NovelToon NovelToon
My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Badboy / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:128.5k
Nilai: 5
Nama Author: olan tari

Angel seorang gadis yang masih berusia 20 tahunan, harus menikah dengan seorang lelaki yang sempat menjadi seorang dosen di kampus nya.

Pernikahan terjadi di saat Evan melamar Angel ke rumah orang tua nya. Angel yang awal nya menolak, malah menerima lamaran tersebut karena tidak bisa menolak permintaan ibu nya yang meminta nya untuk menerima lamaran dari lelaki yang tidak ia kenal sama sekali.

Seiring berjalan nya hari setelah pernikahan, muncul lah perasaan. Namun di balik perasaan yang mulai tumbuh, tidak di sangka jika masalah juga ikut ikut tumbuh bersama cinta. Akan kah pernikahan mereka bertahan atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olan tari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkemah

Berkemah

Siang berganti malam, suasan hutan dan juga sungai membuat udara lebih dingin dari biasanya. malam ini, Evan terlihat merapikan tenda yang baru selesai ia buat untuk dirinya dan juga Angel tidur malam . sementara Angel, hanya duduk memperhatikan Evan yang sibuk dengan urusan tenda. Angel memperhatikan suaminya tersebut yang terlihat sedang memasang perlengkapan seperti membentangkan kasur kecil yang seukuran tenda dan juga lanpu gantung didalam tenda.

" Apa kau tidak ingin membantu?, " tanya Evan. Evan memperhatikan Angel yang sedari tadi hanya duduk dengan wajah cemberut.

" Tidak. prof, yang ingin bermalam disini jadi prof saja yang harus membuat tenda, " ucap Angel. ia melihat ke arah Evan dengan kesal. sejak membangun tenda hingga sekarang, Angel tidak membantu suaminya sama sekali. gadis itu hanya duduk memperhatikan Evan yang sibuk memasang tenda dan juga merapikan tenda.

" Baiklah. kau duduk saja disana untuk menjaga pancing. nanti kalau talinya bergerak, beri tahu aku, " perintah Evan sembari meletakan 2 bantal kedalam tenda.

" Tidak akan aku beri tahu. akan aku biarkan si ikan membawa pancing ini hanyut!. dan setelah pancingnya hanyut kita tidak jadi bermalam disini lagi!; " gumam Angel. dirinya benar-benar merasa kesal dengan suaminya tersebut.

" Jika pancingnya hanyut, tentu saja kita tidak akan bermalam disini " tutur Evan. Angel yang saat itu mendengarpun terlihat senang dan berpikir untuk membuat pancing tersebut ketengah sungai agar hanyut.

" Baiklah, kalau begitu aku akan membiarkan pancing ini dibawa oleh ikan, " ucap Angel dengan senang.

" Tapi kita tidak akan pulang, melainkan begadang semalaman mencari pancing yang dibawa ikan tersebut, " sambung Evan sembari menutup tendanya. senyum Angel yang tadinya begitu senang malah kembali cemberut saat mendengar perkataan suaminya sekarang ini.

" Menyebalkan sekali suami tua ini!, " ucap Angel dengan suara yang cukup pelan namun, masih bisa didengar oleh Evan.

" Bukan aku yang tua, tapi kau saja terlalu muda dan tidak dewasa, " balas Evan. Angel yang mendengar pun dibuat semakin kesal. bagaimana bisa Evan mengatainya terlalu muda dan tidak dewasa.

" Aku yang terlalu muda dan tidak dewasa? hah. prof yang benar saja. bukan aku yang terlalu muda! tapi prof yang memang tua, " protes Angel. dirinya tidak terima dikatai terlalu muda dan juga tidak dewasa.

" Kau ini suka mengkritik umurku, tapi kau sendiri tidak suka dikritik, " ucap Evan. Angel yang mendengarpun hanya terdiam. gadis tersebut sadar jika saat ini Evan sedang tersinggung dengan ucapanya yang mengatai Evan suami tua. Angel terdiam tak membalas perkataan Evan lagi, ia hanya memperhatikan Evan yang berjalan kearahnya dan duduk bersebelahan dengan dirinya. Evan duduk memperhatikan pancingnya tanpa melihat ke Angel disebelahnya. pun Angel hanya diam tak membuka suara sedikitpun.

