Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Hari sudah menjelang pagi, Alina sudah rapi dengan berpakaian abaya hitam, hijab warna senada dan heels yang agak tinggi. Hari ini, adalah hari yang berbeda bagi Alina. Ya, karena biasanya sarapan bersama orang tuanya, kini ia harus sarapan sendiri. Alina belum masak karena tidak ada bahan masakan. Ia berencana akan belanja setelah pulang kerja.
Team Vin Books
Acha
Hai, Selamat pagi!
Semangat kerjaaa....
Kevin
Selamat pagi guys!
Semangat, semangat, semangaaat...
Alina tersenyum ceria melihat mereka yang begitu semangat. Ia segera meraih tasnya dan segera pergi menuju toko Vin Books. Namun, betapa terkejutnya Alina ketika melihat Rafan yang ternyata sudah berada di depan kontrakannya.
"Alina!"
"Farhan! Kamu... Ngapain di sini? Oh, pasti kamu lagi nungguin teman kamu yang di sebelah sana kan?"
"Nggak, bukan dia. Aku nungguin kamu" Jawab Farhan sambil tersenyum.
"Aku... Kamu... Serius?"
"Iya, dong. Motornya kembali masukkin saja ke dalam kontrakan, sini aku bantuin."
"Tapi Han... nggak enak banget, aku selalu ngerepotin kamu."
"Nggak, Alina. Aku senang kok bisa bantu kamu."
"Ya udah, tapi lain kali kamu harus kabarin aku dulu kalau mau ke sini."
"Oke."
Akhirnya, Alina kembali membuka pintu kontrakan yang sebelumnya sudah ia kunci. sedangkan Farhan membantu Alina untuk memasukkan motornya. Setelah itu, Alina dan Farhan pergi menuju toko Vin Books.
Pagi ini, Bayu dan Kevin datang lebih pagi ke Vin Books. Berharap akan segera mendapatkan jawaban dari Alina serta dapat menyampaikan sesuatu yang sudah beberapa kali tertunda.
"Bay, mau disuapin nggak?" tanya Kevin seraya menyodorkan burger ke mulut Bayu
"Dih, nggak mau."
"Isi perut, Bay. Biar fresh dan bertenaga."
"Iya, Vin... iya. Masih pagi banget ini, masih sempat kok sarapan di sana."
"Lho, bawa nasi kuning ada dua, itu buat siapa? Nggak mungkin double kan?
"Ya nggaklah. Itu buat Alina, Vin."
"Berusaha banget sih." Jawab Kevin sambil menggeleng - gelengkan kepalanya. Sedangkan Bayu hanya tersenyum dengan tatapan yang masih fokus mengemudikan mobil.
Suasana di Vin Books pagi ini cukup ramai, Lili bertugas dibagian kasir pun tampak kewalahan. Acha juga membantu Fara dengan menyambut dan melayani pengunjung. Sedangkan Alina dan Farhan masih berada di dalam mobil bersikap layaknya seorang mata - mata.
"Gimana, udah aman belum?" Tanya Farhan seraya menatap ke dalam toko Vin Books.
"Hmm, belum lagi." Jawab Alina, sekilas melirik Farhan, lalu kembali memantau toko Vin Books dari luar.
"Sekarang aja, emang kenapa sih?"
"Lili, teman aku si paling imut itu, pasti akan heboh kalau lihat kamu."
"terus, kamu cemburu gitu?" tanya Farhan, tatapannya lurus ke depan. Namun, tersenyum tipis.
"Farhan!" Alina membentak Farhan tetapi masih dengan nada yang cukup lemah lembut.
"Apa, Alina..." Jawab Farhan, seketika menoleh ke arah Alina.
"Tolong jangan salah paham ya, aku melakukan hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita. Apalagi sedang banyak pengunjung, Fara harus fokus dengan pekerjaannya. Jika tidak, mungkin sebagian para pengunjung akan menganggap bahwa Lili tidak bisa bersikap professional."
"Iya, aku paham kok."
"Hai, selamat pagi!" Sapa Bayu
"Hai"
"Hai, guys! Wah, kita ketemu lagi di sini." ucap Farhan seraya menatap Bayu. Lalu, Rafan kembali berkata, "Kalau kamu... Kita baru bertemu kan ya? Kenalin saya Farhan. Nama kamu siapa?"
