Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang
Rasanya sungguh lega bisa lepas dari atribut sekolah. Setelah menyemprotkan sedikit parfum beraroma floral , Diantha keluar kamar.
Tepat saat itu, Alif juga keluar dari kamarnya, sudah berganti pakaian menjadi kaus jersey bola kesayangannya dan celana pendek. Perut cowok remaja itu berbunyi cukup nyaring, membuat Diantha tertawa kecil."Tuh kan, beneran lapar. Yuk, kita turun cari amunisi," ajak Diantha..
Misi Penjelajahan Dapur..
Dapur rumah mereka selalu menjadi tempat favorit..
Bersih, didominasi warna putih dan kayu , semua yang ada di dapur dan meja makan tertata rapi karena Ibu Alisa sangat suka dengan kerapian..
Mereka membuka tudung saji dan melihat sudah ada nasi putih , sayur bening , ayam goreng , tempe tahu dan sambal uleg kesukaan mereka..
" Waah, Mamah memang best ya Kak , selalu masak yang enak enak buat kita " seloroh Alif yang matanya sudah berbinar melihat makanan yang tersaji
" Iya dek , Makanannya masih hangat lagi , berarti Mamah baru selesai ya masaknya" ucap Diantha yang juga terpana melihat menu makan siang mereka
" Ya iyalah Nak , Mamah kan tau kapan kalian pulang sekolah, dan Mamah juga tau kalian pasti capek dan lapar banget pulang dari sekolah, apalagi ini masih masa orientasi, banyak kegiatan biasanya, iya kan ? " ucap Ibu Alisa saat masuk kedapur dan melihat serta mendengar anaknya berbincang mengenai makanan yang sudah ia masak..
Diantha dan Alif kompak menoleh saat mendengar Mamah mereka berbicara..
" E-eh , Mamah.. Iya nih , mama pengertian banget , makasih ya Mah " ucap Diantha dengan senyuman mengembang di wajahnya
" iya Mah , Mamah memang Ibu terbaik sedunia, hehehee " tukas Alif yang membuat Ibu Alisa geleng geleng kepala mendengar pujian anak anaknya
" Alaah , kamu tuh dek , kalo Mamah lagi ngomel , marahin , hukum kalian , di bilangnya Mamah ibu paling jahat " seloroh Ibu Alisa membuat Alif hanya bisa nyengir kuda mendengarnya
" Hehee , nggak lah Mah , kan Alif lagi kesel aja itu kalo ngomongnya kayak gitu , nggak beneran dari hati "
" Sudah , Kalian makan sana , keburu dingin nanti makanannya " Ucap Bu Alisa menyuruh Diantha dan Alif untuk segera duduk dan makan
" Mamah nggak makan ?" Tanya Diantha
" Mamah udah makan Nak , kalian makan saja.. Makan yang lahap biar Mamah senang hasil masakan Mamah kalian nikmati" ucapa Bu Alisa kemudian berlalu dari dapur dan hendak ke ruang tengah untuk melipat pakaian yang tadi diambilnya dari jemuran..
Kakak beradik itu makan dengan Lahap , bahkan Alif menambah nasinya beberapa kali karena begitu suka dengan sambal uleg buatan ibunya.
Sedangkan Diantha tidak bisa makan terlalu banyak sambal karena memiliki riwayat asam lambung , ia hanya makan sedikit sedikit sambalnya , ia sebenarnya sangat suka dengan makanan pedas , tetapi apa daya , ia tidak bisa mengabaikan tentang sakitnya yang bisa kambuh jika tetap makan makanan pedas terlalu banyak..
" Dek, Kamu lapar banget ya ? Sampe tiga piring dah habis tuh kakak liat ? Hati hati dek , nanti sakit perut " ucap Diantha mengingatkan Adiknya itu untuk lebih hati hati makan sambel..
" sssh.. Sssh.. Iya Kak , enak banget soalnya ini " jawab Alif yang mendesis kepedesan
Dari ruang tengah , Ibu Alisa berkata dengan suara yang cukup besar..
" Jangan lupa di cuci yaa piringnya , bersihkan meja makan setelah kalian makan " ucapnya setengah berteriak..
" iya Mah , siap " jawab Diantha
Begitulah suasana makan siang Diantha dan Alif di dapur..
Setelah makan , mereka kompak saling membantu membersihkan dapur
Diantha mencuci piring, sedangkan Alif mengangkat piring kotor menuju wastafel dan menyapu lantai dapur..