NovelToon NovelToon
AKU DICERAI KARENA MANDUL

AKU DICERAI KARENA MANDUL

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mahrani

Tiga tahun menikah, Arini hidup seperti pembantu di rumahnya sendiri.

Setiap hari ia diejek mertua karena belum juga hamil. Padahal, suaminya Bara Mahendra tidak pernah benar-benar menyentuhnya. Pernikahan mereka hanya formalitas bisnis.

Sampai di malam anniversary ke-3, Bara pulang.

Bukan dengan bunga. Tapi dengan seorang wanita hamil dan selembar surat cerai.

"Maaf, Arini. Kamu mandul. Aku butuh anak. Luna sudah mengandung anakku 2 bulan. Tanda tangani ini, aku beri kamu 500 juta."

Di malam hujan itu, Arini diusir dengan satu koper butut. Tidak ada yang membelanya.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Di pinggir jalan, dalam keadaan hampir pingsan, Arini ditolong oleh Revan Aditya — CEO muda paling berkuasa di Jakarta yang terkenal dingin dan tak tersentuh wanita.
Dan Sebuah rahasia terungkap, Yang mandul bukan arini tapi bara.

arini kembali bukan lagi sebagai wanita terbuang yang menangis di meja makan tapi sebagai wanita elegan pemilik saham terbesar di perusahaan bara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahrani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Pertunangan Yang Penuh Air Mata

Undangan itu datang tiga hari kemudian. Bukan untukku, tapi untuk Revan.

Sebuah undangan berwarna emas dengan tulisan elegan: _Malam Pertunangan Bara Mahendra & Luna Aditya_.

Luna sengaja mengirimkannya ke kantor Aditya Group, dengan tulisan tangan di belakangnya: _"Kak Revan, datang ya. Biar Arini juga lihat, siapa pemenangnya. - Luna"_

Revan melempar undangan itu ke atas meja kerjaku dengan wajah kesal. "Kekanak-kanakan."

Aku mengambil undangan itu. Tanganku sedikit bergetar. Pesta pertunangan. Jadi Bara tetap akan menikahi Luna, bahkan setelah semua kebohongan dan video yang kita lihat kemarin? Apakah cintanya pada Luna begitu besar sampai dia buta? Atau egonya sebagai pria yang tidak mau mengakui bahwa dia ditipu?

"Aku tidak akan datang," kataku pelan, meletakkan undangan itu kembali.

"Tidak," jawab Revan dengan tegas. "Kita harus datang."

Aku mendongak kaget. "Apa? Kenapa?"

Revan berjalan mendekat dan duduk di tepi mejaku. "Karena kalau kita tidak datang, mereka akan pikir kita kalah dan takut. Dan karena... aku ingin semua orang melihat perbedaan antara kamu dan Luna. Aku ingin Bara melihat apa yang sudah dia buang, dengan matanya sendiri."

Aku ragu. Datang ke pesta pertunangan mantan suamiku yang menikah dengan pelakornya? Itu seperti bunuh diri secara mental.

Seolah membaca pikiranku, Revan melanjutkan, "Aku akan menemanimu. Sebagai... partner kerjamu. Dan Bi Ijah sudah menyiapkan gaun terbaik untukmu. Kamu tidak akan datang sebagai mantan istri yang terbuang, Arini. Kamu akan datang sebagai wanita baru yang jauh lebih berkelas dari pengantinnya."

Perkataan Revan itu memberiku sedikit keberanian.

Dan malam itu pun tiba.

Ballroom hotel bintang lima tempat pesta itu diadakan, dipenuhi dengan orang-orang kaya dan penting. Bara berdiri di atas panggung dengan jas putih, terlihat gagah tapi wajahnya tegang. Luna di sebelahnya memakai gaun putih ketat yang sengaja menonjolkan perutnya yang mulai membuncit, tersenyum penuh kemenangan ke semua tamu.

Semua orang bertepuk tangan saat Bara memasangkan cincin berlian besar ke jari Luna.

Sampai pintu ballroom terbuka.

Semua kepala menoleh ke arah pintu.

Aku masuk, menggandeng lengan Revan.

Aku memakai gaun hitam panjang yang elegan, dengan belahan yang sopan di bagian kaki. Gaun yang Bi Ijah pilihkan. Rambutku yang biasanya kuikat asal, kini ditata bergelombang indah oleh stylist yang Revan panggil. Riasanku flawless, tidak menor, tapi membuat wajahku terlihat jauh lebih dewasa dan cantik. Di leherku, ada kalung berlian tipis yang Revan pinjamkan, katanya "untuk menambah kepercayaan diri".

Bisik-bisik langsung menyebar ke seluruh ruangan seperti api.

"Itu... itu Arini? Mantan istri Bara?"

"Ya ampun, cantik banget sekarang!"

"Dia datang sama Revan Aditya? Bukannya Revan itu saingan Bara?"

Aku bisa melihat wajah Bara yang langsung membeku di atas panggung. Tangannya yang sedang memegang tangan Luna, mengeras. Matanya tidak lepas dari tubuhku. Tatapan yang dulu penuh hinaan, kini... penuh penyesalan dan keterkejutan. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dariku.

Luna yang melihat reaksi Bara, langsung cemburu dan menarik tangan Bara dengan kasar.

