NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

Nikah? itu adalah hal yang paling dihindari oleh Yiwa saat ini, nanti atau sampai kapanpun itu. Bahkan di kamus hidupnya pun kayaknya gak ada tuh yang namanya 'nikah'.

Tapi balik lagi, kalau takdir udah ditentukan, mau jungkir balik salto pun akan tetap gak bisa dihindari lagi.

Satu hal yang disesali Yiwa, harusnya dia gak usah ikut mbahnya lihat acara desa malam itu atau justru seharusnya ia gak usah pulang ke desa sekalian. Tapi kalau gitu malah kasihan mbahnya gak ketemu cucu satu-satunya ini.

namun setelah kejadian itu justru cucunya ini yang harus dikasihani.

Karena apa? karena Yiwa, cucu satu-satunya Mbah ini harus dinikahkan dengan pemuda desa yang cukup disegani disana.

Yiwa sampai bingung, gimana bisa orang sekaku ini bisa punya jabatan penting di desa. Dan sialnya, dialah yang akan jadi istrinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Yiwa cuma bisa pasrah sambil misuh-misuh tentunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Nurut Suami

"Mbahhh." panggil Yiwa. Sudah tiga kali ia mengetuk pintu, tapi tidak ada sama sekali tanda-tanda ada orang di dalam.

"Mereka kemana sih, San?" tanya Yiwa.

Sandi mengangkat kedua bahunya dengan acuh. Karena sudah jelas tidak ada orang didalam rumah, jadi ia memilih duduk di kursi yang memang tersedia di teras rumah.

"Tante nggak cerita kalau mau keluar?" tanya Yiwa lagi.

"Enggak kok. tadi cuma bilang waktu makan siang suruh cepat datang, mau makan bersama gitu." jelas Sandi.

"Duduk dulu, Wa." suruh Nara.

Yiwa tidak mengatakan apa-apa, tapi ia nurut dan duduk di samping Sandi yang sedang makan anggur. "Jangan di habisin bocah!" kata Yiwa. Tapi tangannya juga ikut ngambil anggurnya untuk dimakan.

Nara sendiri memilih berjalan ke teras samping. Tempat Mbah Sekar menggantung beberapa bunga anggrek. Ia hanya berdiri diam sambil memperhatikan bunga-bunga itu. Tapi pikirannya jelas bukan pada bunga itu.

Setiap kata-kata Mregapati masih terngiang di pikirannya. Atma gentayangan? sosok anak kecil?

Dulu, ia bisa saja dengan mudah memanggil mereka, tapi sekarang kondisinya berbeda. Sejak ritual itu, raga dan batinnya sangat melemah. Jika ia memaksa melakukan pemanggilan, takutnya yang datang bukan entitas yang diinginkan. Lalu ia tidak bisa mengendalikannya. Bisa gawat jika itu sampai terjadi.

Karena sekarang ia dan Yiwa benar-benar bergantung satu sama lain. Jadi ia tidak bisa sembarangan melakukan sesuatu atau Yiwa juga terkena imbasnya.

Dan sekarang Yiwa belum menerima kehadirannya, itu membuat posisi Nara semakin melemah. Takutnya ia sama sekali tidak bisa melindungi Yiwa ataupun orang lain lagi.

"Mas Nara?"

Nara sampai berjengit kaget saat Sandi menepuk bahunya. "Iya, kenapa, San?" Ia terlalu fokus pada pikirannya.

"Itu loh, mbah sama yang lainnya sudah pulang. Dari tadi di panggil kok nggak nyaut. Lagi ngelamunin apa sih, mas? Kak Yiwa ya?" tebak Sandi.

Nara tidak merespon. Ia justru melihat sebentar ke arah Yiwa yang masih duduk di kursi sambil makan anggur. Sandi yang melihat itu juga langsung mengetahui jawabannya.

"Kak Yiwa itu nggak sulit kok buat di luluhin. cuma ya gengsinya aja segede gunung merapi." bisik Sandi.

Nara sampai terkekeh pelan mendengarnya.

"Mas Nara sadar nggak, meskipun Kak Yiwa tuh prengat prengut dan jutek, tapi dia selalu nurut kan sama omongan Mas Nara. Ya meskipun mulutnya sambil ngomel sih. Kalo Mas Nara gencer ngasi perhatian udah pasti Kakak ku itu bakal kesemsem deh sama Mas Nara."

"Kalian berdua ngomongin apa?!" tanya Yiwa.

Sandi menoleh. "Urusan laki-laki. Kakak nggak perlu ikut campur!"

"irisin liki liki nyenyenye. Di panggil mbah itu loh. malah ngobrol aja! Lo juga, Nar."

"Yiwa, sama suaminya nggak boleh gitu." peringat Mbah Sekar.

Mulut Yiwa udah siap mau protes, tapi tidak jadi saat melihat bapak dan ibu Nara datang.

"Ayo masuk!" Mbah Sekar langsung mengajak semuanya masuk.

Di dalam rumah, ruang tamu sudah di sulap jadi tempat makan lesehan. Di atas tikar sudah ada jejeran makanan. Nasi kuning, ayam bakar, orek tempe, perkedel, sambel goreng kentang, dan telur dadar rawis.

Mbah Sekar duduk di antara Yiwa dan Sandi. Nara duduk di samping kanan Yiwa. Sedangkan Widya, Seno, Ida, dan Bagus duduk di seberang mereka.

"Gimana, Wa. Nara perlakukan kamu dengan baik kan?" tanya Widya.

"Nara baik kok, Bu." jawab Yiwa apa adanya lalu lanjut memakan paha ayam ditangannya.

