Kanaya pun memasuki litf untuk menuju lantai 17, sesampai nya disna ia menuju ke pintu ke 4 dari kiri dan bertemu seorang wanita cantik yang ditilik dari penampilan nya ia pasti sekertaris sang presdir.
Wanita itu sangat cantik, terlihat sekali jika ia pintar merias diri. Ia memakai pakaian dari brand terkenal dan bentuk tubuh nya pun amat mempesona, pasti banyak yang mengincar dia, itulah yang ada dipikiran Kanaya saat pertama kali melihat Hana.
"permisi?" ucap Hana
Kanaya langsung tersadar dari lamunan nya dan mulai untuk menyampaikan maksud tujuan datang kemari.
"ah, iyh, apakah aku bisa menemui presdir mu itu?" ucap Kanaya sopan
"maaf, siapa nama anda?" tanya Hana.
"nama saya Kanaya," ucap singkat Kanaya.
"baik, silakan nona, anda boleh masuk" ucap Hana selagi mempersilahkan Kanaya masuk.
"terimakasih,"
Lalu Kanaya langsung masuk dan ia melihat sesosok lelaki yang tidak asing diingatan nya. Lalu Kanaya langsung ketopik yang akan ia bicarakan.
"kenapa mengirimi ku kue ini?" tanya Kanaya saat pria itu sudh ada dihadapan nya.
Kanaya menyodorkan kue yang ia bawa kepada Rendy yang langsung disambut oleh senyuman tipis dibibir Rendy.
"Kanaya Angela Farezky, sungguh nama yang indah," ucap Rendy sambil melihat kue tersebut yang tidak disentuh sma sekali oleh Kanaya.
Kanaya sedikit terkejut kenapa dia bisa mengetahui nama nya? bahkan sampai nama lengkap nya. Kanaya tercengang beberapa saat sampi ia tersadar kembali.
"kenpa kau bisa tau nama ku?" ucap Kanaya.
"tentu saja tau, bagaimana mungkin aku tidak tau nama nyonya masa depan keluarga Rich," ucap Rendy dengan pede nya.
"siapa yang nyonya masa depan keluarga Rich?" tanya Kanaya yang sedikit kesal.
"hahaha.. tentu saja kau, siapa lagi yang dihadapan ku selain kau, memang nya ada wanita lain disini? lagi pula kau wanita yang paling menarik dimata ku," ucap Rendy.
Ucapan Rendy membuat pipi Kanaya sedikit memerah, ia tidak pernah mendengar kata kata yang singkat namun sangat manis itu. Karna selama hidup Kanaya ia tidak pernah memikirkan tentang sebuah hubungan apalagi pernikahan.
"apa maksud mu? aku bahkan belum mengenal mu?! dan aku tidak akan mau mengenal mu!" ucap Kanaya.
"ouh yah? namun seperti nya wajah mu berkata lain, liat lah wajah mu merah padam seperti habis direbus," ucap Rendy sambil terkekeh senang nya karna berhasil mengerjai Kanaya.
Kanaya yang mendengar itu pun semakin malu dibuat nya. Pipi nya bahkan lebih merah sekarang. Persis seperti yang Rendy ucapkan.
"apa! mana ada!" Kanaya berusaha untuk menetral kan wajah nya kembali sambil memalingkan wajah nya dari Rendy.
"liat lah nona ini, begitu manis bila ia malu" lalu Rendy tertawa terbahak bahak karna melihat tingkah Kanaya yang imut serta menggemaskan itu.
"ehmm!!! tidakkk!!! kata siapa! aku tidak malu." ucap Kanaya gengsi karna ia tidak ingin dipermalukan oleh Rendy.
"baiklah nona manis, pangeran mu ini siap untuk menuruti semua perintah mu," ucap Rendy sambil membungkuk kan badan layak nya seorang pangeran yang sedang mengajak pergi putri nya.
"pangeran siapa! aku tidak punya!" ucap Kanaya kesal.
"sudahlah percuma juga berbicara dengan orang aneh!"
Lalu Kanaya pergi meninggalkan Rendy dengan wajah yang masih merah. Rendy yang melihat itu pun senang bukan main karna rencana nya berhasil. Dan ia kini tinggal melanjutkan rencana berikut nya untuk mendekati Kanaya.
Kanaya keluar dari ruangan Rendy dengan wajah merah yang langsung menjadi pusat perhatian karyawan yang sedng lewat. Hana pun terkekeh karna ia tidak menyangka boss nya bisa berbuat seperti itu sampai wajah Kanaya merah.
Sebenar nya dari tadi Hana sudah mendengar semua nya, Karna tempat nya dan ruangan Rendy tidak terlalu jauh hanya dibatasi pintu saja. Hana pun akhirnya mengerti bahwa boss nya tidak perlu wanita yang cantik dan modis yang ia perlukan hanya lah wanita yang mengerti diri nya dan menerima kekurangan dan kelebihan nya.
Saat didalam litf Kanaya melihat diri nya dicermin dan ternyata benar wajah nya memang merah dan ia pun merasa malu sendiri kenapa wajah nya bisa semerah itu. Pintu litf pun terbuka dan semua orang langsung menjadikan Kanaya pusat perhatian.
Bahkan Juno pun yang sedari tadi tidak pergi dari tempat nya itu pun langsung terkejut. Ia bisa membayangkan apa yang terjadi selama diruangan tadi. Ia langsung menghampiri Kanaya yang terlihat salah tingkah karna menjadi pusat perhatian orang orang.
"bagaimana, apa berjalan dengan lancar?" ucap Juno sambil menghampiri Kanaya.
"iyh," Kanaya yang sedari tadi salah tingkah itu pun hanya menjawab pendek dan langsung pergi dari kantor itu.
'wah wah wah, aku akn mendapat kakak ipar' ucap Juno dalam hati.
Semua karyawan yang melihat itu pun menjadi paham, bahwa kedepan nya jika tidak ingin dipecat dari perusahaan itu maka mereka jangan memprovokasi atau menjelek jelek kan Kanaya, begitu juga karyawan yang tadi mendapat masa uji coba.
Kanaya pun barjalan menuju mobil nya dan ia terus membayangkan kejadian tadi, ia tak habis pikir bagaimana bisa ia bertingkah sperti itu? bagi Kanaya bertingkah sperti itu sma arti nya menyia nyiakan waktu untuk balas dendam nya.
Namun entah kenapa detak jantung Kanaya pun semakin lama semakin cepat. Detal jantung yang semula normal tiba tiba berubah menjadi cepat begitu ia membayangkan kejadian tadi saat Rendy membungkuk kan badan nya dan mengatakan kata kata yang manis.
Namun, semua lamunan nya terhenti saat ia mendapat telfon dari seseorang. Kanaya langsung mengangkatnya begitu ia melihat siapa si penelfon.
"ada apa?" ucap Kanaya
"......"
"baik, aku kesana sekarang"
Setelah mematikan sambungan telfon itu ia langsung melajukan mobil nya untuk ketempat yang dimaksud si penelfon.
maaf yah author baru update soal nya lagi banyak tugas gara gara disuruh stay at home. makasih buat yang sudah mau baca dan stay healthy semua nya!🙋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
haduhh gampang bgt sih jd wnt di gombalin bgt aja udah baper hemm kt nya wanita kuat jd gk minat bc lg
2023-10-12
1
Chelsea
terlalu malu jadi agak gaseru tp bagus sih yg balas dendam nya
2020-08-03
1
Hasnizatu Aqmira Mira
😍😍😍😍
2020-07-01
0