16. Latihan

Markas militer.

Komandan Elvis sampai di markas. Ia berjalan menuju ke ruangan jenderal dengan mengepalkan tangan kesal serta wajah marah membuat semua orang yang berada di kantor militer ketakutan. Beberapa orang yang berada disana sempat menyapa meski diabaikan oleh komandan Elvis.

Akhirnya komandan Elvis sampai di ruangan jenderal. Namun sebelum masuk, ia mencoba menenangkan diri. Dengan mengatur nafas ia kembali dalam keadaan tenang dan tegas. Ia pun mengetuk pintu meminta ijin untuk masuk.

"Tok.. Tok.. Tok.."

"masuk!" suara tegas mengizinkan komandan Elvis memasuki ruangan.

Ia lalu membuka pintu dan masuk seorang diri menghadap seorang pria paruh baya.

Dengan badan kekar dengan mengenakan pakaian militer lengkap dengan pin Jenderal Besar terpasang di dada sebelah kiri. Ia adalah Jenderal Utama pasukan militer kerajaan Nusantara. Orang yang telah memimpin semua prajurit kerajaan dalam perang besar 20 tahun yang lalu.

"bagaimana hasilnya?" sebuah pertanyaan memulai perbincangan antara komandan Elvis dan Jenderal Utama.

"setelah kami menemui mereka di guild, mereka menolak tanpa ada jalan negosiasi lagi. Termasuk penyihir Leonardo Donovan. Bahkan setelah saya mengancam akan membunuh keluarganya sesuai perintah." komandan Elvis menjelaskan sesuai dengan apa yang terjadi di lokasi.

Jendral Utama tersenyum tertarik dengan apa yang terjadi disana." lalu bagaimana dengan reaksi dari Leonardo setelah keluarganya diancam? ".

Komandan Elvis agak ragu menjawab pertanyaan Jendral Utama mengingat kejadian setelah dirinya mengancam Leo dengan keluarganya. Namun ia tetap menjelaskan hal tersebut. "setelah saya mengancamnya dengan akan menyakiti keluarga, ia yang sebelumnya seperti anak kecil biasa yang polos, secara tiba-tiba berubah menjadi iblis kejam. Ia mengeluarkan kekuatan dengan tekanan kuat hingga membuat kami tidak bisa bergerak sama sekali. Perasaan mengancam dapat saya rasakan dari tatapannya.

Bahkan dengan keras dan jelas ia mengatakan jika dirinya tidak peduli jika ayah, ibu, dan kakaknya yang sekarang berada di akademi akhir dibunuh jika dirinya tidak mau bergabung dengan militer. Bahkan, dirinya sempat mengancam jika keluarganya terluka, ia sendiri bisa menghancurkan seluruh kerajaan. Dan menurut saya, ia tidak main-main dengan ucapannya. "

" begitu ya? Ha.. Kalau begitu jangan ganggu dia lagi. Sekarang itu bukan tugas kita karena aku sudah tahu sifatnya. Kita serahkan kepada seseorang yang mungkin mampu mengatasi dirinya." Jendral Utama menyandarkan tubuhnya ke kursi.

" Tapi Jendral! Dia bahkan berani mengancam akan menghancurkan kerajaan." komandan Elvis protes dengan keputusan Jendral.

" itu hanya menandakan jika dirinya mampu menanggung akibat setelah dirinya mengatakan hal tersebut." Jendral memperhatikan komandan Elvis dengan teliti karena merasakan perasaan kesal dari komandan Elvis kepada Leo.

"dan juga, sepertinya dia sudah mampu membuat strategi yang membuatnya terlihat licik." Jendral berjalan menuju jendela dan menatap jauh keluar. "aku semakin tertarik dengan sosoknya." batin Jendral.

"itu saja yang bisa saya sampaikan. Kalau begitu saya undur diri." komandan Elvis ijin untuk meninggalkan ruangan.

"baiklah! Ingat dengan ucapanku. Jangan mengganggunya. Kita tidak memiliki kekuatan jika dirinya sampai mengamuk."

