Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
아홉 번째 장
"Gege Ming Hui... kenapa tidak menunggu ku? aku juga ingin melihat putri mu yang mengemaskan ini" ucap seorang wanita muda yang cantik. Chyen Ming yang melihat sepupu ayah nya pun memutar mata,
"Aku tidak tahu ternyata seorang putri dari paman pangeran terdahulu tidak memiliki etika? apa Keluarga anda tidak mengajarkan perlakuan yang sopan.... dulu waktu ada ibuku kau juga tak menghargai teguran nya, ada wajah mu sudah tidak memiliki rasa malu?" ucap pedas Chyen Ming. Chen Ming pun mengangguk, semua anak-anak Kaisar Ming. membenci Keluarga adik dari mendiang kakek kaisar nya. Mei Hui Ming yang baru melihat boneka santet pun langsung menatap tajam kearah Kaisar Ming, Kaisar Ming yang merasa di tatap tajam pun langsung menoleh ke arah putri.
"Mei'er dengarkan ayah ya... ayah tidak tahu apa-apa wanita itu mengikuti ayah, ayah pikir dia tidak akan main masuk saja... Jangan marah ya? hanya Mei Hui Ming dan ibu yang berada di hati ayah" ucap Kaisar Ming. dia tidak ingin putri kesayangan nya salah paham, Mei Hui Ming pun mengangguk.
"Gege ucil boneta hantu itu Dali tamal Atu... atu belum bica menendang nya, talau atu cudah becal... atu tendang dia" ucap kesal Mei Hui Ming. Chyen Ming yang mendengar itu pun langsung.
"Prajurit..... lempar wanita tidak tahu malu ini, jangan biarkan dia masuk ke kediaman ini lagi" teriak Chyen Ming. wanita yang tadi mengikuti Kaisar Ming, merengek manja kearah Kaisar Ming. Kaisar Ming pun tak melihat nya sedikitpun, dia malah mengendong Mei Hui Ming.
"Mau macut peltumpulan teluarga Atu? oh tidat bica fulguco...." gumam Mei Hui Ming. Chyen Ming pun mengangguk mengiyakan ucapan adik ya, dia menatap penuh selidik kearah Kaisar Ming. Kaisar Ming yang ditatap penuh selidik oleh putra pertama nya pun merinding.
"Chyen'er... ayah bersumpah, ayah tidak mengundang wanita itu... kalau kau tak percaya tanya Mo" ucap Kaisar Ming dengan nada putus asa. gimana tidak putus asa, putranya masih belum bisa baik kepadanya. dia tidak mungkin membuat putra pertama nya salah paham lagi.
"Aku tidak bertanya" ucap datar Chyen Ming. Kaisar Ming hanya bisa membuang nafas kasarnya, putranya itu masih memiliki kekecewaan karena meninggal nya sang istri.
"Mei mei Gege ke tempat latihan dulu ya... nanti malam Gege kesini lagi" ucap lembut Chyen Ming. Mei Hui Ming pun mengangguk, Chen Ming mendelik.
"lihat..... lihat.... mei mei bisa mengerti ucapan kitakan?" teriak Chen Ming.
"Memang.... iya..." sahut Kaisar Ming dan Chyen Ming. Chen Ming melotot kearah ayah dan Gegenya, jadi hanya dia yang tidak tahu kalau adiknya ini bayi ajaib. oh tunggu jangan bilang para saudara lain nya pun belum tahu, hohoho. ini bisa jadi berita paling bagus yang dia bagikan pada para saudara nya.
"Kalian berdua curang.. eh bertiga, aku tidak di berikan tahu sama sekali aku ngambek pada kalian" ucap kesal Chen Ming. dan berjalan keluar, tapi tak lama berhenti.
"Ngga ada yang mau menahan aku ini?" tanya Chen Ming. Kaisar Ming. Mei Hui Ming dan Chyen Ming menggelengkan kepalanya mereka dengan kompak, mata Chen Ming memerah.
"Huaaaa.... kalian jahat pada ku" teriak Chen Ming sambil berlari keluar kamar Mei Hui Ming. Kaisar Ming terkekeh geli melihat tingkah putra kelima nya itu, dia anak laki-laki yang banyak tingkah. Tidak seperti ke empat Gege dan adik lelaki nya.
...----------------...
Keberangkatan putra mahkota Chyen Ming ke desa Ciun pun tiba. Mei Hui Ming juga memberikan beberapa barang untuk Gegenya, awalnya putra mahkota Chyen Ming terkejut dengan barang yang di keluarkan oleh adiknya.
FLASHBACK ON BARANG BAWAAN PUTRA MAHKOTA
.
.
Beras untuk dibagikan Chyen Ming ke pada warga desa Ciun.
Minyak goreng dan beberapa gandum juga bahan lain.
Telur ayam. Yang menumpuk di ruang dimensi Mei Hui Ming, Chyen Ming melongo dengan apa yang dia lihat. Mei Hui Ming tak sampai itu saja, dia juga mengeluarkan beberapa macam roti.