"Terima kasih sudah datang, Kak Revan... dan Arini," kata Luna di atas panggung dengan mikrofon, suaranya dibuat manis tapi penuh sindiran. "Senang sekali kalian bisa menyaksikan kebahagiaan kami. Akhirnya Bara mendapatkan istri yang bisa memberikannya keturunan, tidak seperti... beberapa orang."

Semua tamu terdiam canggung. Sindiran itu jelas-jelas untukku.

Semua mata kini tertuju padaku, menunggu reaksiku. Menunggu aku menangis, menunggu aku malu dan lari seperti tiga tahun terakhir.

Tapi aku tidak melakukannya.

Aku tersenyum. Senyum paling tulus dan paling elegan yang pernah kubuat. Aku mengambil segelas champagne dari pelayan yang lewat, mengangkatnya sedikit ke arah panggung.

"Selamat untuk pertunangannya, Bara, Luna," ucapku dengan suara yang tenang dan jelas, cukup keras untuk didengar beberapa tamu di dekatku. "Semoga langgeng. Dan semoga anaknya nanti... mirip ayahnya."

Kalimat terakhir itu kuucapkan sambil menatap Luna dalam-dalam.

Wajah Luna langsung pucat. Dia tahu apa maksudku. Dia tahu aku tahu rahasia anak di perutnya.

Bara mengerutkan dahi, menatap Luna dengan curiga lagi.

Revan di sampingku terkekeh pelan dan merangkul pinggangku dengan sopan, seolah memberi dukungan. "Selamat ya, Bara. Semoga kali ini pilihanmu tepat. Karena yang kemarin, berlian yang kamu buang, sekarang ada padaku."

Ucapan Revan itu seperti bom kedua yang meledak di ballroom itu.

Apa maksudnya berlian yang sekarang ada padanya? Apakah Revan dan Arini...?

Bara turun dari panggung dengan langkah cepat dan menghampiriku, wajahnya penuh amarah dan cemburu. "Arini, ikut aku sebentar. Kita perlu bicara!"

Dia mencoba menarik tanganku, tapi Revan dengan cepat menahan tangan Bara di udara.

"Jangan sentuh asistenku tanpa izin," kata Revan dengan suara dingin dan mengancam, tatapannya menusuk Bara. "Mantan istrimu sekarang adalah tanggung jawabku."

Bara dan Revan saling bertatapan tajam, dua CEO muda yang bersaing, di tengah pesta pertunangan Bara sendiri.

Dan aku? Aku hanya berdiri di tengah-tengah mereka, dengan gaun hitamku yang elegan, menatap Bara dengan tatapan kasihan.

Dulu, aku yang memohon-mohon agar Bara menatapku. Sekarang, Bara yang memohon agar aku menatapnya kembali.

Karma memang indah.

1
Adira🍓
Akhirnya happy ending /Rose/ Semangat untuk cerita selanjutnya Thor 🫰
Adira🍓
Dari awal baca udah emosi banget sama Bara dan mertuanya! Kasian Arini 3 tahun diperlakukan kayak pembantu, dikatain mandul padahal suaminya sendiri gak pernah nyentuh. Plot twist-nya GILA, ternyata yang mandul Bara! Puas banget pas Arini balik jadi wanita elegan pemilik saham terbesar. Revan Aditya penyelamat terbaik! Wajib baca buat yang suka cerita balas dendam! Terima kasih Kak Mahrani 🙏🫰
Adira🍓
🙄🙄🙄🙄🙄
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Adira🍓
Sudah bertahun-tahun,,, masih aja tentang si Bara yang berbuat ulah... 🤣🤣
Adira🍓
Konfliknya udah GK ada lgi ni Thor? 🤔
Mahrani: *tisu*
total 2 replies
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Adira🍓
Hutangmu banyakk loh Bar 😝😝
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Mahrani: tungguin ya kak bab selanjut nya, bara gagal ginjal beneran luna minta donorke arini menurut kak arini kasi gak?😭👇
total 1 replies
Adira🍓
Apa yang ingin kau lihat Bar /Slight/
Adira🍓
👏👏👏 si baby akhirnya melihat dunia 🫰🫰
Adira🍓
Kita... /Slight/ Revan ikut hamil.donk 🤣🤣🤣
Mahrani: wkwkwk iya kak revan ikut hamil, mualnya lebih parah dari arini
nnti di rumah bunga matahari dia yang ngidam rujak di jam 2 pagi😅😭
total 1 replies
Adira🍓
Mo bikin huru-hara apalagi ni si bara bere /Slight//Slight//Slight/
Mahrani: bara bere emng bikin huru hara kak
nnti di bab 28 dia muncul di klinik pas arini kontrol hamil adek alesha
kak tim revan atau tim bara ?😅
total 1 replies
Adira🍓
Mau mau mau 👏👏🤭🤭🤭
Adira🍓
Ape teriak^ lu bang 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
plus jadi partner sehidup semati donk Van 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
Ngomong aja sama pintu sana Bar 😝😝😝
Adira🍓
Masih aja ni jalang satu 😒😒
Adira🍓
Gak ada kebohongan yang bisa ditutupi selamanya oon 😝😝😝😝
Adira🍓
Bicara apalagi buaya 😝😝😝😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!