Komandan Elvis mengangguk mengerti dan meninggalkan ruangan. Setelah menutup pintu, ia memberi perintah kepada dua prajurit yang menunggunya." sebarkan perintah. Jangan pernah menyinggung petualang Leonardo Donovan apapun yang terjadi."

Kedua prajurit mengangguk mengerti dengan perintah komandan Elvis.

#

Keesokan harinya, Leo pergi untuk berlatih sendiri di hutan. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari kediaman Meiter dengan menggunakan kuda.

Awalnya anggota Twin Tea Party menolak jika Leo pergi sendiri. Namun Leo tidak peduli dan tetap pergi.

Sampai di lokasi hutan berada, Leo membiarkan kudanya untuk merumput. Lalu memasuki bagian dalam hutan untuk segera melakukan latihan.

"sekarang aku harus bisa membuat beberapa jurus agar dapat meningkatkan kemampuan bertarungku." senyum manis terlukis di wajah Leo. Sebentar lagi ia akan memulai petualangan yang sebenarnya.

Sambil berlari, "jurus pertama!" Leo mengalirkan mana menuju kakinya. Lalu membayangkan kakinya di selimut oleh petir dan angin. Perlahan namun pasti, kecepatan gerak kaki Leo menjadi semakin cepat. Hingga..

"bruk.."

Secara tak sengaja Leo menabrak sebuah pohon lalu terjatuh. Belum ingin menyerah, Leo kembali bangkit dan memikirkan kesalahan dari jurusnya tersebut.

"hmm.." Leo berfikir dan menemukan sebuah solusi. "saat berlari, manusia mampu mencapai kecepatan melebihi kecepatan dari kecepatan maksimum. Namun karena membawa beban tubuh, manusia tidak mampu melebihi kecepatan maksimal." pemikiran tersebut membuat Leo mencari cara agar dirinya menjadi sangat ringan agar kecepatan miliknya meningkat.

Leo mengalirkan mana ke seluruh tubuh agar dirinya tidak memiliki massa menggunakan sihir gravitasi. Cahaya tipis melapisi tubuhnya hingga ia merasakan jika beratnya sekarang menjadi lebih ringan di bandingkan sehelai bulu.

Leo melanjutkan mengetes jurus barunya kembali. Awalnya terasa biasa hingga sampai saat ia mencapai kecepatan maksimal. Ia semakin cepat, menjadi semakin tidak terkendali. Beberapa kali ia harus menabrak pohon dan semak lalu terjatuh.

Kelemahan berikutnya adalah, kemampuan mengamati dalam kecepatan tinggi. "huhh.. Ibarat naik motor tidak menggunakan helm. Apa lagi jika ada serangga yang lewat lalu mengenai mata.

Leo kembali mengalirkan mana menuju kelima panca indra. Setelah melakukan hal tersebut, Leo merasa jika semua indra ya menjadi semakin sensitif. Bahkan Leo dapat menyadari jika sekelompok hewan sudah memperhatikan tingkah Leo yang membuat Leo tersenyum menemukan target untuk menjadi samsak tinju latihan hari ini.

Dengan konsentrasi penuh, Leo mengalirkan mana ke seluruh tubuh untuk menggunakan setiap keterampilan agar dapat berhasil.

Flash Step.

Anti gravity.

Five sense

Dengan menggunakan jenis sihir tadi, ia memberi nama jurusnya dengan nama "Full Assasin." karena jurus tersebut memang juru untuk para pembunuh bayaran atau mata-mata yang takut jika berhadapan langsung dengan target.

Leo sekarang mampu mengetahui lokasi dari target. Bahkan mampu mengetahui jenis target apa yang akan segera ia buru.

Secara tiba-tiba Leo berlari dengan kecepatan tinggi dengan akselerasi dari 0 km/jam menjadi 250 km/jam dalam kurun waktu tidak lebih dari 1/2 detik. Dengan kecepatan tersebut, Leo menargetkan King wolf yang kebetulan masih sendiri. Namun dengan mudah King wolf menyadari kehadiran Leo dan menghindar sebelum Leo dan King wolf tidak sampai berjarak 10 meter.

