Keesokan harinya, mereka kembali berangkat menuju ke gunung Agroo. Tentu selama perjalanan mereka sering diserang oleh beast tingkat C.
Dalam pertarungan mereka selama perjalanan, Leo mengetahui hal unik tentang cara mereka bertarung. Seakan ingin menyembunyikan tentang kemampuan, mereka hanya akan mengeluarkan senjatanya saat melakukan pertarungan.
"mereka seperti power ranger saja. Akan berubah saat bertarung." gumam Leo.
Tujuan mereka adalah puncak dari gunung Agroo. Dan sebelum mencapai puncak, mereka kembali diserang oleh beast. Namun beast ini berbeda dengan beast sebelumnya.
Serigala dengan tinggi 3 meter menghalangi perjalanan. Cukup jarang ada beast rank A muncul di alam liar. Apa lagi serigala ini telah berevolusi. Hal tersebut ditandai dengan munculnya tanduk kristal yang ada di kepalanya.
Dengan cepat Brock yang sebelumnya hanya memakai baju dan celana biasa, sekarang mengenakan armor lengkap, tameng, dan sebuah tombak tebal sepanjang satu setengah meter.
Dengan tamengnya, Brock menahan serangan serigala lalu mencoba menusuk tubuhnya dengan tombak miliknya. Namun karena kelincahannya, serigala tersebut berhasil menghindari serangan Brock.
Jack pun tidak tinggal diam. Ia berubah mengenakan armor di bagian atas dan membawa dua pedang besar sepanjang satu meter dan lebar dua puluh centi meter. Lalu menyerang dengan cepat dan kuat ke arah serigala menggunakan pedang di tangan kanannya.
Serangan tersebut hanya bisa menyebabkan goresan kecil karena serigala masih mampu menghindari serangan Jack yang mengarah ke titik vital serigala.
Sementara Jack dan Brock berusaha mengalahkan serigala tersebut, Elena yang seorang assasin naik ke atas pohon untuk memperhatikan sekitar. Ditakutkan beast ini membawa kelompoknya.
Kembali ke pertarungan Jack dan Brock. Mereka masih mencoba mengalahkan beast rank A tersebut. Namun karena kecepatan lawan yang gesit, mereka berdua kesulitan untuk menyerang titik vital dari serigala tersebut.
Sylf juga ikut membantu dengan menembakkan puluhan anak panah guna mengurangi ruang gerak serigala. Lalu Brock menggunakan skill aktif tank yaitu profokatif. Dimana target hanya akan menyerang pengguna skill.
Serigala pun menyerang Brock dan secara bersamaan Jack menusuk serigala dengan pedangnya hingga menembus jantung.
"jleb.."
Setelah membunuh serigala, tubuhnya langsung dimasukkan ke cincin spasial Brock. Agar tidak mengundang beast yang merepotkan. Karena mereka belum sampai ke lokasi tujuan yang ada di pusat gunung Agroo.
Setelah beberapa menit berjalan, mereka menemukan sebuah goa yang sangat besar. Kemungkinan goa ini adalah sarang monster atau sebuah dungeon.
"bagaimana Elena? Apa ada yang aneh dengan goa ini?" tanya Jack.
Elena lalu turun ke bawah dan berkata "sepertinya ini sarang monster! Karena tidak ada beast yang berada di sekitar."
Leo yang penasaran menyebarkan mananya untuk mengetahui isi dari dalam goa tersebut. Ia pun mengetahui dari bentuk mana yang pekat dan jumlahnya yang sangat besar.
"kak Jack! Sepertinya di dalam ada satu monster berukuran 7 meter. Dari bentuknya sepertinya itu jenis naga." Ucap Leo.
Jack, Elena, Sylf, dan Brock menatap Leo heran. "bagaimana kamu bisa tau?" tanya Elena.
"aku bisa menyebarkan manaku ke sekitar untuk lebih memperjelas keadaan sekitar. Jadi aku mencoba untuk fokus menyebarkan manaku ke goa ini!" jawab Leo.
Semuanya semakin terkejut dengan jawaban Leo. Dengan kata lain ia bisa menggunakan sihir pengamat area.
" bukannya kamu ini penyihir tipe penyerang? Kenapa bisa menggunakan sihir tipe non elemen?" Ucap Jack.
Bagaimana pun sihir penyerang, biasanya digunakan oleh penyihir elemen. Jadi sangat jarang ada orang yang bisa menggunakan sihir elemen dan non elemen.