"hust! Manggilnya yang sopan dong, Wa. Mas Nara gitu loh. Sama suami kok gitu." kata Ida.

"Apasih, Tan."

"Biar bagaimanapun Nara itu sudah jadi suami kamu. Dan kalau tidak salah umur kalian beda empat tahun, iya kan, Ra?" tanya Bagus.

Nara mengangguk sopan. "Iya, Om."

Yiwa langsung merengut, tapi mulutnya tidak berhenti mengunyah ayam. memang dasar Yiwa.

"Wa, denger nggak kalau di kasih tahu?" Tante Ida mulai serius.

"Iya dengar."

"Kalau dengar, coba manggil suaminya gimana?" Tante Ida menahan senyumnya saat melihat wajah Yiwa yang semakin merengut.

"Tuh lihat, Mbah. Yiwa nggak pernah nurut kalau di suruh." Adu Tante Ida.

Seno, Widya, dan Bagus hanya mendengarkan. Sandi juga sibuk makan ayam sambil nahan ketawa. Kalau Nara sendiri dalam hati sedang menunggu Yiwa memanggilnya dengan sebutan 'Mas'.

"Nduk, memanggil suamimu sendiri masa tidak mau toh, nduk?" Tanya Mbah Sekar. Padahal mbah Sekar juga paham kalau Tante Ida cuma niat godain Yiwa, tapi ia justru ikutan.

"Mbahhh." Yiwa makin merengut.

Mbah sekar tertawa, "Mbah cuma bercanda, nduk."

Yang lainnya hampir mau ketawa, tapi tidak jadi saat melihat wajah Yiwa yang merengut dan memerah malu.

"Makan yang banyak, Nduk!" kata Widya.

Yiwa mengangguk. "Iy--- ukhuk ukhukk!" tiba-tiba ia tersedak. Nara yang berada di sampingnya langsung mengulurkan segelas air ke depan mulut Yiwa langsung. Yiwa dengan cepat menerimanya dan meminumnya sampai tandas.

Orang-orang yang berada disana saling lirik dan menahan senyum melihat interaksi keduanya. Dan Sandi dengan sigap sudah jadi paparazi. Mungkin di ponselnya sudah ada sepuluh jepretan foto Nara dan Yiwa yang ia ambil secara cepat dan beruntun. Soalnya keburu Yiwa menyadari dan ngamuk.

"Kalian cocok banget sih!" puji Sandi.

Yiwa melirik sekilas. "Cocok nggak cocok udah jadi suami istri ya mau gimana lagi." katanya enteng, lalu lanjut makan lagi.

"Nah! makanya kamu belajar jadi istri yang baik. Nurut sama suami." Kata tante Ida.

"Tanteee, ini udah modern. Masa apa-apa nurut suami. Kalo suaminya nyuruh istri nyebur ke laut juga harus nurut gitu?"

Tante Ida menggeleng sambil menghembuskan napasnya pelan. "Ya kamu pikir aja sendiri. Dan Nara pun tante lihat-lihat orangnya baik dan bijak tuh."

Yiwa minum es tehnya sampai habis. "Itu menurut tante. Aku pokoknya nggak mau jadi istri yang selalu nuruti suami. Sekarang udah modern, perempuan juga berhak ngatur rumah tangga. Kalo perempuan gak bebas, rugi dong perjuangannya Bu Kartini!"

"Ya itu kan Bu Kartini pemikirannya dewasa. Kalo kamu yang dibiarin bebas ya hancur dunia ini. Sudahlah, kamu nurut aja sama Nara, sudah pasti keluarga kalian bahagia sejahtera." kata Tante Ida.

Yiwa mengangkat jari telunjuknya lalu menggerakkan ke kiri dan ke kanan. "Tante tidak berhak memberi nasihat. Orang Yiwa sering lihat tante nggak nurut sama Om Bagus kok!"

Tante Ida melotot. "Yiwa!"

"Apa tante cantik?" jawab Yiwa dengan tampang tak berdosanya.

"Sudah-sudah. Lanjutkan makannya. Nanti kita bahas lagi bagaimana menjadi istri yang baik dan benar." kata Mbah Sekar.

"Mbahhhh."

...♡Bersambung ♡...

1
jekey
naraga abhirama handaru , dr namanya aja udh gagah gede duwur sugeh 🤣🤣
jekey: yaps betul , tp dalam khayalanq naraga emng jos jis 🤣🤭
total 2 replies
jekey
😡😡😡 diana
jekey
siapa weh yg jahat 😡😡😭
jekey: klu jahat up lg 🤣🤣
total 2 replies
jekey
dikit amat mak upnya 😭😭😭😭
jekey
ih kacau diana
jekey
anehc bae diana
jekey
mak up lg
jekey: 😭 trus apaaa
total 2 replies
jekey
ih gak mau jahat" lg
jekey
siapa we yg mau niat jahat ,,😡
jekey
masa lalu kah😡
jekey: hmmm awas aneh"
total 2 replies
jekey
semoga tuhan sllu melindungi kalian 😽
jekey
akhirny plong juga yiwa
jekey
seneng bgd bacanya 😭😭
jekey
wah selamat ya
jekey
wah selamat buat mas nara & mbk yiwa ,, 🤭
jekey
lagi lagi lagi lagi lagi 🤣🤣🤣
jekey: love you full 🤣
total 4 replies
jekey
kalau gk balik , dijemput dinar loh 🤣
jekey
ono" bae hmmm 😏
jekey
hmm
jekey
thor 🫴🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!