NovelToon NovelToon
Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:345k
Nilai: 4.6
Nama Author: khitara

matia matian seorang gadis cantik yatim piatu bernama Malayka Khumaira Rasyid berusaha mempertahankan dan mewujudkan cita citanya di tengah tengah cercaan dan hinaan.

seorang tuan muda tampan dan masih merupakan kerabat pemilik yayasan tempat ia menuntut ilmu karena mendapat bea siswa mampu memberi suport dan diam diam menjadi penyemangatnya dan bertahta di hatinya.

namun seorang putra mahkota dari sang pemilik yayasan justru berhasil merenggut paksa kehormatannya membuatnya harus rela melepaskan dan melupakan semua impian dan cita cita yang telah mati matian tengah ia perjuangkan

gadis itu memilih pergi, namun setelah sepuluh tahun berlalu ia malah harus bertemu kembali dengannya dan justru membuat dirinya tiba tiba menjadi seorang wanita kedua.

" beri aku seorang anak darimu, setelahnya aku akan membebaskanmu memilih jalan hidupmu " Zain

mampukah ia menerima kenyataan pahit itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Hari telah berubah menjadi terang ketika Alika mulai menggerakkan tubuhnya, ia tersadar dari pingsannya sejak subuh tadi. Tak ada yang menolongnya.

Ia berusaha berdiri dengan merambati dinding, tubuhnya benar benar terasa remuk dan sangat sakit apalagi di area sensitifnya.

tubuhnya menggigil, sejenak ia memejamkan mata. Hatinya sungguh perih. Ia paksakan tubuhnya melangkah keluar kamar mandi.

Selesai mengganti pakaiannya yang basah, Alika kembali terduduk lemas tak berdaya.

Ia masih tak mampu mengendalikan dirinya.

Tak ada yang ia lakukan, ia hanya diam di pojokan kamarnya, hingga hari menjelang malam ia tetap berada di sana.

Ia tak menghidupkan lampu kamarnya, ia mematikan hand phone nya.

Di luar sana, tidak akan ada yang menyadari jika Alika ada di dalam kamarnya.

Ia tetap membisu tak bergerak meski ia mendengar suara Amreeta juga Ohan memanggil manggilnya. Bertanya tentang keberadaanya kepada tetangga asramanya.

Alika hanya diam, diam dan diam. Jiwanya benar benar terguncang. Tatapannya kosong kedepan. Sembari memeluk kedua lututnya Alika terus membisu dengan tubuh yang terus menggigil dan bergetar.

Hari senin, Zain berangkat sekolah agak tergesa gesa. Tidak seperti biasanya...pemuda tampan berkulit putih itu nampak bersemangat sekali.

Ia seakan sudah tak sanggup menahan perasaannya sendiri yang ingin bertemu dengan Alika sejak kemaren.

Ia keluar dari mobilnya dengan wajah yang bersinar. Seharian kemaren dirinya sudah mati matian menahan perasaannya.

Banyak pasang mata yang menatapnya tak percaya, wajah Zain terlihat begitu sumringah dan cerah. Bibirnya sedikit melengkung keatas tanda ia sedang tersenyum meski sangat samar terlihat.

Namun sedikit senyum itu semakin menambah kadar ketampanannya. Dia yang biasanya berwajah dingin sedingin es kutub, kini terlihat berseri seri.

Zain langsung melangkah menuju ke kelas 12 Akuntansi dan Manajemen. Ia menjulurkan kepalanya kedalam kelas. Tak ia temukan orang yang ia cari yang ada seisi kelas malah melihat kearahnya tanpa ada yang berani bertanya.

Zain memang terkenal sangat dingin dan arrogant.

Tak menemukan yang ia cari, Zain memutuskan duduk di bangku yang terbuat dari cor di depan kelas itu.

Hampir lima belas menit ia menunggu, ia melihat Amreeta datang sendirian.

Gadis itu menatapnya aneh sembari mengerutkan kening sambil melangkah melewati Zain masuk kedalam kelasnya.

" apa yang dia lakukan disini ?! " tanya Amreeta dalam hati.

Bel tanda masuk berbunyi, Zain melangkah dengan berat meninggalkan tempat itu menuju kelasnya.

🌺🌺🌺🌺🌺

Ohan berlari mendekati Amreeta yang berada di depan kelasnya.

