Setelah mengaji sampai pukul sebelas siang,yang di mulai dari sesudah sholat subuh,sekarang waktunya istirahat.
Waktu itu di gunakan para santri.Ada yang di gunakan untuk makan atau jajan,ada juga yang di gunakan untuk nyuci baju,ada juga yang di gunakan untuk mengobrol,ada juga yang di gunakan untuk menghapal.
"Teh Hana,di panggil sama kang Hatim,di tunggu di ruangannya!" kata Erni kepada Hana yang sedang duduk sendirian di kamarnya sambil menghafal nadzom maqsud.
"Baik,terima kasih Ni!" jawab Hana.Erni pun mengangguk dan langsung pergi.
Kang Hatim mau apa ya? Tanya Hana dalam hatinya.
Hana pun berjalan ke arah ruangan kang Hatim yang terletak di dekat taman yang ada di pesantren itu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" kata Hana setelah sampai di depan pintu ruangan kang Hatim.
"Waalaikumusalam,masuk!" jawab kang Hatim dari dalam.
Hana pun masuk dengan jantung yang berdetak kencang.Memang bukan hanya kali ini dia masuk ke ruangan ini.Namun,biasanya jika dia masuk ke ruangan ini dia sendiri yang datang karena ada yang ingin di laporkan tentang kehadiran.
Beda halnya dengan sekarang ini.Dia datang bukan karena ada keperluan.Namun,dia datang karena di panggil,seperti melakukan kesalahan.
Di dalam ruangan kang Hatim,sudah ada Ustadzah Alvi kakak kang Hatim.
Kang Hatim mempunyai empat kakak perempuan,yaitu Ustadzah Zahra sebagai kakak pertama,Ustadzah Dawa kakak kedua.Ustadzah Putri kakak ke tiga.Dan Ustadzah Alvi kakak ke empat.
Semua kakak kakaknya sudah menikah dengan seorang ustadz.Dan para suami kakak kakak kang Hatim juga bersatu membangun sebuah pesantren khusus laki laki yang terletak di kampung sebelah.
Awalnya kang Hatim juga ingin mengajar di pesantren yang khsus laki laki,namun di cegah oleh ibunya karena santri laki laki banyak ngeyel saat di ajari.Sedangkan kang Hatim mudah emosi,jadi sang ibu takut jika malah terjadi perkelahian antara guru dan murid.
Hana mencium tangan Ustadzah Alvi yang suka di sebut Teh Alvi.
"Apa kabar Hana?" tanya Teh Alvi basa basi.
"Alhamdulillah baik Teh,Teteh apa kabar?" jawab dan tanya balik Hana.
"Alhamdulillah teteh juga baik,silahkan duduk!" kata Teh Alvi ramah.Sedangkan kang Hatim hanya memasang muka datar.
Hana duduk berhadapan dengan teh Alvi dan kang Hatim.Jantungnya tidak berhenti berdetak dengan kencang walaupun ada teh Alvi di dalam ruangan.
Teh Alvi terkenal akan kecantikan dan kebaikannya kepada semua orang.Hingga di idolakan semua santri.
"Hana,tolong data nama orang tua semua santri dan tuliskan alamatnya juga.Jika ada,tulis nomor teleponnya juga!" kata kang Hatim.
"Baik kang!" jawab Hana sambil menunduk.
"Harus selesai hari ini juga.Nanti,sebelum ngaji malam,setorkan pada saya!" kata Kang Hatim.
"B-Baik kang!" jawab Hana.
"Kamu boleh pergi!" kata kang Hatim.
"B-Baik kang,Teh saya permisi,Assalamualaikum!" kata Hana.
"Waalaikumusalam!" jawab kang Hatim dan Teh Alvi sambil tersenyum.
Hana pun pergi dengan jalan mundur sampai pintu sambil menunduk sopan.
"Bagus bukan rencana kakak cantikmu ini?" tanya Teh Alvi setelah Hana pergi.
"Iya,tapi apa dia mau?" jawab kang Hatim.
"Aku yang jamin!" kata teh Alvi.
"Semoga saja!" kata kang Hatim.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Yani Cuhayanih
Mo berusaha sabar tdk loncat...loncat
2023-12-17
0
Puspa Trimulyani
wah modus ini😅mau melamar Hana sepertinya 🤭
2023-04-27
2
Nishfulaili Rizqiputri
hhh kok bisa gitu
2022-11-30
0