Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#8 "Ada Apa Denganmu"
Happy reading guys!
Setelah pintu lift terbuka Al segera keluar dari sana meninggalkan Rano yang terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
"Heyy Tuan Muda Adriansyah Alrizzi!" Panggil Rano dengan sebutan formalnya sembari mengikuti langkah Al hingga masuk ke dalam ruangannya.
Al pura-pura tidak mendengarnya dia berusaha menghindar dari Rano yang terus menginterogasinya.
"Lo kenapa sich? Kok muka Lo kayak pakaian yang gak disetrika gitu? Belum dapat jatah' ya tadi malam? Tapi perasaan waktu gue tinggal Lo mesra banget sama Arti." Rano mengerutkan keningnya menatap wajah tampan Al yang tampak sangat kusut.
"Keluar Lo dari sini! Jangan ganggu gue sebelum gue panggil!" Perintah Al dengan tegasnya sambil duduk di kursi kebesarannya.
"Ok!" Singkat Rano sambil beranjak dari hadapan Al.
Dia sudah hafal kebiasaan sahabat sekaligus bosnya itu bila dalam keadaan badmood, Al pasti ingin sendiri dan tidak mau diganggu oleh siapapun. Kalau ada yang berani menggangunya pasti akan mendapatkan hadiah dari kemurkaannya.
-
Sementara itu di dalam kamar utama milik Al. Setelah kepergian laki-laki tampan itu Arti langsung mencabut jarum infus ditangannya dengan paksa, hingga darah keluar dari bekas jarumnya. Dia segera beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju pintu keluar, namun karena pintu itu hanya bisa dibuka dengan keycode yang hanya diketahui oleh Al dan kepala pelayan dirumah mewah itu saja, Arti akhirnya menyandarkan tubuhnya di daun pintu sambil itu sembari menatap langit-langit kamar mewah itu.
Kenapa dia mengurungku dalam kamarnya? Apakah dia menganggap aku seperti tahanannya? Dasar laki-laki egois! Dia bahkan mencium dan mengendong ku tadi malam tanpa seizinku. Dia juga tidur di ranjang yang sama denganku. Bahkan dia berani menjadikan aku sebagai gulingnya. Aku benar-benar membencinya! Benci sebenci-bencinya!" Teriak Arti dalam hatinya sembari memukuli dadanya sendiri yang terasa sangat sesak.
Disaat Arti sibuk memaki Al dalam hatinya sambil meratapi nasibnya sendiri, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan sendirinya. Muncullah seorang wanita paruh baya yang membawa nampan berisi makanan dari balik pintu, dia sangat terkejut ketika melihat istri tuan mudanya itu jatuh terjerembab ke lantai.
"Maaf Nyonya Muda saya tidak sengaja." Ujarnya sembari menangkupkan kedua tangannya setelah meletakkan nampan diatas meja.
"Iya gak papa." Sahut Arti seraya mengulas senyumnya.
Dia segera bangun lalu melangkahkan kakinya menuju sofa, namun karena kurang hati-hati Arti kehilangan keseimbangannya. Kakinya terantuk kaki meja hingga hidungnya yang mancung kembali mencium lantai dengan mulusnya.
Awww... Pekiknya karena hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah segar cukup banyak.
Kepala pelayan yang bernama Surti itu segera membantu Arti bangun, lalu memapahnya duduk di sofa yang ada dalam kamar tersebut.
"Saya ambilkan kotak P3K dulu Nyonya Muda." Pamit bi Surti lalu melangkahkan kakinya keluar kamar.
Arti menganggukkan kepalanya sambil memegangi hidungnya yang berdarah.
Kenapa orangtua itu memanggilku dengan sebutan Nyonya Muda? Benarkah laki-laki itu sudah menikahiku? Tapi mana buktinya? Aku kan gak pernah menandatangani buku nikahnya." Batinnya bertanya dalam hatinya.
-
Didalam kantor, tepatnya di ruangan CEO muda nan tampan Adriansyah Alrizzi. Tiba-tiba perasaannya sangat gelisah memikirkan istrinya dirumah.
Ada apa denganmu Arti? Kenapa pikiranku selalu tertuju padamu? Kalau seperti ini terus aku benar-benar gak bisa konsentrasi jadinya." Batinnya sambil memegangi bolpoin untuk menandatangani
berkas-berkas yang perlu ditandatanganinya.
Saking gelisahnya Al memutus untuk langsung menghubungi kepala asisten rumah tanggannya untuk memastikan kondisi wanita yang sangat dicintainya itu.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.
"Assalamualaikum Bi. Gimana keadaan istriku sekarang?" Tanyanya sembari menatap sendu kearah kamera cctv dikamarnya yang tersambung langsung dengan smartphonenya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nyonya Muda habis jatuh Tuan Muda, sekarang tangan dan hidungnya mengalami pendarahan.
"Apaaaa?!" Al langsung bangkit dari duduknya." Cepat panggil Dokter!" Perintahnya sambil bergegas keluar menuju lift khusus presdir nya.
"Baik Tuan Muda." Patuh bi Surti.
Al langsung memutuskan panggilan suaranya, dia bergegas keluar dari ruangannya itu lalu meninggalkan semua pekerjaannya yang menumpuk di kantornya demi biduanita yang sudah di nikahinya itu. Setelah sampai di parkiran khusus untuknya, Al segera masuk kedalam mobilnya.
"Kita mau kemana Tuan Muda?" Tanya sopir pribadinya yang bingung melihatnya.
Sebab mereka baru setengah jam yang lalu sampai di kantor, apalagi perjalanan menuju kantor dan rumah memerlukan waktu yang cukup jauh sekitar satu jam lamanya.