" bagaimana sudah ada kabar tentang dia ?! " tanya Ohan dengan wajah penuh kekhawatiran. Amreeta menggeleng

" kemana Alika sebenarnya..di asrama juga tidak ada..." desah Ohan

" biasanya kalau hp nya tidak bisa di hubungi dia pulang ke panti, tapi kenapa dia tidak memberitahu aku....atau terjadi sesuatu di panti dan dia buru buru pulang ?! " Amreeta mencoba menerka nerka.

" kita lihat besok saja, atau kita kembali ke asrama nanti sepulang sekolah " ajak Ohan dan di iyakan oleh Amreeta.

Bu Neti : apa urusan mu belum selesai ?...jangan lebih dari tiga hari tidak masuk, itu akan berpengaruh pada beasiswa mu. Apa kau mengerti ?!. Hubungi aku jika kau sudah di sekolah.

Itu adalah pesan yang masuk ke smart phone Alika dari guru kesiswaan yang selama ini memang dekat dengan Alika. Juga yang membantu Alika mendapatkan beasiswanya.

Tiga hari sudah Alika tidak masuk sekolah, hari ini ia memutuskan untuk sekolah.

Susah payah ia membangun kepercayaan dirinya lagi, ia jadikan saudara saudaranya di panti sebagai kekuatannya.

Seperti tiga hari berturut turut yang lalu, Zain datang lebih pagi dan duduk di bangku cor depan kelas Alika. Segera ia berdiri dengan mata yang berbinar dan wajah yang melukiskan senyuman ketika telinganya mendengar Amreeta meneriakkan nama seseorang yang ia nantikan tiga hari belakangan ini.

" Alika...!! " panggil Amreeta sembari sedikit berlari kearah gadis yang terlihat tengah melangkah kearahnya itu, Amreeta melewati Zain begitu saja.

Namun Ohan telah lebih dulu mendekat dan memeluk gadis itu secara spontan.

Amreeta mengerucutkan bibirnya

" Ohan..jangan begini, lepaskan aku " pinta Alika sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Ohan. Terus terang ia merasa trauma dengan dekapan seperti itu.

Zain yang melihat itu seketika mengepalkan tangannya dengan erat, senyum yang terlukis di wajahnya memudar dengan cepat. Begitupun dengan tatapan matanya yang kini berkilat bagai pisau menatap kearah Alika dan Ohan.

" maaf maaf....aku exatied banget liat kamu, kemana aja kamu, kamu gak papa kan.....kenapa gak masuk tiga hari ini ?! " Ohan bertanya beruntun

" ohan......satu satu " kata Amreeta mengingatkan Ohan sambil menarik pemuda itu dari sahabatnya dan ia sendiri kini merangsek memeluk Alika.

" bagaimana keadaanmu, kenapa tak mengabari aku, hp mu sulit kuhubungi lalu tiga hari ini...." terputus kata kata Amreeta oleh Ohan

" Amreeta......jangan banyak nanya " potong Ohan membuat Alika tersenyum

" aku gak papa, sengaja pulang ke panti, sebentar lagi unas aku mau minta doa dari umi " jawab Alika berbohong. Umi adalah panggilan Alika untuk ibu utama pengurus panti.

" ok...yang terpenting sekarang kau baik baik saja, lain kali hubungi aku dimanapun kau berada, dan akan kemana saja kamu. Aku akan selalu siap untk mu ok " pinta Ohan dengan wajah seriusnya. Alika mengangguk kemudian Amreeta memeluk bahu Alika dan membawanya kekelas dengan di ikuti Ohan di belakangnya.

" antar aku menemui bu Neti " pinta Alika dan di angguki oleh Amreeta dan diikuti oleh Ohan.

Alika melewati Zain yang berdiri tak jauh darinya begitu saja. Wajah Zain semakin merah padam dengan semua itu apalagi matanya menangkap tangan Ohan yang menggenggam jemari Alika dan gadis itu seolah menerimanya.

Ingin sekali ia menyeret Alika untuk ikut bersamanya dan menghajar Ohan yang telah berani menyentuh Alika, gadis yang sudah ia klaim sebagai miliknya.

Hati Zain sangat sakit, remuk sekali rasanya ketika ia di abaikan begitu saja oleh gadis itu, bagai teriris sembilu perih hatinya.

Ia menahan rindu mati matian. Ia telah rela menunggu..sesuatu hal yang tidak pernah ia lakukan

Akan tetapi, semua seakan sia sia. Alika sama sekali tidak memperhatikannya. Ia di abaikan.

" jangan terkejut Zain...dia hanya sedang bersandiwara untuk menarik perhatian mu " tiba tiba Ricko telah berada di sisinya.

" siapa yang kau maksud ?! " tanya Zain dingin pada Ricko sembari menatap tajam temannya itu.

" Alika....aku sangat mengenalnya " jawab Ricko sedikit takut karena Zain menatapnya tak seperti biasanya

" katakan padaku..sedalam apa kau mengenalnya " kali ini Zain benar benar menatap Ricko penuh kemarahan

" aku aku...maksudku cewek itu tidak lebih dari seorang cewek murahan. Kau lempar sedikit uang padanya maka dia akan menjadi milikmu "

" bugh..bugh " dua kali Zain memukul perut dan rahang Ricko hingga membuat mereka yang berada di sana dan melihat adegan itu berteriak.

Ohan yang kebetulan masih berada tidak jauh dari sana segera berlari kearah Zain dan memeluk sepupunya itu dari belakang. Zain pemegang sabuk hitam taekwondo. Ricko bisa masuk rumah sakit jika Zain terus memukulinya.

Dan yang pasti, ancaman papy Zain pasti akan di realisasikan.

Akan tetapi Zain seakan telah kehilangan akal, meski Ohan telah memeganginya dan memperingatinya tentang ancaman papinya, ia terus berusaha merangsek hendak menghajar Ricko.

Dan berhasil kakinya berhasil menendang perut Ricko berulang ulang sampai pemuda itu terjengkang di lantai.

Mulut Ricko berdarah, Zain menarik tubuhnya sendiri dari pegangan Ohan.

Kemudian ia berbalik hendak berlalu dari tempat itu.

Namun ketika ia berbalik ia justru melihat Alika berada di antara mereka yang menontonnya.

Di tatapnya gadis itu dengan tajam dan lekat, ia maju melangkah semakin dekat di hadapan Alika membuat gadis itu segera menundukkan wajahnya.

Alika tiba tiba saja merasa tremor, tubuhnya bergetar hebat dan seperti menggigil. Alika memundurkan kakinya kebelakang dan Zain pun terus maju dihadapannya. Gadis itu mati matian mempertahankan kewarasannya karena rasa takut yang begitu besar terhadap Zain.

Tak ada pergerakan apapun dari Zain ataupun Alika ketika jarak keduanya hanya satu langkah, Zain kemudian berlalu begitu saja dari hadapan gadis itu.

Membuat semua yang ada di sana bertanya tanya, ada hubungan apa antara keduanya.

Begitupun Ohan dan juga Ricko serta Amreeta.

" Al.... Kamu kenapa ?! " Amreeta menyentuh lengan Alika, gadis itu tengah menunduk begitu dalam.

" ayo kekelas...kamu sangat pucat " ajak Amreeta dan di iyakan oleh Alika.

" antar aku keruangan bu Neti " pinta Alika

" tapi kamu..." Amreeta

" aku baik baik saja " jawab Alika pelan, dan akhirnya Amreeta menuruti keinginan sahabatnya itu.

Sementara Ohan membawa Ricko ke ruang UKS.

1
aoi_chan
sebenernya aku agak gimana gitu baca novel yg tokoh"nya jder ky gini,,cuma klo alurnya bagus fine" aja sih,,,saran aja sih kak,,,bikin cerita yg latar belakang tokohnya agak simpel gitu,,,klo tajir ya gak usah ampe melintir ky gini,,,agak nya susah buat aku ngehalu klo latar belakang tokohnya aja kurang bisa digapai ky gini🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Siti Nurhasanah
kok bisa? menikah diam²? emang siapa walinya? kan ayahnya masih hidup? bahkan dia punya 2 saudara laki² kalo tak ada ayahnya
Siti Nurhasanah
seperti Shafeea (Gadis Tak Bernasab) yg hanya menyukai tanaman hias berdaun hijau saja tanpa berbunga.
Dwi Rana
bagus
Tuti Tyastuti
kasihan si kake pen ngusap cucu mantu tapi gx bisa🤭🤭
Tuti Tyastuti
waduh si kake nih
Tuti Tyastuti
semoga bahagia semuanya
Tuti Tyastuti
dasar ricko
Tuti Tyastuti
mantap
Tuti Tyastuti
bumil sensitif🤭
Tuti Tyastuti
semangat
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti
semoga bahagia alika dan zaidan
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah kake dah sadar dan merstui
Tuti Tyastuti
semangat nadi
Tuti Tyastuti
mewek thor bacanya😭😭
Tuti Tyastuti
syok zaidan lihat kekeny posesif
Tuti Tyastuti
ya kamu terlalu memaksakan nadir
Tuti Tyastuti
itu lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!