" Dia sepertinya tersinggung dengan perkataanku, aku sebenarnya tidak bermaksud begitu. mulutku saja yang berbicara tanpa rem!. " ucap Angel didalam hatinya. Angel merasa tidak enak hati karena perkataanya menyinggung Evan.

Setelah beberapa menit tidak bersuara, akhirnya Angelpun memberanikan diri untuk membuka suara. ia mulai membuka percakapan dengan suaminya tersebut.

" Prof, apinya kehabisan kayu, " ucap Angel. Evan yang saat itu terlihat fokus memancingpun mengalihkan pandanganya ke api unggun yang tadi sempat ia buat.

" Kayu bakarnya habis. kau tunggu disini aku akan mencari kayu bakar dulu, " pinta Evan. ia berdiri dari duduknya untuk mencari kayu bakar.

" Prof, tunggu. bisakah aku ikut denganmu mencari kayu bakar? aku tidak berani sendirian disini, " tanya Angel sebelum Evan pergi. Evan yang mendengarpun hanya terdiam memperhatikan Angel sejenak. Evan memperhatikan Angel yang terlihat benar-benar ketakutan, hal tersebut tentu saja membuat Evan tidak tega meninggalkan Angel sendirian ditenda.

" Terserah kau saja. " balas Evan. Angel pun berdiri dan mengikuti Evan untuk mencari kayu yang juga tidak jauh dari tenda. disepanjang perjalanan mencari kayu bakar, Angel hanya mengekori Evan dari belakang. sesekali ia memegang lengan kekar Evan ketika ada suara-suara burung yang menurut Angel terdengar cukup menakutkan. setelah mendapatkan kayu bakar yang cukup, Evan dan Angelpun kembali ketenda. Angel yang kembali duduk menghadap sungai, pun Evan yang sibuk memasang kayu bakar.

" Prof, pancingnya bergerak! prof pancingnya bergerak, " teriak Angel dengan heboh. Evan yang saat itu sedang memasang kayu ke api pun, dengan cepat mwnghampiri Angel untuk melihat pancingnya. Evan mengangkat pancingnya dengan hati-hati. ia mengangkat pancingnya ke dalam ember yang telah ia siapkan tadi. ikan yang ia dapatkan ternyata ikan mas yang lumayan besar untuk makan malamnya bersama Angel.

" Kau suka ikan?, " tanya Evan. Angel pun mengangguk memperhatikan ikan tersebut. raut wajah Angel yang tadinya cemberut, kini terlihat tersenyum senang.

" Baiklah, aku akan membersihkan ikanya dan memanggangnya, " Evan mengambil ikan tersebut dari dalam ember dan ingin membersihkan ikan tersebut lebih dulu dan setelahnya akan memanggang ikan tersebut. namun Angel dengan cepat menahanya.

" Jangan membunuhnya, kasihan. " ucap Angel. ia mengambil ikan tersebut dari Evan dan memasukan ikan tersebut kembali kedalam ember yang berisi air.

" Kasihan? baru saja kau mengatakan kau suka ikan? dan sekarang kau kasihan, " Evan menghela nafasnya.

" Aku suka ikan bukan berarti aku suka memakan mereka. kasihan. bagaimana jika ikan ini dibawa pulang dan dimasukan kedalam aquarium prof?, " tanya Angel. ia bertanya dengan penuh harap ke Evan.

" Kau ini benar-benar aneh, " Evan menggeleng-gelngkan kepala dengan ide Angel yang menurutnya sangat aneh.

" Prof, ayolah. biarkan aku memeliharanya, " pinta Angel yang terdengar memohon.

" Baiklah. terserah kau saja, " Evan mengiyakan dengan pasrah. ia tidak ingin berdebat lagi dengan Angel.

