NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Sang Mafia

Wanita Simpanan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Karla Arias

Leonardo Torricelli adalah bos mafia paling ditakuti di seluruh Italia—dingin, berkuasa, dan tak pernah menunjukkan wajahnya pada siapa pun. Ia sudah punya istri dari pernikahan yang dipaksakan, dan sederet wanita yang datang lalu ia campakkan. Cinta bukan sesuatu yang ada dalam kamusnya.

Sampai suatu malam ia melihat Ayla.

Gadis lugu berdarah Italia itu hanya membantu di bar milik ayahnya sebelum kembali ke Kanada untuk mengejar mimpinya menjadi seorang guru. Ia tak tahu apa-apa tentang dunia hitam—hingga sang mafia menjeratnya lewat sebuah kontrak yang tak bisa ia tolak: satu tahun menjadi wanita simpanan Leonardo Torricelli, ditukar dengan utang ayahnya.

Ayla bersumpah tak akan pernah menyerahkan hatinya. "Kau bisa memaksaku ke ranjangmu," katanya, "tapi kau tak akan pernah mendapatkan hatiku."

Namun di balik pria yang mengisap cerutu dan menandatangani kematian tanpa berkedip itu, ada sesuatu yang mulai retak setiap kali ia menatap Ayla. Dan di balik ketegaran gadis yang selalu menyapanya dengan sopan berjarak itu, ada perasaan yang perlahan mengkhianati janjinya sendiri.

Cinta di antara seorang mafia dan perempuan biasa tak pernah datang tanpa harga. Akan ada peluru, pengkhianatan, air mata, dan pilihan-pilihan yang mengoyak hati. Ketika masa lalu, para musuh, dan sebuah rahasia besar mulai menghancurkan segalanya, keduanya harus memutuskan: apakah cinta yang terlahir dari sebuah kontrak sanggup bertahan melawan seluruh dunia yang ingin memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karla Arias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU INGIN MEMILIKIMU

Keesokan harinya Leonardo menemui pengacaranya, yang tentu saja juga sudah dibeli jasanya. Ia pergi mencari apartemen untuk Ayla, tempat yang akan menjadi milik mereka berdua. Ia mengunjungi beberapa apartemen yang sangat mewah, sampai menemukan satu yang berkenan di hatinya untuk Ayla. Ia membelinya dan mengatasnamakannya pada Ayla, meski gadis itu sudah menolaknya.

Sementara itu Alessandra menerima kabar dari ayahnya. Ia berbicara dengan ayahnya lewat telepon.

"Bagaimana kabar semua di sana, Nak?"

"Baik, Ayah… Ayah sendiri?"

"Baik juga… Kenapa suamimu membatalkan perjalanan pulangnya?"

"Ah… kurasa dia ada urusan yang belum selesai, belakangan ini dia sangat sibuk."

Ia berkata begitu pada ayahnya. Ia selalu menutupi urusan suaminya, karena tak ingin ada perselisihan dengan ayahnya, dan hal itu bisa memicu banyak pertikaian.

Setelah menutup telepon, ia termenung. Ia tahu suaminya sedang bersama perempuan lain, dan mulai meneteskan air mata karena putus asa.

Torricelli datang menjemput Ayla. Hari itu Minggu, dan Donato mengizinkannya membawa Ayla pergi. Gadis itu gugup. Ia dibawa dengan mobil yang dikawal ketat. Mereka turun di sebuah kompleks apartemen yang sangat mewah, dan begitu masuk, Ayla merasa gugup. Torricelli menyadarinya, jadi ia tersenyum dan memberikan segelas jus. Ayla meminumnya malu-malu, sementara Torricelli menuang segelas anggur untuk dirinya. Mereka duduk di atas karpet besar apartemen itu.

"Katakan sesuatu… apa Anda suka menjadi ini?"

"Menjadi apa?"

"Yah… Anda tahu maksudku."

"Mafioso?"

"Ya."

