NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:47.2k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlindungan Pertama Ghazi

Baru saja hendak masuk mobil, Seorang pria paruh baya keluar dari dalam rumah. Galih menghentikan langkahnya begitu melihat lelaki asing sedang berdiri disana.

Melihat Galih, Ghazi langsung menunduk hormat pada pria paruh baya tersebut. Dia juga harus menghormati pria ini, Tapi untuk pria yang tak setia disampingnya ini jangan harap Ghazi akan hormat.

Meskipun Rio adalah bodyguard lama disana, Ghazi tidak akan pernah hormat pada pria itu. Ghazi bekerja sebagai bodyguard Mutiara, Yang itu artinya hanya Mutiara yang akan Ghazi hormati dan hargai.

"Selamat pagi, Tuan. Perkenalkan nama saya Ghazi, Bodyguard Nona Mutiara.." Ghazi tersenyum pada pria yang merupakan ayah kandung gadis yang ia sukai itu. Galih tersenyum pada pria tampan bodyguard baru putrinya ini.

"Jadi kamu bodyguard yang semalam putriku ceritakan?" Tanya pria paruh baya itu. Ghazi tersenyum, Dia melirik Mutiara yang melambaikan tangannya pada sang Papa dari dalam mobil.

 "Benar..." Galih memerhatikan mobil sport mewah yang ditumpangi oleh putrinya. Ini sungguh mencurigakan, Seorang bodyguard tapi membawa mobil sendiri. Mana sport lagi..

"Mobil ini? Milikmu?

"Iya, Tuan...

" Pribadi?" Ghazi mengangguk.

"Benar, Ini mobil pribadi saya..

"Mobil disini banyak, Kenapa tidak pakai mobil disini saja? Kenapa harus pakai mobil pribadimu? Dan sepertinya ini masih baru.." Tanya Galih lagi. Dia sengaja bertanya seperti itu karena ingin mendengar jawaban bodyguard baru ini.

"Karena saya tidak akan menempatkan Nona Mutiara untuk duduk dibekas orang lain Tuan.. Lagipula, Dan saya berjanji akan selalu menjaganya Tuan.." Galih tersenyum, Sebelah tangan pria paruh baya itu terangkat menepuk pelan pundak Ghazi.

"Sekarang aku percayakan putriku padamu.. Sekalinya kau sanggup menjaganya dengan baik, Maka jangan buat dia kecewa.." Ucap Galih dengan sedikit sindiran untuk Rio.

"Untuk masalah itu anda jangan khawatir Tuan, Saya akan menepati janji saya dengan menjaga Nona Mutiara dengan baik.." Ucap Ghazi sanggup.

" Papa jangan khawatir, Mas Ghazi baik kok.. Selama dirumah sakit dia juga yang jagain aku.." Sahut Mutiara dari dalam mobil.

"Iya, Sayang.. Papa tahu kok.." Galih kembali menatap Ghazi.

"Ya sudah, Kalau begitu pergilah.. Jangan buat putriku telat.."

"Baik.." Ghazi pun undur diri kemudian masuk kedalam mobil mewah tersebut. Kendaraan roda empat itupun mulai melaju meninggalkan kediaman yang mewah nan megah itu.

Seperginya Ghazi dan Mutiara, Rio menghadap sang Tuan besar. Melihat Mutiara pergi bersama Ghazi, Entah kenapa hati Rio menjadi tidak tenang.

"Tuan, Anda yakin mempercayakan Nona Tiara pada Bodyguard baru itu? " Tanya Rio dengan ragu. Sebenarnya Rio tidak mau bertanya masalah ini, Namun melihat Mutiara bersama pria lain membuat Rio seolah tidak terima.

"Untuk apa aku tidak percaya padanya. Sementara orang yang aku percaya lebih dulu tidak bisa aku percaya lagi.." Jawaban Galih menohok membuat Rio langsung terdiam. Jawaban tersebut adalah jawaban telak untuk dirinya.

