Di halaman tempat biasa Leo berlatih pedang, Leo, Alex, dan ayahnya sudah siap dengan pedang yang mereka bawa. Dengan santai ayah memulai latihan yang sudah seminggu tidak ia lakukan bersama kedua anaknya.
"baiklah! Kita mulai latihannya." Ucap ayah.
Dengan strategi yang telah Leo dan Alex siapkan mereka bersiap dengan posisi Alex di depan dan Leo di belakang sebagai suport.
Melihat posisi anaknya, ayah mulai curiga dengan strategi yang akan digunakan oleh mereka. Namun ia tak memikirkan terlalu jauh dan hanya akan menilai serangan mereka.
Alex langsung membuka serangan dengan mengayunkan pedang vertikal ke arah ayah dan hanya ditahan dengan pedangnya. Namun ayah tidak menduga kalau Alex juga akan menyerang dengan tendangan ke arah perut ayah hingga menyebabkan ayah mundur satu langkah.
Lalu Alex kembali menyerang dengan gerakan yang sama namun tidak ditangkis oleh ayah. Melainkan hanya menghindar dan balik menyerang Alex. Oleh Alex serangan ayah ditahan meski tidak sanggup menahannya terlalu lama karena perbedaan kekuatan.
Tanpa diduga Leo yang dari tadi mengamati juga ikut menyerang perut ayah namun dapat dengan mudah dihindari.
"serangan kalian terlalu mudah diprediksi!" Ucap ayah.
Lalu Leo mulai mengeluarkan sihir api dan mengarahkannya ke muka ayah dari jarak dekat. Alhasil serangannya mengenai target hingga membuat ayah kehilangan keseimbangan karena serangan tak terduga.
"bomm."
Dengan cepat Alex menyerang kaki ayahnya dan membuatnya terjatuh. Lalu dengan sigap Leo melompat dan menduduki ayahnya dan memukul wajah ayahnya yang terlihat gosong karena sihir apinya.
"buk.. Buk.. Bukk..." suara pukulan Leo.
"hahha.. Kami menang!" Ucap Leo.
Melihat tingkah adiknya membuat Alex tertawa. "hahaha."
"hei! Itu curang! Sejak kapan kamu bisa menggunakan sihir?" tanya ayah yang masih terlentang diduduki Leo.
"sejak ayah pergi!" jawab leo.
"Hah? Sejak kami pergi ke kediaman keluarga ibumu?" tanya ayah memastikan.
Leo hanya mengangguk dan membenarkan perkataan ayahnya. Lalu ayah dengan mudah bangkit dan mengangkat Leo.
Ayah memerhatikan Leo dengan teliti. Ia bahkan terheran-heran dengan pernyataan Leo. Bahkan menurutnya Leo seharusnya belum membangkitkan kekuatan magis. Namun dapat dengan mudah ayah merasakan aliran mana yang berada di tubuh Leo.
Ibu yang dari tadi memperhatikan latihan mereka langsung mendekat untuk memeriksa tubuh Leo. Yang ibu rasakan hanya kapasitas mana yang cukup kecil karena Leo memang menyembunyikan kekuatan aslinya dengan sangat baik.
Lalu ibu memeluk Leo dan berkata. "ternyata anak ibu ini adalah penyihir."
Namun ayah bertanya kepada ibu tentang kasus yang dihadapi oleh Leo. Karena para penyihir biasanya akan membangkitkan kekuatannya saat berumur 8 - 10 tahun.
"Kenapa Leo bisa membangkitkan kemampuan sihir di usia yang bahkan belum genap 5 tahun?"Ucap ayah.
" Mungkin karena Leo berbakat. Jadi ia bisa membangkitkan kekuatan sihirnya lebih awal." jawab ibu.
Mendengar percakapan orang tuanya, Leo hanya tersenyum seakan tidak mengerti apa yang dibicarakan mereka. Namun nyatanya ia sangat paham dengan apa yang disebutkan ibu dan ayah.
Hari - hari berikutnya tetap dengan kegiatan biasa. Namun Leo juga menambah satu kegiatan yaitu berlatih sihir dengan ibunya. Meski bukan penyihir tingkat tinggi, ibunya Leo masih termasuk dalam penyihir yang berbakat.
Dengan pengetahuan yang cukup banyak tentang sihir, Leo di beri pengajaran sederhana oleh ibu. Leo pun mengikuti dengan semangat meski dirinya lebih mengerti dibandingkan ibunya.
6 tahun kemudian.
Leo yang sudah berumur 10 tahun hendak pergi berpetualang bersama party kenalan ayahnya. Ia yang seharusnya masuk ke akademi awal memutuskan untuk tidak ikut karena ia bukan ahli waris.
