Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Pagi ini Alesya meminta Kirana untuk menjemputnya . Karena mobil Alesya sedang berada di bengkel .
" Kenapa tidak meminta Gama untuk menjemput mu nak . Supaya kalian bisa saling dekat " ucap Papi Dion .
" Lain kali Pi . Al berangkat dulu Pi ,Mi " Alesya mencium tangan kedua orang tuanya .
Alesya lalu berjalan keluar rumah . Kirana dan Jeni sudah menunggunya di luar .
" Kok lo ikut ?" tanya Alesya .
" Gue harus selalu ada di antara kalian " ucap Jeni .
" Lo cerita ?" tanya Alesya kepada Kirana .
" Lo yang chat di group kita " ucap Kirana .
" Emang iya " tanya Alesya .
" Lihat sendiri " ucap Kirana .
" Lo ya jahat banget sama gue . Ya udah gue ngambek " ucap Jeni .
" Lah bocah malah ngambek " ucap Kirana .
Lalu Alesya melempar cemilan yang tadi dia bawa . Jeni segera menerima dengan senang hati .
" Udah senyum " ucap Alesya .
" Oke , gue terima permintaan maaf lo " ucap Jeni .
" Ya ya serah lo " ucap Alesya yang masih dengan hati yang campur aduk .
Kali ini Alesya meminta Kirana menjemputnya . Alesya tidak ingin terlambat dan bertemu dengan Gama . Sebisa mungkin Alesya akan berangkat tepat waktu .
Sesampainya di kelas . Mereka langsung membuka buku . Jadwal pertama adalah bu Wina . Yang dikenal dengan guru killer .
" Woy, tiga serangkai . Tumben anteng " teriak teman sekelasnya .
" Sirik aja lo " sahut Jeni yang memang paling cerewet .
" Ngapain sirik .. Ya udah belajar , ntar bagi ya " ucap siswa itu dengan mata memohon .
" Apa yang di bagi Joni ?" tanya Bu Wina .
" Anu buk itu cemilan " ucap Joni .
" Masukkan buku kalian . Ulangan kita mulai "ucap Bu Wina .
Bel istirahat berbunyi . Siswa siswi berhamburan menuju kantin .
" Gue lapar nih tadi belum sarapan . Gara-gara Kirana datangnya kepagian " ucap Jeni .
" Kalau nggak pagi macet . Belum Al yang lelet . Tapi tumben lo gesit " ucap Karina .
" Iya . Ada ulangan bu Wina " alasan Alesya .
Kirana dan Jeni mengangguk mengiyakan . Memang Bu Wina guru paling disiplin dan killer . Jika terlambat di mata pelajarannya . Maka siswa tersebut tidak boleh masuk . Hal itu Bu Wina lakukan agar siswa siswi tertib dan disiplin .
" Vin , romeo lo mana ?" tanya Kirana
" Lagi gelut ya ?" tanya Alesya dengan mimik muka sedih
Vina mengangguk lesu namun tetap tersenyum .
" Mau makan bareng ?" tanya Jeni .
" Nggak usah , gue bawa bekal kok " ucap Vina .
" Oke . Kita duluan ya " ucap Alesya .
Ketiga gadis cantik yang bisa di bilang primadona sekolah ,jiah . Keluar dari kelas . Mereka menuju kantin .
" Pasti si Wowo selingkuh " ucap Kirana .
" Kebiri aja cowok kayak gitu " ucap Alesya .
" Sadis sadis " ucap Jeni dan Kirana bersamaan .
Tak mereka sadar Gama dan kedua sahabatnya mendengar percakapan mereka .
Shaka dengan spontan melindungi pusakanya .
" Sadis memang tuh cewek . Kalau jadi suaminya garus hati-hati " ucap Shaka .
Gama mendadak tersedak air liurnya sendiri.
" Lo nggak papa Gam " ucap Shaka .
" Lo bayangin pusaka lo di kebiri ?" tanya Raga .
" Kalian ngomong apa sih " kesal Gama lalu menuju kantin .
Mereka makan dengan meja yang cukup jauh . Namun masih bisa terlihat .
Seperti biasa , Dinda dan Cindy ikut di meja yang sama dengan Gama . Namun Gama fokus dengan ponselnya . Tidak pernah menanggapi Dinda yang selalu berusaha berbicara dengannya .
" Kak saya mau jadi anggota OSIS boleh ?" tanya Seorang Siswi yang bisa di bilang menarik .
Dinda menatap sinis gadis itu .
" Berani banget tuh siswi baru " ucap Jeni .
" Lagian ngapain takut sama nenek peyot gitu . Wanita ular " ucap Kirana memperagakan gerakan ular .
