Cecil dan para sahabatnya yang asyik berbincang itupun melupakan aham yang ada di ruangan tersebut. tiba-tiba titi menghentikan bicaranya dan memberi isyarat kepada cika dan cecil untuk diam, dia baru sadar jika ada aham juga di ruangan tersebut bersama mereka apalagi tadi titi berbicara tanpa menyaring terlebih dahulu ucapannya meskipun mereka tidak membahas masalah aham melainkan masalah rindi sahabat aham...
"diem diem diem..." ucap titi menyuruh kedua temannya untuk diam tanpa suara
"mampus, gue sampai lupa kalau ada kak aham disini, dia nggak paham apa yang kita obrolin kan? " ucap titi berbisik takut aham mendengar
"nggak tau yaa, haha" jawab cecil kepada titi sambil tertawa
Cika hanya diam saja, dia takut jika aham tiba-tiba marah dan menyuruh dirinya dan titi pulang ke rumah..
"kalian kenapa tiba-tiba diem kayak gini?" tanya cecil bingung
"gue takut" ucap titi
"lihat dulu tuh, orangnya nggak bakal denger" ucap cecil menunjuk aham yang tertidur lelap
karena posisi Titi dan cika yang membelakangi aham sehingga dia tidak tahu kalau aham sedang berada dalam alam mimpinya
"syukurlah kalau gitu" ucap cika sedangkan titi menghembuskan nafas lega
Cecil tak henti-hentinya tertawa karena tingkah sahabat-sahabatnya itu...
"kayaknya ada yang baikan nih" celetuk cika
"iya nih, ada yang akur lagi. gimana? perang dunia nya udah berakhir?" tanya titi meledek
"haha, siapa yang menang cil?" tanya cika sambil menahan tawanya
"ih apaan sih kalian, biasa aja kali" ucap cecil , muka cecil sudah tampak memerah karena godaan dari teman-temannya
"gimana-gimana ceritanya?" tanya titi
"jadi gini....." cecil menceritakan semuanya tanpa terkecuali kepada titi dan cika dengan suara yang lirih, ia takut jika tiba-tiba aham bangun dan mendengarkan percakapan mereka yang membahas tentang dia juga
"oh gitu, tapi kalau dia balik kayak gitu lagi bilang ke kita-kita yaa " ucap cika hanya ber oh riaa...
"gue turut seneng deh cil, pokoknya apapun yang buat lo bahagia gue dukung" ucap titi
"makasih kalian memang yang terbaik, sayang deh" jawab cecil sambil memeluk kedua sahabatnya
mereka melanjutkan berbincang-bincang masalah kuliahnya...
aham terbangun dari tidurnya karena cacing di perutnya mulai konser. dia bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk cuci muka...
"kamu udah makan?" tanya aham kepada cecil setelah keluar dari kamar mandi, cecil hanya menggelengkan kepala
"kenapa nggak dimakan itu?" tanya aham menunjuk nampan yang berisi makanan khas rumah sakit
"nggak enak", ucap cecil singkat dengan nada memelasnya
"mau makan apa? biar ku belikan" ucap aham
"aku mau makan di luar aja" ucap cecil antusias
Titi dan cika yang berada di sana hanya memperhatikan sembari bergantian menengok ke arah cecil dan aham yang sedang berbincang...
"yaudah yuk" ajak aham kepada mereka ber tiga, aham membantu cecil untuk turun dari tempat tidur nya
"ayok ti, cik" cecil mengajak teman-temannya
"hemm... hemm..." deheman titi membuat aham dan cecil menoleh ke arahnya
"kirain lupa kalau ada kita-kita disini" tanya cika
"kalian ini apaan sih" ucap cecil sebal kepada kedua sahabatnya itu
"peach, bercanda cecil sayang" ucap titi sambil tertawa
aham kali ini tampak sangat perhatian kepada cecil, dia membawakan infus cecil dan membantunya berjalan sedangkan kedua sahabat cecil berjalan di belakang mereka...
tidak ada percakapan diantara mereka selama perjalanan kantin, memang aham sudah sedikit berubah namun tetap saja dia tidak banyak berbicara kepada Cecil. dia hanya akan berbicara jika ada hal yang perlu di bicarakan, mau basa-basi seperti dulu rasanya juga mustahil...
sesampainya di kantin........
