NovelToon NovelToon
Dear, Husband

Dear, Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 : Daftar Nikah

Setelah melewati dua hari, ibunya Risa mengabarkan kepada Rio kalau setelah resmi menikah ia ingin mengadakan acara makan malam kecil yang hanya akan dihadiri oleh orang terdekat saja di apartemen keduanya, dan dia juga mengingatkan akan pernikahan mereka yang akan dilakukan pada esok pagi.

Rio hanya bisa pasrah tanpa bisa menolak. Ya, mau apa lagi? Semua sudah direncanakan, dia hanya mengikuti alurnya saja.

Tak lama ada pesan masuk dari Risa yang mengatakan kalau besok pagi mereka akan pergi ke catatan sipil untuk meresmikan pernikahan mereka dan meminta pemuda itu datang tepat waktu pada pukul 07:00 pagi.

Rio hanya membalas dengan, "ya aku akan datang tepat waktu."

Pemuda itu melempar ponsel tersebut secara sembarang di atas tempat tidur dan menjatuhkan tubuhnya sendiri di samping.

"Haaaaaaaah...." Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat. "Setidaknya aku masih bisa mendapat beasiswa dan gak kehilangan pekerjaan," gumamnya seraya menutup mata.

...****************...

Keesokan harinya Rio langsung terbangun dengan panik. Dia gak menyangka kalau dia benar-benar tertidur sehabis dari kegiatan ekstrakulikuler di sekolah (dia ikut kegiatan basket setiap Rabu dan Jumat).

"Astaga sudah jam berapa ini, kenapa gak ada yang membangunkan aku?" Rio menatap layar ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi.

Buru-buru dia pergi ke kamar mandi. Gak butuh waktu lama, 10 menit kelar, ia segera bergegas keluar hanya dengan memakai kaos biru gelap lengan 3/4 dan celana panjang hitam seadanya yang bisa dia ambil di atas tumpukan pakaian lain di atas mini sofa dalam kamar.

"Aku pergi dulu!" Ujarnya yang langsung berlari cepat membuka pintu.

"Lho, Rio kamu gak mau sarapan?" Tanya sang ibu keheranan dan langsung berjalan ke arah garasi, melihat putra kesayangannya sedang mengeluarkan motor.

"Enggak Bu, udah gak ada waktu, takut telat," ucapnya yang sudah duduk di atas motor dan sedang memakai helm.

"Kamu gak pakai seragam?" Ibunya baru sadar kalau anaknya enggak pakai seragam sekolah.

"Nanti dipakai pas sampai sana, udah ya Bu, Rio jalan dulu!" Sebelum ibunya bertanya lebih lanjut, pemuda itu memilih untuk lekas pergi. Ia pun segera melesat keluar dari garasi.

"Tumben Kak Rio keluar gak nutup garasi?" Ujar sang adik ketika melihat pintu garasi dibiarkan terbuka.

"Katanya lagi buru-buru, mungkin lupa. Dina saja yang tutup ya," balas sang ibu dengan lembut.

Gadis itu mengangguk patuh dan berjalan ke arah garasi, menutup pintu tersebut rapat-rapat dan kembali masuk ke rumah.

...****************...

Rio akhirnya tiba di kantor catatan sipil pernikahan tepat kurang lima menit dari waktu perjanjian. Di sana sudah ada Risa yang menunggu dengan wajah resah.

"Kupikir kau tidak akan datang, kenapa lama sekali?" Tanyanya saat menghampiri Rio.

"Tapi aku tidak terlambat 'kan," balasnya cuek dan hal ini membuat Risa jengkel.

"Dasar bocah! Kalau bukan karena Ibuku yang mengancam bakal hapus namaku dari ahli waris, aku gak bakalan mau menikah sama kamu! Lebih baik aku kawin lari sama Dion!" Umpatnya dalam hati saat melihat Rio melengos begitu saja dan memarkirkan motornya.

"Hei, mau masuk tidak?" Pemuda itu menoleh ke arah Risa yang masih terdiam di tengah jalan.

"Tch...." Risa mendecih dan segera bergerak mengikuti langkah pemuda itu yang..., "Glekh...." Risa menelan ludah setelah melihat pakaian Rio yang agak basah dan mencetak jelas bentuk tubuhnya yang ideal dan seksi.

BRUKH...!

Risa tanpa sengaja menabrak punggung pemuda itu yang tiba-tiba saja berhenti.

"Brengsek! Kenapa kau berhenti tiba-tiba sih?!" Risa mengusap wajahnya agak kesal.

"Salah sendiri, kenapa jalan di belakangku bukannya di samping," jawab Rio sedikit menyeringai saat melihat Risa kesakitan.

"Dasar sial, punggungnya keras amat sih? Tulang apa otot?" Batin Risa sudah emosi.

"Kalian berdua ada keperluan apa, ya?" Tanya seorang pria berkumis yang memakai seragam kepada Risa dan Rio.

"Kami kemari ingin mendaftarkan pernikahan," ucap Risa dengan mantap.

