"Kalau begitu,kami pamit dulu pak,bu.sudah sore!" kata kang Ahmad pamit pada Ayah Bima.Kang Ahmad tidak memanggil tuan lagi karena di larang oleh ayah Bima agar tidak menyebutnya tuan.
"Iya,kami nitip anak kami!" kata ayah Bima.
"Iya pak,tenang saja.Sekarangkan sudah ada suaminya,putri bapak sudah menjadi tanggung jawabnya sekarang!" kata kang Ahmad.
"Iya,akang benar!" kata ayah Bima sambil sedikit tertawa.
"Ya sudah,kalau gitu kami pergi ya pak!" kata kang Ahmad.
"Iya,hati hati di jalan!" kata ayah Bima dan mereka bersalaman.
Kang Rahmat,kang Asep dan kang Roni juga bersalaman dengan ayah Bima dan mengatupkan tangannya kepada ibu Nuraeni.
Begitu juga teh Zahra,teh Dawa,Teh Putri dan Teh Alvi juga bersalaman dengan ibu Nuraeni dan mengatupkan tangan mereka ke ayah Bima.
Umi Nurul yang di gandeng kang Hatim bersalman bersama ibu Nuraeni dan cipika cipiki bersama besannya itu.Dan seperti anak anak perempuannya,umi Nurul mengatupkan tangannya kepada ayah Bima.
"Saya permisi duku yah,bu!" kata kang Hatim mencium tangan kedua mertuanya.
"Hati hati di jalan!" kata ibu Nuraeni.
"Iya bu,doakan saja!" jawab kang Hatim.
"Selalu!" jawab ibu Nuraeni.
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim dan pergi menuju mobil karena kakak kakaknya sudah duluan.
"Waalaikum salam!" jawab bu Nuraeni dan ayah Bima.Merekapun kembali masuk ke rumahnya setelah rombongan besannya pergi.
Setelah perjalanan panjang dari rumah Ayah Bima dan Ibu Nuraeni,Akhirnya mereka sampai di pesantren perempuan.
Terdengar suara para santri sedang membaca juz ama surat al-a'la.Karena jam baru menunjukan pukul tujuh malam,berarti ngaji baru akan di mulai.
"Hatim,kamu ngajar ya!" kata teh Alvi.
"Tapi,bukannya ini jadwal Teteh?" tanya kang Hatim.
"Iya,tapi teteh capek!" jawab teh Alvi.
"Tapi aku juga capek Teh!"
"Hatim!" kata Teh Dawa.
"Iya teh,aku pergi dulu,Assalamualaikum!" kang Hatim akhirnya menurut untuk menggantikan teh Alvi mengajar para santri.
Kang Hatim langsung pergi ke madrasyah lantai dua,karena para santri suka mengaji di lantai dua karena jika mengaji di lantai satu suka mengganggu orang sholat di mesjid.
Para Santri di kagetkan dengan kedatangan kang Hatim,sedangkan para santri tidak memakai cadar bahkan tidak membawa cadar karena malam ini jadwalnya teh Alvi.
Namun karena kang Hatim tahu jika para santri tidak akan memakai cadarnya ketika jadwal kakak kakaknya,maka dia memakai kaca mata hitam.Ya walaupun masih terlihat,tapi agak samar.Tapi,walaupun memakai kaca mata hitam,ketampanannya tidak sirna,malahan nambah wibawa.
"Al-Fatihah!" kata kang Hatim setelah duduk dan membaca tawasul.
"Malam ini tidak usah buka kitab.Saya tidak akan mengaji kitab!"
"Harusnya ini jadwal teh Alvi,namun katanya dia capek.Sebenarnya juga saya capek,namun bagaimana lagi,ini perintah dari kakak.Perintah dari sang kakak sama saja dengan perintah dari seorang ibu.Nah,karena saya juga capek,jadi malam ini ngajinya gak akan lama.Saya hanya akan membahas tentang memilih jodoh,karena ada banyak yang menanyakan itu.Jadi,dari pada kalian nanya duluan pada saya,lebih baik saya jelaskan kepada kalian terlebih dahulu!" kata kang Hatim.
"Qoola nabi....
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 326 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
kesempatan untuk melihat wajah Hana, sang istri tercinta 😅😅
2022-05-07
2
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
bukannya enak ya, bisa memandang wajah sang istri 😅 udah sah lhoo, kang ☺️☺️☺️
2022-05-07
0
Nafisatun Najah
hhhmm kang hatim modus ya kang.
2022-05-05
1