"kita duduk situ aja yuk" ajak titi diikuti oleh cika di belakangnya
mereka berempat duduk di tempat paling ujung yang dekat dengan taman. mereka memesan menu-menu makanan sehat karena ada aham disana, aham terlihat sangat protektif kepada cecil mengingat keadaan cecil yang masih belum 100% pulih...
"mau pesen apa nih?" tanya cika yang memegang daftar menu
"aku mau ini dong" ucap cecil menunjuk ayam geprek
"nggak, nggak boleh makan kayak gitu dulu. itu pedes" ucap aham saat melihat apa yang ditunjuk cecil
"lebih baik nasi kuning ini aja, nggak pedes" ucap aham
cecil hanya diam saja karena dia bingung akan sikap aham yang sebelumnya hanya nurut-nurut saja dengan apa yang dipilihnya...
"jadi pesen apa ini?" tanya cika yang bingung
"udah pesen nasi kuning aja semua, biar cecil nggak pingin makanan yang kalian pesen nantinya" ucap aham
akhirnya semua memesan nasi kuning dengan minum air putih, cika dan titi menuruti apa yang dikatakan aham karena takut jika aham akan memarahi cecil jika tidak menurut...
mereka semua memakan makanannya dengan lahap terkecuali cecil yang sedari tadi makan sambil bermain handphone. melihat itu aham sangat jengkel karena cecil tidak bisa jika tidak melakukan aktifitas sembari bermain handphone...
"makan" ucap aham menyuapkan nasi kepada cecil
"aku bisa makan sendiri kak" jawab cecil
"mana dari tadi nggak makan kamu" ucap aham yang merasa jengkel
"ini udah berkurang" ucap cecil yang tetap memainkan ponselnya
tanpa aba-aba, aham langsung mengambil ponsel yang ada di tangan cecil membuat cecil kaget..
"ih kak ponselku" ucap cecil
"makan dulu baru main ponsel lagi" jawab aham
namun tetap saja cecil tidak mau makan, sedari tadi dia asyik membalas pesan entah dari siapa itu. hal itu juga tak luput dari penglihatan aham namun aham diam saja...
"ini makan" ucap aham yang akan menyuapi cecil
"aku bisa sendiri kak" ucap cecil , namun tetap saja aham kekeh untuk menyuapi cecil. dan mau tidak mau cecil menerimanya
dalam hati cecil sangat bahagia karena setelah sekian lama hubungannya dengan aham sedikit membaik. di sisi titi dan cika tak henti-hentinya tersenyum karena melihat sahabatnya bahagia...
saat akan menyuapi cecil untuk kesekian kalinya, tiba-tiba ada yang memanggil aham...
"aham.." panggil seorang wanita berseragam perawat
aham dan yang lainnya pun menoleh ke sumber suara, dan benar saja pemilik suara itu adalah nana teman aham yang mereka temui di mall saat itu...
"eh na" jawab aham melihat nana berdiri di depannya
aham melihat ke arah cecil yang sedang memperhatikannya
"kamu di sini ham, ngapain?" tanya nana membuyarkan lamunan aham
"aku jaga cecil" jawab aham singkat kemudian melanjutkan menyuapi cecil
Titi dan cika disana dibuat bertanya-tanya mengenai siapa perempuan yang tampak mencari perhatian kepada tunangan sahabatnya itu...
"Cecil?" tanya nana
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
mohon dukungannya yaa 🥰🥰🥰
jangan lupa untuk vote , like dan komen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 230 Episodes
Comments
timbuljaya
caper
2023-11-12
0
Aska
kuman mulai mendekati aham 🙄
2022-05-13
0
Tri
iya xecil...dia tunangan q nana jedaaaarr musnah sdh harapan q (nana)🤭
2022-04-06
0