"Tapi, Tapi dia bodyguard baru Tuan. Yang lama saja belum tentu setia, Apalagi yang baru.." Ucap Rio yang tanpa sadar memojokkan dirinya sendiri. Galih tersenyum..

"Kau benar Rio, Kita tidak boleh mudah percaya dengan orang baru. Yang lama saja masih bisa berkhianat kan?

"Itu benar Tuan..

"Seperti dirimu?

Skakmat!

Rio langsung bungkam. Niat ingin menyudutkan Ghazi, Yang ada Rio terjebak dengan ucapannya sendiri.

"E.. Itu saya..

Galih tak peduli dengan penjelasan Rio. Pria paruh baya itu langsung pergi begitu saja . Terlebih sekarang Rio hanya berpihak pada Jelita, Dan sejak saat itulah Galih menaruh rasa kecewa pada pria itu. Ternyata Rio tidak sesetia ayahnya..

Rio masih saja berdiri. Sekarang dia tidak dipercaya oleh Tuan besarnya. Jelita mendekati pria itu.m

"Rio, Ucapan Om Galih jangan kamu dengerin. Mungkin aja Om Galih lagi kesel. Gimana kalau kita berangkat sekarang yuk.." Rio tersenyum pada wanita itu.

"Baik Nona.." Pria itu membukakan pintu untuk Jelita. Entah hasutan apa yang Jelita berikan pada Rio, Sehingga pria itu kini lebih berpihak pada wanita yang sebenarnya punya niat licik itu.

"Rio.. Kamu jangan ambil hati ya, omongan Om Galih.. Mungkin dia berkata seperti itu karena Mutiara adalah putri kesayangannya.." Ucap Jelita dengan nada yang sok peduli. Padahal siapa dia sebenarnya? Wanita itu hanya orang asing yang tak berhak ikut campur urusan keluarga Mutiara.

"Saya paham Nona.. Non Tiara banyak berubah akhir-akhir inj. Makanya saya kecewa dengannya.. Apalagi sejak dia menjelekkan Nona Jelita. Sungguh saya tidak terima.." Jelita tersenyum senang mendengar itu. Dalam hatinya wanita itu merasa bahagia sekali.

"Jangan seperti itu Rio, Mau bagaimana pun Tiara itu adalah Nona kamu.." Ucap Jelita seraya menyentuh lengan pria itu. Rio menoleh, Jelita tersenyum manis padanya.

"Nona Jelita memang wanita yang baik. Disaat seperti ini, Nona masih saja membela Nona Tiara yang sifatnya mulai berubah jahat..." Jelita tersenyum licik, Dalam hatinya berkata kalau satu persatu orang yang berada didekat Mutiara akan Jelita ambil.

Semua ini juga bermula dari ketidaksukaan Mutiara terhadapnya membuat Jelita ingin menyingkirkan gadis itu.

Jelita melirik Rio yang kembali fokus dengan kemudinya. Meski Jelita telah membuatnya tenang tapi tetap saja bodyguard baru Mutiara mengganggu pikirannya.

"Aku rasa dia bukan orang biasa.. Mana ada bodyguard punya mobil pribadi. Mana mewah lagi...

...****************...

Mobil yang dikendarai oleh Ghazi mulai memasuki gerbang universitas paling elit dikota itu. Tentu saja kedatangan mobil mewah tersebut menarik perhatian semua mata yang berada disana. Salah satunya termasuk Kendra, Fathan dan Hazel yang ketiganya baru saja turun dari kendaraan roda empat yang sama.

"Siapa? Mewah banget mobilnya?

"Murid baru kali. Mana mobilnya keluaran terbaru..

Baru melihat mobilnya saja para mahasiswi itu sudah terpana, Apalagi ketika Ghazi turun dari kendaraan roda empat itu.

Semua mata terutama kaum hawa yang berada disana membola melihat ketampanan Ghazi. Pria itu bak Pangeran yang datang dari istana..