Leo menyadari reaksi dari King wolf, banyak spekulasi jika mungkin hawa kehadiran dirinya mampu di deteksi. Atau mungkin menggunakan suara. Atau hanya sebuah kebetulan.

Meski hanya kebetulan, tidak mungkin akan berarti oleh Leo yang sekarang berubah menjadi assasin. Leo lalu pergi berlari dengan kecepatan sangat tinggi mengikuti kata hati hingga ia mampu menguasai jurus barunya.

Ia berlatih mengendalikan Kecepatan hingga akhirnya ia mampu menguasainya. Sekarang Leo hanya akan pergi untuk mengetes kembali jurus tersebut

Terpopuler

Comments

first

first

20

2021-07-06

2

lihat semua
Episodes
1 01. Pesan Kematian!
2 02. Di kirim ke Dunia Lain
3 03. Sihir
4 04. Kegiatan sehari-hari
5 05. Muka gosong ayah
6 06. Berangkat!
7 07. Naga
8 08. Kembali ke Guild.
9 09. Pedang Gila
10 10. Tekanan
11 11. Menjual Hasil Buruan.
12 12. Membuang Sampah.
13 13. Ancaman
14 14. Kedatangan Diego Meiter
15 15. Kakek Diego
16 16. Latihan
17 17. Full Assasin
18 18. Ikan Besar
19 19. Di Kepung.
20 20. Negosiasi
21 21. Menuju Asosiasi Penyihir.
22 22. Dibuat Kesal.
23 23. Tes Masuk
24 24. Tes Kekuatan Serangan.
25 25. Akhir dari Tes.
26 26. Tamu Elit.
27 27. Pertandingan.
28 28. Penggangu
29 29. Quest S rank.
30 30. Perjalanan ke Gunung Phoenix.
31 31. Serangan Serigala.
32 32. Menuju kota Argus
33 33. Duke Gustaf.
34 34. Duel Sparing.
35 35. Menuju Toko Pandai Besi.
36 36. Menempa Pedang.
37 37. Uji Pedang.
38 38. Pertemuan Yang Tak Terduga
39 39. Jubah Identitas.
40 40. Awal Melawan sang Phoenix.
41 41. Akhir Perlawanan Phoenix.
42 42. Menjelajah Gua Aneh.
43 43. Pahlawan? Azazel?
44 44. Satu bulan Kemudian.
45 45. Keindahan Alam!
46 46. Pulang!
47 47. Hamil?
48 48. Modifikasi Informasi.
49 49. Perencanaan.
50 50. Sampai di Akademi Awal.
51 51. Tomen Jheri.
52 52. Penampilan sihir.
53 53. Penampilan Orang Aneh.
54 54. Penampilan Tomen dan Anatasya.
55 55. Sihir Tingkat Legenda.
56 56. Anggota Istimewa.
57 57. Perbincangan Dengan Raja.
58 58. Menikah?
59 59. Kembali Ke Kediaman Meiter.
60 60. Jaaccckkkk...
61 61. Menuju kota Kenji.
62 62. Penyerangan Black Guild.
63 63. Phanter VS Leo.
64 64. Akhir penyerangan.
65 65. Rombongan Bantuan!
66 66. Persiapan Membangun.
67 67. Bangunan dan Interior.
68 68. Parit.
69 69. Menstruasi.
70 70. Yang Terjadi Semalam.
71 71. Satu Minggu Kemudian.
72 72. Hilang.
73 73. Keberangkatan Brock.
74 74. Tugas Baru.
75 75. Rencana Industri.
76 76. Selesai Pembangunan.
77 77. Ulang Tahun Leo.
78 78. Ingin Menjadi Seperti Ibu.
79 79. Keanehan Para Penjaga.
80 80. TOK TOK TOK. FBI!
81 81. Hal tak terduga.
82 82. Assasin Tak Dikenal.
83 83. Lokasi Pelatihan.
84 84. Penyiksaan.
85 85. Pengakuan.
86 86. Konspirasi Gordon.
87 87. Unit Khusus.
88 88. Tugas Asosiasi.
89 89. Kembali Hitam.
90 90. Identitas lain Leo.
91 91. Leo VS Bandit.
92 92. Akhir Hidup pempin Bandit.
93 93. Anggur Terenak.
Episodes

