Tanpa berbicara lagi,kang Hatim langsung berkutat dengan laptop yang ada di depannya.
"Kenapa harus buat lagi panti asuhan,emangnya gak cukup punya dua pesantren?" tanya Kang Hatim dengan mata masih fokus menatap laptop.
"Karena membuat panti asuhan itu cita cita umi dari dulu!" jawab teh Alvi.
"Kenapa gak dari dulu buat panti asuhan?"
"Karena pesantren sudah ada dari dulu,dari zaman kakek!"
"Kenapa gak emh,saat membangun pesantren yang di awal gak bangun panti asuhan saja?"
"Karena,di pesantren ini khusus perempuan,sedangkan pesantren laki laki tidak ada,jadi umi memutuskan untuk membangun pesantren khusus laki laki!"
"Kenapa pesantren gak di buat panti asuhan?"
"Ah,teteh gak tahu Hatim,tanyakan saja pada umi!"
"Nih,sudah selesai!" menyodorkan kertas hasil di print.
"Fotocopy!"
"Setelah sholat dzuhur!" sambil berdiri dan akan melangkah ke luar.
"Apa kamu sama istri kamu juga sedingin ini Hatim?"
"Gak tahu!" jawab Kang Hatim yang sekarang sudah tidak terlihat lagi.
"Semoga Hana bisa sabar menghadapi suami seperti dia!" kata teh Alvi berbicara sendiri.
Kang Hatim adzan dengan merdu.Bahkan bila kang Hatim ngaji,semua santri bisa tidur saking indah dan merdunya kang Hatim membaca Al-Qur'an.
Seperti biasa,setelah sholat para santri kembali menjalankan aktivitasnya masing masing sebelum pukul satu siang.Jika sudah pukul satu siang,para santri kembali mengaji.
Tok tok tok
"Assalamualaikum,Hatim?"
"Waalaikumusalam!" kang Hatim yang sedang mengerjakan tugas dari teh Alvi buru buru menghampiri pintu dan membukanya.
"Sedang apa?" tanya teh Zahra.
"Sedang mengerjakan tugas dari teh Alvi!"
"Tugas apa?"
"Motocopy proposal!"
"Proposal? proposal buat panti asuhan?"
"iya!"
"Oh,ya sudah tidak papa!"
"Ada apa teh?"
"Tadinya teteh mau nyuruh kamu beli bahan makanan,tapi teteh akan nyuruh santri saja!"
"Gak apa apa teh,biar aku saja yang beli bahan makanan,pekerjaan dari teh Alvi sudah selesai!"
"Beneran?"
"Iya teh!"
"Ya sudah,ini uangnya,dan ini catatan belanjaannya!"
"Ohm,baik teh,boleh ngajak salah satu santri?"
"Maksudnya?"
"Ngajak Hana teh!"
"Emangnya dia udah tahu kamu jadi suaminya?"
"Belum teh,aku mau deket dulu sama dia!"
"Ya sudah terserah!"
"Ya sudah teh,aku akan membereskan dulu ini!"
"Iya,teteh pergi dulu!"
"Iya teh!"
Teh Zahra pun pergi.Kang Hatim membereskan pekerjaannya terlebih dahulu.
Setelah selesai,kang Hatim pergi menuju parkiran.Namun,sedang di perjalanan menuju parkiran,kang Hatim menyuruh salah satu santri agar memanggil Hana.
"Ada apa kang?" tanya Hana.
"Ikut saya!"
"Kemana?"
"Makanya aku ajak kamu,aku gak tahu harus kemana!"
"Apa? kenapa? aneh!"
"Sudah,ayo saja!"
Tanpa bicara lagi,Aisyah naik ke mobil milik kang Hatim dan duduk berdampingan di dalam mobil.
"Biasanya jika beli bahan makanan ke mana?"
"Ke pasar!"
"Pasar? pasar mana?"
"Pasar kota!"
"Jakarta?"
"Bukan,kan banyak di kota ini juga pasar besar!"
"Pasar Q?"
"Iya!"
Tidak lama kemudian,mereka sampai di pasar yang di tuju.
"Kang mau beli apa?"
"Ini!" menyodorkan kertas yang tadi di berikan teh Hatim.
"Oooh,kenapa gak nyuruh santri saja?"
"Teh Zahra menyuruh saya!"
"Lalu? kenapa akang mengajak saya?"
"Karena saya tidak tahu kemana saya harus membeli bahan makanan!"
"Kenapa ngajak saya? gak ngajak orang lain atau santri lain?"
"Saya beraninya ngajak kamu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
Risma Farna
Aisyah atau Hana????
2023-06-07
2
Nafisatun Najah
hahaha gumusssh deh mau ngajak istrinya, iiisss kang hatim, ciiaaah, hhh malu2 kucing mereka berdua.
2022-04-10
1
Amanah Amanah
bilang aja mau pdkt tadz...
2022-02-19
2