Meski begitu ia masihlah bagian dari keluarga Baron Donovan. Kakaknya yang sekarang telah masuk ke akademi akhir juga masih sering mengirimkan surat untuk Leo. Alex menceritakan pengalamannya di akademi untuk memberikan pengetahuan dasar kepada Leo.
Sekarang Leo dan orang tuanya sedang menunggu kedatangan party yang akan membawa Leo. Ayah sangat bersemangat karena cukup lama juga mereka tidak bertemu dengan kawan lama ayah semasa jadi prajurit.
Sementara Leo tidak sabar melihat seperti apa anggota party yang akan ia ikuti nanti.
"itu mereka datang. Hahha.. Masih dengan kereta kuda yang sama." Ucap ayah yang memperhatikan sebuah kereta kuda yang mendekat.
Tampak sebuah kereta kuda sederhana dengan terlihat terbuat dari logam di seluruh bagian kereta. Dan kuda berukuran besar berwarna hitam menariknya.
" pantas kudanya besar! Yang ditarik udah pasti berat!" gumam Leo.
Kereta kuda berhenti tepat di halaman rumah keluarga Donovan. Keluarlah 4 orang yang berbeda postur.
"Yo! Donovan! Lama tak jumpa!" Ucap salah satu anggota party.
"Jack! Lama tak jumpa. Sepertinya kamu masih lajang! Hahahaha.." balas ayah yang diikuti tawa semua orang.
"Sialan kau!" lalu Jack melihat ke arah Leo. "jadi ini anak yang ingin kau titipkan?" ucapnya sambil menatap wajah Leo.
Menurut Leo, Jack adalah tipe orang yang mudah bergaul. Dengan bentuk tubuh kecil berotot dan wajah tampan meski Leo lebih tampan membuatnya tampak seperti seorang kapten yang dapat diandalkan. Atau lebih seperti orang yang sering menjadi bahan tertawaan anggota party.
"Halo. Namaku Leonardo Donovan." Ucap Leo memperkenalkan diri.
"ah iya! Namaku Jeremi. Yang lain biasa memanggilku Jack. Salam kenal." Ucap Jack sambil mengulurkan tangan kanannya dengan senyum khasnya.
Leo pun menerima jabat tangan Jack dan tersenyum balik. Lalu dua anggota lain yang merupakan wanita mendekat memperkenalkan diri.
" hai Leo! Namaku Elena! Dan ini Sylf! Dia dari bangsa elf!" Ucap Elena.
" Hai Elena. Hai Sylf." Ucap Leo yang cukup terkejut saat menyadari kalau anggota party ini ada yang berasal dari ras elf.
Tiba-tiba Sylf mendekat dan langsung memeluk Leo dengan sangat erat!" Kyaaaa... Imutnya! "
Sylf memeluk Leo dengan sangat erat apalagi kepala Leo berada di antara gunung kembar milik Sylf yang bisa dibilang besar membuat Leo hampir kehabisan napas.
Leo pun memberontak mencoba melepaskan pelukan Sylf. Dan akhirnya berhasil melepaskan diri.
Lalu anggota yang terakhir dikenakan oleh Jack.
"Ah dia Brock. Dia hanya bisa mengucapkan kata Ho.. Meski badannya besar dan wajahnya seram, dia adalah orang yang paling baik diantara semua anggota party." Ucap Jack mengenalkan Brock.
Brock yang selesai diperkenalkan langsung mengangkat tangan dan berkata" Ho.. "
Leo pun juga mengikuti apa yang dilakukan Brock.
" kita masuk dulu saja! Kenapa kalian tidak menginap disini selama semalam? " Ucap ayah.
" sebaiknya kami kembali melanjutkan perjalanan karena masih ada misi yang harus kami lakukan. " Ucap Jack.
" Tapi aku sudah memasak sop kepala ikan spesial!" Ucap ibu.
Mendengar apa yang dimasak ibu, Jack, Elena, dan Sylf seakan mengetahui kenikmatan masakan ibu. Tampaknya mereka juga pernah makan masakan ibu yang menurut Leo sendiri sudah sangat enak dengan bahan bumbu yang cukup terbatas di dunia ini.
" Ehemm. Kalau sop kepala ikan, sepertinya misinya masih bisa menunggu." Ucap Jack sambil menggaruk kepala belakang yang tidak gatal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Ya Fi
bukannya 11thn bang itu
2023-09-24
0
BAD•
mntp
2021-07-10
0
G L U T O N Y {KERAKUSAN}
next
04:57
2021-07-07
2