tanpa cecil sadari ternyata aham sudah berdiri di ambang pintu saat cecil dan teman-temannya video call..
"Sudah selesai?" tanya aham
"eh.." Cecil kaget dengan keberadaan aham di sana
"ini makan dulu" ucap aham
cecil menuruti saja apa kata aham karena memang dia sudah menahan lapar dari semalam...
setelah selesai makan, suasana dalam kamar rawat tersebut senyap kembali. cecil dan aham masih sama-sama canggung tidak seperti saat ada mama papa mereka. Cecil pun akhirnya bertanya kepada aham...
"papa mama dimana?", tanya cecil kepada aham karena sedari bangun tadi tidak melihat mama dan papanya
"pulang, ada urusan katanya" jawab aham menghadap ke cecil, dia pun hanya mengangguk-angguk tanpa menjawab lagi
mereka kembali pada aktifitasnya masing-masing yaitu sibuk bermain handphone..
tok... tok... tok...
suara ketukan pintu dari luar menghentikan aktivitas mereka, tak lama masuklah dokter dan diikuti perawat di belakangnya...
"selamat pagi nona cecil dan tuan aham" ucap dokter tersebut
"pagi dok" jawab mereka bersamaan
aham bangkit dari duduknya dan memposisikan dirinya di samping tempat tidur cecil. dokter memeriksa keadaan cecil dan menanyakan keluhan yang masih dirasakan oleh cecil...
"oke sudah selesai" ucap dokter yang sudah selesai memeriksa cecil
"jadi kapan saya boleh pulang dok?" tanya cecil
"jika kondisimu sudah membaik, kamu boleh pulang" jawab dokter sambil tersenyum
"saya permisi" ucap dokter
"terimakasih dok" jawab aham
Cecil hanya mengangguk memelas, karena baru satu hari di rumah sakit saja dia sudah bosan apalagi jika harus menginap berhari-hari...
aham kembali duduk di sofa, dia melihat perubahan ekspresi dari cecil saat dokter belum memperbolehkan dia pulang..
"emm kamu bosan?" tanya aham hanya diangguki oleh cecil dengan wajah cemberutnya
"mau jalan-jalan ke luar?" tanya aham lagi
"mau" jawab cecil antusias sambil tersenyum
"sebentar aku ambil kursi roda dulu" ucap aham yang bangkit dari duduknya
"nggak usah kak, aku masih bisa jalan" ucap cecil meyakinkan aham
"kamu yakin" tanya aham
"💯 % yakin" jawab cecil antusias
"yaudah yuk" ucap aham membantu cecil turun dari tempat tidurnya
aham memegang erat tangan cecil yang sontak membuat cecil kaget, mereka berdua saling memandang satu sama lain tanpa berkedip...
"andaikan dulu kamu tidak mengambil keputusan dengan emosi, pasti kita tidak se canggung ini kak aham" batin cecil
aham lebih dulu tersadar dari tatapannya dengan cecil..
"eh.. a... ayo" ucap aham terbata-bata karena merasa grogi dengan acara tatap-tatapan mereka tadi
"kenapa jantung ini" batin aham, dia merasakan jantungnya berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya hanya karena tatapan dari cecil
mereka berdua berjalan keluar ruangan, aham memegang pundak cecil dan membantu membawakan infus cecil. awalnya cecil menolak karena tidak enak, tetapi aham tetap bersikeras untuk membawakannya dan mau tidak mau cecil menuruti hal tersebut karena tidak lucu jika mereka bermusuhan kembali hanya karena hal sepele seperti ini...
belum juga mereka keluar dari ruangan, saat aham akan membuka kenop pintu. tiba-tiba pintu sudah dibuka dari luar, munculah geng rempong dari luar. mereka berempat sama-sama kaget karena melihat satu sama lain...
Titi dan cika kaget melihat aham dan cecil yang bisa dibilang seperti orang pacaran karena posisi tangan aham yang ada di pundak cecil, sedangkan di sisi aham dan cecil mereka kaget karena kedatangan Titi dan cika yang tiba-tiba. bisa di artikan mereka seperti tertangkap basah oleh dua orang itu...
