"Bagai kana tuan? apa bisa kita lakukan sekarang?" tanya kang Ahmad.
"InsyaAllah!" jawab pak Bima penuh keyakinan.
"Roni,bacakan Khutbah nikah!" kata kang Ahmad.
"Baik kang!" jawab kang Roni yang merupakan suami teh Alvi.
Kang Roni pun memulai membacakan khutbah nikah sampai berdoa.
"Tuan,baca ini!" kata kang Ahmad menyodorkan secarik kertas bertuliskan tulisan arab di atas kertas kuning.
"Titik titik pertama di isi dengan nama putri tuan,titik kedua di isi dengan nama tuan,titik titik ke tiga di isi dengan mahar.Maharnya berupa mas sepuluh gram,dan alat sholat!" kata kang Ahmad.
"Baik,saya mengerti!" jawab pak Bima.
"Bisa kita mulai?" tanya kang Ahmad.
"InsyaAllah!" jawab pak Bima.
"Hatim,kamu siap?" tanya kang Ahmad.
"I-insyaAllah!" jawab kang Hatim gak gugup.
"Silahkan mulai tuan!" kata kang Ahmad.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Farhana Sri Cempaka Indah binti Bima bimahrin 'asyarotu jaroomaatinn minazzahabi waadawatis solati haalan!"
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan!" jawab kang Hatim dengan lancar dan lantang.
"Syah!" kata semua orang yang ada di sana yang secara tidak langsung menjadi saksi pernikahan ini.
"Barokalloh....." kang Roni pun memimpin doa.
"Terima masih tuan,anda telah memberi restu kepada adik kami,namun kami minta maaf,karena adik kami memberi mas kawin seadanya.Maklum adik kami budak dari orang yang kaya!" kata kang Ahmad setelah selesai berdoa.
"Tidak,justru kami sangat bersyukur,tidak apa apa putri kami kekurangan harta tapi bersama suami yang sholeh.Tidak apa putri kami kekurangan harta di dunia tapi semoga kaya di akhirat bersama suaminya!" kata pak Bima dengan air mata terus mengalir.
"Amin mudah mudah tuan,doakan saja yang terbaik!" kata kang Ahmad.
"Hatim,kau sudah nikah anakku!" kata umi Nurul dengan suara khas perempuan yang sudah lumayan berumur.
Kang Hatim langsung sujud di pangkuan uminya.Dia dari tadi tidak sedikitpun melihat wajah uminya karena takut tidak bisa membendung air matanya.Hingga,uminya yang memulai pembicaraan.Tadinya umi Nurul juga tidak ingin mengajak ngobrol anak nya karena dia tahu jika anaknya rapuh jika mengenai uminya.
"Sudahlah,sekarang sujud kepada mertuamu!" kata umi Nurul sambil mengangkat kepala kang Hatim dan memegang pipi kang Hatim.
"Bukankah umi sudah bilang? kami itu laki laki.Laki laki tidak boleh meneteskan air matanya walau hanya setetes!" kata umi Nurul sambil mengusap air mata di pipi kang Hatim.
Kang Hatim hanya mengangguk dan menatap sendu wajah uminya.
"Pergilah!" kata umi Nurul menepuk kepala kang Hatim yang tertutup peci hitam berbulu.
Kang Hatim pun mengangguk dan melangkah ke arah ayah mertuanya.
"Pak!" kata kang Hatim dan mencium tangan pak Bima sambil sujud di pangkuannya.
"Jaga anak ayah nak,jaga dia.Jangan sakiti hatinya,jangan sakiti pisiknya.Ayah akan selalu mendoakan kalian!" kata ayah Bima sambil merangkul kang Hatim.
"InsyaAllah pak!" jawab kang Hatim.
Ayah Bima membangunkan kang Hatim dan tersenyum kepadanya.Kang Hatim menggeserkan posisinya dan berhadapan dengan bu Nur atau bu Nuraeni.
Bu Nur tidak berkata kata,dia hanya menangis di atas punggung kang Hatim karena kang Hatim sujud di pangkuannya.
"I-i-ibu tidak bisa berkata apa apa,ibu hanya akan mendoakan yang terbaik!" kata bu Nur dan di jawab anggukan oleh kang Hatim.
*Simak terus ceritanya ya...Nanti di episode yang akan datang akan ada penjelasannya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Nishfulaili Rizqiputri
terharu aq
2022-11-30
2
ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
aamiin ya Rabb 🤲
2022-08-09
0
Tara
Gilingan... Nikah in anak orang, tapi anaknya tak tau.. Wah.. Melanggar Hak asasi.. 😡😤😱🤔
2022-08-04
1