Mata Alesya ikut menatap ke arah meja Gama dan teman-temannya . Tanpa sengaja mereka saling tatap . Hingga Alesya memutuskan pandangannya .
Jantung gue kenapa ini .batin Alesya .
Gama menatap kearah siwi baru itu .
" Siapa nama mu ?" tanya Gama .
" Arumi " jawabnya .
" Siapapun bisa masuk anggota OSIS " ucap Gama .
" Baik kak . Terima kasih . Nanti pilih aku ya kak " ucap Arumi dengan tersenyum lebar .
Arumi meras senang karena Gama menanyakan namanya .
" Tebar pesona " ucap Dinda .
Namun tidak ad yang menggubris ucapan Dinda . Mereka sudah cukup hafal dengan tingkah Dinda .
Alesya yang saat itu ingin ke kamar mandi . Dia lebih dulu keluar dari kantin . Kirana dan Jeni melanjutkan makannya . Dan semua itu tak luput dari pandangan Gama . Shaka yang melihat kemana arah mata Gama .
" Cantik ya " ucap Shaka .
Gama hanya melirik Shaka dan keluar dari kantin .
Dinda yang merasa kesal karena siswi baru . Kini di buat semakin panas oleh ucapan Shaka . Dinda mengira jika 'cantik' yang di maksud oleh Shaka adalah Arumi .
Gama yang baru keluar dari kantin . Melihat pemandangan yang kurang mengenakkan .
Alesya tak sengaja menabrak Arumi . Hingga Arumi terjatuh . Saat itu Alesya sedang berlari .
" Apa dia tidak bisa berhati-hati " ucap Gama.
Alesya segera membantu Arumi .
" Sorry , gye buru-buru . Lo nggak papa kan ?" tanya Alesya .
" Enggak kak Al. Makasih ya " ucap Arumi .
" Lo tahu nama gue ?" tanya Alesya seraya menunjuk dirinya sendiri .
" Iya dong . Kakak primadona di sekolah tapi juga suka telat " ucap Arumi .
Alesya lalu nyengir kuda merasa lucu dengan kejujuran adik kelasnya itu .
" Ya udah gue duluan ya . Sorry " ucap Alesya lagi .
Arumi mengacungi jempol karena Alesya sudah kembali berlari .
Alesya sudah kembali ke kelas .
Ting
"Nanti pulangnya bareng sama Gama ya . Main ke rumah Mama "
Isi pesan dari nomor baru . Namun Alesya sudah bisa menebaknya .
" Iya tante , kalau kak Gama tidak ada acara . Tapi Al ijin sama Mami dulu "jawab Alesya
" Mami kamu udah tahu . Tadi Mama yang ijin . Panggil Mama ya no tante " ucap Mama Gina
" Iya Ma "jawab Alesya
Alesya tersenyum membaca pesan dari calon mertuanya. Terasa hangat dan dekat . Tidak dengan Alesya dan Maminya . Mengingat itu Alesya tersenyum miris .
" Lo nggak papa ?" tanya Kirana .
" Ya , gue nggak papa" jawab Alesya .
" Ingat ada kita " ucap Kirana .
" Thanks ya " ucap Alesya .
Sorry ya gaiss, gue belum bisa cerita . Tunggu gue siap ya .pikir Alesya
Gama juga mendapat pesan dari Mama Gina . Untuk mengajak Alesya kerumahnya .
Pulang sama gue . Tapi gue meeting bentar .
"Dapat darimana nomor gue " gumam Alesya .
" Apa Al?" tanya Kirana .
" Hah " ucap Alesya .
" Lah bocah malah bengong " ucap Kirana .
" Lihat nih gaiss . Anak sekolah sebelah ngajak kenalan gue . Gue harus jual mahal " ucap Jeni memperlihatkan isi pesan itu .
" Lo mah semua juga lo mau " ucap Kirana .
" Jahat lo ngomongnya . Emang gue cewek apaan " ucap Jeni sok sedih .
" Nggak ngaruh " ucap Kirana .
" Lo iri ya nggK laku . Wlek " ledek Jeni .
" Gais, nanti gue pulangnya nggak bareng ya . Soalnya gue di jemput " ucap Alesya yang sebenarnya tidak mau berbohong .
" Oke . Tapi yakin di jemput ?" tanya Kirana memastikan .
" Iya nih nyokap kirim pesan " ucap Alesya .
" Oke deh " jawab Kirana .
Dan benar saja Alesya menunggu dikelasnya .
Gue tunggu di kelas . Kalau udah selesai bilang . usi pesan Alesya kepada Gama .
Gama hari ini hanya meeting singkat . Tidak ingin Alesya menunggu terlalu lama . Dan berbagi tugas dengan Raga .