Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANAK CURUT
Betran yang baru saja memarkirkan mobilnya langsung menuju ruang tengah dimana sekarang keluarganya sedang berkumpul.
"Betran! " panggil seseorang.
Betran yang awalnya berjalan biasa kini menghentikan langkahnya karena ada yang memanggilnya. Dan Betran menghampiri seseorang tersebut.
"Duduk dulu sayang! " tambah seseorang itu.
"Ada apa mom? " tanya Betran kepada seseorang itu yang tak lain adalah mommy nya.
"Apakah kamu sudah bertemu dengannya? " tanya mommy nya.
"Sudah mom, kita sebangku! " jawab Betran.
"Lalu? " tanya mommy nya dengan kelanjutan cerita Betran.
"Awalnya dia tidak mengenaliku mom, setelah aku jelaskan dan menunjukkan cincin pertunangan itu dia ingat, walaupun sempet pingsan! " jelas Betran.
"Oh gitu, syukur deh kalau udah ingat! " uca mommy Betran.
"Emang kenapa mom kok sampai dia bisa melupakan masa kecil nya?" Betran mulai penasaran dengan apa yang terjadi sama Brenda.
"Dulu waktu kecil ada orang yang menculiknya bahkan ingin membakarnya hidup-hidup untung keluarganya cepat datang, dan sejak saat itu dia jadi dingin kepada siapapun, terus setelah lulus SMP Brenda di pindah keluar Negeri, tapi entah dengan alasan apa Brenda kembali ke Indonesia, kata keluarganya sih ingin menyelesaikan masalah" jelas mommy nya.
"Masalah apa mom? " tanya Betran penasaran.
"Itu tugas kamu dan kamu harus membantunya, mommy tau kalau kamu adalah king mafia jadi kamu harus bisa melindungi orang yang kamu sayang, dan mommy tau kalau kamu sudah jatuh cinta dan sayang banget sama Brenda" jawab mommy nya.
Kok mommy tau ya, padahal gue belum pernah cerita. Batin Betran.
"Udah nggak usah ngomong sama arwah" ucap mommy nya.
"Mommy arwah dong? " tanya Betran tanpa dosa.
"Enak aja, kalua mommy arwah berarti kamu anak arwah bukan anak curut! " elak mommy nya.
"Siapa yang anak curut mom? " tanya seseorang kali ini bukan Betran.
"Tuh! " mommy nya menunjuk Betran.
"Kalau Betran anak curut berarti kita curut dong mom? " tanya seseorang itu yang tak lain adalah Panji, daddy nya Betran.
Eva tepok jidat atas tingkah suami dan anaknya itu "Punya laki ama anak kok b*g* semua" Ucapnya.
"KITA ITU PINTER MOM! " elak Betran dan Panji bersamaan dengan nada ngegas.
"Hilih Bicit kiliin" jawab Eva lalu pergi dari duduknya.
"Mau kemana mom? " tanya Betran dan Panji bersamaan dengan melihat Eva yang sudah agak menjauh.
"MAU BUANG CURUT" teriak Eva.
Panji dan Betran saling bertatapan lalu lari menghampiri Eva dan dengan tiba-tiba memeluk Eva.
"Jangan buang kita mom! " ucap Panji dan Betran.
"Siapa yang mau buang kalian? " tanya Eva bingung dengan tingkah suami dan anaknya itu.
"Lah tadi? " tanya Betran memastikan.
"Mommy mau buang curut, tadi digudang kata bibi ada curut" jelas Eva.
"Oo gitu, kenapa nggak bilang dari tadi? " tanya Panji dan Betran bersamaan sambil melihat Eva.
"Lah tadi mom udah bilang mau buang curut! " jawab Eva enteng.
"Berarti yang dimaksud curut sama mommy bukan kita? " tanya Panji dan Betran bersamaan lagi.
"Emang kalian mau jadi curut? " tanya Eva. Panji dan Betran hanya bisa geleng-geleng Kepala. "Sudah sana kalian mandi kalau nggak mau mandi jangan harap dapat makan malam ini" ancam Eva.
Panji dan Betran langung lari ke kamarnya dan segera melakukan ritual mandinya sedangkan Eva hanya bisa geleng-geleng kepala atas tingkah suami dan anaknya itu.