Mereka keluar dan disambut dengan gemuruh para warga yang panik karena tekanan yang meraka rasakan beberapa waktu yang lalu. Meski tekanan tersebut telah menghilang, namun hal tersebut masih membuat semua orang merasa was-was. Mereka takut jika tekanan tersebut berasal dari pasukan iblis yang akan menyerang mereka.
Leo dan yang lainnya mengabaikan kepanikan para warga. Mereka berjalan menuju ke tempat penjualan mayat beast yang berada di samping gedung guild. Mereka masuk dan tampak kalau di dalam cukup sepi.
"kenapa tempat ini sangat sepi? Biasanya banyak orang yang menjual buruan mereka." Ucap Jack.
"mereka kembali berkumpul dengan kelompok mereka karena merasakan ancaman beberapa saat yang lalu." Ucap petugas.
Jack menatap Leo yang seperti merasa tak bersalah meski semua keributan ini disebabkan oleh dirinya. Lalu Jack menghela nafas mencoba melupakan perbuatan Leo. Dia pun kembali menuju tujuan awalnya, menjual hasil misinya.
" Aku kemari untuk menjual beast rank S." Ucap Jack.
Mendengar hal tersebut, membuat penjaga langsung mengarahkan Jack dan yang lain menuju ke ruangan belakang. Ruangan tersebut adalah ruangan yang digunakan untuk memilah hasil buruan untuk diproses.
"anda bisa mengeluarkannya disini!" Ucap petugas sambil menunjuk ke sebuah meja panjang yang terbuat dari besi.
Brock pun langsung mengeluarkan tubuh naga tersebut di atas meja dari cincin spasialnya.
Melihat tubuh naga tersebut membuat penjaga tersebut sangat terkejut. Sangat langka ada yang mampu mengalahkan beast rank S seperti naga ini.
Petugas tersebut lalu memperhatikan dengan sangat serius dan mulai mengidentifikasi mulai dari berat, panjang, umur, dan harga perkiraan pasar.
Setelah beberapa saat mengidentifikasi, petugas tersebut memberikan kesimpulan "naga ini masih muda. Dengan beast core yang hancur, perkiraan harga... Hemm.." penjaga pun menghitung jumlah harga untuk tubuh naga ini.
"jika di hitung semua bagian tubuhnya, maka aku memberikan harga sebesar 120 koin emas. Bagaimana?" Ucap petugas.
"sebentar! Biar aku diskusikan dengan yang lain." Ucap Jack.
Jack lalu menoleh ke anggota yang lain untuk menanyakan pendapat mereka. "bagaimana?"
Elena, Sylf, Brock mengangguk setuju dengan jumlah harga yang ditetapkan.
Lalu Jack bertanya kepada Leo. "Bagaimana Leo?" tanya Jack.
"aku tidak tahu dengan harga pasar tubuh naga ini. Jadi aku setuju saja." jawab Leo.
Jack kembali menghadap ke petugas dan berkata "Baiklah! Kami setuju!"
"Kalau begitu aku akan siapkan dokumen dan uangnya." Ucap petugas tersebut.
"tunggu!" Ucap Jack menghentikan petugas yang hendak pergi.
"Ada apa?"
"kami masih ada beberapa mayat beast A rank dan B rank." Ucap Jack sambil memberi isyarat kepada Brock untuk mengeluarkan semua tubuh beast yang mereka kalahkan di misi kali ini.
Brock pun mengangguk lalu mengeluarkan tubuh beast dari cincin spasialnya. Total 3 beast A rank, 8 beast B rank, dan belasan beast C rank.
Petugas terkejut menyadari mereka panen besar dalam ekspedisi kali ini. Ia kembali mengidentifikasi seluruh tubuh beast yang Twin Tea Party dapatkan.
Setelah beberapa puluh menit berlalu, petugas selesai menyimpulkan harga untuk semua tubuh beast.
"semuanya memiliki total 95 koin emas di tambah tubuh naga menjadi total 215 koin emas untuk semuanya." Ucap petugas.
Jack kembali menoleh meminta pendapat yang lain dan dijawab dengan anggukkan setuju semua anggota.
"baiklah deal!" Ucap Jack.
"Apa ada yang lain?" tanya petugas memastikan agar dirinya tidak kembali lagi.
"tidak." Ucap Jack dengan senyuman khasnya.
Petugas pun pergi ke ruangan lantai dua untuk menyiapkan pembayaran meninggalkan Leo dan yang lain.
