NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:994
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: KECURIGAAN ULAR PALSU

Bab 10: Kecurigaan Ular Palsu

Suasana sarapan di ruang makan utama kediaman Elrod pagi ini diselimuti oleh ketegangan yang tidak biasa. Gilbert Elrod duduk di ujung meja dengan dahi berkerut dalam, mengabaikan cangkir kopi porselennya yang mulai mendingin. Di tangannya, selembar laporan korporasi dari divisi finansial Elrod Corp tampak sedikit kusut akibat cengkeraman jarinya yang terlalu kuat. Masalah pasokan semen yang mendadak terkunci oleh pergerakan investor misterius bernama Pecunia Corp mulai menggerogoti ketenangannya.

Di sisi lain meja, Victoria sedang sibuk mengoleskan selai stroberi ke atas roti panggang Alethea dengan kelembutan yang berlebihan. Namun, Alethea sendiri tidak fokus pada makanan di piringnya. Sepasang mata indahnya berkali-kali melirik ke arah pintu belakang yang terhubung dengan koridor dapur kotor dan area bawah tanah.

Sejak insiden akhir pekan lalu—saat Mbok Darmi mengamuk karena Valerie membuang jatah roti sisa ke tong sampah—ada sesuatu yang mengusik ketenangan Alethea. Ditambah lagi, aroma gurih mentega wysman dan potongan daging premium sempat tercium samar dari arah koridor bawah tanah malam harinya.

"Ma," panggil Alethea dengan suara yang sengaja dilembutkan, memasang wajah polos penuh kecemasan. "Kak Valerie akhir-akhir ini kok jarang kelihatan makan di rumah, ya? Pagi ini juga dia sudah berangkat pagi-pagi sekali tanpa pamit. Aku... aku cuma takut Kak Valerie salah pergaulan di luar sana semenjak pindah ke Garuda."

Victoria meletakkan pisau selainya dengan bunyi ketukan pelan di tepi piring. Wajah cantiknya yang mulai dihiasi kerutan halus langsung mengeras mendengar nama putri kandungnya disebut.

"Jangan terlalu memikirkan anak tidak tahu diuntung itu, Alethea," ucap Victoria hambar, suaranya terdengar dingin. "Papa sudah memberi dia kesempatan besar dengan menyekolahkannya di Garuda, tapi kelakuannya makin hari makin tidak sopan. Jangankan menghormati Mbok Darmi yang sudah tua, makanan yang disediakan di rumah ini saja berani dia buang ke tempat sampah. Biarkan saja dia kelaparan di luar sana agar dia tahu rasa."

Alethea mengangguk pelan, bibirnya mengulas senyuman manis yang patuh. Namun, di dalam dadanya, rasa penasaran itu justru berubah menjadi kecurigaan yang membakar. Alethea tahu betul watak Valerie yang dulu; gadis itu naif, penakut, dan selalu menundukkan kepala jika ditegur. Tapi semenjak kecelakaan mobil waktu itu, aura Valerie berubah total. Pandangan matanya begitu hambar, dan yang paling membuat Alethea tidak tenang adalah dari mana Valerie mendapatkan uang untuk memesan makanan mewah dari hotel bintang lima secara mandiri.

‘Nggak mungkin anak panti asuhan miskin kayak dia tiba-tiba punya uang ratusan ribu cuma buat sekali makan,’ batin Alethea, jemari rampingnya meremas selembar tisu di bawah meja. ‘Pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Aku nggak boleh membiarkan dia memegang kendali atau menarik perhatian Papa Gilbert lebih jauh.’

Begitu sarapan selesai dan Gilbert bergegas berangkat ke kantor pusat bersama Nicholas, Alethea segera pamit naik ke kamarnya di lantai dua dengan alasan ingin mempersiapkan materi ujian susulan. Begitu pintu kamar eksekutifnya terkunci rapat, wajah manisnya langsung luruh, digantikan oleh ekspresi dingin seorang manipulator yang matang.

Dia berjalan menuju balkon kamarnya, mengeluarkan ponsel barunya, dan mendial sebuah nomor kontak tanpa nama yang tersimpan di daftar panggilan rahasianya.

Panggilan itu tersambung pada nada ketiga. Suara berat seorang pria paruh baya terdengar di ujung telepon. "Selamat pagi, Nona Belmont. Ada yang bisa saya bantu?"

"Roni," ucap Alethea, nadanya rendah namun sarat akan perintah tegas. Pria di seberang sana adalah seorang detektif swasta amatir yang biasa disewa oleh beberapa anak muda kalangan elit Jakarta untuk memata-matai saingan asmara atau mencari gosip domestik. "Aku punya tugas baru untukmu. Mulai siang ini, aku ingin kamu berdiri di depan gerbang SMA Garuda."

"Siapa targetnya, Nona? Salah satu anggota geng sekolah?"

"Bukan," sela Alethea cepat. "Targetmu adalah anak pungut di rumah ini, Valerie. Awasi dia sejak bel pulang sekolah berbunyi. Ikuti ke mana pun langkah kakinya pergi, cari tahu dengan siapa dia bertemu, dan yang paling penting... selidiki dari mana dia bisa mendapatkan pasokan uang tunai akhir-akhir ini. Aku mau laporan lengkap beserta foto fisiknya sudah ada di meja surelku sebelum tengah malam."