"Aaaaa... Ganteng banget..

"Ya, Ampun pangeran dari mana ini? Please ini ganteng banget..."

"Sumpah ya, Makan apa ini cowok kok ganteng banget..

"Bukan Astaghfirullah ini, Tapi Masha Allah berkali-kali..

Pujian itu langsung terdengar begitu pertama kali Ghazi turun dari mobil. Pria tersebut mulai mengitari mobilnya kemudian membuka pintu belakang mobil dimana Mutiara langsung keluar dari sana.

"Mari Nona, Saya antar..

"Hah? Nona? Ja.. Jadi dia bodyguard nya Tiara?

"Dapat darimana Tiara Bodyguard ganteng kayak gitu? Masha Allah... Aku mau dong..

Tentu saja semua terkejut setelah mendengar Ghazi memanggilnya dengan sebutan Nona. Yang itu artinya Ghazi memang bodyguard gadis cantik yang sekarang terkenal dengan sikap antagonisnya itu.

Tak jauh dari sana, Kendra juga terkejut setelah mengetahui bahwa pria ini adalah bodyguard Mutiara.

"Pria itu adalah bodyguard baru Tiara? Jadi dia benar-benar memecat Rio?" Batin Kendra yang seolah tidak percaya. Padahal yang dia tahu Mutiara sangat enggan berganti bodyguard tapi kali ini?

"Mari, Nona..."

"Iya...

Mutiara dan Ghazi melewati dua orang pria yang dulu dekat dengannya itu. Untuk sekarang, Mutiara tidak akan peduli pagi dengan mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah selesai mengikuti mata pelajaran. Mutiara duduk santai dibangku taman. Gadis itu tengah sibuk dengan laptopnya, Bukan belajar tapi menulis sebuah alur cerita novel.

Ya, Salah satu pekerjaan yang orang lain tidak tahu ialah, Mutiara yang secara diam-diam menjadi penulis favorit pembaca. Karya-karya yang ditulis oleh Mutiara cukup menyita para pembaca karena penulisannya yang rapi serta alurnya yang bagus..

Sayangnya tidak ada yang tahu kalau penulis itu adalah Mutiara sendiri. Semuanya gadis itu rahasiakan termasuk dari Kendra dan Fathan, Bahkan dari Papanya pun tidak tahu...

Saat tengah asyik bersantai, Tiba-tiba saja tiga gadis datang mengganggu ketenangan Mutiara.

"Heh!

PLAAAK!!

Tidak ada angin tidak ada hujan, Salah satu dari tiga gadis itu menampar pipi Mutiara. Tentu saja Mutiara merasa terkejut dengan perlakuan gadis itu.

Tidak Permisi, Datang-datang langsung menampar. Salah apa dia?

"Apa-apaan? Datang-datang langsung nampar.." Mutiara meletakkan laptopnya, Lalu berdiri menghadap mereka. Matanya menatap tajam tiga gadis yang merupakan teman kelasnya itu.

Tiga gadis ini sejak dulu memang terkenal angkuh dan sok cantik. Mutiara saja muak..

"Eh lo kan yang udah ngurung Hazel digudang? Ngaku deh lo!!" Mutiara memiringkan kepalanya heran. Apa katanya? Dia mengurung Hazel digudang? Yang benar saja.

"Ngurung Hazel digudang?

"Iya, Hazel terkurung digudang. Dan itu pasti ulang lo, Kan??

PLAAAK!

Mutiara menampar gadis itu dengan keras. Sudah datang tiba-tiba nampar. Eh, Sekarang malah asal nuduh gak jelas..

"Denger ya! Gue paling benci dituduh tanpa adanya bukti.." Dia ditampar tentu saja dia balas. Dulu Mutiara dikenal dengan gadis yang baik, Namun sekarang gadis baik itu sudah hilang.

"Tapi kalo bukan lo siapa lagi? Jelas-jelas lo yang sering cari masalah sama Hazel.. Lagian pas kita tanya siapa yang ngunciin dia, Hazel cuma diam.. Diamnya dia itu pertanda iya..