" yah.. Karena aku bisa menggunakan sihir apa saja yang aku pahami! "Ucap Leo dengan wajah santai.
" Jadi begitu, saat kita ada di dalam, kau tidak usah ragu untuk menyerang! Serang saja target sesuai aba-aba dariku. " Ucap Jack.
" ok! " jawab Leo.
" Kalau begitu ayo masuk! " mereka pun masuk ke dalam goa dengan equipment terbaiknya.
Suasana goa cukup senyap dengan suara napas yang semakin lama semakin keras. Sampai di ujung goa, terlihat ruangan yang lebih luas dengan bagian atas yang terhubung dengan lubang puncak gunung.
Di tengah ruangan tersebut terlihat seekor naga berwarna merah yang sedang tertidur.
Merasakan ada yang memasuki sarangnya, naga tersebut membuka mata dan berdiri. Naga tersebut memiliki ukuran besar dengan tinggi tujuh meter. Meski begitu, dengan ukuran tersebut bisa dibilang masih kecil dibandingkan dengan ukuran rata-rata naga yang pernah di kalahkan. Bahkan di catatan kuno, per ada naga yang ukuran kepalanya saja sebesar ukuran gerbang kota besar.
Melihat kelompok Leo, naga tersebut langsung menyemburkan apinya dari dalam mulutnya. Api dengan warna merah hendak membakar kelompok Leo namun masih dapat dihindari oleh mereka.
"Brock! Tahan!"
Dengan instruksi Jack, Brock langsung maju kedepan naga untuk menahan serangannya. Sementara Jack mencari celah untuk menyerang.
"tang..." suara tameng Brock yang diserang dengan cakar tajam naga hingga menyebabkan Brock mundur beberapa meter. Lalu Jack menyerang bagian punggung sekuat tenaga namun hanya meninggalkan goresan kecil.
"sisinya terlalu keras!" Ucap Jack.
Merasa ada yang menyerang punggungnya, naga tersebut menoleh dan menyerang Jack namun gagal karena Elena yang mulai menyerang wajahnya dengan sangat cepat untuk mengganggu penglihatannya. Sylf lalu menyerang dengan anak panahnnya dengan target kedua mata naga.
"Swuss.. Jleb.."
Dalam satu kali percobaan, Sylf berhasil mendaratkan serangan hingga melukai mata naga. Naga pun marah dan menyemburkan nafas apinya ke sembarang arah.
Anggota party pun mundur menjaga jarak. Setelah selesai, naga tersebut mencoba terbang namun dengan cepat Leo menggunakan elemen tanahnya dan membentuk sepasang tangan lalu menahan naga tersebut agar tidak terbang.
"Semuanya! Fokuskan serangan kalian ke arah dadanya." Ucap Jack.
Brock bersiap di posisi untuk menahan serangan naga. Leo mengalirkan mananya ke telapak tangan untuk meningkatkan kekuatan serangan Sylf pada satu anak panahnnya.
Sementara Jack merapalkan mantra untuk menggunakan serangan terkuatnya, Elena mengganggu pandangan naga dengan serangan cepat pada kepala.
Sinar keemasan manyelimuti kedua pedang Jack. Hal tersebut menandakan jika Jack sudah siap dengan serangan tersebut.
Sylf lalu melepaskan anak panahnya.
"Swiss.." lesatan anak panah dengan sinar merah karena penambahan kekuatan dari Leo meningkat dan langsung mengenai sasaran.
Meski hanya bisa merusak satu sisik, namun hal tersebut cukup untuk mempermudah serangan Jack.
Jack pun berlari ke arah naga dengan pedang yang bercahaya. Menyadari serangan tersebut, naga pun mengabaikan Elena yang mengalihkan pandangannya dan mencoba menyerang Jack yang hendak menyerang core miliknya.
Namun oleh Brock, serangan naga tersebut di tahan agar Jack bisa melancarkan serangan terkuatnya.
"Ahhhh..." teriak Jack yang melompat dan menghujam dada naga tersebut dengan kedua pedangnya. Seketika cahaya yang mengilaukan muncul di dada naga. Lebih tepatnya pada core miliknya.
"Grooaaww..." keras suara naga yang corenya hancur karena serangan Jack.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
anggita
naga🐉🐲
2021-07-07
1
G L U T O N Y {KERAKUSAN}
next
05.02
2021-07-07
0
first
22
2021-07-06
2