NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

  Sore itu Alisha yang sedang duduk santai dipinggir kolam renang dengan kedua kakinya bermain air menikmati udara sore hari dengan menyesap jus jeruk yang terasa begitu menyegarkan. Terdengar dering ponsel miliknya yang ia letakkan diatas meja dekat kolam renang. Alisha segera mengambil ponselnya dan langsung tersenyum senang saat tau sang kekasih yang menghubunginya.

 "Hallo mas Fandi, tumben telfon jam segini apa mas enggak kerja?" tanya Alisha beruntun suara terdengar ceria. Fandi yang mendengar suara lembut sang kekasih ikut tersenyum kecil.

 "Memangnya mas enggak boleh telfon pacar mas ya?" terdengar suara Fandi pura pura merajuk. Alisha yang mendengar perkataan kekasihnya langsung terkekeh kecil.

  "Ya bukan gitu mas, ya tumben aja mas telfon jam segini. Kan biasanya jam segini mas Fandi masih sibuk kerja" jawab Alisha lembut.

 "Mas kangen kamu sayang, nanti malam kita jalan yuk. Sudah lama kita enggak jalan bareng" ajak Fandi dari sebrang telfon.

  "Baiklah mas, sampai bertemu nanti malam ya mas" sahut Alisha tersenyum manis karena merasa bahagia ingin segera bertemu dengan sang kekasih.

  " Baiklah sayang, nanti malam mas jemput jam 7 ya sayang"

"Iya mas, assalamualaikum.."pamit Alisha lembut.

"Wa'alaikum salam..." jawab Fandi setelah itu panggilan berakhir.

Setelah panggilan berakhir Alisha segera melihat jam di ponselnya. "Waduh udah jam 5 sore, aku harus segera bersiap siap nih. Aku harus berpenampilan menarik didepan calon masa depan aku" ucap Alisha segera meninggalkan kolam renang kembali masuk kedalam rumah menuju kamarnya untuk bersiap siap.

  Sedangkan dikantor Fandi setelah menghubungi Alisha, ia segera bersiap akan pulang. Namun tiba tiba Monika sekertaris masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Wanita cantik yang berpengalaman sexy tersebut langsung menerobos masuk kedalam ruangan Fandi sang atasan sekaligus kekasihnya. Monika langsung duduk diatas pangkuan Fandi dan kedua tangannya langsung ia kalungkan ke leher Fandi.

   "Sayang kamu mau kemana kok terburu-buru gitu, pasti kamu mau menemui gadis ingusan itu kan?" tanya Monika dengan nada tidak suka bercampur cemburu padahal posisi dialah selingkuhan Fandi tapi seolah olah Alisha saingan untuknya. Fandi yang ditanyai sedikit gelagapan ingin berkata jujur takut Monika marah marah karena cemburu. Akhirnya Fandi beralasan bahwa ia buru-buru pulang karena sang mama sudah menghubunginya.

  ""Enggak kok sayang, aku buru buru pulang karena mama barusan menelfon aku agar segera pulang ke rumah ada hal penting yang ingin dibicarakan" bohong Fandi.

   "Beneran sayang, kamu enggak pagi bohongin aku kan??"tanya Monika memastikan.

  "Iya sayang, mana ada aku bohongin kamu hem..." jawab Fandi berusia tetap tenang.

 "Baiklah aku percaya padamu, tapi kalau sampai aku tahu kamu bohongin aku, maka bersiap siaplah akan ku bongkar rahasiamu selama ini kepada gadis ingusan itu" ancam Monika dengan seringai licik, setelah itu Monika langsung turun dari pangkuan Fandi setelah mencium bibir Fandi sekilas sebelum keluar dari ruangan Fandi. Setelah kepergian Monika, Fandi menggebrak mejanya keras"Brak.. brengsek kamu Monika, ternyata kamu wanita cukup licik juga. Tapi aku enggak akan biarkan itu terjadi, sebelum kamu melakukan itu semua maka bersiap siaplah akan ku singkirkan kamu dari di hidupku" geram Fandi kesal.

