NovelToon NovelToon
Danu, Kejarlah Aku

Danu, Kejarlah Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

"Kamu yang menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku setelah aku tidur denganmu. Besok aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai!"

Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar hatiku. Ijab kabul baru saja dilontarkan oleh lelaki yang kucintai sejak dulu, Danu Saliyo.

Aku tidak pernah menyangka, menjadi istrinya justru membuatku harus berbagi suami dengan wanita yang dicintainya.
Hingga akhirnya aku memilih berhenti mencintai Danu.

Namun, semua tak berjalan sesuai keinginanku, sekarang waktunya ia mengejarku.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 POV 3

Di sisi lain, ruang tunggu keluarga Saliyo dipenuhi wajah-wajah tegang.

“Dan, kamu yakin gak ingin menjelaskan ini semua pada Belinda dulu?” tanya Saras saat melihat Danu baru saja tiba. “Mana Dinda?”

Danu menarik napas dalam lalu duduk di sofa kosong. Segelas kopi ia sesap terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sang ibu. Namun, baru saja kopi itu menyentuh lidahnya, pikirannya kembali berkelana. Bayangan tulang selangka putih bersih milik Dinda dan sensasi yang dirasakannya malam tadi kembali terlintas begitu saja.

"Apa yang aku pikirkan? Sial!" gumam Danu.

“Heh, apa yang kamu katakan? Mamamu hanya bertanya kenapa kamu justru mengumpat?” tanya Saliyo yang tidak terima saat samar-samar mendengar gumaman Danu.

Danu tersentak. Ia langsung meletakkan cangkir kopi yang tadi diminumnya.

“Bukan begitu, Pa. Maaf.”

“Ini akibat kamu gak mau dengerin ucapan orang tua. Semua jadi kacau!” tandas Saliyo.

“Papa bisa tenang. Kejadian ini begitu mendadak. Kita juga tidak bisa membatalkan semuanya secara sepihak, kan? Mau ditaruh di mana wajah kita saat orang-orang tahu anak kita menikahi wanita lain karena digerebek? Belum lagi Belinda seorang model ternama, di luar sana banyak wartawan. Melanjutkan pernikahan ini adalah solusi terbaik, Pa.” Saras mencoba menenangkan suaminya.

Saliyo memijat pelipisnya yang kini terasa nyeri. “Tapi setidaknya Danu harus berbicara terlebih dahulu dengan Belinda. Kalau tidak, Papa yang akan berbicara pada ayah Belinda.”

“Papa bisa tenang. Aku yakin Belinda akan mengerti situasi. Lagi pula setelah ini aku akan hidup bahagia dengan Belinda. Pernikahanku dengan Dinda belum terikat secara hukum, jadi akan lebih mudah memberikan talak padanya,” ucap Danu, berusaha membuat kedua orang tuanya tenang.

Namun, siapa sangka justru Saras murka. “Apa kamu bilang? Talak? Danu, Mama tanya padamu, semalam apa kamu tidak melakukan apa pun pada Dinda?”

Danu terkejut mendengar pertanyaan sang ibu, tetapi ia segera mengelak. Baginya, apa yang terjadi dengan Dinda malam tadi adalah bagian dari caranya membalas perbuatan wanita itu, meskipun ia sendiri tahu tindakannya sudah keterlaluan.

“Mama berbicara apa? Mana mungkin aku...”

“Apa kamu tidak punya kaca? Lihat tanda merah di leher itu. Meskipun terlihat samar, Mama bisa tahu,” potong Saras.

Danu refleks memegang lehernya. Ia tidak menyadari ada bekas merah di sana. Entah bagaimana tanda itu bisa muncul. Ia bahkan tidak ingat kapan Dinda sempat menyentuh lehernya.

Senyum mengejek terbit di bibir Saras. Padahal tadi ia hanya berniat menguji sang anak. Bagaimanapun, ia sudah bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi ketika seorang lelaki dan perempuan berada dalam satu kamar setelah melalui pertengkaran dan emosi yang begitu besar.

“Aku hanya mengujimu. Tapi reaksi kamu menunjukkan apa yang sudah kamu lakukan,” ujar Saras mencibir.

“Ingat, setelah kejadian ini sampai kapan pun Mama tidak akan setuju jika kamu memberikan talak pada Dinda. Kalaupun kamu melakukannya, warisan yang kamu dapat akan dibagi. Dinda tujuh puluh persen, sementara kamu hanya mendapatkan tiga puluh persen.”

“Ma, apa yang Mama katakan? Sebenarnya anak Mama siapa?” protes Danu tidak terima.

“Ini semua salah kamu. Kalau saja sifat keras kepala dan otoriter itu bisa kamu kendalikan, tentu saja semua ini tidak akan terjadi!” sahut Saras yang kini mulai emosi.

Tangan Danu terkepal kuat. Situasi justru semakin kacau. Ia mulai memahami mengapa banyak orang mengatakan bahwa balas dendam hanya memberikan kepuasan sesaat, sementara masalah baru akan muncul setelahnya.

Saras kemudian berdiri dari sofa. “Aku mau mencari Ghina. Sekalian melihat keadaan Belinda.”

Danu hanya mengangguk. Saras pun meninggalkan ruang tunggu, sementara Danu dan Saliyo tetap berada di sana membicarakan acara yang sebentar lagi dimulai.

***

Di lantai delapan, Belinda menatap wajahnya di depan kaca sembari mengusap peluh di dahi. Ada sedikit rasa penyesalan di dalam hatinya. Mengapa ia tidak bisa mengendalikan diri? Seharusnya ia bisa menolak hubungan intim dengan Roger, tetapi ia justru menikmatinya.

Sekilas, Belinda melirik ke arah Roger yang bersandar di dekat pintu.

“Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, jadi lebih baik segera pergi,” perintah Belinda sebelum ada orang yang mengetahui keberadaan lelaki itu.

Roger mengulas senyum sembari mengipasi dirinya dengan setumpuk uang di tangan. Tentu saja uang itu berasal dari Belinda. Selama beberapa tahun terakhir, ia selalu mendapatkan uang dari wanita itu setelah hubungan mereka berakhir.

“Aku tahu. Kamu tidak perlu khawatir, Sayang,” jawab Roger.

“Aku harap kamu masih bisa bernapas setelah hari ini,” gumam Belinda.

Telinga Roger samar-samar mendengar ucapan itu. Ia langsung mendekat ke arah Belinda.

“Sayang, kamu tidak perlu susah payah melakukan hal-hal bodoh. Kamu tahu, saat kamu melakukan hal bodoh itu, video panas itu akan disebarkan oleh orang lain. Dan aku bisa pastikan karier serta pernikahanmu hancur dalam semalam.”

“Sialan!”

Tawa terbahak-bahak keluar dari mulut Roger. Lelaki itu tersenyum puas saat melihat wajah kemerahan Belinda yang menahan emosi.

Roger tidak berniat melepaskan wanita seperti Belinda. Selain mendapatkan uang, ia juga merasa mendapatkan banyak keuntungan lain dari hubungan mereka. Karena itu, sejak awal ia sudah menyiapkan pegangan untuk memastikan Belinda tidak bisa begitu saja meninggalkannya.

Video itu menjadi kartu yang bisa digunakannya untuk mengancam Belinda kapan pun ia mau.

“Aku harap pernikahanmu penuh kebahagiaan,” ucap Roger menyindir.

Belinda tertegun di tempatnya. Satu ciuman dari Roger mendarat di pipinya hingga membuat wanita itu tersadar. Belinda langsung mendorong tubuh tegap Roger.

“Keluar kau dari sini!”

Sayangnya, dorongan itu hanya membuat tubuh Roger mundur satu langkah.

“Sabar, Sayang. Aku akan pergi, tenanglah.”

“Brengsek! Pergi!” perintah Belinda lagi.

Roger tersenyum lalu membalikkan badan dan melenggang pergi. Saat membuka pintu, ia melihat Kiky berdiri di luar.

“Masuk, buat dia secantik mungkin.”

Melihat tatapan tajam Roger, Kiky tanpa menjawab langsung masuk ke dalam ruangan.

Sementara itu, Roger kembali mengeluarkan uang lalu memandangi lembaran-lembaran tersebut dengan senyum puas.

“Dasar jalang. Tapi uangnya cukup harum.”

Ia melenggang pergi dari tempat itu. Namun, beberapa langkah setelah meninggalkan kamar Belinda, Roger berhenti ketika melihat seseorang berdiri tidak jauh dari sana.

Saras. Wanita itu baru saja tiba di lantai delapan. Awalnya ia memang berniat mencari Ghina, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria keluar dari kamar Belinda.

Tatapan Saras mengikuti Roger yang berjalan menjauh. Ia kemudian melihat pintu kamar Belinda yang masih terbuka.

Samar-samar, ia mendengar suara Belinda dari dalam kamar.

“Brengsek!”

Saras membeku.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut. Namun, keberadaan seorang pria yang baru saja keluar dari kamar Belinda, ditambah keadaan Belinda yang terdengar sedang emosi, membuat pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.

Apalagi hari ini Belinda akan menikah dengan Danu.

Saras tidak ingin gegabah. Ia tidak masuk ke dalam kamar. Setelah beberapa saat berdiri di sana, ia justru memilih kembali ke lantai bawah.

Di ruang tunggu keluarga Saliyo, Danu dan Saliyo masih membicarakan acara yang sebentar lagi dimulai.

“Mama ke mana? Kenapa belum kembali?” tanya Danu setelah menyadari Saras belum juga muncul.

“Tadi bilang mau mencari Ghina sekaligus melihat istrimu,” jawab Saliyo.

Wajah Danu mendadak suram saat mendengar kata istri. Rasanya ia ingin mengulang waktu untuk mengubah nasib pernikahannya. Di dunia ini, wanita satu-satunya yang dicintainya hanyalah Belinda.

“Seandainya Mama tidak menekan untuk tetap mempertahankan pernikahan, tentu saja setelah acara ini aku akan memberikan talak pada Dinda dan aku akan bahagia dengan Belinda,” ucap Danu dengan suara pelan. Ia sama sekali tidak menyangka buntut dari perbuatannya justru akan membawanya pada poligami seumur hidup.

“Tidak perlu disesali. Mamamu melakukan ini juga demi kebaikan bersama. Kamu tahu ibunya Dinda telah sakit dan kamu juga sudah menggaulinya. Sebagai seorang lelaki, apa kamu akan melepas tanggung jawab begitu saja? Bagaimana jika dia hamil?” tutur Saliyo.

Danu tampak berpikir sejenak. Apa yang dikatakan sang ayah memang benar. Hanya saja, kekecewaan dan kekesalan di hatinya belum sepenuhnya bisa dihilangkan. Ia benar-benar membenci Dinda.

“Sebenarnya Papa khawatir dengan acara ini. Terlebih kita tidak memberitahu keluarga Belinda,” ucap Saliyo penuh kekhawatiran.

“Acara tinggal beberapa menit lagi. Kalau kita menjelaskan semuanya, aku takut reaksi Belinda akan membuat masalah baru. Aku sudah memperingatkan Dinda agar tidak melakukan apa pun,” jawab Danu.

Saliyo menarik napas dalam-dalam guna menenangkan diri. Ia merasa semua jalan terasa buntu. Sebagai kepala rumah tangga, ia memang bisa mengambil keputusan, tetapi kali ini ia sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari istri dan anaknya.

“Papa bawa ponsel? Kita coba hubungi Mama,” ucap Danu.

Baru saja Saliyo hendak mengambil ponsel dari sakunya, pintu lift terbuka dan menampilkan sosok sang istri.

Keduanya buru-buru menghampiri.

“Mama dari mana saja?” tanya Saliyo.

Wajah Saras masih pucat pasi seperti habis melihat hantu. Namun, hal itu sama sekali tidak disadari Saliyo dan Danu. Mereka mengira Saras hanya sama seperti mereka, khawatir dengan acara yang sebentar lagi dimulai.

“Mama,” panggil Danu.

“Ah, i-iya.” Saras menjawab dengan suara terbata-bata.

“Ada apa, Ma?” tanya Saliyo.

“Em... tidak ada apa-apa. Bagaimana, apa semua sudah siap?”

Pertanyaan itu belum mendapatkan jawaban ketika Saras kembali bertanya pada sang anak.

“Danu, kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikahi Belinda?”

“Tentu saja. Mama sangat tahu aku begitu mencintainya,” jawab Danu.

Saras mengelus pundak Danu sembari mengulas senyum, membuat Danu bertanya-tanya.

“Ada apa, Ma?”

“Tidak apa-apa,” jawab Saras singkat.

Meskipun benak kedua lelaki itu masih dipenuhi pertanyaan, keduanya tidak mempermasalahkannya lagi. Tak lama kemudian, mereka bertiga menuju aula tempat akad akan dilangsungkan.

1
sutiasih kasih
harusnya km brsyukur blm mnyentuh belinda ..... bisa jdi belinda sdh trjangkit pnyakit krna seringnya di celup bnyk laki".....
Mariatul
baper aku Thor. mau nangis iya, mau meledak pun iya. 😁😁
sutiasih kasih
jalang sesungguhnya siapa danu???
sutiasih kasih
double up dunk thor😘😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, udah proses
total 1 replies
sutiasih kasih
10 th.... gmn klo dinda hamil ankmu danu.....
ap km g makin nyesel tuh.... sdh brp ratus kata mnyakitkn yg km tancapkn ke hati dinda...
sutiasih kasih
pede amat kau danu....
Dinda ingin tetap waras.... & tak prlu km sibuk mncarinya.... krna itu tak perlu...
smoga sja... dimasa mndatang dinda mndpt jodoh lelaki yg terbaik...
sutiasih kasih
nungguin upnya thor😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: ini lagi ngetik kak, sabar ya. 🤭🙏
total 1 replies
Annisa Lupiyanah
bagus ceritanya
sutiasih kasih
mksutnya.... Dinda sdh pergi dri hidupmu.... yg artinya Dinda jga sdh mnjadi mantan istrimu Danu....
sesuai yg km ktakn.... klo Dinda prgi berrti km sdh mnceraiknnya....
tak prlu kepengadilan agama.... toh km cm nikah siri sm Dinda....
sutiasih kasih
lnjut thor...
up bnyak bnyak😘😘
sutiasih kasih
lanjut up thor.... jgn lama"...
sutiasih kasih
kok lm g update...🤔🤔
sutiasih kasih
jgn dunk ghina.... jgn lgi km meminta dinda untuk mnerima danu lgi....
km.g tau kejamnya danu mmprlakikn dinda.... bhkn mulut danu tak segan mngatakn hal yg keji trhdp dinda...🙄🙄
sutiasih kasih
lanjut up bnyak" thor...😘😘
sutiasih kasih
danu.... ap yg sdh km ktakn ke dinda....
seenteng... dan segmpang itu kta keramat km ucpkn kedinda....
jgn prnh lgi km mngusik hidup dinda.... krna dinda bukan lgi bagian dri hidupmu..... krna dinda sdh km jandakn🙄🙄
Inarrr Ulfah
si ghina tau klo si belinda punya selingkuh an,, jgn2 selingkuhan si belinda. teman nya gihna🤣danu aja yg bodoh,, nanti klo dinda. pergi ke perbatasan baru nyaho
sutiasih kasih
smoga ada inisiatif dinda untuk merekam duo psangan selingkuh...
untuk dinjadikn senjata.... saat si belinda mnindasnya...
sutiasih kasih
lnjut... double up thor😘😘
sutiasih kasih
nyatanya cm tmbuh dinda yg bisa mmbuatmu bergairah danu....
mulutmu sll mnghina dinda tidak berharga..... tpi nyatanya km yg prtama mnikmatinya.....
justru belinda yg tak ada harganya.... krna sdh dinikmati laki" lain.... ntah sdh berapa ratus kali di pake...
sutiasih kasih
nungguin upnya...
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: iya kak, maaf hari ini libur dulu besok seperti biasa jam 6 baru up ya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!