"Dimengerti, Nona. Tugas ini sangat mudah. Anak sekolahan yang berjalan kaki tidak akan sulit untuk dibayangi," jawab Roni penuh percaya diri sebelum memutuskan sambungan telepon.

Alethea menurunkan ponselnya, menatap lurus ke arah halaman depan mansion Menteng yang luas melalui kaca jendela balkonnya. Seulas senyuman licik terukir di sudut bibirnya. 'Kita lihat, Valerie... setelah rahasiamu terbongkar malam ini, aku sendiri yang akan memastikan Papa membuangmu kembali ke tempat asalmu di panti asuhan kumuh itu.'

Sementara itu, di barisan kursi paling belakang kelas XI-A1 SMA Elit Garuda, Valerie Vespera sedang menopang dagunya dengan satu tangan, menatap kosong ke arah papan tulis tempat guru sejarah sedang menjabarkan materi kolonialisme. Pikirannya sama sekali tidak berada di dalam ruang kelas yang kaku ini.

Di bawah kolong mejanya, layar ponsel pintarnya yang retak seribu tampak menyala redup dalam mode senyap. Sebuah notifikasi surel masuk dari alamat terenkripsi milik Julian Prakasa baru saja mendarat.

Nona V,

Proses negosiasi awal dengan tiga vendor semen lokal skala menengah di daerah pinggiran Jakarta berjalan sesuai rencana. Mereka saat ini sedang mengalami tekanan hebat karena Elrod Corp menunda pembayaran termin proyek tol selama dua bulan penuh. Amunisi tunai dua miliar kita siap dieksekusi untuk membeli surat piutang mereka begitu Anda memberikan lampu hijau.

— Julian.

Valerie tidak langsung membalas. Jemari rampingnya mengetuk permukaan meja kayu dengan ritme yang konstan. Di kehidupan masa lalunya, Gilbert Elrod selalu menggunakan taktik kotor ini—menunda pembayaran vendor-vendor kecil hingga mereka berada di ambang kebangkrutan, lalu membelinya dengan harga murah demi memperbesar gurita bisnis Elrod Corp.

'Kamu pikir kamu bisa mengulangi trik kotor itu lagi di kehidupan ini, Gilbert?' batin Valerie, sepasang mata hitam pekatnya menyipit tajam, memancarkan kilatan dingin yang sanggup membuat siapa pun yang melihatnya merasa ngeri. 'Kali ini, sebelum telapak tanganmu sempat menyentuh leher para vendor itu, Pecunia Corp yang akan memotong seluruh jarimu.'

Dengan gerakan taktis yang hampir tidak terlihat oleh guru pengawas, jemari Valerie bergerak di atas layar ponselnya, mengetik balasan pendek untuk tangan kanannya:

Eksekusi malam ini pukul sembilan. Beli seluruh surat utang mereka dengan potongan harga tiga puluh persen melalui entitas cangkang sekunder kita. Pastikan kontraknya mengunci hak veto pasokan material secara mutlak.

Tepat setelah menekan tombol kirim, bel panjang tanda berakhirnya jam pelajaran sekolah berbunyi dengan nyaring. Seluruh murid di dalam kelas seketika bersorak lega, mulai mengemas buku-buku mereka ke dalam tas desainer masing-masing.

Valerie berdiri dengan tenang, melampirkan tas kanvas usangnya di bahu kiri. Begitu dia melangkah keluar menembus koridor sekolah, intuisi tajamnya yang telah terasah dari kerasnya dunia bisnis internasional langsung menangkap sesuatu yang tidak biasa.

Di seberang jalan raya depan gerbang sekolah, sebuah mobil Toyota Avanza hitam dengan kaca film yang terlalu gelap tampak terparkir di bawah pohon rindang. Seorang pria paruh baya mengenakan jaket denim dan topi baseball tampak menurunkan kaca mobilnya sedikit, memegang sebuah kamera digital dengan lensa poket yang mengarah langsung ke arah gerbang.

Valerie tidak menghentikan langkah kakinya. Dia tetap berjalan dengan ritme yang konstan menyusuri trotoar, berpura-pura tidak menyadari keberadaan sang pengintai. Namun, di dalam kepalanya, kalkulasi taktis segera terbentuk dalam hitungan detik.

'Topi baseball, kamera usang, dan metode pembayangan statis yang amatir...' Valerie membatin hambar, seulas senyuman tipis yang sarat akan ejekan muncul di sudut bibirnya yang indah. Dia tidak perlu menebak dua kali siapa otak di balik mata-mata murah ini. Di rumah Menteng itu, hanya ada satu ular palsu yang memiliki waktu luang dan rasa iri yang cukup besar untuk melakukan hal sekonyol ini.

Alethea Belmont mulai merasa terancam.

Valerie membelokkan langkah kakinya menuju arah stasiun MRT bawah tanah terdekat. Alih-alih merasa terganggu, dia justru merasa terhibur. Permainan catur bawah tanahnya baru saja dimulai, dan bidak ular kecil milik Alethea sudah melompat masuk ke dalam jebakan tanpa menyadari bahwa sang pemburu telah melihat setiap gerakannya dari kegelapan.

Valerie mempercepat langkah kakinya sedikit, menembus ramainya kerumunan calon penumpang di area tangga stasiun, membiarkan sang detektif amatir di belakangnya mulai berkeringat dingin mencoba mengejar bayangannya yang bergerak di antara kepadatan kota Jakarta.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!