah saya gak ngerti,ayo kamu aja yang ke sana!"
"Ilmu nahwu lebih susah dari pada mencari toko tahu!"
"Tidak,menurut saya lebih susah mencari toko!"
"Saya tahu,akang bukan gak bisa nyari toko,tapi akang gengsi!"
"Tidak juga!"
"Ayo,saya antar!"
"Saya yang antar kamu,jangan saya di antar kamu,malu laki laki di antar perempuan!"
"Terserah!" Hana langsung turun dari mobil.
Dia lucu saat kesal.Tapi apakah dia gak akan ilfil?
"Kang,cepat!"
"Eh iya iya sebentar!" kang Hatim buru buru turun dari mobil mengikuti Hana yang jalan duluan.
Kang Hatim lupa tidak membawa kaca mata hitam,jadi hanya bisa menundukkan kepalanya.Maklum di pasar,ada yang pakai hijab ada yang tidak bahkan ada yang seperti tidak memakai pakaian.
"Kang,ayo cepat!"
"Iya sebentar!"
"Kenapa akang berjalan sambil menunduk gitu sih?"
"Apa kamu tidak tahu? ini di pasar,bukan di pesantren!"
"Biasanya juga akang pakai kaca mata hitam!"
"Aku lupa bawa!"
"Ya sudah terserah!"
Mereka kembali berjalan,namun kang Hatim tetap menundukkan kepalanya.
Bruk kang Hatim nabrak Hana yang sudah berhenti di depan toko yang di tuju.
"Aduh!"
"Maaf maaf!"
"Sudah sampai!"
"Oh,mana tokonya?"
"Ya ini!"
"Oh,pak saya mau beli yang ada di catatan ini!"
"Baik,tunggu sebentar ya!"
"Kang saya duluan ya,sudah mau jam satu!"
"Mau apa emangnya?"
"Ngaji!"
"Kamu sudah di beri ijin oleh teh Zahra,dan bukannya hari ini jadwal teh Zahra?"
"Iya hari ini jadwal teh Zahra,tapi aku ketinggalan pelajaran kak!"
"Kak Zahra tidak akan ngaji kitab,jadi kamu gak akan ketinggalan ngalughot!"
"Tapi yang teh Zahra sampaikan juga ilmu!"
"Teh Zahra akan membahas tentang rendah diri,tidak mungkin kau tidak tahu tentang itu!"
"Kan itung itung menghapal lagi kang!"
"Nanti kamu belajar sama saya!"
Astagfirullah,dari pada aku harus belajar berdua dengannya,mending harus nyuci punya tiga orang!
"Kenapa bengong?"
"Ah tidak,saya akan menemani akang sampai selesai!"
Kang Hatim dan Hana duduk di bangku yang sudah di sediakan.Mereka duduk bersebelahan.Hana hanya melihat ke sekeliling pasar.Sedangkan kang Hatim,dia mengeluarkan hand phone dari sakunya dan memainkannya.Hana sesekali melirik ke arah hand phone kang Hatim.
Ternyata dia juga pengusaha? eh tapi kenapa dia punya kontak ayah di WhatsApp nya? dan dia juga menamainya ayah Bima.Terakhir mengirim pesan dia mengucapkan saya akan segera memberi tahunya,apa dia punya rahasia dengan ayah? Astagfirullah
"Jangan ngintip,dosa!"
"Eh apa? enggak kok saya gak ngintip!"
"Bohong dosa!"
"Emh saya juga tidak bohong!"
"Apa perlu saya membacakan hadist tentang larangan berbohong?"
"Tidak perlu kang!"
"Qur'an?"
"Tidak perlu juga!"
Bersambung....
Hai hai hai,para pembaca amatir novel Ustadzku Cintaku,jangan lupa like,komen,vote,dan beri hadiah jika berkenan....🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Tara
Ya Allah semoga kaga dapat cowo ngeselin seperti itu🤭😤😱🤔. Here little gift kak🎁🌹💐
2022-08-04
2
Nafisatun Najah
mencintai dalam diam.
2022-04-10
1
hera wati
nti mlh jd gk suka lg aduh bkin penasaran aja nie 🤦😊
2022-03-26
3