Tidak lupa juga bermacam jenis sosis yang membuat Chyen Ming semakin terpaku, dia menatap adiknya yang sedang berbaring manis di tempat tidur nya.
Mei Hui Ming tak tanggung-tanggung dia juga mengeluarkan beberapa macam jenis daging, entah itu sapi babi dan ayam semua menumpuk di sudut kamar nya, Chyen Ming meringis dia berpikir bagaimana membawanya.
Cemilan dan beberapa bahan pasta juga, Mei Hui Ming tak pelit dia juga mengeluarkan makanan yang sudah jadi. dia menjelaskan cara membuat nya kepada sang Gege. Chyen Ming pun mendengarkan ajaran sang adik, dia begitu fokus mendengar ucapan sang adik. dia juga sampai menulis semua cara membuat pasta.
"Tapi mei mei... bagaimana Gege membawanya? kau tahu kan orang-orang akan merampok Gege mu saat di tengah jalan kalau melihat bahan makanan ini?" ucap Chyen Ming.
"Atu belum celecai loh ya.... ulucan bawa membawa itu ulucan gampang Gege" ucap Mei Hui Ming.
"Baiklah-baiklah.... Gege diam" jawab Chyen Ming. Mei Hui Ming pun mengangguk, dia pun mengeluarkan ubi untuk di tanam atau untuk di masak nantinya. Tidak hanya ubi tapi jagung juga kacang tanah, Chyen Ming hanya mengangguk mengiyakan tanpa membantah ucapan sang adik.
"Uhuk... ya dewa, mei mei ku merampok dimana dia? oh... Jangan sampai orang jahat tau dengan apa yang dimiliki adik ku ini" gumam Chyen Ming.
"Itu namanya lebuc ubi.... itu lebuc jagung... itu lebuc tacang.... tacang bica di buat cemilan dan bahan matanan juga, contoh bumbu tacang di tumbut patai cabe dan bawang melah dan bawang putih. yang temalen atu tacih Gege" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming mengangguk-ngangguk kan kepala nya, Mei Hui Ming pun mengeluarkan beberapa cemilan dari ubi dan menjelaskan cara buatnya juga. walau pusing tapi Chyen Ming mengikuti adiknya dan menulis sesama dengan baik.
"Itu ubi oven, nah ubinya yang cebelah Cana..." ucap Mei Hui Ming sambil menunjuk kearah ubi Cilembu mentah, Chyen Ming pun mengangguk.
"Ini biji calat ungu... nah yang putih ini canten, canten telbuat Dali buah telapa yang belada di belatang ictana tita Gege" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming pun mengangguk dan menulis,
"Yang ini namanya telepon... hais butan telepon tapi te le pon, potonya itu lah culit tali lidah ini belbicala" ucap kesal Mei Hui Ming. Chyen Ming melipatkan bibirnya untuk menahan tawa, dia tahu adiknya lagi kesel. jadi dia tidak ingin membuat adiknya tambah kesal kepadanya nanti.
"Ini namanya bola ubi... calanya di lebuc dulu teluc di ancultan, cetelah itu tambah tepung ceditit.... lalu bulat-bulat cetuta talian lah, cetelah itu di goleng patai minyat panac" ucap Mei Hui Ming. dia membuang nafas panjang, Chyen Ming mendekati sang adik dan memberikan dot yang di keluarkan Mei Hui Ming, dia tidak mau meminum asi. jadi dia minta susu sapi, Chyen Ming yang mengetahui keinginan adiknya pun langsung berbicara pada sang ayah. awal nya Kaisar Ming tak setuju, tapi pas putrinya tidak mau meminum asi sedikit pun langsung mengikuti saran putra pertama nya itu.
"Cudahlah itu Caja... Hui'el lelah talna belbicala Tel lalu lama dan panjang, Oya itu detat tempat tidul ada cincin. Gege patai jangan lupa tetec tan dalah Gege ya....Hui'el mau tidul dulu lelah cetali" ucap Mei Hui Ming. dan fokus meminum susunya, Chyen Ming pun langsung mengambil cincin itu dan meneteskan darah nya. dia menatap sang adik dengan rumit, apa lagi barang yang di Keluarkan adiknya ini. Tidak ada di kekaisaran mana pun.
"Gege akan melindungi mu, nyawa pun akan Gege pertaruhan bila ada yang menganggu mu mei mei" ucapnya sambil menatap lembut. dia pun langsung memasukkan barang-barang yang di keluarkan sang adik. Chyen Ming duduk di sisi adiknya.
CUP
"Sekarang kau hidup Gege... Gege akan menikah dengan wanita yang bisa menyayangimu dan menerima mu seperti Gege menerima Keluarga wanita itu nantinya" ucap Chyen Ming. dan berbaring di sisi Mei Hui Ming. sedangkan Kaisar Ming yang melihat kejadian dari awal sampai akhir pun mematung.
"A apakah pu putriku renkarnasi Dewi?
BERSAMBUNG.....
dan tu tasyih phote untut mu 😁