"Tentu saja tidak, Ayla. Aku menginginkan kehidupan yang lain, tapi tak mungkin bisa kujalani. Seumur hidup ayahku berkecimpung di dunia ini, dan orang-orang akan selalu mengincarku karena dia. Jadi aku lebih memilih siap siaga daripada ditangkap dalam keadaan tak berdaya."

Ayla terkejut dengan jawabannya.

"Aku mengerti. Apa kata ayah Anda sekarang?"

"Ayahku sudah meninggal, Ayla… karena itu aku menikah, untuk menyatukan kekuatan dengan ayah istriku."

"Dan… apa Anda mencintainya?"

"Tentu, Alessandra perempuan yang baik, tapi aku tak mencintainya, dan dia tahu itu."

"Aku mengerti."

"Dan kamu?… Kudengar kamu sedang kuliah."

"Ya, aku menyelesaikan pendidikan sebagai pendidik, dan sekarang sedang menempuh S2."

"Kamu ingin jadi guru?" tanyanya sambil tersenyum.

"Ya," jawab Ayla malu-malu.

"Aku senang mendengarnya… aku mengenal ayahmu, tapi tidak ibumu. Di mana beliau?"

"Beliau meninggal saat aku masih kecil… dan ayahku yang mengurus kami."

"Ibumu bermarga Sandoval?"

"Ya."

"Kenapa kamu tidak memakai marga ayahmu?"

"Aku tidak tahu. Kurasa kedua orang tuaku sedang berselisih saat aku lahir, dan ibuku mendaftarkan namaku sendirian… atau aku juga kurang paham."

"Begitu."

Torricelli menjawab dengan penuh tanda tanya. Ia punya sedikit kecurigaan bahwa Ayla bukan putri kandung Donato, dan ia akan menyelidikinya sampai tuntas.

Kemudian ia melihat gadis itu tampak sangat termenung.

"Kamu jadi murung sekali… ada apa?"

"Mengingat ibuku membuatku sedikit sedih," jawab Ayla dengan wajah serius.

Ia mendekat dan membelai punggung gadis itu.

Mereka duduk di atas karpet, dan ia mendekat untuk menciumnya. Ayla membalasnya. Ciuman itu makin lama makin dalam. Torricelli merasa tubuhnya memanas, sementara Ayla dipenuhi ketakutan yang ia sembunyikan. Ia meraih pinggang gadis itu dan menikmati ciuman itu. Bibir Ayla terasa begitu manis dan napasnya begitu segar dan hangat; tak pernah ia mencium siapa pun seperti ini. Ia membaringkan Ayla di atas karpet dan turun ke lehernya. Ayla mengenakan blus bertali, dan Torricelli menurunkan talinya perlahan, membelai bahu rampingnya, dan menciumnya dengan lembut. Tangannya berpindah ke paha gadis itu. Torricelli larut dalam gairah yang ia rasakan pada Ayla. Namun gadis itu justru ingin lari. Ia takut dan tak suka disentuh lelaki itu, apalagi membayangkan harus tidur dengannya, membuatnya semakin resah. Torricelli tentu sebaliknya; suara ciumannya makin dalam, aroma rambut Ayla dan wangi lembut parfumnya perlahan menenggelamkannya dalam hasrat… tapi ia menyadari ada yang aneh pada gadis itu, jadi ia berhenti.

Ia melepaskan diri dari Ayla dan meminta maaf.

"Maafkan aku, aku menyesal telah membuatmu tak nyaman."

"Tidak, jangan berkata begitu… hanya saja aku tak tahu cara melakukan ini, semuanya baru bagiku."

Hasrat Torricelli justru makin membara begitu tahu Donato tak berbohong soal keperawanan Ayla. Mengetahui gadis itu masih suci membuatnya menahan diri dengan susah payah. Ia sudah ingin memilikinya, tapi entah kenapa ia menahan diri dan memberinya ruang, meski ia tak tahu berapa lama lagi ia sanggup bertahan seperti ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!