Mereka pun memasuki markas tersebut. Sesampainya didalam markas Kanaya disambut oleh bawahan nya. Mereka pun memulai rencana mereka untuk balas dendam.
"apa yang sudah kalian lakukan selama ini?" Kanaya langsung membuka topik pembicaraan nya.
"boss, kami sudah mengamati perusahaan Wels dan mereka seperti nya sudah melancarkan aksi mereka dengan mencoba untuk menjodohkan putri mereka dengan direktur perusahaan Qitzya" jawab Rio
"dan juga setahu ku direktur perusahaan Qitzya tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, bahkan dari berita yang ku baca dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun" kali ini Kia yang menjawab.
"benarkah," Kanaya tersenyum dingin saat mendengar itu,
Mereka pun yang melihat itu bingung sekaligus tidak percaya, bagaimana mungkin boss mereka bersika seperti itu? bukan kah rencana mereka akan gagal jika perjodohan itu bener bener terjadi?
"Elina, bagaimana menurut mu?" Kanaya pun mengalihkan pandangan ny kesudut ruangan.
Disana ada seorang wanita yang tidak jauh beda umur nya dengan Kanaya. Dia adalah Elina, dulu ia adalah gadis yang berkecukupan. Namun saat keluarganya bangkrut kehidupan Elina pun berusah derastis.
Keluarga Elina sudah berusaha untuk meminta bantuan pada keluarga Wels, namun mereka menolak nya. Karna frustasi ayah Elina pun bunuh diri, hanya butuh waktu 2 bulan ibu nya pun menyusul untuk bunuh diri.
Semenjak itu Elina menjadi sebatang kara hidup nya hanya dihabis kan dijalanan. Ia makan dengan hasil curian atau meminta minta belas kasih siapa saja yang ada.
5 tahun yang lalu Elina bergabung dengan Balck Home dan menjadi salah satu mata mata diperusahaan Qiztya.
"entahlah." jawab nya singkat
"baiklah kita lihat saja apa taktik mereka selanjutnya, biarkan mereka bersenang senang, lalu kita datang dan menghancurkan pesta mereka" tatapan dan aura Kanaya pun menjadi dingin saat mengatakan itu.
Setelah pertemuan itu Kanaya memutuskan untuk pergi ke apartemen baru nya itu. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di apartemen baru nya itu.
Ditengah perjalanan nya menuju apartemen nya itu tanpa sengaja Kanaya melihat kakak tiri nya yang sedang bertengkar dengan seseorang dipinggir jalan.
Kanaya pun memutuskan untuk berhenti dan melihat apa yang terjadi disana.
"kau harus percaya,, aku hanya melakukan itu untuk perusahaan ayahku saja.. setelah semua kembali normal, aku janji... aku janji akan meninggalkan nya untuk mu... hiks... hiks.." Karin pun mulai melancarkan kata kata manis nya
"sungguh kau akan melakukan itu untuk ku?" tanya pria itu.
"tentu... tentu saja! aku akan melalukan ny.. aku janji... hiks... hiks.." wanita itu mulai ada harapan.
"tapi... kau.. akan berjanji kan? untuk tetap disisi ku sampai perusahaan ku kembali normal?" wanita itu memastikan harapan nya
"tentu..." ucap pria itu
Lalu Karin langsung memeluk pria itu, ia sekarang sedang diatas awan karna cinta tidak hilang dan akan tetap ada disisi nya.
Namun ia tidak tau apa yang sebenarnya dipikirkan pria yang ia cintai itu,
Kanaya melihat ada senyum dingin dengan banyak maksud yang mencerminkan sifat asli nya itu. Kanaya pun punya recana baru agar ia bisa membalaskan dendam nya 10 kali lipat dari yang ia rencana kan sebelum nya.
Setelah menonton pertunjukan yang menyenangkan itu, ia pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke apartemen nya.
Sesampainya diapartemen baru nya, ia membereskan baju baju nya dilemari pakaian yang ada didalam kamar.
Setelah selesai membereskan pakain nya ia pun terlihat seperti sedang memikirkan rencana baru. Didalam otak nya kini sedang banyak rencana yang akan ia lancarkan untuk balas dendam pada keluarga Wels.
Setelah 30 menit memastikan rencana baru nya itu, ia mengambil ponsel nya lalu menelfon seseorang.
"jadi bagaimana,?" Kanaya langsung berbiacara pada inti nya saat telfon itu sudah diangkat.
"yah, baiklah apa kah masih sesuai apa yang direncanakan?" ucap pria misterius itu
"ya.. tentu saja.. namun, ada sedikit perubahan, kau harus mengikuti permainan nya saja kau hanya perlu mengikuti arahan ku, dan ingat setiap langkah mu menentukan keberhasilan rencana ini" senyum dingin kini memenuhi bibir manis Kanaya.
"baik lah aku akan melakukan sesuai arahan mu aya" pria itu menyetujui apa yang diperintahkan Kanaya.
"bagus sekarang kau harus meninta izin pada nya dulu agar tidak terjadi kesalah pahaman"
"tentu aku sudah meminta izin nya sebelum berita itu mucul" pria itu langsung menjawab nya mantap.
"bagus, sekarang kau biarkan aku beristirahat sebentar aku sangat lelah" ucap Kanya mengeluh
"hahaha.. baiklah baiklah... maaf kan aku sudah mengganggu istirahat mu boss besar..." pria itu pun tertawa seperti sahabat karib.
"yah sudah."
Kanaya pun memutuskan sambungan itu dan berbaring ditempat tidur nya.
"sekarang mama... aku akan membalaskan semua nya.. aku janji... aku akan membuat mereka merasakan apa yang kau rasakan selama ini..." Kanaya mengucapkan janji nya itu.
"mama... apa kah mama akan senang jika Kanaya berbuat seperti ini..? akan kah mama membenci Kanaya karna ingin membalas dendam? mama Kanaya kangen mama... hiks.. hiks..hikss.." tanpa disadari air mata Kanaya menetes dipipi nya.
Sekarang Kanaya Angela Farezky bukan lagi anak kecil yang manja pada mama nya. Sekarang dia adalah gadis yang penuh dengan dendam dan amarah, dendam akan apa yang dilakukan oleh keluarga lama nya itu.
Kanaya pun bangkit dari posisi berbaring nya dan menatap kaca yang ada didepan nya.
"sekarang hanya tinggal menunggu waktu keluarga Wels, aku akan menghancurkan kalian sampai tujuh turunan, aku janji!" mata nya mencerminkan dendam yang amat besar dan amarah yang sangat dalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
💪💪
2023-10-12
0
lalalisa
Keren kak ceritanya. Semangat up terus ya kakak, sudah aku like .
Mampir juga yuk kak ke karya ku
judulnya: TERJEBAK CINTA SAHABAT
2020-06-07
3