"Udah lah lo ngaku aja Tiara.. Lo itu iri kan sama Hazel. Karena secara kan sekarang dia banyak temen, Sementara lo?" Mutiara tersenyum sinis. Gadis yang katanya berhijab itu ternyata sudah banyak menghasut orang.

"Gue? Iri sama Hazel? Sayangnya gue gak iri sama sekali sama dia.. Apa yang harus buat gue iri sama dia? Kalian aja yang bego.."

"Lo..." Salah satu tangan dari tiga gadis itu terangkat hendak menampar Mutiara lagi, Namun sebuah tangan kekar segera menahannya.

"Ingin menampar Nona Mutiara lagi? Lakukan saja kalau kau tidak ingin aku panahan tanganmu sekarang juga.." Ghazi cengkram pergelangan tangan gadis itu membuatnya meringis kesakitan.

"Sakiiit.. Tolong lepasin.." Ghazi dorong gadis itu hingga terjengkang kebelakang.

"Aaaaarrrrggghh...

"Lain kali kalau mau nuduh itu harus ada bukti.. Jangan asal datang lalu menampar dan menuduh tidak jelas seperti tadi.. Sekali lagi saya melihat kalian mengganggu Nona Mutiara lagi, Lihat saja apa yang akan terjadi..

Ketiga gadis itu saling pandang sebelum akhirnya pergi. Seperginya tiga gadis yang tidak tahu diri itu, Ghazi menoleh pada Mutiara yang tersenyum padanya.

"Makasih ya..

"Nona gapapa?" Tanya pria itu. Jangankan hanya gangguan kecil dari gadis seperti tadi. Gangguan sebesar apapun akan Ghazi lakukan demi melindungi Nona nya ini.

"Aku gapapa.. Pada dasarnya mereka emang gak punya otak..

"Saya percaya sama Nona. Kalau Nona tidak mungkin melakukan semua itu.." Mutiara mengangguk. Dia hanya bisa berdoa semoga pria ini akan selalu menjaganya dan tak pernah ingkar janji seperti Rio.

TBC

1
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Masha 235: dia nggak mau ngrepotin smua orng
total 1 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
Setyowati Setyowati
bagus Tiara ..biar mereka merasakan apa yg kamu rasakan ..dan penyesalan yg akan mereka bertiga rasakan dan semuanya SDH terlambat
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kebenaran terungkap juga dan kau Kendra terimalah hukuman dan penyesalan mu/Determined//Determined/
Sri Rahayu
ya gpp kl Atta berubah jd baik pd mu Tiara... uda sadar kali dia 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Ass Yfa
kebenaran terungkap bertubi2 hingga otal Tiara tdk msmpu mensmpubg sendirian..berbagilah dgn Ghszi
Teh Euis Tea
ya ampun pada jahat bagt sih kalian, padahal mutiara ga salah apa2 pada kalian
Ayudya
hadeeehhhh Kendra jangan nyesel kamu ngajak hazel gabung di kafe.ntar kalau Uda tau siapa hazel yg sebenarnya kamu nyesel 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sindy Sintia
mutiara ni bego apa gimana ya, lama kelamaan aku dngkol juga di buatnya, kenapa? Tiara kira dia kuat kayak wonder women gtu bisa nanggung semua sendri?? beban pikiran tu berat euy tiara
Muft Smoker
km udh punya ghazi Dan papa mu mutiara ,, menyimpan semuanya sndrii tu gx baik buat dirimu sendri ,,
trauma boleh ,,
tp km msh ttap bisa kn melihat mana yg bnr2 tulus ,,
mana yg gx ,,
semangat mutiara ,,
sebelum pergi ,,
kasih pelajaran dlu ma org2 yg jahatin km
Maria Magdalena
satu persatu terungkap ayo semangat thor ayo Ghazi buruan bslik bawa pergi tuh Tiara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!