" Terima kasih Prof. ayo ikan kau akan aku pelihara. aku akan memberi kau nama dengan sebutan Evang. " gumam Angel. ia sibuk berbicara dengan ikan tersebut dengan tersenyum. hal tersebut membuat Evan tersenyum melihat tingkah Angel yang menurut Evan sangat menggemaskan.

" Terlihat jelas dia kekanakan dan belum dewasa, namun masih menyangkalnya. " ucap Evan. namun tidak dingar oleh Angel. Angel sibuk memperhatikan ikan mas tersebut tanpa peduli lagi situasi hutan yang sebelumnya membuat ia ketakutan.

* * * *

Suasana malam yang larut membuat udara semakin dingin, Evan pun mengajak Angel untuk masuk kedalam tenda. sesampainya didalam tenda, Evan langsung merebahkan tubuhnya untuk tidur. begitupun Angel, ia memberi jarak antara dirinya dan Evan agar tidak terlalu dekat.

" Mendekatkah kesini. kau tenang saja, aku tidak akan memakanmu. selimutnya kecil, kau mau tidak memakai selimut disaat dingin begini, " jelas Evan. Angel yang mendengarpun, dengan terpaksa harus mendekat. mengingat udara memang sangat dingin, dan juga selimut juga hanya satu , membuat Angel menuruti perintah suaminya malam ini.

" Apa kau masih kedinginan?, " tanya Evan. Angel pun mengangguk mengiyakan. Evan pun duduk sembari membuka jaketnya dan memberikanya ke Angel.

" Ini pakailah, " Evan mengulurkan jaket tersebut.

" Bagaimana dengan prof?, bukankah prof juga kedinginan?, " tanya Angel.

" Aku tidak terlalu kedinginan. ini kau pakailah, " ujar Evan. Angel pun mengambil jaket tersebut dan memakainya.

" Terimakasih prof. " ucap Angel. namun Evan hanya diam tak membalas ucapan Angel lagi. setelah melihat Angel memakai jaket yang ia berikan tersebut, Evan pun kembali merebahkan dirinya untuk tidur. pun Angel juga ikut tidur.

1
Nur Aini
cerita g masuk akal😏
Olan: terimakasih komentar nya kk. mungkin pasar nya tidak cocok di KK nya😊
total 1 replies
Jasreena
apartemen loh ini...
Jasreena
balik bertanya prof, istri mana yang tetap mau menerima suami yang suka celup2...
Jasreena
gmn klo angel tau Evan kang jajan tiap mlm... jgn kan memaafkan melihat Evan pun tak Sudi..
Jasreena
laaah... sendiri nya jajan, kaca mana kacaaaa
Jasreena
bukannya bara dah pernah denger Evan blg klo angel itu istrinya...
Jasreena
lah arana kan wanita lain jg ... amnesia neeh evan
Jasreena
cari supplier lain ajaa...
Septi Kunti
nggak suka karakter angel, egois
Arikaa Ubaidiah
sukses terus buat author nya 😍😍 ♥️♥️🥰🥰
Olan: iya terima kasih 🥰😍
total 1 replies
Marsudi Wiji
walah bukan di jodoin ternyata engel duluan to yang suka wah tambh seru nich lanjut kak👍👍🙏🙏
Olan: pantengin ending akhirnya ya nanti
total 1 replies
Arikaa Ubaidiah
puas puas puas terima kasih thor
Olan: pantengin ending akhir nya nanti ya
total 1 replies
Marsudi Wiji
Alhmdulilah kebenaran pasti terungkap👍👍👍lanjut kak
Arikaa Ubaidiah
akhir nya sang suami menyesal karna tak mempercayai sang istri
Desak
bertele2 kapan bahagianya
Marsudi Wiji
👍👍👍ku tunggu ya kak🙏🙏
Arikaa Ubaidiah
lanjut thor semangat up nya 😍😍😍
Olan: insyaallah up malam nnti
total 1 replies
Marsudi Wiji
👍👍👍lanjut kak
Marsudi Wiji
di awal salah tulis ya kak kan bara kenapa Evan ya
Olan: maaf guys. iya salah. tapi udah di ubah jadi Bara
total 1 replies
Marsudi Wiji
siap tak tunggu kak👍👍👍👍🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!