Kanaya pun langsung menuju pintu rumah yang dulu ia anggap sebagai tempat nya untuk pulang. Ia anggap rumah itu adalah tempat dimana ia bisa datang kapan pun disaat ia lelah dengan semua beban hidup yang ia jalani.
Namun, Kanaya salah mengira. Ia kini sudah menganggap bahwa rumah itu adalah neraka yang harus ia hancurkan sampai keakar akar nya.
Kanaya pun langsung masuk kerumah itu tanpa mengetuk pintu dahulu. Ia sudab tidak menganggap orang orang yang didalam rumah itu adalah manusia.
"lama tidak bertemu, 'ayah' 'nenek' dan ohh... lihat lah, ibu tiri ku" ucap Kanaya dingin saat melihat kegita orang itu.
"kau... kenapa kau disini?! siapa yang mengizinkan mu masuk kesini?! kami tidak menerima mu disini!" ucap Lia saat melihat Kanya datang.
"oh... sayang sekali orang tua... aku tidak perlu izin mu untuk masuk kesini!" Kanaya berjalan mendekati mereka dengan tatapan dingin
Kanaya langsung berjalan kearah tangga untuk naik ke kamar nya. Ia sebenarnya ingin mengambil sesuatu, dan sekaligus memperlihatkan pada mereka siapa Kanaya Angela Farezky yang sebenar nya.
"kau mau kemana?! ini bukan rumah mu!" ucap Merina yang ada disebelah Lia.
"oh? ini bukan rumah ku? lalu, kenapa kau ada disini? ini juga bukan rumah mu, rumah mu ada dijalanan!" jawab Kanaya dengan tatapan membunuh.
Merina yang melihat sikap Kanaya menjadi terkejut dan sekaligus merinding saat melihat tatapan mata Kanaya.
"Kanaya! siapa yang mengajari ku berbicara seperti itu?! kau seharus nya berkata lebih sopan pada ibu tiri mu!" Michel pun langsung marah saat mendengar jawaban Kanaya.
"oh... sayang... apa salah ku? sampai sampai putri mu itu tidak mau menerima ku.. hiks.. hiks.." wanita ular itu memainkan drama nya.
"tidak sayang... kau tidak salah.. anak tidak tau malu itu lah yang salah sayang..." Michel mencoba untuk menenangkan Merina.
Sekarang semua orang sedang bersimpati pada Merina dan melihat Kanaya dengan tatapan jijik dan menyedihkan.
"cih, sudah cukup kau memainkan drama mu wanita ular?" tanya Kanaya dengan tenang.
"jika sudah aku akan memberitahukan mu siapa Kanaya Angela Farezky yang sebenarnya!" Kanya pun berbalik badan dan mendekati mereka.
"selama 10 tahun ini, aku hidup sendiri. Umurku baru 12 tahun saat kalian mengusir ku serta ibu ku dari sini! kalian pikirkan saja, bagaimana anak umur 12 tahun bertahan hidup dinegara orang dan harus kehilangan ibu nya pula" Kanaya hampir meneteskan air mata nya namun ia tahan.
"kau harus tau Michel Candra Kiandra Wels, aku Kanaya Angela Farezky, selama hidup dinegara orang lain hanya mengandalkan otak ku! aku mencoba menjadi apa pun yang aku bisa, menjadi tukang sapu pinggir jalan sampai harus bekerja larut malam direstoran sebagai pencuci piring!" Kanaya mulai tak terkendali.
Sebenar nya kelompok Black Home sanggup untuk membiayai sekolah Kanaya sampai lulus kuliah, apalagi, karna Kanaya anak yang pintar jadi ia diberikan beasiswa, namun Kanaya tidak mau merepotkan mereka, jadi ia memutuskan untuk bekerja sendiri.
"tapi... dengan kegigihan ku aku bisa sekolah sampai lulus kuliah dengan nilai terbaik di Universitas terkenal. Aku sekarang sudah bisa membalaskan semua rasa sakit yang kalian berikan pada ku dan ibu ku." Kanaya melihat mereka dengan tatapan dingin
Mereka yang mendapatkan tatapan itu pun langsung merinding dan tidak percaya bahwa gadis kecil yang menyenangkan dan selalu tertawa itu pun ternyata memiliki sifat yang kejam dan dingin.
"kau harus tau, aku sudah menyiapkan 'hadiah' untuk kalian!" Kanaya sangat ingin membunuh orang orang itu, namun ia tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja dengan langsung membunuh mereka.
"jadi, aku peringatkan kalian, untuk jangan membuat ulah sampai ajal kalian yang sudah aku persiapkan itu datang." ucap Kanaya dingin dengan tatapan mengancam,
Semua orang menatap Kanaya merinding, mereka sangat ketakutan sekarang. Bahkan Merina yang tadi nya sedang berakting sedih pun melupakan akting nya dan ikut ketakutan.
Kanaya menikmati setiap perubahan wajah ketiga nya. Ia sangat senang dengan wajah mereka yang pucat pasi dan bercucuran keringat mendengar ancaman yang Kanya beritahukan.
Kanaya pun ingat akan tujuan nya dan ia pun berbalik badan menuju ke tangga untuk naik kelantai 2. Tidak ada satu pun diantara mereka yang berniat menghalangi Kanaya, mereka sudab sangat ketakutan.
Kanaya pun langsung menuju kamar nya yang kini menjadi kamar Karin. Kanaya berusaha mencari sesuatu dibawah meja rias nya. Ia tampak sedang mencoba mengambil sebuah benda.
Saat ia menggeser meja rias itu, ada seperti tempat yang tersembunyi dibawah meja rias itu. Ia lalu membuka tempat itu yang hanya bisa dibuka oleh kunci yang dipegang oleh Kanaya.
Sebenarnya itu adalah tempat rahasia Kanaya dan ibu nya menyimpan rahasia mereka. Sarah sengaja membuat tempat tersembunyi itu agar apapun yang Kanaya ingin sembunyikan tidak ada yang bisa mengambil nya kecuali Kanaya dan diri nya.
Kanaya mengambil kotak yang ada didalam tempat yang seperti tempat untuk menaruh barang barang pribadi itu. Ia membuka kotak itu dan melihat bahwa isi nya masih utuh.
Didalam kotak itu ada giok milik ibu nya, giok itu berbentuk matahari dengan warna merah yang menyala, itu adalah giok warisan dari keluarga ibu nya. Sarah sengaja memberikan Kanaya giok itu untuk berjaga jaga.
Saat melihat giok itu, Kanaya memjadi menangis dan teringat akan ibu nya. Ia sudah berjanji pada ibu nya untuk menjaga giok itu dengan sepenuh hati. Dan sekarang ia mengambil nya kembali.
"ma, Kanaya sudah menepati janji Kanaya untuk mengambil giok mama lagi, mama sudah tidak marah kan pada Kanaya karna sudah meninggalkan giok ini disini?" Kanaya menangis saat mengatakan itu, ia sangat merindukan ibu nya itu.
Kanaya adalah gadis yang sangat manja pada mama nya. Ia selalu berkata bahwa ia tidak ingin meninggalkan ibu nya. Kanaya yang mengingat janji nya dulu menjadi menangis, ia tidak bisa menepati janji nya yang satu itu.
"maafkan Kanaya ma..." ucap Kanaya sambil memeluk kotak giok itu sembari menangis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments