NovelToon NovelToon
Jejak Kaki Di Kotaku

Jejak Kaki Di Kotaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Menelusuri lorong kota itu setelah sekian lama meninggalkannya mengusik ingatanku.

Beberapa tempat yang tak berubah, mengingatkan sebagian kisah masa laluku yang menempaku menjadi seperti sekarang .... Laki-laki yang masih tetap menjadi dirinya sendiri.

Aku bisa selembut kapas dan berubah sekeras batu padas seiring kedewasaan hidupku yang dikelilingi kepalsuan dan intrik penumpang gelap di sekitarku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kesenangan Tidak Harus Melupakan

Jika saja sudah ada penemuan alat kalibrasi otak termutakhir saat itu, Aku tak tahu otak siapa yang seharusnya di reset ulang supaya menjadi normal .... Apakah otakku atau otak Erwin.

Nilai matematikaku menurun sejak bocah jabrik menyebalkan itu duduk di sebelahku.

Jangankan nilai sepuluh, nilai delapan yang sering Aku peroleh saja, kudapatkan dengan susah payah. Lama tak melihat angka sepuluh di lembar-lembar nilai pekerjaan berhitung membuatku sangat kangen dengan angka keramat itu.

"Nomer empat Gimana Pras ?" Mulut Erwin selalu ribut menanyakan jawaban soal-soal matematika, terutama ketika berhadapan dengan soal-soal hitungan cerita membuatku selalu terganggu dan sering kehabisan waktu untuk mengerjakannya.

Bocah sialan itu lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di sungai dengan teman kampungnya daripada memikirkan soal hitung-hitungan yang menurutku semakin naik tingkat kesulitannya.

"Pras, setiap Senin dan Kamis sore ajak Erwin ke tempat pak Kirman." Lalu suatu saat ibu Erwin menyuruhku menemani Erwin mengikuti les matematika.

"Baik bu, nanti saya sampaikan ke Bapak." Tentu saja Aku harus berembug dulu dengan Bapak berkaitan dengan uang les yang harus kubayarkan.

"Biar nanti ibu yang bayar. Gak usah kamu bilang ke Bapak atau Ibu-mu .... Yang penting kamu temani Erwin. Anak itu keluyuran terus kerjaannya setiap pulang sekolah." Ucapan ibu Erwin tentu saja menyenangkan hatiku.

"Baik bu." Tak berpikir panjang Aku menerima tawaran ibu Erwin untuk ikut les matematika bareng Erwin.

Semula Aku berharap dengan menemaninya ikut les matematika, maka Aku terbebas dari gangguannya saat menjawab soal-soal matematika di kelas .... Dan ternyata Aku salah besar ....

***

Alasan berangkat les matematika malah dipakai Erwin untuk melampiaskan kesenangannya bermain di kali Tanjlig dengan bocah-bocah kampung sebayaku sepulang sekolah.

"Aku berangkat bu !" Nada liciknya selalu kuingat setiap kali Erwin berpamitan berangkat les.

Di kampung Sokanegara tempat kami tinggal, hanya Aku dan Erwin yang satu sekolah di SD yang kata orang-orang termasuk SD favorit. Bocah-bocah sebaya kami kebanyakan bersekolah di SD Inpres atau di SD Negeri yang ada di sekitar kampung kami.

Saat kami berkumpul bersama bocah kampung menghabiskan waktu. Kadang-kadang ada nada iri dari mulut mereka.

Sekolahku memang sedikit berbeda dengan sekolah bocah-bocah kampung teman main kami itu.

Jika kami semua bersepatu saat berada di sekolah kami, tidak semua bocah kampung kami bersepatu di sekolahnya. Kebanyakan bocah-bocah itu masih nyeker ketika berangkat dan pulang sekolah.

Begitu juga dengan pelajaran sekolah. Tidak seperti Aku dan Erwin yang selalu dipusingkan soal-soal pekerjaan rumah seusai sekolah, ... bocah-bocah kampung itu lebih sering keluyuran setelah pulang sekolah tanpa pernah memikirkan urusan pekerjaan rumah.

Bersenang-senang main hujan sambil memunguti cengkeh yang berserakan di bawahnya, main perang-perangan di kali Tanjlig dan segala kesenangan bermain sering membuat Aku dan Erwin iri dengan kebebasan mereka.

Walau kebanyakan bocah-bocah itu belum bisa membaca seperti kami berdua, bermain bersama mereka sangat menyenangkan. Dan mereka sangat baik kepada Aku dan Erwin.

Mungkin karena Aku sering mengajari mereka membaca jika menemukan sobekan kertas poster film yang akan diputar di bioskop Garuda, atau karena mereka bebas menonton tivi setiap hari Minggu di rumah Erwin.

Tak heran di hari pertama les matematika, yang membebaskan kami mengerjakan pekerjaan rumah yang menyebalkan, Erwin malah mengajakku menyusul mereka ke hulu kali Tanjlig yang berada di sebelah atas rumah sakit.

"Yuk lets go." Menirukan kata-kata di film Minggu siang yang sering kami tonton, Erwin memulai persekongkolan buruknya.

Entah kenapa Aku malah tak menolak ajakannya. Mungkin karena Aku dan Erwin tidak boleh bermain jika ada pekerjaan sekolah yang belum kami kerjakan.

"Ayo.... tapi jangan lama-lama ya." Aku mencoba mengingatkannya.

Dan hari itu menjadi hari kebebasan kami berdua setelah kami berhasil menyusul rombongan bocah kampung yang sedang berendam dan bermain di kali.

"Copot bajumu Pras." Tak menunggu lama, Erwin mulai melepas kaos dan celananya. Telanjang bulat dia menyusul bocah kampung yang berteriak memanggil kami.

Seperti menemukan surga, Aku dan Erwin menemukan kesenangan lain di situ saat bocah-bocah itu lalu mengajari kami berenang setelah Aku dan Erwin menyusul mereka.

Semula Aku dan Erwin tak akan terlalu lama berendam telanjang bulat di kali itu, teringat les matematika yang harus kami ikuti.

Lalu kami berdua mulai mahir berenang. Membuat kami mulai bermain di tempat yang lebih dalam dan mulai melupakan les matematika yang harus kami ikuti.

Sejak itu kami mulai sering telat jika berangkat les.

Siapa sih yang mau meninggalkan kesenangan yang lain, saat kemudian Aku dan Erwin mulai mengikuti bocah-bocah kampung itu mencari ikan dan udang di sela bebatuan yang ada di sepanjang aliran kali Tanjlig dengan cara meregem-nya.

Apalagi kami akan beramai-ramai membakarnya di tepi kali jika ikan dan udang yang kami peroleh lumayan banyak.

***

Suatu hari yang masih kuingat betul, entah siapa yang memulai tiba-tiba saja kami saling menantang beradu cepat menyeberangi kali Tanjlig.

Aku sebenarnya sudah mengingatkan Erwin untuk meninggalkan kali, teringat les yang akan kami ikuti. Apalagi Ibuku dan Ibu Erwin sudah menegurku tentang kami berdua yang sering telat berangkat mengikuti les.

"Nyenyenyeeee ... !"

Erwin malah mengejekku, menungging memamerkan bokong telanjangnya ke arahku saat Aku ribut berteriak mengajaknya bergegas berangkat mengikuti les matematika.

Kejengkelanku tak tertahan lagi di pinggir kali melihat ulah Erwin.

Berlari ke arah tumpukan bajunya, Aku lalu melemparkannya ke dalam kali dan bermaksud meninggalkannya.

Melihat itu, Erwin tak tinggal diam, dia bergegas menepi dan mengejar ku. Membalas merebut baju yang belum sempat kupakai dan melemparkannya juga ke arah kali.

"Sialan kamu Win !" Aku mengumpat sengit.

Kami berdua lalu berenang sekuat tenaga mengejar pakaian masing-masing diikuti sorak sorai bocah kampung yang menyoraki kami.

Lalu suara ribut itu terhenti .... Bocah-bocah itu berlari bubar saat kulihat ibuku dan ibu Erwin sudah ada di pinggir kali memelototi kami.

"Kiaamaaaat ... !" keluhku sambil menepi ke arah mereka yang kini ribut berteriak memanggilku dan Erwin.

Sepanjang jalan ke rumah, ibuku dan ibu Erwin memukulkan ranting pohon ke bokongku dan bokong Erwin di tengah omelan sengit keduanya.

Entah darimana mereka tahu keberadaan kami .... Yang kuingat setelah itu .... Ibuku dan ibu Erwin selalu mengantar kami ke tempat les.

Memastikan kami masuk ke rumah pak Kirman guru les matematika kami sebelum meninggalkan kami berdua setelahnya. ...

***

 

*Nyeker : tidak bersandal atau bersepatu dalam bahasa Jawa.

*Meregem : menangkap ikan di sela-sela batu dengan tangan kosong dalam bahasa Jawa.

1
Dhatu Lukita
🌹 untukmu 🤭💪
Dhatu Lukita
kemekel aku bacanya 😄
Wawan: Tengs .... semoga jadi inspirasi buatmu Thor 🤭👍
total 2 replies
Dhatu Lukita
banjir rob itu apaan ya kak
Wawan: Banjir sebab amblasnya tanah dan naiknya permukaan air laut .... Semarang dan Jakarta jadi contoh terkini banjir rob parah ... tengs atensinya
total 1 replies
SANG
Iklan lagi untukmu thor 👍💪
SANG
Lanjut thor👍💪
SANG
Semangat ya thor 👍💪
ginevra
salam juga pras
Aya Ansyar
Semangat terus berkarya Author 👍🏻
SenandikaMaret
percaya diri itu emang harus 🤣
Wawan: Nah kan .... 🤭🤭🤭😍
total 1 replies
asepnya bikin korong jadi irenk🤣
waktu kecil sering gogoh ikan di sawah, dapet seplastik, tapi malah sering lupa dibawa pulang, kerna keasikan maen ... pas diliat lagi dah jadi bangke🤣
ikan melem itu yang kayak apa kak?
jadi inget pas masih angon wedus pas jelas 3 SD🤭
ini cerita authornya kah🤭
Wawan: Hahaha ....simpulkan 🤣
total 1 replies
bjir, raup tayi🤣
kena pecut ekornya
temannya kek nama kakakku bjir🤣
enak tuh daging biawak, kek ayam
kalo anjingku dulu pas SD namanya Bopi, terus pas jalan" ke pameran ada ibu yang manggil bayinya Bopi, kakakku langsung cekikikan🤭
biasanya abis cari ular🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!