NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 aku hamil anak mantan suamiku

Setelah kejadian Bu Ratna mengancam di depan kontrakan malam itu, Arya memutuskan untuk tinggal lebih lama di rumahku. Dia takut Bu Ratna kembali lagi membawa orang.

"Saya tidur di sofa saja Una, kamu tidur di kamar. Saya jaga kamu dari sini," kata Arya.

Malam itu kami banyak mengobrol. Arya cerita tentang masa lalunya yang juga pernah dikhianati oleh tunangannya yang memilih laki-laki yang lebih kaya. Pantas saja dia begitu mengerti rasa sakitku.

"Karena pernah disakiti, saya jadi tahu bagaimana rasanya tidak punya siapa-siapa Una. Makanya saya ingin jaga kamu," kata Arya.

Aku semakin kagum dengan Arya. Dia tidak hanya tampan dan kaya, tapi hatinya juga sangat baik dan tulus.

Sudah seminggu aku tinggal di kontrakan itu. Hidupku mulai tertata. Dengan uang sepuluh juta dari Rizal, aku mulai jualan online baju daster. Arya yang membantu membelikan hp baru untukku agar bisa jualan.

Jualanku lumayan laku. Aku mulai bisa dapat uang sendiri tanpa minta dari laki-laki. Aku merasa menjadi wanita mandiri.

Tapi pagi ini ada yang aneh dengan tubuhku. Aku merasa mual sekali saat bangun tidur. Aku muntah-muntah di kamar mandi. Kepalaku pusing.

Awalnya aku pikir aku masuk angin. Tapi sudah tiga hari berturut-turut aku mual setiap pagi. Aku tidak bisa makan, mencium bau gorengan saja aku muntah.

Arya yang melihatku pucat langsung panik, "Una kamu sakit? Wajahmu pucat sekali. Ayo saya bawa ke dokter."

"Tidak usah kak, mungkin hanya masuk angin," jawabku.

Tapi Arya tetap memaksa. Dia membawaku ke klinik dekat kontrakan.

Di klinik, dokter memeriksa aku. Dokter itu perempuan ramah. Dia bertanya kapan terakhir aku haid.

Aku kaget. Aku baru sadar, aku sudah telat haid hampir dua bulan. Sejak masih bersama Rizal.

Dokter menyuruhku tes urine. Aku menunggu dengan jantung berdebar di luar. Arya menggenggam tanganku untuk menguatkanku.

Setengah jam kemudian, dokter keluar dengan senyum, "Selamat ya Bu Una, Anda positif hamil. Usia kandungan Anda sudah delapan minggu."

Dunia seakan runtuh di hadapanku. Hamil? Aku hamil delapan minggu? Itu berarti aku hamil anak Rizal! Anak dari mantan suamiku yang telah mengusirku dan memilih janda kaya itu.

Aku menangis di klinik itu. Bukan tangis bahagia, tapi tangis bingung dan takut.

"Una, kamu kenapa menangis? Hamil itu anugerah," kata Arya bingung.

Aku memeluk Arya dan menangis keras, "Kak Arya, ini anak Rizal. Anak mantan suamiku. Bagaimana ini kak? Aku hamil anak orang yang telah membuangku. Apa yang harus aku lakukan?"

Arya terdiam lama. Wajahnya kaget, tapi kemudian dia mengusap kepalaku dengan lembut.

"Una dengar kakak, anak ini tidak bersalah. Dia titipan Allah. Kamu harus jaga dia. Soal Rizal, biar kakak yang urus. Kakak akan tetap di samping kamu apapun yang terjadi," kata Arya dengan suara tegas tapi penuh kasih sayang.

Aku menatap Arya, "Kakak tidak jijik sama aku? Aku hamil anak mantan suami, tapi kakak masih mau dekat sama aku?"

Arya tersenyum dan mengusap air mataku, "Saya tidak pernah jijik sama kamu Una. Justru saya semakin ingin melindungi kamu dan calon bayi kamu ini. Kalau kamu izinkan, biar saya jadi ayah untuk anak ini nanti. Saya akan anggap dia anak saya sendiri."

Kata-kata Arya membuatku menangis semakin keras. Betapa baiknya laki-laki ini. Di saat aku hamil dan bingung, dia malah menawarkan diri menjadi ayah untuk anak yang bukan darah dagingnya.

Kami pulang dari klinik dengan perasaan campur aduk. Aku mengelus perutku yang masih rata. Ada nyawa kecil di dalam sana. Anakku.

Tapi kebahagiaan itu tidak lama. Baru sampai di depan kontrakan, kami melihat Rizal sudah menunggu di sana bersama Bu Ratna.

Rizal melihat perutku dan langsung bertanya, "Una, kamu sakit apa dibawa ke klinik?"

Aku tidak menjawab. Aku takut.

Arya maju, "Klien saya sedang tidak enak badan, tolong minggir."

Bu Ratna tertawa sinis, "Sakit? Atau hamil? Jangan-jangan kamu hamil anak pengacara ini ya? Dasar janda murahan, baru cerai sudah hamil lagi!"

Kata-kata Bu Ratna seperti pisau yang menusuk jantungku.

Rizal menatapku curiga, "Una, apa benar kamu hamil? Jawab aku!"

Aku memeluk perutku erat-erat. Aku takut mereka akan merebut anakku nanti.

Apa yang harus aku katakan pada Rizal? Haruskah aku jujur kalau ini anaknya? Atau haruskah aku bohong demi melindungi anakku dari Rizal dan janda kaya itu?

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!