"Alhamdulillah bisa sedekah walau hanya dua juta!"
"Kamu gak ikhlas?"
"Ikhlas,kata siapa gak ikhlas?"
"Lamun ikhlas mah ulah di beja beja atuh.Bahkan cek paribasa na ge,tong boroning di beja beja leungeun ulah apaleun!"
"Ngomong apa sih?"
"Boleh saya terjemahkan?" tanya Hana yang memang dari tadi mendengar percakapan ibu ibu itu.
"Sok atuh neng,tarjamahkeun kainyah!"
"Jadi gini,maksud ibu ini,kalau benar benar ikhlas jangan di pamerkan kepada orang lain.Jangankan di pamerkan pada orang lain,tangan juga tidak boleh tahu bahwa kita sudah bersedekah!" Hana menjelaskan.Dia mengerti bahasa sunda karena terkadang jika menerjemahkan atau ngaloghat kitab gundul suka memakai bahasa sunda atau jawa.
"Apa itu benar?"
"Iya bu,tapi tergantung niat kitanya.Jika kita berniat pamer karena sudah sedekah berniat ria,maka itu tidak boleh.Tapi,jika kita berniat memamerkan kita bersedekah karena agar di contoh,itu baik Allah berfirman yang artinya Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.Qur'an surat Al-Baqoroh ayat 271!"
"Wah,kamu ustadzah ya?"
"Ah bukan bu!"
"Pasti dia santri!"
"Bukan juga bu,mangaku ustadzah sangat berat bagi saya,bahkan mengaku santri juga masih berat.Akhlak,sifat,dan ilmu saya belum sampai untuk mengaku sebagai santri,apalagi ustadzah!"
"Ya sudah,semoga kamu menjadi ustadzah ya!"
"Aamiin!"
"Kalau gitu kami permisi dulu!"
"Iya ibu silahkan,hati hati di jalan!"
Ibu ibu pun sudah pada bubar.Sisa para santri yang kebagian untuk beres beres mesjid.Maklum ibu ibu,ada yang jorok ada yang tidak.
"Ros dan Maya menggulung karpet siap?" tanya Hana.
"Siap!"
"Indri dan Lilis nyapu,Erni dan Rika ngepel,Aku dan Riska lap kaca,Naya bantu saja yang mana yang mau kamu bantu.Setuju?"
"Setuju!" jawab semua orang dan mulai bekerja sesuai tugas masing masing.
"Hana,saya tunggu di ruangan saya!" kata kang Hatim.
"B-baik kang!" jawab Hana sambil menunduk.
"Cie teh Hana,cie!" kata Riska.
"Apaan sih?"
"Semoga langgeng ya!" kata Riska.
"Ish sudahlah,aku pergi dulu! semuanya,saya di panggil,jadi saya ke sana dulu ya!" kata Hana pamit.
"Iya!" jawab semua orang.
Hana berjalan menuju ruangan kang Hatim tidak lupa memakai cadar.
"Assalamualaikum!" kata Hana.
"Waalaikumusalam,masuk!" jawab kang Hatim dari dalam ruangannya.
Hana pun masuk dan seperti hari sebelumnya,di ruangan kang Hatim tidak.ada siapa siapa.
Kang Hatim langsung menyodorkan tangannya siap untuk di cium.Hana sudah mengerti dengan tangan kang Hatim yang menggantung,namun ketika dia mau mengambilnya,
"Buka dulu cadarnya!" kata kang Hatim kembali menarik tangannya.
Kenapa dia jadi begini sih? apa dia sudah tidak takut dosa karena melihat wajah orang yang bukan makhromnya? dan yang paling parah,dia selalu ingin tangannya di cium layaknya seorang istri pada suaminya!
"Buka cadar woy,bukan melamun!" kata kang Hatim.
"Ah hm iya kang!" tanpa membantah lagi,Hana langsung membuka cadarnya dan mencium tangan kang Hatim yang kembali di sodorkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Yani Cuhayanih
Kalo disini kitab nya diterjemahin pake bahasa jawa...karena dulu Pak kyai na lama mondok di jawa...
2023-12-17
0
Nurmlaa
ustadz nya mempunyai beragam "karakter
2023-09-13
1
Novie
kok aneh karakter ustadz nya
2023-03-11
0