  Tepat jam 7 malam Alisha sudah menunggu kedatangan Fandi. Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Fandi sudah tiba kediaman mewah keluarga Alisha. Alisha yang mendengar suara mobil yang sangat ia kenali gadis cantik tersebut segera keluar dari dalam kamarnya. Dilantai bawah ada kedua orang tua Alisha dan juga Fandi yang sudah menunggu dirinya. Saat ia menuruti tangga semua mata tertuju padanya Alena dan Mohan tersenyum hangat melihat putri mereka terlihat begitu cantik dan anggun dengan penampilannya tersebut. Sedangkan Fandi tatapan matanya terpaku dengan penampilan kekasihnya"Cantik kamu selalu cantik dalam hal apapun sayang" gumam Fandi tersenyum lembut.

     "Ayo mas, aku sudah siap berangkat" ajaknya dengan nada riang ditambah senyuman manisnya sehingga lesung pipinya terlihat semakin jelas. Siapapun akan terpesona dengan gadis cantik tersebut.

  "Iya sayang..

Om tante kami pamit dulu" pamit Fandi sopan setelah mencium punggung tangan kedua orang kedua Alisha.

  "Kalian hati hati dijalan, Fandi tolong jaga putri om dan jangan pulang terlalu malam" pesan Mohan sebelum Fandi dan Alisha masuk kedalam mobil.

  "Pasti om, nyawa saya sebagai jaminannya" jawab Fandi menyakinkan. Mohan dan Alena membalas dengan anggukan kepala.

  Setelah mobil yang dikendarai Fandi sudah tidak terlihat lagi, barulah kedua pasangan paruh baya tersebut kembali masuk kedalam rumah. "Mas menurutmu apa Fandi pria yang cocok untuk putri kita?" tanya Alena tiba tiba entah mengapa Alena merasa Fandi bukan pria baik seperti kelihatannya. Mohan tersenyum kecil lalu merangkul pinggang istrinya lembut. "Entahlah sayang, untuk saat ini kita tidak memiliki bukti apapun tentang Fandi jika pria itu berniat jahat terhadap putri kita. Tapi satu hal yang pasti sayang, jika sampai pria itu berani menyakiti putri kita, maka dia akan berhadapan langsung denganku" ucap Mohan tegas tatapan matanya berubah serius.

                          >>>>>>>

  Fandi mengajak Alisha makan malam disebuah restoran seafood. Alisha ingin makan udang lobster saus tiram lada hitam dan Fandi pun mengiyakan saja. Setelah makan Fandi mengajak Alisha nonton bioskop film terbaru. Saat Alisha dan Fandi sedang mengantri memesan tiket tiba-tiba mereka bertemu dengan pasangan adik kakak yang tak lain Santa dan David. Kebetulan Santa dan David juga ingin menonton bioskop tanpa disangka malah bertemu dengan Alisha dan kekasihnya. David yang baru tahu kalau Alisha sudah memiliki kekasih entah mengapa hatinya merasa tidak nyaman dan dia pun tidak tau dengan apa yang ia rasakan saat ini. Sedangkan Alisha saat tatapan matanya tanpa sengaja bersitatap dengan mata tajam David entah mengapa ada perasaan canggung tiba-tiba. Sekilas kejadian di apartemen Santa terlintas di ingatannya. Tiba tiba pipi Alisha berubah bersemu merah karena malu, buru buru Alisha mengalihkan tatapannya dari David. Sedangkan David yang menyadari expresi wajah Alisha tiba tiba sebuah senyuman tipis menghiasi wajah tampannya.

   "Bagaimana keadaanmu Santa, sudah lebih baik kan?" tanya Alisha kepada Santa. Santa yang ditanyai langsung tersenyum lalu mengangguk kecil "Seperti yang lo lihat, gue sudah jauh lebih baik apalagi setelah kedatangan kakak gue hehehe" jawab Santa seraya tersenyum menatap sekilas kakaknya yang sejak tadi berdiri disampingnya.

   Alisha menatap kekasihnya "Mas kenalin dia Santa sahabatku dan yang disampingnya Santa adalah kakaknya" ucap Alisha memperkenalkan sahabatnya kepada Fandi. Meskipun Fandi sudah menjalin hubungan dengan Alisha cukup lama tapi baru kali ini Alisha memperkenalkan sahabatnya.

