NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.

Malam sudah cukup larut ketika Bram memasuki rumah. Tidak ada lagi suara televisi yang memperdengarkan berita harian atau siaran olahraga seperti biasanya. Ruang tengah hanya diterangi lampu di sudut ruangan, sementara Radinka duduk seorang diri di sofa dengan ponsel di tangan.

“Elang datang ke tempat kerjamu hari ini?” tanya Radinka tanpa mengangkat wajah.

Gerakan tangan Bram saat meletakkan tas kerjanya terhenti sepersekian detik sebelum ia menoleh ke arah sang istri.

“Dia cerita?”

“Tidak.” Radinka meletakkan ponselnya, lalu mengangkat wajah hingga tatapan keduanya bertemu. “Dia hanya bilang pekerjaannya membawa dia ke Arkatama Industrial. Aku bisa menebak kalian bertemu.”

“Lalu?”

“Kamu bicara dengannya?” tanya Radinka menyelidik.

“Ya," jawab Bram singkat.

“Untuk memintanya pulang?" tanya Radinka penuh harap.

“Aku menyuruhnya berhenti.”

Radinka bangkit dari duduknya hampir seketika. “Mas!”

Bram menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan sikap tak acuh yang melekat kuat. “Jangan mulai lagi. Aku lelah setelah seharian bekerja, aku juga bosan mendengar dramamu.”

“Justru kamu yang tidak pernah berhenti!” suara Radinka naik satu oktaf. “Surat pekerjaannya kamu sembunyikan, kamu mengusirnya dari rumah. Sekarang, setelah dia mendapat pekerjaan dengan usahanya sendiri, kamu masih menyuruh dia berhenti?! Apa yang kamu inginkan sebenarnya, Mas?!”

“Aku punya alasan.”

“Alasan apa?”

Bram terdiam.

Radinka menunggu, tetapi seperti biasa, tidak mendapatkan jawaban. “Karena dia datang ke Arkatama?”

“Tidak sesederhana itu.”

“Lalu jelaskan.”

“Tidak semua hal harus kamu tahu,” sahut Bram.

Radinka tertawa getir. “Elang putra kita, Mas. Dan Arkatama bukan tempat asing untukmu. Kamu sudah bekerja di sana hampir sepanjang hidupmu.”

“Kamu sendiri yang bilang kalau dulu kamu dan Pak Damar masuk dunia kerja bersama. Kalian bersahabat sejak lama bahkan masih terjalin sampai sekarang. Apa salahnya jika Elang bekerja di sana?"

Bram memalingkan wajah. Kenangan puluhan tahun lalu kembali tanpa diminta. Dulu, sebelum nama Arkatama menjadi sesuatu yang begitu dekat dengan kehidupan Damar, mereka hanyalah dua pemuda tanpa orang tua yang memulai semuanya dari bawah.

Bram bekerja di bagian administrasi gudang. Sementara Damar berpindah dari satu divisi ke divisi lain sambil menyelesaikan pendidikan menggunakan beasiswa yang dia dapatkan.

Mereka pernah berangkat bersama menggunakan satu sepeda motor, meminjam uang satu sama lain saat gaji terlambat, bahkan pernah berjanji bahwa persahabatan mereka akan tetap terjalin sampai ke putra atau putri mereka kelak.

Namun kehidupan membawa mereka ke arah berbeda.

Damar bertemu Meira, menikah, kemudian masuk semakin jauh ke dalam keluarga Arkatama sampai akhirnya duduk di posisi tertinggi perusahaan. Meski kehidupan mereka berubah, Damar tidak pernah memutus persahabatannya dengan Bram. Sesekali mereka masih berbicara atau bertemu karena pekerjaan, meski kedekatan mereka tak lagi seperti dulu.

Sementara Bram tetap berada di salah satu anak perusahaan, perlahan naik jabatan hingga menjadi Kepala Administrasi dan Logistik.

“Aku hanya tidak mau keluarga Arkatama menganggap aku memanfaatkan posisiku jika aku membiarkan Elang masuk ke sana" jawab Bram akhirnya.

Radinka mengernyit. "Elang bekerja melalui tes, Mas. Bukan masuk karena kamu yang meminta secara pribadi pada mereka."

"Sekarang dia datang sebagai orang Daneswara. Besok siapa tahu dia menggunakan namaku untuk mendekati kantor pusat," sahut Bram.

"Elang tidak mungkin melakukan hal seperti itu," sanggah Radinka.

"Sudahlah." Bram bangkit dari sofa. "Aku lelah."

“Dan aku lelah melihatmu memperlakukan Elang seperti musuh,” sahut Radinka.

Langkah Bram menuju kamar berhenti, kemudian berbalik. “Jangan bicara seolah aku tidak pernah melakukan apa pun untuk anak itu.”

“Kalau begitu tunjukkan.” Radinka menahan emosi yang sejak beberapa hari terakhir semakin menumpuk. “Pergi temui dia. Minta maaf. Minta dia pulang.”

“Aku tidak akan membujuk anak yang memilih pergi sendiri,” dengus Bram.

“Kamu yang menyuruhnya keluar!” suara Radinka kembali meninggi.

Bram tersenyum sinis. “Dan dia benar-benar pergi.”

Radinka terhenyak, jemarinya mengusap sudut matanya sebelum air mata benar-benar jatuh. “Rumah ini sepi sejak Elang pergi.”

Nada suaranya menurun. “Aku terbiasa mendengar dia membuka kulkas tengah malam. Mendengar dia mengeluh kalau aku terlalu banyak memasak, bahkan sepatu yang selalu dia letakkan sembarangan, sekarang aku cari.”

Bram memalingkan wajah.