"Kita pulang ke rumah! Aku gak bisa konsentrasi bekerja hari ini." Jawab Al sambil memijit pelipisnya lalu bersandar di jok mobilnya.
"Baiklah Tuan Muda." Sopir yang bernama Tejo suami dari bi Surti itu memutar kemudinya menuju rumah majikannya itu.
Sesampainya di rumahnya, Al langsung masuk ke dalam kamarnya untuk memastikan keadaan istrinya. Dia melihat Dokter membersihkan darah dari tangan dan hidung Arti menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol.
"Sini biar aku yang bersihin!" Al merebut kapas dari tangan dokter itu.
Arti menepis tangan Al yang ingin menyentuhnya, karena tidak mau bersentuhan dengan laki-laki tampan itu. Sebab dia tidak bisa mengendalikan jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih kencang bila berada dekat dengannya.
Begitu juga dengan Al sendiri yang tidak bisa mengendalikan dirinya bila berdekatan dengan biduanita itu, dia tidak mau beranjak pergi meskipun Arti menolaknya. Al memangkas jarak antara mereka berdua lalu menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu. Arti membulatkan matanya dengan sempurna karena sangat terkejut dibuatnya, dia langsung mendorong tubuh laki-laki tampan itu sekuat tenaganya. Namun Al justru menekannya kuat-kuat hingga terbaring di sofa panjang itu, tanpa memperdulikan keberadaan dokter dan bi Surti yang berdiri di dekatnya dia terus melanjutkan aksinya sampai Arti hampir kehabisan oksigen barulah Al melepaskan tautan bibirnya.
"Maaf aku benar-benar gak bisa menahan diriku bila berdekatan denganmu." Ucapnya sembari menatap sendu kearah istrinya.
"Dasar omes!" Arti memalingkan wajahnya ke arah lain karena sangat malu dibuatnya.
"Sekali lagi ku mohon maafin aku." Al beranjak dari atas tubuh istrinya.
Dia lalu menepuk pundak dokter dan bi Surti yang membalikkan badannya ketika menyaksikan adegan romantis di depan matanya.
"Selesaikan tugasmu segera!" Perintahnya kepada dokter yang mengobati Arti.
"Ok." Singkat dokter yang bernama Norma itu.
Setelah dokter selesai mengobati istrinya Al kembali duduk di samping Arti lalu mengambil makanan yang ada di atas meja.
Aaaa..."Buka mulutmu." Al mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut istrinya.
Arti menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya. Al langsung meletakkan kembali sendok dan piring di atas meja, lalu menarik tangan istrinya dengan kuat hingga terduduk di pangkuannya.
"Apa yang kamu lakukan? Lepasin!" Pekik Arti sambil berusaha melepaskan rangkulan tangan Al yang melingkari pinggangnya dengan posesif.
Bukannya melepaskannya Al justru merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menaruh kepalanya dibahu wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku gak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun juga." Bisiknya ditelinga Arti dengan menekankan kata-katanya.
"Kenapa?" Lirih Arti yang merasakan detak jantungnya kembali berdegup lebih kencang dari biasanya begitupula sebaliknya dengan Al sendiri.
"Karena aku sangat mencintaimu." Jujur Al sembari mengeratkan pelukannya.
"Tapi aku gak cinta sama kamu." Arti berkata dengan nada datarnya karena belum mengerti apa yang dirasakannya saat ini.
"Sekarang memang belum, tapi aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan membalas perasaanku." Al melonggarkan pelukannya lalu memberi jarak antara mereka sambil menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan penuh cinta.
"Kalau aku gak bisa mencintaimu bagaimana? Apakah kamu akan melepaskanku?" Tanya Arti dengan menaikkan satu alisnya.
"Aku pasti akan membuatmu jatuh cinta." Jawab Al dengan penuh keyakinan.
Dan bila itu sudah terjadi aku yakin kamu sendiri yang akan memintaku untuk selalu berada dekat denganmu." Batinnya seraya tersenyum penuh makna.
"Kamu terlalu percaya diri Tuan Muda!" Ketus Arti seraya tersenyum smirk.
"Tentu saja karena gak ada seorangpun yang bisa menolak pesona ku." Al membanggakan dirinya sendiri.
"Itu menurutmu!" Arti beranjak dari pangkuan Al lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Heyy ada apa denganmu? Kenapa kamu selalu menolakku? Apa kurangnya aku menurutmu?" Cecar Al tanpa jeda sambil mengikuti langkah istrinya.
Sayup-sayup terdengar nada sambung dari handphonenya.
🌿Ada Apa Denganmu 🌿 By Ariel Noah
Sudah maafkan aku
Segala salahku
Dan bila kau tetap bisu
Ungkapkan salahmu
Dan aku sifatku
Dan aku khilafku
Dan aku cintaku
Dan aku rinduku
Sudah lupakan semua
Segala berubah
Dan kita terlupa
Dan kita terluka
Dan aku sifatku
Dan aku khilafku
Dan aku cintaku
Dan aku rinduku
Kutanya malam
Dapatkah kau lihatnya perbedaan?
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Hanya malam
Dapat meleburkan segala rasa
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Dan aku sifatku
Dan aku khilafku
Dan aku cintaku
Dan aku rinduku
Kutanya malam
Dapatkah kau lihatnya perbedaan?
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Hanya malam
Dapat meleburkan segala rasa
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
Kutanya malam
Dapatkah kau lihatnya perbedaan?
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah?
Ada apa denganmu?
...*****...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui tanda cintanya, setangkai mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