Keesokan hari nya Kanaya bangun dari tempat tidur nya pukul 7 pagi. Kanaya lalu pergi ke dapur dan memasak sarapan untuk nya sendiri.
Setelah sarapan kanaya pergi ke balkon apartemen nya. Kanaya lalu menelfon seseorang untuk memulai apakah rencana nya sudah dimulai atau belum. Tak berapa lama nelfon itu langsung diangkat oleh seorang pria.
"bagaimana apakah sudah dimulai?" tanya Kanaya pada lawan bicara nya itu.
"sudah, sekarang mereka sudah masuk perangkap kita" jawab pria itu.
"bagus, kalo begitu sekarang kau lanjutkan rencana kita"
"baik."
Setelah mendengar itu Kanaya menutup telfon nya dan duduk dikursi yang sudah disedia dibalkon apartemen nya itu.
Sekarang Kanaya sedang memikirkan cara 'terbaik' untuk memberikan musuh nya 'hadiah'. Kini semua sudah ia angankan, ia akan membuat semua orang yang pernah membuang itu menyesal sampai mereka tidak ingin hidup didunia ini lagi.
Namun, lamunan Kanaya harus berakhir saat ia mendapatkan telfon dari seseorang.
Tadi nya ia ingin langsung menolak nya, namun saat melihat si penelfon Kanaya mengurungkan niat nya yang berubah menjadi penasaran, kenapa dia menelfon? apakah ada masalah? atau rencana nya gagal?.
Tanpa pikir panjang Kanaya langsung mengangkat telfon nya itu dan betapa terkejut nya ia saat mendengar apa yang disampaikan oleh si penelfon.
"boss," pria itu bicara sambil mencoba untuk mengatur nafas nya.
"kenapa!" ucap Kanaya tak sabar
"boss ternyata yang boss curigai bener! didalam rumah itu ada seseorang yang tahu akan rahasia masa lalu boss besar!" pria itu pun memulai laporan nya.
"jadi, memang benar! kau pergi saja dari sana agar tidak ada yang curiga"
"ya baiklah, tadi juga hampir saja aku ketehuan" ucap pria itu panik
Saat pria itu mengetahui apa rahasia didalam rumah itu, tiba tiba saja ada seekor ****** yang menggonggo ke arah nya, ia panik dan langsung melarikan diri, itulah sebabnya saat ia menelfon Kanaya ia terlihat sangat lelah.
Setelah panggilan itu berakhir, terlihat raut wajah Kanaya yang menjadi semakin marah dan penuh dendam, kini amarah dan dendam nya semakin menjadi jadi.
"Jasmine, siapkan rencana awal kita dan biarkan mereka tau apa yang akan menanti mereka dikemudian hari" Kanaya menjadi sangat dingin saat mengucapkan itu.
Jasmine, salah satu bawahan Kanaya yang mendengar itu menjadi terkejut, ia tidak percaya bahwa wanita yang terlihat lembut dan anggun diluar ternyata sangat dingin dan penuh dendam.
"baik boss,"
Setelah mendengar itu Kanaya memutuskan sambungan telfon nya. Ia kini akan pergi untuk menjalankan rencana pertama nya.
Kanaya pun menuju ke tempat parkir yang disana sudah terparkir mobil hitam dengan model terbaru, kecepatan mobil itu hampir setara dengan kecepatan mobil sport yang terbaru, mobil dengan keamanan yang tak kalah hebat nya, mampu menahan serangan peluru dari berbagai arah.
Mobil itu adalah mobil kesayangan Kanaya, mobil itu ia beli saat ia sedang kuliah untuk menamatkan pendidikan nya Inggri 3 tahun lalu, mobil itu sebenarnya baru dirilis 1 tahun setelah nya, namun Kanaya berhasil meyakinkan pemilik perusahaan itu dan akhir nya ia pun mendapat mobil itu lebih cepat 1 tahun.
Kanaya pun masuk ke dalam mobil nya dan menyala kan mesin nya. Setelah mesin mobil nya panas ia pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Namun ia langsung menghentikan mobil nya saat melihat Karin ada didekat apartemen nya. Kanaya putuskan untuk menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kanaya pun terkejut dengan apa yang dilihat, ternyata Karin menemui seseorang yang sudah dianggap keluarga oleh Kanaya selama ini, dan Kanaya pun berniat untuk menemui nya setelah ia melancarkan pembalasan nya.
"Gi... Gina?!!" ucap Kanaya sangat terkejut.
Kanaya tidak percaya dengan apa yang ia lihat dengan mata kepala nya itu.
"bagaimana??? bagaimana mungkin?!" Kanaya bahkan tidak percaya apa yang ia lihat sekarang
Gina adalah sahabat lama Kanaya yang sudah ia anggap seperti keluarga nya sendiri, Kanaya merasa kasihan pada nya, karna Gina adalah anak yatim piatu saat bertemu dengan Kanaya.
Saat itu umur nya baru 7 tahun, saat Kanaya tidak sengaja mendengar tangisan disudut perpustakaan sekolah nya, saat itu ia melihat ada seorang gadis kecil yang dibully oleh teman teman nya sendiri, karna merasa kasihan Kanaya pun menolong nya.
Orang tua Gina meninggal karna bunuh diri, mereka tidak sanggup menahan cacian serta hinaan orang orang. Mereka mempunyai sebuah panti asuhan, mereka dianggap sebagi orang yang baik dan sangat dermawan dimata orang orang.
Namun, ternyata mereka menjual anak anak yang ada dipanti asuhan itu, mereka juga terbukti mengambil paksa anak anak itu dari orang tua yang memiliki hutang atau tidak mampu membayar kehidupan anak anak mereka.
Aksi mereka terbongkar setelah 3 tahun kemudian, banyak orang setelah itu menghina dan mencaci mereka, Gina pun juga ikut dibully oleh teman teman nya di sekolah. Namun ia tidak menyangka bahwa ada anak yang masih mau bermain dengan nya setelah semua orang menggosipkan nya.
Namun 1 tahun sebelum Kanaya pergi dari keluarga Wels, sikap Gina pada nya berubah sangat cepat dan menjadi sangat dingin kepada nya, ia pikir itu hanya sememtara, namun sampai ia pergi dari keluarga Wels pun Gina tidak pernah lagi menghubungi Kanaya.
"Gina... kenapa.. aku fikir..." Kanaya sekarang tidak bisa berkata kata lagi.
Tanpa pikir panjang Kanaya pun mengikuti kemana Karin dan Gina akan pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Evi 060989
lanjut
2020-03-11
1