Fandi yang memang orangnya ramah ia langsung tersenyum lalu menjawab "Salam kenal namaku Fandi" ucap Fandi mengulurkan tangannya kepada Santa namun bukannya Santa yang menerima uluran tangan tersebut justru David yang langsung menerima uluran tangan Fandi "David kakak Santa" jawab David dengan expresi datar. Fandi yang merasa tangannya sedikit diremas oleh tangan David ia buru-buru menarik tangannya.

Fandi langsung merangkul pinggang Alisha lalu berkata"Sayang ayo kita masuk, filmnya sudah akan dimulai" ajak Fandi ingin segera pergi dari hadapan kakak beradik tersebut. Entah mengapa aura mereka berdua sangat dingin, baru sekarang Fandi bertemu dengan orang seperti mereka. "Santa kami duluan ya, sampai bertemu nanti" pamit Alisha sebelum masuk kedalam bioskop. Santa hanya mengangguk singkat melihat sahabatnya pergi dari hadapannya.

"Apa kakak merasa ada yang aneh dengan pria tadi?" tanya Santa tiba tiba seraya menatap kakaknya. David yang mendengar perkataan adiknya hanya mengangkat bahunya acuh. Lalu ikut masuk kedalam bioskop karena kebetulan film yang akan mereka tonton sama dengan film yang ditonton Alisha. Santa mendengus kesal melihat sikap kakaknya "Dasar manusia batu" gerutu Santa kesal melihat punggung kakaknya semakin menjauh.

**2 jam kemudian**

Setelah 2 jam film berakhir, para penonton membubarkan diri keluar dari dalam bioskop. Saat baru keluar dari dalam bioskop tiba-tiba Alisha kebelet ingin ke toilet. "Mas aku ke toilet sebentar ya, mas tunggu diparkiran saja nanti aku langsung nyusul kesana" ucap Alisha sebelum pergi ke toilet. "Apa perlu mas temani?" tawar Fandi lembut. Alisha menggeleng lalu segera pergi ke toilet karena sudah tidak tahan ingin buang hajat.

Setelah kepergian Alisha, Fandi berjalan menuju parkiran mobilnya dan menunggu didalam mobil. Tanpa sadar ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka berdua, orang tersebut menyeringai lalu pergi. Sedangkan Alisha yang sudah selesai dengan urusannya ia mencuci tangan diwestafel. Setelah itu barulah Alisha keluar dari dalam toilet namun saat ia baru membuka pintu toilet tiba tiba ada seseorang yang menarik tangannya cepat saat akan berteriak meminta tolong tiba tiba mulutnya dibekap dari belakang. Terdengar bisikin lembut suara seseorang yang sedikit tidak asing di telinganya. "Jauhi dia, dia tidak sebaik yang kamu kira" bisiknya pelan namun terdengar nada tegas bersamaan. Setelah itu pria tersebut langsung pergi meninggalkan Alisha yang masih berdiri mematung menatap bayangan gelap yang perlahan pergi menjauh. "Dia, dia bukannya pria gila itu" gumam Alisha pelan. Entah apa maksud dari perkataan pria asing tadi. Alisha segera meninggalkan tempat tersebut menyusul kekasihnya.

Saat sampai parkiran Alisha melihat Fandi sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Saat menyadari kedatangan Alisha, Fandi buru buru mematikan teleponnya. "Mas lagi telefon siapa, kenapa buru buru dimatikan?" tanya Alisha dengan tatapan menyelidik. Entah mengapa tiba tiba alisha teringat dengan perkataan pria asing tadi. "Bukan siapa-siapa sayang, sekertaris mas mengingat bahwa besok ada rapat pagi" jawab Fandi sedikit gelagapan. "Oh gitu, yaudah ayo pulang mas sudah malam" ucap Alisha mencoba percaya dengan perkataan Fandi.

" Iya sayang, ayo mas antar kamu pulang" ucap Fandi segera membukakan pintu mobil untuk alisha setelah Alisha duduk dengan nyaman baru setelah itu ia baru masuk kedalam kursi pengemudi dan tak lama mobil Fandi pergi meninggalkan tempat tersebut. Tanpa mereka tau ada seseorang yang sejak tadi sudah mengawasi mereka berdua "Tak lama kebusukanmu pasti akan terbongkar tinggal nunggu waktu yang tepat" ucap orang tersebut menyeringai licik.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!