Setelah dari tempat itu, Kanaya dan anak buah nya pergi ke markas black home untuk menyiapkan keperluan serta strategi mereka selanjutnya. Saat diperjalanan tidak ada yang berniat untuk membuka topik pembicaraan. Mereka masih terkejut dengan apa yang boss mereka lakukan.
Bahkan Rio saja tidak tau kalau Kia adalah anak kandung dari keluarga Wels. Karna selama ia mengenal Kanaya, Kia adalah salah satu anak buah yang sangat disayang i oleh Kanaya. Tak disangka jika Kia adalah adik tiri nya yang menjadi bukti atas ketidaksetiaan ayah nya terhadap ibu nya.
Terlihat sekali raut wajah sedih dan kecewa serta takut yang dirasa Kia sekarang ini, ia bingung harus berbuat apa. Ia tak habis pikir kenapa Kanaya masih bisa menerima nya, padahal ia adalah anak dari selingkuhan ayah nya yang membuat ia dan ibu nya diusir dari rumah dan harus kehilangan ibu nya sangat ia sayangi itu.
"kau tak perlu memikirkan yang aneh aneh Kia, aku menerima mu karna pesan dari ibu ku, ia berpesan walaupun kau anak dari wanita itu, kau tidak bersalah, kau tak tau apa apa. Andaikan kau tau kau akan lahir dari rahim seorang wanita yang tak tau malu, kau lebih memilih untuk tidak lahir. Jadi, aku menerima mu agar kau terdidik menjadi wanita yang kuat serta rendah hati dan selalu menghargai orang lain. Kau harus mengingat kata kata itu,"
Kanaya seperti tau apa isi hati adik tiri nya itu. Kia kini merasa sangat terharu, ia tidak menyangka wanita yang seharus nya membenci nya justru kini ingin melindungi nya. Ia benar benar berterima kasih kepada Tuhan karna ia sudah diberikan seorang kakak yang sebaik Kanaya. Ia juga sangat berterima kasih kepada Sarah karna ia sudh mendidik Kanaya sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang.
"Kia, aku selalu berharap kau akan tetap menganggap ku sebagai kakak mu, karna walaupun tadi nya aku membenci mu, namun lama kelamaan aku menyayangi mu dan aku akan selalu menjaga mu Kianzy Aquela," ucap Kanaya
"hiks... hiks... terima kasih.. kakak..." ucap Kia.
"ouh ayolahh.. hahhahaaa" ucap Kanaya bahagia
"kau tau Kia, aku yang memberikan mu nama."
Kia tak percaya dengan apa yang ia dengar. Karna setahu Kia, ia sudh ada dipanti asuhan semenjak bayi. Tapi kenapa Kanaya yang memberi kan nya nama?
"kau pasti bingung, itu karna aku yang menitipkan mu dipanti itu. Aku memberikan sepucuk surat diatas keranjang bayi mu. Disitu aku menuliskan bahwa aku akn mengambil mu lagi saat aku sudah siap dan bisa menjamin masa depan mu, lalu aku memberikan nama itu pda mu. Kianzy Aquela adalah nama dari kakek ku. Kakek memberikan nama itu sebenarnya untuk ku namun, ibu sudah terlanjur memberi kan nama itu. Kakek bilang nama itu adalah memiliki arti yang mendalam bagi kakek. Kianzy adalah sebuah tempat yang indah disebuah pulang terpencil, disitulah kakek bertemu dengan oma(istri pertama kakek nya Kanaya) lalu Aquela adalah nama laut biru yang indah yang selalu menjadi pusat perhatian orang orang. Aku memberikan nama itu pada mu agar kau bisa mengerti arti kehidupan yang sesungguh nya." jelas Kanaya.
Kia sudah kehabisan kata kata. Ia kini tengah memeluk kakak yang sangat disayangi nya itu. Ia berjanji dalam hati nya bahwa ia tidak akn pernah membuat Kanaya kecewa pada nya dan ia akan selalu menuruti perintah Kanaya sekali pun ia disuruh untuk menembak diri nya sendiri.
Alex yang mendengar itu pun ikut terharu, ia kini paham apa arti kakak sejati. Ia melihat itu dari sisi Kanaya, yang terkadang lembut dan penuh perhatian pda adik kecil nya namun juga terkadang tegas dan galak pada adik nya untuk mendidik serta mengajari tentang kehidupan sejati.
"ehmm.. apakah boleh.. aku..." ucap Alex yang melihat interaksi itu.
"tentu... kau juga adik ku sekarang..." ucap Kanaya senang.
Alex pun bahagia kini ia bisa memiliki seorang kakak sejati yang sesungguhnya berbeda dengan Karin yang cuek cuek ajh bahkan mengajak pergi bersama saja tidak pernah apa lagi mau dipeluk seperti Kanaya sekarang. Pria itu pun merasakan sebuah pelukan yang hangat dan menenangkan dari sosok Kanaya yang ia cari cari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments