NovelToon NovelToon
The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Acha08

(Proses revisi)

Takdir yang berubah membuat beberapa kejadian tak terduga datang menghampiri.

Kecelakaan Pangeran yang tidak tahu apa penyebab pastinya hingga ia mengalami lupa ingatan, membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku hanya bisa berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Namun naas, setelah Pangeran mengingat semuanya dia malah membunuh ku yang merupakan cinta pertamanya.

Tak hanya sampai di situ saja. Setelah kematian ku, bangun-bangun aku sudah berada di masa lalu tepatnya saat sebelum kejadian Pangeran di serang.

Akankah kali ini aku bahagia? Terlebih, mengulangi waktu yang pada dasarnya membuat ku muak dan ingin mengakhiri hidup ku sekali lagi.



#Dilarang Mengcopy Cerita#

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acha08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9

(Hai, sebenarnya up nya besok, tapi ngak apalah sesekali up lebih hehehe selamat menikmati cerita sampai nanti ❤️)

...💐💐💐💐...

Suara yg berat dan menakutkan memanggil Agnasia yg sedang latihan berpedang di depannya. Agnasia berbalik dan terdiam menatap Duke.

"Apa yg kau lakukan Agnasia?!" Bentak Duke pada Putrinya. Berbeda dengan Agnasia dia sangat tenang menatap Duke, jika saja itu orang lain mereka sudah ketakutan setengah mati.

"Salam Tuan Duke, saya sedang latihan berpedang di sini." Balas Agnasia pada Duke.

"Agnasia! Kamu sudah tahu aturan Kekaisaran melarang keras wanita bangsawan memegang atau berlatih pedang?! Dan kenapa kamu melakukan hal yg akan membuat nama keluarga Alddes Kotor!"

"Tuan Duke, ini adalah hobi saya."

"Itu hobi yg bodoh untuk wanita bangsawan! Kamu membuat ku malu!" Bentak lagi Duke pada Agnasia.

Agnasia terdiam sambil menatap ayahnya, Angin sore yg cukup dingin tidak membuat Agnasia beranjak atau kedinginan disana.

"Apa karena saya adalah keturunan Alddes, Jadi Tuan Duke berkata seperti itu. Bagaimana jika saya bukan keturunan Alddes dan hanya orang biasa. Pasti Tuan Duke tidak akan melarang saya"

Duke terdiam mendengar perkataan dari Agnasia. Dia bahkan tidak tahu apa yg ada di dalam pikiran Agnasia, kecuali Agnasia yg mengatakannya.

"Apa-apaan Kamu ini! Agnasia?!" Teriak Duke Alddes pada putri Agnasia, untungnya sekarang hanya ada mereka berdua di tempat itu. Tapi tetap saja Agnasia merasa sakit mendengar perkataan Ayahnya.

"Saya baru tahu, ternyata Duke bisa memberikan sedikit perhatian seperti ini." Wanita itu sedikit tersenyum pahit melihat Duke George.

"Apa kamu mau melawan apa yg ku katakan Agnasia?!!" Marah Duke, dia lalu merampas pedang milik Agnasia dan melemparnya kesembarangan arah.

Wanita itu terdiam dengan tatapan kosong melihat pedang yg sudah di buang oleh Duke George.

Lalu suara lirih terdengar dari mulut Agnasia.

"Kenapa... kenapa... saya harus menjadi seorang wanita bangsawan yg keluarganya seperti ini, Apakah Tuan Duke tahu apa yg saya sukai dan tidak?"

Suara Agnasia bergetar di iringi setitik airmata jatuh di pipinya, sambil melihat Duke.

Dia menahan semua rasa sakitnya itu dengan tersenyum selama 23 tahun dia tinggal bersama dengan keluarga yg tidak pernah menganggap dia ada.

"Kenapa saya harus seperti ini...saya pikir, saya akan bahagia bersama dengan Ayah dan kakak. tapi ternyata kalian tidak peduli tentang saya... itu sangat membuat saya sakit..."

Ucap Agnasia lalu pergi meninggalkan Tuan Duke yg terdiam dengan berbagai pikiran yg membuatnya gusar.

Duke akan memanggil Agnasia, tapi terhenti karena mengingat perkataan dari Agnasia sesaat yg lalu.

'saya pikir, saya akan bahagia bersama dengan Ayah dan kakak. tapi ternyata kalian tidak peduli tentang saya...'

Keadaannya menjadi kacau. Duke lalu meninggalkan tempat latihan dan pergi mengurung diri didalam ruangan kerja miliknya.

...💐💐💐💐...

Di tepi jendela kamar, Agnasia duduk sambil memandang keluar. Bulan malam ini sangat besar dan terang, udaranya juga terasa begitu dingin.

Kerena kejadian yg dilakukan Duke, Agnasia tidak dapat berfikir jerni lagi. Kata-kata yg di pendam selama bertahun-tahun kini lolos begitu saja akibat pertengkaran tadi sore di tempat latihan.

"Nona?.... anda belum tidur?" Suara Merry yg pelan membuat ku sedikit tersenyum dan mengeleng pelan padanya.

"Merry.... jika aku pergi dari sini, apa kau akan tetap bersama ku?"

Ucap Agnasia sambil memandangi bulan di langit malam. Dari arah berlawanan Merry segera mengambil tangan Agnasia dan itu cukup membuatnya kaget.

"Tentu, meskipun saya mengorbankan nyawa saya sekali pun, saya akan tetap bersama dengan Nona."

Dengan tatapan yg bersungguh-sungguh, Merry melihat Agnasia. Ya, itu adalah hal yg sudah pasti, karena kesetiaan Merry sudah terbukti di kehidupan lama Agnasia.

"Mungkin, karena aku tidak memiliki kekuatan keturunan, mereka tidak menganggap ku penting disini." Ujar ku pada Merry.

"Siapa yg katakan nona tidak penting! Nona itu sangat penting. Mereka saja tidak bisa melihat dari sudut pandang yg berbeda, tidak seperti yg saya lihat pada Nona."

"Begitu kah?......Kenapa kau begitu menyayangi ku? Bahkan mau berkorban untuk ku, padahal aku adalah Putri yg tidak membawa keberuntungan." Kataku dengan lirih pada Merry. Ada sedikit rasa sedih, dari raut yg di tunjukan Merry setelah mendengar perkataan ku.

"saya menyayangi Nona itu adalah hal yg sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata. Posisi saya dan Nona berbeda, Tapi entah kenapa kehidupan yg Nona alami lebih buruk dari saya. Karena itu saya mau melakukan apapun agar Nona bahagia."

Jelas Merry padaku, aku sangat tersentuh dengan pengakuan tulus dari Merry, ku peluk erat dia dan berterima kasih.

...💐💐💐💐...

Besok pagi, aku bersama dengan Merry bersiap-siap untuk pergi ke tengah kota. Ada beberapa makanan yg ingin aku cicipi di sana.

Setelah Persiapan kami sudah selesai, aku segera turun kebawah bersama dengan Merry. Dalam perjalanan aku bertemu dengan Deondre.

Deg!

"Salam Tuan Duke muda." Ucapku.

"Agnasia, kamu mau kemana?" Tanya Deondre padaku.

'kenapa dia ingin tahu. Biasanya dia membiarkan aku.'

"Saya mau pergi ke tengah kota, bersama dengan Merry." Kataku pada Deondre, dia sedikit mengerutkan alisnya lalu berbicara.

"Baiklah, aku akan menyuruh beberapa pengawal ikut bersama mu."

'Sekarang dia yg menjadi aneh' Pikirku sambil melihat Deondre.

Deondre lalu pergi begitu saja, aku yg kebingungan hanya terdiam di tempat melihat kepergiannya. Beberapa saat ada 5 pengawal yg muncul dari arah tempat Deondre.

Aku lalu pergi bersama dengan Merry dan beberapa pengawal.

Perjalanan kali ini membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai, karena tempat yg kami tujuh berada di tengah kekaisaran Aegeus. Dalam kekaisaran ini, memiliki dua pasar yg pertama hampir berdekatan dengan kekaisaran lalu yg kedua ada di tengah-tengah kota.

...💐Pasar kekaisaran Aegeus💐...

Aku turun dari kereta di ikuti Merry. Berbagai aromah sangat tercium.

Ini sangat damai dan ramai, ini adalah pasar kedua terbesar dan terkenal di berbagai penjuru, karena pasar ini dekat dengan pelabuhan Aegnus dan banyak sekali pendatang yg kemari.