“Kalau kamu masih punya sedikit saja rasa sayang padanya, jangan hancurkan pekerjaan yang baru dia dapatkan.”

Radinka berjalan mendekati suaminya, melewatinya tanpa mengatakan apa pun lagi dan masuk ke dalam kamar, meninggalkan keheningan yang terasa berbeda bagi Bram.

.

.

.

Pada malam yang sama, suasana berbeda memenuhi ruang makan kediaman Arkatama.

Meira- ibu Ravian- duduk di samping Ravian yang sejak tadi hanya memainkan makanan di piringnya. Damar berada di seberang mereka, sedangkan Raksa menempati kursi di ujung meja.

“Ravi, apakah makanannya tidak enak?”

Pertanyaan lembut dari Meira membuat Ravian mengangkat wajah. “Enak, Ibu.”

“Kalau enak, kenapa dari tadi hanya diaduk?” tanya Meira.

“Tidak terlalu lapar,” jawab Ravian menatap ibunya sekilas sebelum kembali menunduk menatap makanan di piringnya tanpa memiliki keinginan untuk memakannya. Pikirannya justru kembali pada Elang yang ia temui hari ini.

Damar memperhatikan putranya beberapa saat. Ia bisa menebak penyebab putranya bersikap demikian dari laporan yang ia dapatkan dari bawahannya. Sepanjang perjalanan pulang dari Arkatama Industrial pun, Ravian lebih banyak diam.

Biasanya Damar akan membiarkan suasana hati putranya membaik sendiri. Selama ini, ketika Raksa menekan Ravian terlalu keras, justru Damar yang sering berdiri di tengah untuk meredakan keadaan.

Ia selalu berpikir Ravian masih muda. Masih memiliki waktu untuk belajar. Namun kejadian di pabrik tadi siang membuat ia mulai mempertanyakan apakah kata nanti sudah terlalu sering ia gunakan?

Bukan karena Ravian gagal menemukan satu nomor persetujuan. Yang mengganggunya adalah bagaimana putranya kehilangan ketenangan hanya karena tidak mampu menjawab satu pertanyaan.

Suatu hari nanti, Ravian akan berhadapan dengan investor, pemegang saham, pesaing, dan ribuan pegawai yang menunggu keputusannya.

Damar akhirnya meletakkan sendok. “Masih memikirkan kejadian di pabrik?”

Wajah Ravian terangkat menatap ayahnya. “Ayah harus membahasnya sekarang?”

“Kalau kamu membawanya sampai ke meja makan, sepertinya iya,” sahut Damar tenang.

Meira memandang keduanya bergantian. “Memangnya ada apa?”

Ravian belum sempat menjawab ketika Damar berkata lebih cepat, “Nona Keira menanyakan dasar penambahan kontrak tiga vendor. Ravi tidak berhasil menemukan dokumen persetujuannya.”

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Juansaja
ada cerita baru aja.

thor itu beberapa cerita yg masih menggantung tidak ada rencana dilanjut kah, atau lupa alurnya makannya gak di lanjut dan tetap dibiarkan
〈⎳ FT. Zira: hatiku dipotekin kang Edi kak.. jadi tamat sampe sini deh🤭🤭...

cerita satunya alur masih melekat, tapi menuangkannya ini kak🤭🤭 karya itu juga hasil dibuat merana sama sistem ntoon.🤭
total 1 replies
Juansaja
penasaran heh sampai sekarang reaksi Damar terhadap Bram masih datar aja
tidak mempertanyakan kenapa
〈⎳ FT. Zira: sepertinya othor yg lupa nulis paragrafnya.. ya ampun..ada yg terlewat ini kak/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Juansaja
di real life ada gak sih pemuda yg cara pikirnya kaya Elang gini, ibunya sukses dalam mendidik anak
di jaman sekarang tau lah pergaulan anak muda, cuman ini fiksi ye
〈⎳ FT. Zira: kalo ada udh dibungkus kak🤭
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
telat... udah baca🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Zhu Yun💫
Ditunggu karya selanjutnya kak Zira... semangat 💪🥳
Zhu Yun💫
Tambah bonchap kak 😁
Zhu Yun💫
Mau ngelamar ya... 🤭
Zhu Yun💫
Mau jadi power rangers 😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
😍😍😍😍😍
〈⎳ FT. Zira: tengkyuu ibuuu/Kiss//Kiss/
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lahhh... kok gak sampai mereka menikah sih, gantung amat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: heh, maksud nya?
total 2 replies
Endah Puji Lestari
😍😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: terima kasih sudah setia menemani kaka🥰
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
eh... ciyus ini 😱😱😱🤔🤔🤔
〈⎳ FT. Zira: dari yg nanya🤣🤣🤣..kaborrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini sih kopernya🤭
〈⎳ FT. Zira: emang🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
affa affaan ini 🤦‍♀️🤦‍♀️
〈⎳ FT. Zira: kaborrrr🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
karakter si elang ini cool banget dah. bkn kyk karakter utama novel biasanya yang bucin abis ama pasangannya. cinta tapi ga lebay
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: hidung mana ini
total 6 replies
Muft Smoker
selamat menikmati hidup mu Bram ,,
Zhu Yun💫
Ya nikmati sajalah Bram dari apa yang kamu tabur di masa lalu 🤭
Zhu Yun💫
Sudah matang kan mereka berdua buat diajak ngadon /Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Cihuy.. terpesona nih ya 🤭
Zhu Yun💫
Dan sekarang mereka sudah semakin dewasa, semakin tampan, semakin kokoh, semakin kekar, semakin tegak juga anunya /Facepalm//Facepalm//Hammer//Hammer/ tubuhnya maksudnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!