"Ros,kalau bertemu dengan Hana,katakan saya menunggunya di ruangan saya!" kata kang Hatim yang melihat Ros sedang berjalan entah mau ke mana.Sedangkan kang Hatim,dia baru selesai sholat duha di mesjid.
"Ba-baik kang!"
"Terima kasih!" kang Hatim langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Ros.
Kalau gak dingin,pasti lebih ganteng kata Ros dalam hatinya.
"Teh Hana,Kang Hatim sudah menunggu Teh Hana di ruangannya!" kata Ros setelah sampai di kobong dan melihat Hana sedang membaca sebuah kitab.
"Apa? mau apa?" tanya Hana.
"Entah lah,tadinya aku mau ke kantin,namun pas kang Hatim keluar dari mesjid dia langsung berkata seperti ini Ros,kalau bertemu dengan Hana,katakan saya menunggunya di ruangan saya.Begitu!" kata Ros yang menirukan suara kang Hatim dan wajah dingin kang Hatim.
"Kamu hebat!" kata Hana sambil sedikit tertawa.
"Andai saja kalau gak dingin,aku akan melamarnya!"
"Hahah,gak apa apa dingin juga,yang penting sholeh!"
"Iya sih,tapi kalau dingin jadi gak mungkin romantis!"
"Hahah iya kamu benar,ya sudah aku ke sana dulu ya,takut terlalu dingin dan langsung panas deh!"
"Iya Teh!"
"Assalamualaikum!"
Hana pun pergi meninggalkan Ros yang ada di kamarnya dan berjalan menuju ruangan kang Hatim.Hana tidak lupa memakai cadar karena akan berhadapan dengan kang Hatim yang bukan muhrim.
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" kata Hana.
"Waalaikumusalam,masuk!" sahut kang Hatim dari dalam ruangan.
Hana pun membuka pintu dan masuk tanpa menutup pintu.Namun aneh,di dalam ruangan kang Hatim tidak ada siapapun yang menemani kang Hatim.Tidak seperti biasanya yang jika kang Hatim akan berhadapan dengan santri wanita,pasti ada orang lain yang menemaninya.
Kang Hatim menyodorkan tangan kanannya.
"Emh,maaf kang?" Hana bingung.
"Cium tangan!"
"Tapi,bukannya gak boleh?"
"Boleh,tapi hanya padaku!"
"Eh,apa maksudnya?"
"Jangan membantah,dosa!"
Emangnya dia suamiku apa? Hana menggerutu dalam hatinya yang heran.
"Lakukan!"
"Ba-baik!"
Akhirnya Hana menurut mencium tangan kang Hatim.Tapi,tidak langsung bersentuhan,karena wajah Aisyah tertutup cadar.
"Duduk!"
Karena masih heran,tanpa bicara Hana langsung duduk di hadapan kang Hatim.
"Buka cadarnya!"
"Apa? kenapa?"
"Lakukan!"
"Maaf kang,bukan mau membantah,tapi ini....."
"Lakukan!"
"Tapi kang...."
"Mau saya yang bukakan?"
"Ah tidak,apa tidak apa apa?"
"Tidak!"
"Baiklah!"
Hana membuka tali pengikat cadarnya dan memperlihatkan wajah cantiknya.
Ternyata bidadariku ini b**ukan hanya matanya yang cantik,wajahnya juga cantik ! kata Kang Hatim dalam hatinya.
"Ekhem,kang,nanti dosa loh!" Hana mengagetkan Kang Hatim yang sedang memandang wajah nya.
"Emh apa? tidak,bahkan jika saya menciumnya juga tidak dosa.Malahan dapat ganjaran!"
"Apa? apa maksud akang?"
"Tidak!"
Astagfirullah,selain dingin,dia juga ngeselin ya Allah dalam hati Hana.
"Maaf kang,ada apa akang memanggil saya?"
"Tidak apa apa,saya cuman rindu,eh maksud saya euh itu anu euh saya emh aduh lupa lagi!"
Kenapa jadi gugup sih? bukannya saya sudah merencanakan apa saja yang akan di lakukan hari ini? tapi kenapa lupa? aku terkesima dengan wajahnya!
"Kang? kenapa gugup?"
"Tidak,aku tidak gugup.Bisa pesankan aku teh hangat ke kantin dan membawakannya ke sini?"
Apa? emangnya aku ini istrinya apa?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Xiena Arabella
iya hana lu istrinya
2023-12-29
0
sblaaa
koreksi thor,yg bnrnya itu mahrom
2023-05-06
1
Puspa Trimulyani
Masya Allah....jadi istri seorang ustadz yg Soleh....tapi tidak tahu ....🤭🥰
2023-04-27
0