Hai ini novel pertama ku semoga kalian suka ya...
Novel ini menceritakan perjalanan cinta anak pesantren Al Hidayah.
Penasaran ceritanya?
.
.
.
Yuk simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nailil Ilma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nailil ilma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8) Semua Tentang Dia
Disekolah pun pembelajaran sudah dimulai, berangkat pagi pulang siang menjadi kebiasaan bagi mereka. Membaca buku, memegang bolpoin sampai larut malam menjadi kegiatan mereka. Dan pastinya hari yang paling mereka tunggu adalah hari Ahad. Hingga akhirnya hari yang mereka tunggu datang, rasa lelah belajar mereka terbayar dengan libur dan bersantai-santai pada hari Ahad.
Pada hari Ahad handphone para santri Al Hidayah dibagikan, disitulah kesempatan para santri untuk menghubungi keluarga masing masing. Dari jam tujuh pagi para santri sudah asyik menggunakan hp nya masing-masing. Yang pertama aisyah lakukan pastinya menghubungi keluarganya didesa.
Aisyah menelepon uminya dirumah, begitu juga dengan Syifa dan Lina. Dinda hari itu memilih untuk melihat lihat Instagram. Setelah puas mengobrol dengan uminya dan adiknya Aisyah membuka whats App, sepi. Lalu ia berpindah ke Instagram melihat lihat beberapa postingan, namun tak lama kemudian Aisyah sudah merasa bosan. Lalu ia memilih untuk membuka YouTube. Dicarinya video yang mungkin bisa menghiburnya. Hingga akhirnya Aisyah menemukan sebuah video bertuliskan 'Ana Uhibbuka Fillah - Aci Cahya' lalu Aisyah membuka video tersebut, seketika alunan musik pun mulai terdengar.
Namun Aisyah menghentikan lagu tersebut. Ia mengambil barang berwarna putih yang bentuknya hampir sama dengan charger, orang orang sering menyebutnya headset. Lalu Aisyah memasangnya di kedua telinganya dan hp nya, ia membenarkan posisi duduknya, ingin menemukan posisi yang nyaman. Setelah itu, Aisyah melanjutkan lagu tersebut. Musik pun mulai memperdengarkan alunannya di telinga Aisyah.
.
.
.
.
°°°
saat pertama ku mengenalmu
ku rasa sesuatu yang berbeda
ku ingin mendekatimu
tapi ku takut kau menjauh
semakin lama rasa ini terpendam
semakin aku ingin mendekatimu
dari kejauhan ku melihatmu
ku berharap kau pun merasakan
°°°
.
.
.
.
Seketika Aisyah memejamkan matanya, menikmati setiap alunan lagunya, meresapi setiap kata dan kalimat Nya. Sungguh, lagu tersebut benar benar menggambarkan perasaan yang sedang dialaminya sekarang. Dan secara tiba tiba terbayanglah sosok Fariz dalam diri Aisyah saat Aisyah memejamkan matanya.
.
.
.
.
°°°
Ana Uhibbuka Fillah
ku mencintaimu karena Allah
jika dia yang terbaik untukku
dekatkanlah hati kami Ya Allah
°°°
.
.
.
.
Seketika hati aisyah seperti luluh, entahlah perasaan apa yang sedang dialaminya sekarang, Aisyah sendiri tak mengerti. Yang pasti perasaan ini tak pernah ia rasakan sebelumnya. Hingga akhirnya terukirlah senyuman di wajah Aisyah.
Beberapa menit kemudian lagunya pun berhenti, Aisyah membuka matanya yang dari tadi ia pejamkan.
"Hiiaaaaa,,,, "
Teriak lina, Dinda dan Syifa bertepatan saat Aisyah membuka matanya.
"Aaaa... " Teriak Aisyah karena kaget.
"Ya Allah kalian ngagetin aja" ujar Aisyah dengan jengkel.
"Ya habisnya Lo senyum senyum sendiri" ujar Lina.