"nama saya Kevin, salam kenal Bro!"
"Salam kenal juga yaa!"
Bayu masih saja fokus memperhatikan gerak - gerik Alina. Ia tampak tidak nyaman karena semuanya pria. Bahkan, sesekali Alina menunduk ataupun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sehingga ia pun memberikan isyarat agar masuk ke dalam toko duluan. "Alina duluan aja ya, kita mah belakangan." Ucap Bayu, Kevin dan Farhan pun mengangguk sebagai tanda setuju.
Ting
Farhan mendapatkan satu pesan dari Alina, sedangkan Bayu dan Kevin saling pandang karena heran entah siapa yang telah membuat Farhan tersenyum girang hanya karena satu notif pesan.
Alina
Han, masuk aja. Ajak juga Bayu dan Kevin, langsung masuk ke ruangan istirahat ya. Tanya aja Bayu, dia tahu kok ruangannya.
"Bayu, kamu tahu ruangan istirahat untuk team Vin Books?"
"Iya, emang kenapa?"
"Alina meminta kita untuk datang ke sana sekarang."
Deg
Bayu terdiam, dia sangat khawatir jika terlambat untuk melakukan sesuatu yang belum dia lakukan. Atau bahkan, dia tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu.
"Oke, let's go!" ujar Kevin merangkul pundak Farhan. Lalu merangkul pundak Bayu, ia yang sedang melamun pun tersadar.
...----------------...
Alina sedang menggelar tikar, menyiapkan Nasi uduk untuk sarapan. Alina terus saja menutup mulutnya dengan tangan, karena selalu menguap. Ini semua di sebabkan semenjak dia tinggal di kontrakan. Baru satu malam itu adalah pengalaman pertamanya tinggal sendiri tetapi dia berusaha agar tidak takut. Lebih baik tinggal sendiri di kontrakan dari pada di rumah pikir Alina.
"Alhamdulillah, sudah siap" ucap Alina, lalu duduk lesehan di tikar. Di toko Alina yaitu Vin Books sampai ada tikar dan juga ruang istirahat karena memang sebelumnya Alina bekerja sendiri tanpa adanya karyawan lain. Sehingga ia juga membuat ruang itu, untuk dirinya istirahat apabila tidak sempat pulang ke Bogor.
"Assalamu'alaikum, Bu Alina!" Jawab Bayu, Kevin dan Farhan secara serentak.
"Wa'alaikumussalam, silakan masuk!" ujar Alina dari balik pintu.
Setelah pintu di buka, Bayu berlari kecil terburu - buru memilih duduk di sebelah Alina dengan jarak yang cukup dekat. Hal ini ia lakukan agar lebih mudah berkomunikasi sedangkan Kevin duduk di sebelah Bayu. Berbeda dengan Kevin dan Bayu, justru Farhan masih berdiri di depan pintu, lalu bertanya kepada Alina. "Aku nggak perlu gabungkan?" tatapan Farhan mengarah kepada Alina. Dia merasa tidak enak hati, harus bergabung dengan yang lainnya. Karena bukan siapa - siapa, dia juga bukan karyawan di toko Vin Books. Rafan masih belum tahu, bahwa toko Vin Books adalah toko milik Alina.
"Ih, nggak apa - apa kak. Sini gabung aja!" ucap Alina dengan tersenyum lebar. Farhan pun akhirnya duduk di sebelah Kevin. Lalu, mereka makan nasi uduk yang sudah Alina belikan.
"Let's go! silakan di makan teman - teman. Yang dua ini buat Fara sama Acha, Aku akan mengabari mereka untuk ke sini." Jawab Alina sambil membuka bungkus nasi uduk miliknya. Tiba - tiba Bayu menyodorkan handphone-nya dengan layar menyala yang menampilkan sebuah pesan.
Padahal, aku udah siapkan nasi kuning untuk kita berdua. Namun, ternyata kamu udah siapkan ini.
Deg
Bayu pun memberikan isyarat untuk merespon hal ini dengan cara yang sama. Karena ada dua orang lainnya mendengar percakapan mereka.