Setelah beberapa menit, petugas sebelumnya kembali dengan membawa kertas dan kantong kain. "ini kwitansi dan uangnya. Semua total 215 koin emas. Silahkan di cek." Ucap petugas.
Jack menerimanya lalu langsung memasukkan ke dalam cincin spasial miliknya tanpa menghitung jumlah uang yang ada di kantong karena ia percaya kepada petugas yang selalu menerima hasil buruannya.
" kalau begitu kami akan pergi. Terima kasih." Ucap Jack. Mereka pun pergi meninggalkan gedung penjualan hasil buruan.
Hari sudah mulai gelap. Sekarang mereka menuju ke markas Twin Tea Party yang berada di dekat alun-alun kota. Sesampainya di markas, terlihat jika tempat tersebut bukan bangunan seperti yang Leo bayangkan. Melainkan sebuah penginapan dengan restoran dan bar di lantai satunya.
Dari luar terlihat jika bangunan penginapan tersebut memiliki 3 lantai. Dengan papan yang tertulis 'Penginapan Pedang Putih'. Menurut Leo, nama tersebut agak aneh sebagai sebuah nama penginapan. "kenapa namanya pedang putih? Memang ada pedang berwarna putih?"
Masuk ke dalam, terlihat beberapa pengunjung yang sedang menikmati makanan dan mabuk-mabukan. Jack dan yang lain sudah terbiasa dengan suasana di dalam penginapan lantai satu. Namun Leo merasa kurang suka karena banyak dari pengunjung yang berteriak tidak jelas karena mabuk. Apalagi masih sore seperti ini. Bagi Leo, jika ada yang mabuk, pasti akan ada pelecehan terhadap orang lain.
Baru Leo berfikir tentang pelecehan, seorang pria yang sepertinya sedang mabuk mendekati Elena dan Sylf. Dengan ekspresi penuh nafsu, pria tersebut menggoda Elena dan Sylf.
"hei wanita cantik, Bagaimana jika kalian bermain dengan kami malam ini? Kami akan memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan." Ucap pria pemabuk tersebut.
Teman-temannya yang lain tertawa dengan tingkahnya. Menggoda wanita yang baru ia temui.
Melihat Elena dan Sylf digoda, Jack dan Brock hanya memperhatikan. Leo pun ikut memperhatikan seperti Jack dan Brock. Karena ia juga tahu kalau kedua wanita yang sedang digoda pria pemabuk tersebut adalah petualang dengan rank A. Tentu mudah bagi kedua wanita tersebut menghadapi para sampah masyarakat.
Elena tersenyum dan mendekat dengan lagak menggoda kepada pria tersebut. "apa kau yakin bisa memuaskan kami?" Ucap Elena sambil menggigit bibir bawahnya dengan suara yang menggoda.
Pria tersebut kegirangan mendengar pertanyaan Elena. Ia menganggap kalau ia mendapat lampu hijau nanti malam. "tentu saja! Bagaimana jika sekarang kita naik ke penginapan?"
Sylf lalu mendekat dan menyodorkan buah dadanya menggoda. "apa kau yakin?"
Pria tersebut semakin kegirangan tidak karuan mendapati lampu hijau dari dua wanita cantik di depannya. Bahkan air liurnya sudah menetes. "Aku sangat yakin!"
Leo yang memperhatikan di samping Jack, matanya langsung di tutup oleh Jack dan berkata "anak kecil dilarang lihat."
Dengan senyum manis, Elena dan Sylf berkata "baiklah!" membuat pria tersebut semakin girang.
"jleg..."
Suara keras yang membuat semua pengunjung melihat ke arah suara berasal. Seketika mereka semua merasa ngilu di bagian antara kedua kaki. Karena mereka melihat sesuatu yang menjadi rasa sakit terbesar para pria.
Kaki Elena dan Sylf, bersarang di selangkangang pria yang mencoba menggoda mereka. Rasa sakit sudah pasti dirasakan olehnya sangat amat sakit mengingat itu memang kelemahan para pria.
Elena dan Sylf menarik kakinya kembali lalu secara perlahan, pria tersebut ambruk memegangi senjata malamnya.
"Argghhhhh..." teriakan pria tersebut menggema di seluruh penginapan.
Elena dan Sylf bahkan tidak menahan diri dan menggunakan mana saat menendang pria tersebut. Tentu serangan dari petualang dengan rank A membuat sarang burung beserta telutnya hancur berantakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
hi
baca yang kayak gini lemes kaki gue
2021-07-25
0
G L U T O N Y {KERAKUSAN}
05.15
2021-07-07
0
first
23
2021-07-06
3