"Tau tu si Aisyah, pas kita kesekolah ambil buku yang ketinggalan dia juga senyum senyum sendiri" ucap Syifa.
Tanpa memperdulikan omongan mereka Aisyah langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Mau kemana kamu Syah"
"Mau sholat Dhuha"
Lantas Aisyah mengambil mukenanya, dan ia pergi keluar menuju mushola. Tak lama kemudian Aisyah sudah sampai di mushola, dan ia langsung mengambil wudhu dan segera melaksanakan sholat. Setelah selesai melaksanakan sholat, Aisyah tak lupa berdzikir dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Lalu Aisyah pun segera beranjak pergi dari mushola tersebut, belum lagi ia sampai dipintu mushola langkah kakinya terhenti karena Aisyah mendengar suara orang mengaji. Suaranya yang merdu serta alunannya yang indah membuat Aisyah penasaran siapa yang sedang mengaji.
Dengan melangkah pelan menuju sumber suara, tak lama ia pun melihat sosok lelaki yang sedang khusyuk membaca Alquran. Aisyah pun melihat lelaki tersebut dari samping, begitu terkejutnya Aisyah setelah mengetahui yang mengaji adalah kak Fariz. Seketika perasaan kagum pada Fariz tumbuh dalam diri aisyah, ia terus memandangi Fariz sembari mendengarkan lantunan ayat suci Alqurannya yang indah tersebut. Kagum, suka , cinta mulai tumbuh dalam diri Aisyah. Tak lama setelah itu Fariz sudah selesai mengaji, menyadari hal itu Aisyah langsung beranjak pergi dari mushola, ia tidak mau Fariz mengetahui akan kehadirannya.
•••••
Malamnya mereka pun mengerjakan tugas, Aisyah berusaha untuk fokus pada tugas yang akan ia kerjakan namun tetap saja pikirannya hanya tertuju pada Fariz.
"Syah" panggil Dinda, yang menyadari bahwa temannya dari tadi sedang melamun.
Tak mendapat jawaban dari Aisyah Dinda pun memanggilnya lagi.
"Aisyah" panggil Dinda sambil menepuk bahu Aisyah.
"Eh, iya" jawab Aisyah saat menyadari bahwa Dinda memanggilnya.
"Kamu kenapa sih ngelamun aja"
"Tau si Aisyah akhir akhir ini Lo ngelamun terus, ngelamunin apa sih Syah" ujar Syifa.
"Nggak papa kok, ya udah lanjutin aja yok ngerjain tugasnya"
"Lah gimana mau ngerjain tugas kamu aja nggak fokus"
"Tadi aku udah berusaha untuk fokus, tapi ga bisa, aku juga ga tau kenapa akhir akhir ini aku sering ngelamun"
"Emang yang kamu pikirin apa aja sih Syah, keluarga kamu, atau kamu lagi punya masalah?" tanya Dinda.
"Bukan soal itu, semua baik baik aja. Tapi ga tau kenapa akhir akhir ini pikiran aku semua tentang dia"
Mendengar ucapan Aisyah, ketiga sahabatnya pun mengernyitkan dahinya. Saling toleh menoleh
"Dia? dia siapa yang Lo maksud?" Tanya Lina penasaran.
"Semua tentang dia, dia yang sudah membuat ku kagum"
Mendengar jawaban Aisyah, sahabatnya pun benar benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada aisyah, apa yang sedang dirasakannya sekarang, hanya Aisyah dan Allah yang tau.
...*********...
imajinasi penulis aneh pake banget...
Nulis cerita harus disesuaikan dg fakta.... sekolah, pesantren... kesan nya ece-ece... penghinaan banget utk dunia pendidikan....
gadis santri murahan banget kesannya....
sekolah umum aja ga gitu amat....
tolong yaa penulis...
titip dia yaa Allah
di tunggu ke lanjutannya 🙏 affwan