Nara seorang gadis biasa dan sederhana terpaksa harus menikah dengan pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya karena sebuah surat wasiat dari kakeknya.
Dia harus rela berpisah dengan kekasihnya dan menjalani kehidupan pernikahannya yang bagaikan neraka.
Follow IG Author : @hanania442 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Semua pekerjaan telah selesai dan aku kembali ke rumah. Aku membuka ponselku dan membaca lagi begitu banyak pesan singkat dari Nara. Anak ini benar-benar mengganggu ku setiap hari.
Aku sengaja tidak memberi tahu jika akan pulang hari ini. Aku tidak sabar melihat ekspresinya.
Jika ada yang bertanya tentang perasaan ku padanya. Entahlah aku pun tidak tahu perasaanku yang sesungguhnya.
Saat aku memasuki rumah, tidak ada tanda kehadirannya hanya beberapa maid yang sedang melakukan tugas mereka.
Aku menuju kamar dan aku melihat Nara sedang tertidur pulas di ranjang.
Dasar pemalas jam segini dia masih tidur. Apa dia tidak mandi. Ah, sepertinya dia sudah mandi beberapa rambutnya masih basah. Dia terlihat berbeda hari ini semakin cantik dan menggemaskan. Tunggu! Apa yang baru saja aku pikirkan. Sepertinya aku harus mandi membersihkan semua pikiran ku yang tidak seharusnya.
Aku memutuskan untuk beristirahat sebentar menunggu sampai waktu makan malam tiba. Aku berbaring di sampingnya, ku tatap wajahnya terbesit rasa ingin membelai wajah itu namun aku takut dia akan bangun. Mata nara terlihat sembab. Apa dia habis menangis? Apa yang membuatnya sedih. Mungkin dia merindukan orang tuannya.
Saat aku mulai sedikit telelap. Sayup-sayup aku mendengar pintu di ketuk beberapa kali aku berusaha mengumpulkan kesadaranku. “Ada apa?”
“Tuan, makan malam sudah siap.” Suara maid di balik pintu kamar ku
“Ya, pergilah”
Saat aku ingin beranjak bangun seperti ada yang menahan lenganku. Aku melihat ke arah samping ternyata Nara memakai tanganku sebagai bantal untuk tidur.
Apa yang dia lakukan. Sejak kapan dia seperti ini dan sejak kapan dia jadi berani menyentuhku semaunya.
“Hei,,bangun...hei bangunlah!” dia benar-benar membuatku kesal sekarang
“NARA BANGUN!!!”
“Yaa,,bisa tidak kau jangan berteriak seperti itu. Bangunkan aku dengan lembut, suamiku.” Dia menegerjapkan matanya
“Dalam mimpimu!!”
“Bahkan sekarang dalam mimpiku pun dia tidak memperlakukanku dengan baik. DIa memang pria kasar sejati.” Gumam Nara yang sangat jelas aku dengar.
“Hei...sadarlah ini bukan mimpi bodoh.”
Nara membuka matanya dan bangkit dari tidurnya. “Benarkah? Kapan kau pulang?”
“Cepat bangun dan turun ke bawah untuk makan malam.”
“Ya..ya..baiklah aku akan turun sebentar lagi.”
Aku turun dari ranjang dan menuju keluar. Namun Nara menghentikanku. “Tunggu.”
“Apa?”
“Aku mencintaimu, Revan” Dia mengucapkan itu dengan tersenyum manja
“Aku tidak!!” aku menjawab singkat lalu pergi
“Aku mencintaimu Revan cinta cinta cintaaaaa.”
Nara terus saja mengatakan itu sampai aku keluar dari kamar pun masih terdengar. Gadis konyol ini membuat hatiku tidak karuan saja. Tapi, aku suka saat dia mengatakan itu.
🌟🌟🌟
Ternyata aku tidak bermimpi dia memang sudah pulang. Aku harus memulai misi ‘Penyelamatan Pernikahan’ detik ini juga. Lihat saja suami ku kau akan mencintai ku.
“Aku mencintaimu Revan.” Ekspresi terkejutnya saat aku mangatakan itu sangat manis.
“Aku tidak!!” seperti biasa dia menjawab dengan sinis
“Aku mencintaimu Revan... cinta...cinta...cintaaaaa”
Aku seperti orang gila saja. Ya, aku harus benar-benar gila dan tidak tahu malu untuk merebut seorang berhati dingin seperti itu. Aku akan buktikan pada Mama mertuaku, bahwa Revan akan benar-benar mencintaiku.
Aku menuju meja makan dan melihat Revan sedang menikmati makan malam.
“Suamiku, apa yang kamu lakukan? Kenapa tidak menungguku, kamu malah makan duluan.”
“Jam berapa kamu sampai?”
“Apa pekerjaanmu sangat banyak disana?”
“Apa kau tidak membelikan sesuatu untukku?”
Revan menatapku dan menghentikan makannya. Dia mulai kesal karena aku terlalu banyak bertanya.
“Ya, maaf tuan sepertinya aku berbicara terlalu banyak. Lihat ini aku akan mulai makan sekarang.”
Sepertinya dia mulai kesal padaku. Lebih baik aku makan saja dan menganggunya setelah makan malam nanti.
Setelah makan maid mengganti hidangan dengan makanan penutup. Tentu saja menu pepaya tidak pernah ketinggalan.
“Minumlah.”
“Kau lupa terakhir kali aku meminum jus itu dan apa yang terjadi setelah itu.”
“Ini bagus untuk pencernaanmu.”
“Meli, buatkan aku jus alpukat saja lain kali.”
Meli hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya.
“Minum itu jangan banyak membantah.”
“Baiklah aku akan meminumnya. Tapi ada syaratnya.”
Revan memandangku dan mengerutkan dahinya. “Apa?”
“Aku akan meminum ini sampai habis jika kau mengatakan dengan lantang bahwa kau mencintaiku.”
“Cih.. jangan bermimpi. Itu tidak akan pernah aku lakukan.”
“Tidak ada ruginya kau mengatakan itu Revan. Ayolah suamiku kau tinggal mengatakan ‘Nara aku mencintai mu’ bagaimana?”
Revan terlihat berpikir sejenak lalu berdiri dan melihat sekeliling.
“Buatkan jus yang dia inginkan.” Revan mengatakan itu pada para maid
Sangat keras kepala suamiku ini. Kita lihat saja apa kau bisa menghadapi misiku yang selanjutnya.
Jangan lupa ❤️ 👍 Vote & Comment
Follow IG Author: @hanania442
sejauh ini memang menarik ceritanya....
Mampir jg ke novelku ya : HARD TO SAY GOODBYE, ini bikin baper jg lho... Thx...