Hingga dimana Leo menemukan adanya rusa dewasa berada tak jauh darinya. Leo pun memberitahu Alex.
"kak! Itu ada rusa!" Ucap Leo.
Alex menoleh melihat rusa dengan ukuran yang cukup besar. Mereka berdua bersembunyi agar rusa tersebut tidak menyadari keberadaan mereka. Perlahan namun pasti, rusa mendekati dua bersaudara yang sedang bersembunyi dibalik pohon.
Setelah cukup dekat, Alex mulai menarik busur panahnya bersiap menargetkan rusa. Leo sendiri sudah siap dengan pedang ditangan.
Alex mulai membidik dan melepaskan anak panah. "jleb.." Lesatan anak panah dengan cepat mengenai target. Namun bukan pada bagian yang fatal.
Melihat kakaknya gagal, Leo langsung mengejar rusa yang hendak melarikan diri. Sementara Alex menyiapkan anak panah kedua dan menargetkan rusa kebali.
Leo yang mengejar rusa tentu tidak mampu menandingi kecepatannya. Tubuhnya yang masih berusia 5 tahun membuatnya kurang dalam hal stamina. Namun satu lesatan anak panah kembali mengarah ke rusa dan "jleb..." panah kedua berhasil mengenai bagian kepala rusa.
Leo yang mendapati rusanya terluka di kepala, segera mendekat dan langsung menyerang bagian leher hingga terputus.
"cling..
Alex lalu mendekat dan segera membawa hasil buruannya kembali ke rumah. Dengan dibawa di atas pundak mereka kembali tanpa terluka. Meski dengan rusa yang masih mengeluarkan darah dari lehernya.
Leo hanya membawa kepala rusa yang ia potong tadi. Sambil bertanya kepada kakaknya.
"Kenapa kakak membawanya kembali dengan keadaan utuh?"
"karena aku tidak tau cara memotongnya!" jawab Alex.
"Sudah ku duga" gumam Leo.
#
Sesampainya di rumah, Alex menyerahkan tubuh rusa kepada Bibi Ijah. Oleh bibi Ijah dibersihkan dan dipotong. Lalu diolah menjadi steak untuk makan malam.
Alex dan Leo melanjutkan kegiatan mereka dengan berlatih pedang hingga sore. Namun saat menjelang malam, seorang warga datang ingin menemui ayahnya sambil terengah-engah.
"Tuan Alex! Dimana ayahmu?" tanya warga tersebut.
"maaf! Ayah sedang berada di rumah keluarga ibu. Ada apa?" tanya balik Alex.
Sambil menunjuk, warga tersebut berkata. "Ada beast serigala di pintu gerbang!"
Alex dan Leo terkejut dengan pernyataan yang warga itu katakan. Alex memberanikan diri untuk ikut membantu menghadapi beast menggantikan ayahnya yang sedang pergi.
Leo dan Alex mengikuti warga tersebut menuju pintu gerbang tempat beast itu muncul. Dengan bersenjatakan pedang besi yang biasa mereka gunakan untuk latihan.
Sesampainya di lokasi, Leo dan Alex melihat serigala berwarna putih sedang menyerang para penjaga. Mereka cukup kesulitan karena beast itu sangat lincah.
Alex langsung menggunakan skill penguatan tubuh dan menyerang beast tersebut. Namun usahanya sia-sia. Alex masih tidak mampu menandingi kecepatan serigala.
Leo lalu membantu kakaknya dengan menggunakan sihir api ke arah serigala tersebut. Meski tidak mengenai secara langsung, namun berhasil mengganggu pergerakan serigala.
Melihat serigala kehilangan fokus pada dirinya, Alex memanfaatkan kesempatan ini dan langsung menyerang bagian vital dari beast tersebut. Dan berhasil membunuhnya.
Semua warga yang melihat kejadian tersebut bersorak. Meski itu hanya beast tingkat rendah, namun sangat jarang ada beast di wilayah baron Donovan.
Karena kejadian ini Alex berhasil memberikan citra yang baik. Para warga yang menjadi semakin merasa aman jika Alex menjadi penerus keluarga Donovan.
Para penjaga lalu mengurus mayat beast serigala tersebut. Sementara Alex dan Leo hendak kembali ke kediaman mereka.
Sesampainya mereka di mansion, mereka disambut dengan bau lezat dari masakan bibi Ijah.
"makan malam sudah siap! Sebaiknya kalian mandi dulu sebelum makam." Ucap bibi Ijah.