Sekilas dapat terlihat raut wajah pria itu seperti terkejut. Ia memperhatikan Risa dan Rio secara bergantian.

"Maksudnya, kalian...?" Tanyanya sekali lagi.

"Kenapa? Ada yang salah?" Kali ini Rio yang angkat bicara. Dia bertanya dengan nada tajam.

"Oh, e-enggak kok..., silahkan duduk...," balas pria itu yang kemudian meminta keduanya untuk duduk.

"Apa kalian sudah membawa berkas-berkas yang diperlukan?"

"Ya, saya bawa berkas semuanya lengkap." Risa menyerahkan semua dokumen yang diperlukan dari dalam tas branded miliknya.

Rio gak perlu banyak bicara, dia pun mengeluarkan semua dokumen yang memang sudah dia siapkan kepada petugas itu.

"Baiklah, saya cek semua kelengkapannya dulu ya." Sang petugas akhirnya melipir entah kemana meninggalkan Rio dan Risa berdua di sana.

Suasana hening sejenak, baik Rio atau pun Risa tidak ada yang saling bicara, karena ya gak ada topik pembicaraan juga.

Tapi gak lama petugas itu kembali dan menyatakan semua dokumen sudah lengkap, dan bakal dicatat.

"Maaf Pak, apa bisa jadwal pernikahannya langsung besok?" Risa mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalam tasnya Amplop itu kelihatan sangat gemuk.

Baik Rio atau si petugas sama-sama terkejut begitu melihat amplop itu dikeluarkan.

"Nona, i-ini...." Petugas itu agak ragu untuk menerima amplop tebal tersebut.

"Saya butuh pernikahan ini berjalan cepat dan resmi besok," ucap Risa dengan halus namun penuh makna.

"Tu-tunggu sebentar, saya akan bicarakan hal ini dengan beberapa staff...." Pria itu bergegas pergi menuju ke suatu ruangan.

"Astaga, yang kau lakukan itu sangat tidak terpuji," celetuk Rio gak habis pikir melihat Risa sampai rela memberi uang sogokan.

"Aku gak suka birokrasi yang terlalu lama, kalau bisa diselesaikan dengan cepat, kenapa tidak?" Jawab Risa yang terkesan seenaknya.

"Suka-suka kau sajalah," balas Rio dengan malas. Susah memang bicara dengan orang kaya seperti Risa yang selalu berpikir segalanya bisa selesai dengan uang.

Pria itu kembali dan akhirnya menyanggupi untuk mempercepat proses pernikahan antara Risa dan Rio.

"Kami akan segera menyelesaikan data kalian hari ini juga jadi bisa langsung terdaftar. Saya pastikan besok kalian sudah resmi sebagai suami-istri," jelasnya.

"Kalau begitu ini nomor saya, tolong kabarkan secepatnya jam berapa kami harus hadir." Risa menyodorkan sebuah kartu nama yang tertera nama juga nomor ponsel miliknya.

"Ah, tentu saya akan langsung menghubungi anda, malam ini nanti," ucap pria itu mengambil kartu nama tersebut dan memasukkannya ke dalam saku baju.

"Kalau begitu kami permisi dulu, dan saya tunggu kabar baiknya nanti malam, Pak." Risa segera bangkit dari tempat duduk dan menyalami pria tersebut sambil menyerahkan amplop tersebut.

"Tentu, tentu saja, hehehe." Senyum pria itu melebar saat menerima 'titipan' tersebut.

...****************...

Rio dan Risa berjalan terpisah menuju area parkiran.

"Aku akan menghubungimu nanti biar gak salah jam!" Teriak Risa yang berjalan beberapa langkah di belakang Rio dan hendak berbelok ke parkiran khusus mobil.

"Ya, ya aku tahu!" Rio tak menoleh, dia terus berjalan dan hanya mengangkat sebelah tangannya saja.

"Huh, apa-apaan sikapnya itu?" Risa mendengus merasa diabaikan. Tapi siapa yang peduli yang penting urusannya bisa cepat selesai.

Pokoknya setelah menikah dan melahirkan anak itu dia ingin cepat-cepat bercerai dan pergi ke luar negeri dengan Dion.

"Dion, kenapa kamu gak ada kabarnya sampai sekarang?" Risa menatap layar ponselnya cukup lama sebelum masuk ke mobil.

Saat itu Rio yang sedang berada di atas motor diam-diam memperhatikan Risa yang kayak orang galau.

"Tenang saja Bu Risa, pernikahan kita hanya sementara sampai anak itu lahir dan Ibu bisa bebas lagi," ucap Rio dalam hati. Yah, dia sadar Risa pasti terpukul banget harus menikah dengan orang yang gak dia inginkan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa pernikahan mereka besok bisa berjalan lancar? Lalu apakah Dion akan muncul?

.

.

.

BERSAMBUNG....

1
✨♡vane♡✨
Ingin baca lagi!
Harry
Mantap jiwa!
Zamasu
Memukau dari awal hingga akhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!