Updated 93 Episodes

1
01. Pesan Kematian!
2
02. Di kirim ke Dunia Lain
3
03. Sihir
4
04. Kegiatan sehari-hari
5
05. Muka gosong ayah
6
06. Berangkat!
7
07. Naga
8
08. Kembali ke Guild.
9
09. Pedang Gila
10
10. Tekanan
11
11. Menjual Hasil Buruan.
12
12. Membuang Sampah.
13
13. Ancaman
14
14. Kedatangan Diego Meiter
15
15. Kakek Diego
16
16. Latihan
17
17. Full Assasin
18
18. Ikan Besar
19
19. Di Kepung.
20
20. Negosiasi
21
21. Menuju Asosiasi Penyihir.
22
22. Dibuat Kesal.
23
23. Tes Masuk
24
24. Tes Kekuatan Serangan.
25
25. Akhir dari Tes.
26
26. Tamu Elit.
27
27. Pertandingan.
28
28. Penggangu
29
29. Quest S rank.
30
30. Perjalanan ke Gunung Phoenix.
31
31. Serangan Serigala.
32
32. Menuju kota Argus
33
33. Duke Gustaf.
34
34. Duel Sparing.
35
35. Menuju Toko Pandai Besi.
36
36. Menempa Pedang.
37
37. Uji Pedang.
38
38. Pertemuan Yang Tak Terduga
39
39. Jubah Identitas.
40
40. Awal Melawan sang Phoenix.
41
41. Akhir Perlawanan Phoenix.
42
42. Menjelajah Gua Aneh.
43
43. Pahlawan? Azazel?
44
44. Satu bulan Kemudian.
45
45. Keindahan Alam!
46
46. Pulang!
47
47. Hamil?
48
48. Modifikasi Informasi.
49
49. Perencanaan.
50
50. Sampai di Akademi Awal.
51
51. Tomen Jheri.
52
52. Penampilan sihir.
53
53. Penampilan Orang Aneh.
54
54. Penampilan Tomen dan Anatasya.
55
55. Sihir Tingkat Legenda.
56
56. Anggota Istimewa.
57
57. Perbincangan Dengan Raja.
58
58. Menikah?
59
59. Kembali Ke Kediaman Meiter.
60
60. Jaaccckkkk...
61
61. Menuju kota Kenji.
62
62. Penyerangan Black Guild.
63
63. Phanter VS Leo.
64
64. Akhir penyerangan.
65
65. Rombongan Bantuan!
66
66. Persiapan Membangun.
67
67. Bangunan dan Interior.
68
68. Parit.
69
69. Menstruasi.
70
70. Yang Terjadi Semalam.
71
71. Satu Minggu Kemudian.
72
72. Hilang.
73
73. Keberangkatan Brock.
74
74. Tugas Baru.
75
75. Rencana Industri.
76
76. Selesai Pembangunan.
77
77. Ulang Tahun Leo.
78
78. Ingin Menjadi Seperti Ibu.
79
79. Keanehan Para Penjaga.
80
80. TOK TOK TOK. FBI!
81
81. Hal tak terduga.
82
82. Assasin Tak Dikenal.
83
83. Lokasi Pelatihan.
84
84. Penyiksaan.
85
85. Pengakuan.
86
86. Konspirasi Gordon.
87
87. Unit Khusus.
88
88. Tugas Asosiasi.
89
89. Kembali Hitam.
90
90. Identitas lain Leo.
91
91. Leo VS Bandit.
92
92. Akhir Hidup pempin Bandit.
93
93. Anggur Terenak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!