Kanaya memutuskan untuk ke apartemen nya kembali untuk istirahat. Saat ia sedang dalam perjalanan pulang ia bertemu dengan Alex, adik tiri nya yang menjadi kebanggaan keluarga Wels itu.
Kanaya pun memutuskan untuk pergi menyapa adik tiri nya itu. Saat Kanaya hendak turun dari mobil, ia melihat ada seorang wanita yang mendekati adik tiri nya itu.
"kau sudah lama menunggu?" ucap wanita itu.
"tidak sayang,," ucap Alex lembut pada wanita itu.
"ayo, kita pergi," wanita itu pun menggandeng tangan Alex lalu pergi kedalam mall itu.
Kanaya pun penasaran dengan apa yang dilakukan oleh adik tiri nya itu. Ia pun memutuskan untuk mengikuti mereka.
Mereka pun berhenti di sebuah restoran dilantai 3 mall itu. Kanaya pun pergi mengikuti mereka. Sepanjang hari ia seperti seorang mata mata. Tadi pagi dia mengikuti Kakak tiri nya, sekarang harus mengikiti adik nya pula.
"pelayan! kami mau pesan, ehmm.. kau mau pesan apa sayang?" tanya wanita itu.
"aku terserah pada mu saja sayang,," jawab Alex dengan lembut.
"baiklah... kami pesan sandwich tuna dan jus apel untuk ku dan jus jeruk untuk pacar ku" ucap wanita itu pada pelayan.
"baik, tunggu sebentar" pelayan itu lalu pergi menyiapkan pesanan mereka
Kanaya yang sedari tadi melihat mereka pun penasaran sebenarnya apa yang akan dibicarakan oleh mereka. Siapa tau 'kan ia bisa menuak rahasia baru.
Tebakan Kanaya pun benar tak berapa lama kemudian wanita itu pun memulai kenapa mereka bertemu siang itu.
"sayang,, apa kau sudah bisa meyakinkan ayah tiri mu itu?" ucap wanita itu.
"sssttt... syang.. pelankan suara mu... nanti ada yang dengar bagaimana?" Alex pun berusaha untuk mengecilkan suara kekasih nya itu.
Saat Kanaya mendengar itu ia menjadi sangat terkejut ia tidak percaya tentang apa yang didengar nya.
"yah... lagian... ayah mu itu bodoh sekali, ia rela meninggalkan anak kandung nya demi anak orang lain" ucap wanita itu menyedihkan.
"walaupun begitu.. itu cukup baguskan.."
"benar juga, untung saja ibu mu memberitahu mu tentang ini, jadi saat kau akan merebut perusahaan Wels dari mereka, kau tidak akan merasa kasihan karena dia bukan ayah kandung mu" ucap wanita itu.
Kanaya pun sekarang paham semua yang ia alami selama ini. Mereka sengaja menyingkirkan Kanaya dan ibu nya agar mereka tidak mengganggu rencana ibu tiri nya dan kakak tiri nya.
"hahaha... kau benar aku sangat bersyukur" ucap Alex bahagia.
Kanaya yang sudah cukup mendengar fakta itu pun pergi dari sana dan ia akan memulai rencana nya. Sekarang ia tahu harus mulai dari mana rencana yang sudah ia siapkan itu.
Kanaya pun langsung menuju parkiran bawah tanah dan menyalakan mesin mobil kesayangan nya itu. Saat mesin mobil sudah panas ia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Tujuan nya sekarang adalah rumah keluarga Wels. Ia harus menunjukan pada mereka bahwa Kanaya Angela Farezky sudah kembali.
Tidak butuh waktu lama untuk ke rumah utama keluarga Wels hanya perlu waktu setengah jam saja mobil yang Kanaya lajukan sudab berada didepan gerbang utama keluarga Wels.
Saat mobil Kanaya hendak masuk, mobil nya dihadang oleh security disana, mobil Kanaya tidak boleh masuk karna Kanaya dianggap tidak berkepentingan oleh security disana.
"maaf nona, anda tidak boleh masuk" ucap salah satu security disana.
"kau,, tidak tau aku?" jawab Kanaya dengan tenang.
"memangnya anda siapa nona?" ucap security itu lagi.
"kau sudah berapa lama bekerja disini?" tanya Kanaya.
"ma... maksud anda... anda adalah nona Kanya?!" security yang terlihat agak lebih tua pun keluar dari pos penjagaan.
"oh, ada yang masih ingat aku" jawab Kanaya dingin.
"nona... nona Kanaya... anda.. masih hidup?" security itu panik dengan jawaban Kanaya.
"cih, aku sudah boleh masuk?" tanya Kanaya.
"tentu... silahkan.." security itu pun mempersilahkan mobil Kanaya untuk masuk.
Kanaya pun langsung melajukan mobil nya dan memarkirkan nya diparkiran depan rumah itu. Saat Kanaya memarkirkan mobil nya ia melihat mobil ibu nya dulu. Ia pun jadi ingat saat ayah nya membelikan mobil itu.
Flashback on
"mama sedang menunggu apa?" tanya Kanaya kecil.
"mama sedang menunggu pengiriman sayang,," jawab ibu nya dengan lembut sambil mengelus pelan rambut halus Kanaya.
"pengiriman apa ma?" Kanaya pun bertanya lagi.
"nanti kau juga tau sayang~" jawab Sarah.
"itu dia mobil nya datang," ibu nya pun menunjuk sebuah mobil yang terlihat baru dan indah.
"wah!! itu mobil siapa ma..? indah sekali.. warna nya merahh.." Kanaya yang melihat mobil baru ibu nya itu sangat antusias.
"haha... benarkah?"
"iyah ma! siapa yang belikan ini ma?" tanya Kanaya.
"papa yang belikan sayang~" Sarah tersenyum bahagia saat mengatakan nya.
"benarkah?! itu untuk mama?!" tanya Kanaya girang
"iyah sayang..."
"yippie!! kita bisa jalan jalan dengan mobil itu ma?!"
"tentu sayang... kita bisa jalan jalan kapan pun Kanaya mau.." sambil mengelus rambut Kanaya, Sarah tersenyum bahagia saat melihat wajah antusias putri nya.
"yey!!! terima kasih mama.." Kanaya pun memeluk mama nya.
Saat kejadian itu Kanaya masih berumur 8 tahun ia tidak tau apa pun. Bahkan sebetul nya ia tidak tau jika itu adalah hadiah terakhir dan hadiah perpisahan untuk ibu nya.
Flashback off.
"mama... Kanaya janji pada mama... Kanaya akan membalaskan itu semua!" diujung mata Kanaya terlihat setetes air mata yang tak bisa terbendung saat mengingat kejadian itu.
Setelah mengatur emosi nya kembali ia pun masuk ke kediaman utama keluarga Wels. Ia ingin 'menyapa' mantan keluarga nya itu. Sekarang, Kanaya sudah tidak menganggap mereka seperti keluarga nya, sekarang ia hanya hidup untuk balas dendam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments