NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petunjuk Baru

“Kalian mau ke mana?” tanya Indri ketika melihat Pradipta dan Gilang hendak pergi.

Indri memang menginap di kediaman Pradipta. Wanita itu diberi kamar yang ada di lantai bawah, karena kamar Pradipta dan Gilang berada di lantai atas. Dia tidak sendiri, melainkan ditemani Giana.

“Kita mau cari Arga,” jawab Gilang.

“Kalian sudah menemukan jejaknya? Di mana? Dia baik-baik aja, kan?” cecar Indri. “Aku mau ikut,” pungkasnya.

“Kamu lebih baik di sini karena kami masih menelusuri jejaknya. Takutnya kita pergi agak lama,” jawab Gilang mencoba mencegah Indri ikut.

“Tapi aku mau ikut!” Indri bersikeras.

Melihat sikap keras kepala Indri membuat Pradipta kesal. Dia menaruh tas ke atas meja dengan kasar lalu menoleh ke arah Indri.

“Dengar ya, ini bukan rumahmu dan kamu nggak bisa bersikap seenaknya kepada kami. Kalau kamu mau menemukan Arga, turuti kami. Kalau kamu nggak bisa diatur, lebih baik kamu cari sendiri!” sentak Pradipta.

Indri langsung terdiam saat mendengar ucapan Pradipta lengkap tatapan tajamnya. Meski hatinya kesal karena Pradipta tidak mengizinkannya ikut, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya mengandalkan PRADA TRACE untuk menemukan Arga.

Tanpa mengatakan apa pun, Indri langsung meninggalkan ruangan begitu saja. Dia memilih kembali ke kamar yang ditempatinya.

Giana yang melihat pertengkaran itu hanya menjadi penonton. Baru sekarang dia melihat Pradipta bersikap kasar kepada seseorang. Biasanya pria itu lebih banyak diam.

“Gi, kamu cari tahu lebih banyak tentang Bimo Handika. Apa saja yang dilakukannya selama satu bulan terakhir.”

“Siap, Pak,” jawab Giana cepat.

Pradipta segera mengajak Gilang pergi mumpung hari masih pagi. Giana mengantarkan mereka sampai ke dekat mobil.

Tangannya melambai saat kendaraan Pradipta meninggalkan pekarangan rumah sekaligus kantor Arkana Technology.

“Ayo, Gia, kita cari soal Bimo,” ujar Giana kepada dirinya sendiri. Sambil bersenandung, gadis itu menuju bus tempat kantor PRADA TRACE.

Giana segera menuju meja kerjanya, lalu menyalakan laptopnya. Dia menggerakkan badannya dulu untuk melakukan pemanasan. Pasti pencariannya kali ini membutuhkan waktu lebih lama.

Sementara itu, Pradipta segera melajukan mobilnya menuju kawasan hutan pinus Tenjolaut. Mereka berharap bisa menemukan petunjuk di sana. Pradipta memilih melalui jalur yang dilewati Arga dahulu.

Pradipta menghentikan kendaraannya di dekat lokasi yang mereka datangi saat mereka mencari rekaman CCTV.

“Dari sini, pasti Arga nganterin dulu cewek itu ke rumahnya. Habis dari sana, dia lanjut perjalanan,” ujar Gilang.

“Iya, Bang. Kita lanjut aja ke Tenjolaut,” jawab Gilang.

Pradipta mengangguk seraya melajukan mobilnya kembali.

***

Setelah mendapat laporan dari Gilang bahwa sudah ada yang melaporkan hilangnya Arga, Nino langsung bergerak cepat menghubungi Polsek Antapani. Petugas di sana membenarkan bahwa ada yang melaporkan hilangnya Arga.

Nino langsung meminta petugas itu mengirimkan laporan yang dibuat Samsul. Kasus Arga akan diambil alih oleh Unit Dua Jatanras Polda Jabar.

Petugas itu cukup bingung mengapa kasus orang hilang diambil alih oleh unit Jatanras Polda Jabar. Namun, dia tetap mengirimkan apa yang diminta Nino.

Setelah mendapat laporan hilangnya Arga, Nino dan Asep langsung bergerak melakukan penyelidikan. Sebelumnya, mereka sudah melaporkan kasus ini kepada Miko.

Atasan mereka pun langsung mengizinkan. Sekarang, Nino dan Asep dalam perjalanan menuju kediaman Lisa.

Perjalanan yang harus mereka lalui cukup jauh untuk sampai ke kediaman Lisa. Orang terakhir yang bertemu dan berbicara dengan Arga sebelum pria itu menghilang.

Saat mobil Nino berhenti di depan kediaman Lisa, tampak wanita itu sedang duduk di teras sambil memainkan ponselnya.

Perhatiannya teralihkan Ketika mendengar suara pintu mobil tertutup. Kemudian, dua pria mengenakan kaos hitam mendekati rumahnya.

“Dengan saudari Lisa?” tanya Nino.

“Iya, benar,” jawab Lisa seraya bangkit. Wanita itu mendekati Nino dan Asep yang berdiri di luar pagar rumahnya.

Begitu Lisa berada di hadapan mereka, Nino segera mengeluarkan tanda pengenalnya. Lisa tampak terkejut begitu melihat lencana milik Nino. Dengan gugup dia membuka pagar dan mempersilakan kedua petugas kepolisian itu masuk.

“Ada apa ya, Pak?” tanya Lisa yang terlihat gugup dan resah.

“Kami sedang mencari seseorang. Dari hasil penyelidikan kami diketahui bahwa Anda adalah orang yang terakhir bertemu dan berbicara dengannya sebelum menghilang.”

“Siapa, Pak?” tanya Lisa bingung.

“Namanya Arga Kinanta. Apa Anda mengenalnya?”

Lisa menggeleng. Wanita itu memang tidak tahu bahwa pria yang mengantarkannya pulang ke rumah bernama Arga Kinanta. Pria itu memang tidak memperkenalkan dirinya.

“Ini orangnya. Apa Anda mengingatnya?” Asep memperlihatkan foto Arga kepada Lisa.

Untuk sesaat, Lisa memperhatikan foto Arga dengan saksama. Beberapa saat kemudian dia baru mengingat siapa pria itu.

“Oh kalau dia saya ingat, Pak. Dia yang mengantarkan saya pulang, sekitar sebulan yang lalu. Memangnya kenapa, Pak?”

“Arga menghilang setelah mengantarkan Anda. Dia hilang saat dalam perjalanan menuju Jakarta.”

“L-Lalu apa hubungannya denganku?”

“Dari rekaman ini diketahui bahwa Arga menolong Anda saat hendak melarikan diri dari pria ini. Apa benar?”

Asep menunjukkan video rekaman CCTV saat Arga membantu Lisa yang sedang dipaksa oleh Bimo. Wanita itu langsung mengangguk.

“Kami menduga hilangnya Arga berkaitan dengan Bimo. Bisa jadi dia melakukan sesuatu kepada Arga. Apa Anda bersedia menjadi saksi saat kami memanggil Bimo untuk dimintai keterangan?”

Wajah Lisa berubah pucat saat mendengar nama Bimo. Wanita itu sudah tidak mau berurusan lagi dengan Bimo. Pria itu sudah menjadi mimpi buruk untuknya.

“M-Maaf, aku nggak mau. Aku nggak mau berurusan lagi dengan Bimo.”

“Kesaksian Anda kami perlukan agar kami bisa memanggil melakukan penyelidikan terhadapnya.”

“Maaf, aku nggak mau. Aku punya hak untuk menolak, kan?”

“Ya, Anda memang punya hak untuk menolak. Tapi… Arga adalah orang yang sudah membantu Anda, dan keberadaannya tidak diketahui sampai sekarang. Bahkan dia masih hidup atau tidak, belum diketahui. Tolong pikirkan baik-baik,” ujar Nino.

“Dan ingat, Arga tidak akan terlibat dengan Bimo kalau tidak datang dan menyelamatkan Anda. Secara tidak langsung Anda terlibat dalam hilangnya Arga. Suka atau tidak, Anda harus menerimanya.”

Ucapan pedas Asep berhasil membuat Lisa semakin kalut dan dihantam rasa bersalah. Namun, perasaan takutnya terhadap Bimo mengalahkan segalanya. Dia hanya terdiam ketika dua petugas polisi itu meninggalkan kediamannya.

***

Mobil yang dikendarai Pradipta sudah sampai di lokasi Arga tertabrak mobil Bimo. Tentu saja Prisa yang menjadi informannya. Keduanya turun setelah Pradipta memarkir mobilnya.

“Kita nyari apa di sini?” tanya Gilang bingung.

“Cari apa aja yang berhubungan dengan Arga. Kalau benar dia ditabrak dan motornya nabrak pohon, pasti ada pecahannya.”

“Pris, motornya Arga nabrak pohon yang mana?” tanya Gilang sambil melihat Prisa.

“Tuh, pohon yang besar itu.” Prisa menunjuk pohon yang berjarak tiga meter dari Gilang.

Gilang bergegas mendekati pohon tersebut. Dia mencari-cari sesuatu di antara rerumputan yang tumbuh di sekitar pohon. Pradipta juga ikut membantu.

Setelah beberapa saat, Gilang akhirnya menemukan pecahan spakbor. Pemuda itu mengambil pecahan tersebut, lalu memasukkan ke dalam plastik.

Kemudian Pradipta menemukan pecahan kaca di sisi jalan dekat trotoar. Pria itu segera mengambil foto pecahan kaca dan pecahan spakbor lalu mengirimkannya kepada Nino.

“Nggak ada apa-apa lagi?” tanya Pradipta.

“Nggak ada, kayaknya,” jawab Gilang.

“Ayo kita lanjut. Tanyain sama Prisa jalan ke arah vila.”

Pradipta segera menjalankan mobilnya. Dia mengikuti arahan Gilang yang mendapat informasi dari Prisa.

Setelah dua ratus meter, Pradipta membelokkan mobil ke jalan menuju vila. Beberapa menit kemudian, dia menghentikan mobil tidak jauh dari vila. Pradipta dan Gilang langsung turun, lalu melihat-lihat sekitar vila.

Kemudian, pandangannya tertuju ke papan kayu yang tergantung di depan pintu pagar. Di sana tertera nomor ponsel bagi yang hendak menyewa vila.

Sebuah ide terbersit di benak Pradipta. Dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi nomor tersebut. Beberapa saat kemudian, panggilannya terjawab. “Halo.”

“Halo, dengan Pak Yanto?” tanya Pradipta.

“Iya, ini siapa?”

“Saya mau menyewa vila, Pak. Saya lihat nama dan nomor Bapak di depan pagar.”

***

Siapa yang kesal sama Lisa?

1
vania larasati
lanjut kak
Umma Ridwan
iiiiih kalo bener yang ngikutin Giana teh si Ruben, berarti yang gondal gandulnya segede uprit punya nya si Ruben donk 🤣🤣
semoga neng Giana baik baik aja 🙏
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kena sial dia 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
senasib🤣🤣
Ani
bisa iya bisa nggak sih tapi kok yo beneran diikuti 🤔🤔🤔🤔
Safitri Agus
kenapa lari gi, tendang aja biar kapok kan reflek itu ya pas terkejut 🤭
Safitri Agus
Oalah kasihan 🤭🤣
Safitri Agus
🤭🤣🤣🤣
Safitri Agus
bisa jadi
Safitri Agus
sadiz ya😱
tehNci
Dari motor trail ke sepeda BMX,..jauh bangettt seenggaknya motor bebek atau matic gitu, masih sama¹ motor😂😂😛😛😛
tehNci
Wuiiih keren banget. si Leya ini😍🤩
tehNci
kirain Kania...
tehNci
Kania bukan ya?
tehNci
Giana lagi cosplay jadi detektif😄
tehNci
Mau mengumpankan dirikah? Semoga hanya menyelidiki saja
tehNci
Dasar gila nih orang. Buang mayat manusia kayak buang kresek bekas gorengan aja
tehNci
Kalo sudah mati, arwahnya bisa jadi petunjuk buat Jungkook dan Prisa
Lina Suwanti
semoga yg meninggal bukan Anjani n arwah korban ketemu sm Prisa atau Jun Kok biar bisa jd petunjuk
Ria alia
Murah banget tuh rudal dikeluarin mulu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!