"Wahhh ini kali pertama saya kesini, dan yg saya dengar tidak jauh dari sini ada pelabuhan Aegnus." Ucap Merry sambil tersenyum padaku, aku mengangguk lalu memanggilnya berkeliling.

Di mulai dari makanan sate pinggiran sampai pada makanan pedas yg mereka jual aku beli dan makan bersama dengan Merry.

Selanjutnya ada beberapa gantungan boneka dan topeng yang kami beli. Berikutnya ada tokoh yg menjual berbagai bunga di ujung jalan.

"Nona, lihat bunga ini. Katanya ini bunga cinta." Tunjuk Merry, ternyata itu adalah bunga Anyelir putih.

"Apa kalian akan membelinya? Saya dengar ini adalah bunga kesukaan putri dan Pangeran." Ujar penjual bunga pada kami berdua.

Ada sedikit rasa sakit saat aku melihat bunga itu, lalu ku putuskan untuk pergi dari sana.

Terdengar Merry memanggil ku, entah kenapa aku berbalik dengan kasar dan membentaknya, dia sedikit terkejut dan menunduk meminta maaf.

'Kenapa aku begini, padahal Merry tidak bersalah.'

1
Wynne a.m
kak maaf, ini kok ceritanya lama" sudut pandang dari karakter Agnasia saja ya?
padahal di chapter awal, sudut pandang dari penulis yg tau segalanya
ceritanya bagus, tapi bacanya jadi aneh
>AY<
siapa jodohnya agnesia?
>AY<
kaisar ango yg jahat namanya nick,
dia yg membunuh ibunya agnesia.
kucing itu bawahannya yg menyamar.
mengadu domba.
pangeran kena sihir hitam.
kudu bner" di baca teliti klo gak, susah mengerti alurnya
Nurlaila Mahlil
cerita yang sangat menarik
lisya_024
/Grin/
ega lestaluhu
maaf thor, tolong diperbaiki lagi kalimat percakapan karakternya, huruf miring hanya dipakai untuk kata penting atau percakapan dengan nada berbisik dan pemikiran pemeran. untuk percakapan biasa ada baiknya menggunakan huruf biasa saja kak
ega lestaluhu
maaf kak author, awalnya aku kira cuma sepenggalan percakapan aja yang pake 'huruf miring' eh ternyata semua percakapan pake huruf miring. sedikit saran revisi kak, huruf miring baiknya dipakai saat percakapan dalam nada tertentu seperti berbisik atau ucapan pemikiran si pemeran, supaya sesuai dengan tata bahasa dan aturan kalimat percakapan, biar lebih enak dibaca kak. sekian, mohon author jangan tersinggung dengan sedikit banyaknya komen orang tak dikenal ini🙏🙏
Jjlynn Tudin
jangan2 pangaeran di sihir Cirin
Dev..
keren dan seru banget ceritanya thor..berasa ikut terjun dlm ceritanya😍👍
Eda Eda
👍
Sulati Cus
menarik
Murni Murniati
agnesia ini masih bodoh, tak mau cerita sm skli, biar bisa dibantu, tak mau ambil pengalaman dr apa yg pernah terjadi
Murni Murniati
napa doa tak nanya sama snow soal lambang kuno itu
Murni Murniati
pdhl udah dkasih kesempatan masih bodoh dia, tak berpengetahuan luas
Murni Murniati
berarti mereka krn sihir gelap bgtu
Murni Murniati
mknya dulu dia mati mgkn krn sihir gelap,mknya semua org tak menyukai nya,
Murni Murniati
tp jgn sampe mereka jd menikah, krn biar dia mnyesal, kan dia udah bilang dia tak akan mnyesal
Sashimi Bee
skrg ngerti kenapa bbrpa kali baca diprotes soal penulisan percakapan karena percakapan biasa ditulis percakapan dalam hati klo di novel lain/Grievance/
ega lestaluhu: maksud kamu gimana ya kak? setauku penggunaan kalimat, kata dan beberapa tanda khusus dalam novel tuh ada aturan tulisnya. untuk kata miring yang paling banyak dipakai disini, emang gak sesuai ama penulisan novel yang baik. kata miring umumnya hanya dipakai untuk kalimat tertentu saja, jadi gak sesuai kalo dipakai untuk percakapan karakter
total 1 replies
Yennie Susantie
"Pelayan! Bawa Agnasia kembali ke kamarnya. Bawah beda arti. Langkah dan Langka beda arti
sahabat pena
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!