Mereka pun mandi dan berganti baju. Lalu menyantap makan malam mereka. Semur daging rusa dan steak menjadi menu makan malam mereka.
Setelah selesai makan malam, kegiatan mereka berlanjut dengan belajar.
" Leo! Sejak kapan kamu bisa menggunakan sihir?" tanya Alex.
"Sejak kemarin!" jawab Leo. Leo menjawabnya asal karena ia tidak ingin dirinya menjadi pusat perhatian. Cukup dikenal sebagai seorang penyihir cukup untuk dirinya sekarang.
" Ooo."
Sebuah ide terlintas di benak Alex. "bagaimana jika besok kita berlatih dengan sihirmu. Supaya saat ayah kembali, dia akan terkejut dengan kemampuan kita." Ucap Alex.
Memikirkan rencana Alex, Leo mulai bersemangat. Iya juga sebenarnya sudah kesal dengan latihan yang diajarkan oleh ayahnya. Karena latihannya sering membuat Leo dan Alex menjadi lawan duel ayahnya yang seorang prajurit veteran.
" ok! Aku juga ingin mengerjai ayah!" Ucap Leo. Setelahnya mereka selesai belajar dan bersiap tidur.
Keesokan paginya seperti biasa mereka melakukan kegiatan masing-masing. Hingga sore dimana kakak beradik itu akan melakukan latihan pedang bersama. Namun yang membedakan, Leo sekarang juga menggunakan sihir dalam latihannya.
Sambil memikirkan strategi untuk mengalahkan ayah mereka. Dan melakukan sihir seakan Leo masih pemula dalam sihir. Meski sebenarnya, ia sudah sangat ahli dalam sihir.
Itu mereka lakukan setiap hari hingga hari dimana orang tua mereka kembali.
Saat siang hari dan matahari bersinar terang, kereta kuda yang digunakan oleh orang tua Leo kembali. Dengan suasana hati senang, Leo dan Alex menyambut mereka.
Rasa rindu yang menyerang ibunya membuatnya langsung turun dan berlari memeluk kedua anaknya. Dengan mencoba untuk melepaskan diri, Leo dan Alex mengucapkan selamat datang.
"selamat datang kembali ibu." Ucap mereka dengan pelan karena didekap ibunya.
"ibu sangat merindukan kalian! Apa kalian makan dengan teratur? Tidur? Mandi?" Ucap ibu.
"lepaskan dulu mereka sayang." Ucap ayah. Ia turun dari kereta dan membawa oleh-oleh dari keluarga Liana.
Liana lalu melepaskan pelukannya dan menggendong Leo. Meski sudah pernah merasakan kehidupan sebelumnya, Leo tetap merasa senang dengan perlakuan ibunya padanya. Karena ini adalah bentuk kasih sayang keluarga yang ia inginkan dari dulu.
Sementara Alex membantu ayah memindahkan barang dari kereta. Meski tidak berat namun banyak barang pemberian keluarga ibunya.
Dalam pelukan ibu, Leo bertanya tentang perjalanan mereka. "ibu! Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Leo.
"perjalanannya membosankan. Ibu tidak bisa melihatmu selama satu minggu membuat ibu khawatir dengan keadaan kamu!" Ucap ibu sambil mencium pipi Leo.
Mendengar ucapan ibunya membuat Leo senang. Namun tak berselang lama ayah Leo datang untuk mengajak Leo latihan.
" senangnya melihat istri dan anakku bersama. Setelah seminggu murung karena khawatir. Tapi sekarang waktunya kita tes apa kamu latihan dengan rutin atau tidak." Ucap ayah.
"besok sajalah sayang! Aku masih ingin bersama Leo!" Ucap ibu.
Sebenarnya Leo juga malas meladeni ayahnya yang sering mempermainkannya selama latihan. Tapi melihat Alex yang sudah siap dibelakang ayahnya sambil mengedipkan satu matanya membuat Leo kembali bersemangat untuk mengalahkan ayahnya.
Dengan lembut Leo melepaskan pelukan ibunya dan menuju ke arah halaman untuk latih tanding diikuti oleh ayah dan kakaknya.
Ibunya yang ditinggalkan oleh Leo menjadi sedikit kecewa karena dirinya masih sangat rindu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
BAD•
mantap
2021-07-10
1
G L U T O N Y {KERAKUSAN}
next :04:53
2021-07-07
1