"kalian mau kemana?" tanya titi polos kepada dua orang yang masih mematung di depannya
"em... itu.. anu.." Cecil yang baru sadar dari keterkejutannya pun bingung mau menjawab apa
"anu anu apa?" tanya cika
"ha.. kamu tadi tanya apa ti?" Cecil masih bingung
"kalian itu loh mau kemana?" tanya titi mengulangi
"ruang dokter" jawab cecil
"jalan-jalan" jawab aham
aham dan cecil saling bertatapan setelah menjawab...
mereka berdua menjawab secara bersamaan membuat titi dan cika bingung, mereka mulai meneliti cecil dan aham. mereka ingin melihat siapa diantara aham dan cecil yang berbohong...
"kemana?" tanya titi dan cika bersamaan seperti sedang mengintrogasi
"em... ta.. tadi itu kita mau ke ruang dokter sekaligus jalan-jalan, ya kan kak?" ucap cecil kepada kedua sahabatnya kemudian mencoba mencari perlindungan dari aham
"kita tadi mau cari angin, cecil bosan di kamar" jawab aham membuat mata cecil melotot ke arahnya, dia memang sengaja berkata seperti itu karena dia tidak mau cecil menyembunyikan hubungan mereka yang sekarang sudah sedikit membaik
"udahlah cil, ngapain sih lo tutup tutupin juga" ucap cika
"jadi cari angin nggak?" tanya titi menggoda cecil
"karena kalian udah sampai, nggak jadi deh" ucap cecil tersenyum seperti tanpa dosa
akhirnya cecil kembali duduk di tempat tidurnya ditemani kedua sahabat yang ada di sampingnya, sedangkan aham memilih untuk tiduran di kasur yang disediakan untuk orang yang menunggu pasien. dia merasa matanya seperti tidak bisa dibuka karena sepanjang malam dia tidak tidur untuk menjaga cecil, beberapa kali cecil mengigau sehingga mengharuskan ada orang yang berjaga untuk menenangkannya...
......................
flashback on
pukul 23.00
semua orang di ruangan itu sudah tertidur, papa mama nya tidur di kasur yang disediakan untuk penunggu pasien sedangkan aham memilih untuk tidur di sofa...
tiba-tiba cecil mengigau
"hiks... hiks... hiks... aku takut" ucap cecil
"hiks... tolong"
"tolong...."
aham yang terbangun dari tidurnya karena mendengar tangisan cecil pun langsung menghampiri cecil, dia berusaha membangunkan cecil dari tidurnya...
"cecil bangun" ucap aham
"heii bangun, bangun cil" sambungnya sembari menepuk-nepuk pundak cecil
Cecil yang terbangun pun langsung memeluk tubuh aham erat karena ketakutan...
"sudah... ada kakak sama mama papa disini" ucap aham menenangkan cecil
aham mengambilkan cecil minum supaya merasa lega. dia meminta agar cecil tidur kembali karena sekarang masih tengah malam, aham bangkit dari kursi menuju sofa yang jaraknya sedikit jauh dari cecil namun belum juga melangkah tangannya sudah di cekal oleh cecil..
"jangan pergi" ucap cecil yang masih sesenggukan
"nggak, aku disini" jawab aham kembali duduk di samping cecil
beberapa kali cecil mengigau dan aham masih setia di samping cecil untuk menenangkannya..
aham sesekali mengelus rambut dan tangan cecil agar cecil tertidur kembali, namun siapa sangka dia malah ikutan tidur dan menjadikan kasur cecil sebagai bantalan. ya dia tidur sambil duduk...
karena itulah aham merasakan kantuk yang sangat berat dan sekujur tubuhnya terasa sakit...
flashback off....
Cecil dan para sahabatnya yang asyik berbincang itupun melupakan aham yang ada di ruangan tersebut, setelah sadar jika ada aham disana mereka kembali saling bertatapan...
"gue sampai lupa kalau ada kak aham disini, dia nggak ke ganggu apa? " ucap titi
"dia ngantuk berat ti, haha" jawab cecil tertawa sambil menunjuk ke arah aham
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
mohon dukungannya yaa 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 230 Episodes
Comments
Tri
kebanyakan flash back...semangat thoor
2022-04-06
0
yati salukh
banyak di ulang
2022-03-27
0
Yustina Sulistiyati
kenapa sih harus diulang lagi di hal. berikutnya ?¿
2021-08-21
14